12 Tahun Lamanya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 2 December 2017

“Hoaammm” terdengar suaraku pagi itu terbangun dari tidur pulasku. Kupandangi jam dindingku sudah terlihat menunjuk pukul 06.30 aku bergegas menuju kamar mandi karena tidak mau sampai terlambat sekolah karena sedang berlangsung usbn (ujian sekolah berstandar nasional).

Sesampaiku di sekolah seperti hari-hari biasanya aku selalu mampir ke kantin untuk sekedar membeli susu lalu aku pun duduk di kursi depan ruang ulanganku, namun tiba-tiba dalam lamunanku terngiang perasaan “takut” namun definisi takut yang berbeda aku takut bukan karena ada roh halus, takut tidak lulus dan lain sebagainya tapi, aku takut terpisah dari teman-temanku setelah lulus nanti entah untuk lanjut ke universitas, mengejar cita-cita, atau mungkin cerita cinta.

“Teng… teng… teng!!” suara lonceng masuk menyadarkanku dari lamunanku.

Ulangan hari itu pun selesai…
“Bill, gimana ulangan tadi?” tanya temanku Jodi
“Seperti biasa, gampang” jawabku sombong,

Kami pun menuju parkiran motor untuk bergegas pulang, seperti biasa kami selalu bertiga Aku, Adit, dan Hendri dan tak jarang Jodi ikut bersama kami.

Sesampai di rumah aku merebahkan diriku di pulau paling nyaman yang dinamai kasur, entah mengapa lamunanku tadi di sekolah mengikutiku sampai ke rumah dan aku pun dibawa bernostalgia atau dalam bahasa gaulnya “Flashback”. Kuingat saat pertama masuk sekolah tepatnya sd pada saat itu malu-malu dan masih ditemani ibuku, apalagi pas istirahat ibu menyuapiku dengan bekal yang dia masak sendiri dengan penuh rasa cinta, tak lupa setelah aku memasuki masa remaja masa dimana rasa canggung merajai diri para remaja masa dimana mulai mengenal namanya pacaran, sakit hati, baper, suka curi-curi pandang sama seseorang yang ditaksir. “Masa-masa paling indah, masa-masa di sekolah” iya mungkin itulah kalimat paling tepat yang menggambarkan rasa takutku akan berpisah dengan teman-temanku.

Aku adalah tipikal lelaki yang gengsi tidak mau menunjukkan rasa takutku akan perpisahan setelah kami lulus. Ya, aku pandai sekali menyembunyikan rasa itu, kukira aku saja yang takut akan perpisahan nanti ternyata teman-temanku banyak yang mencuatkan isi hatinya entah dalam status facebooknya bahkan di caption Instagramnya, mereka merasa hal yang sama dengan aku.
“Yes aku tidak sendiri” pikirku merasa senang.
Aku rindu saat itu, saat dimana kita saling mengenal satu sama lain, aku rindu saat dimana kita berkelahi karena masalah sepele, dimana lagi kalau bukan di sekolah…

12 tahun yang singkat menjadi saksi perjalanan hidupku dari seorang bocah lelaki menjadi seorang yang bijaksana. “Bolehkah aku kembali kemasa kanak-kanakku? atau mungkin hanya sekedar dibawa melihat secara langsung bagaimana aku tumbuh dalam 12 tahun yang singkat ini.” Sekarang usiaku 17 tahun sebentar lagi akan genap 18 tahun rasanya cepat sekali. Masa SMA bagiku adalah masa paling indah dan yang pasti akan selalu dirindukan, rindu pada hal-hal konyol yang kita lakukan, rindu pada saat kita bertukar jawaban bahkan sampai nyontek, rindu saat kita bolos jam pelajaran, rindu cinta-cintaannya pokoknya rindu semuanya deh.

“Akankah kalian tetap menyayangiku besok?” satu kalimat muncul dalam benakku jika harus sampai pisah dari kalian teman-teman terbaikku. Aku minta maaf kepada kalian sahabat sahabatku kalau aku pernah berbuat salah karena sesungguhnya aku menyayangi kalian jauh di dasar hatiku terdalam, maaf kepada guru-guru yang pernah dibuat kesal karena ulahku, kuharap kita semua bisa jadi orang sukses nantinya dimasa depan.

“Saat pulang sekolah ingin rasanya untuk tidak kembali lagi, tapi aku selalu kembali karena ada kalian sahabat sahabatku. Karena rasa syukur lebih mulia daripada rasa cinta… Aku bersyukur bisa kenal kalian.”

Cerpen Karangan: Willyam E.K Putra
Facebook: William Putra

Cerpen 12 Tahun Lamanya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sawah Sahabat

Oleh:
Nino adalah anak dari seorang petani, walaupun kehidupannya jauh dari harta yang melimpah, Nino tetap bahagia. Setiap sore hari, Nino selalu membantu ayahnya di sawah, Nino membantu segala pekerjaan

Dibalik Huruf N

Oleh:
Hujan turun dengan ria, menari bersama satu dengan yang lainnya. Mengingatkanku tentang masa ketika ku di smp, mengingatkanku tentang dia. Dia lah alasanku untuk tetap tegar. Dulu kami deket

Mengejar Bintang Jatuh (Part 1)

Oleh:
Siapa yang tidak tahu bintang jatuh? aku pastikan semua orang tahu dan pernah melihat apa itu bintang jatuh. Konon, kalau ada bintang jatuh lalu kita memohon sesuatu itu akan

Bersama Walau Terpisah Jarak

Oleh:
Rerumputan menari-nari menyambut indahnya pagi. Burung-burung bernyanyi menjanjikan sejuta harapan. Embun menggumpal-gumpal bagaikan salju putih suci. Air yang melafalkan bunyi yang membentuk makna kata. Hentakan kaki yang membentuk sebuah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *