4 Sahabat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 22 March 2016

Kring… Suara bel menandakan bahwa semua siswa dan siswi yang ada di luar kelas untuk segera masuk ke kelas masing-masing.

– Gia POV

“Assalamualaikum.. Cantik,” sapa Gia pada kedua temannya.
“Tumben si Juliana belum dateng?” Lanjutnya.
“Gak tahu tuh.. Aku aja baru dateng,” jawab Adesty, salah satu dari sahabat Gia.
“Itu.. Juliana, panjang umur tuh!” sela Salwa pada saat Juliana masuk.
“Aduh.. Hahaha…” gak tahu kenapa si Juliana tiba-tiba aja ketawa terbahak-bahak.

“Kenapa Jul?” tanyaku.
“Kalian tahu gak?”
“Enggak,” jawab kami serentak.
“Si hulk.. Kumisnya menghilang, hahaha!” lanjut Juliana sambil tertawa, hingga tidak terasa kami semua pun tertawa bersama. Karena si hulk cukur kumis, hulk itu sebutan bagi kakak kelas kami yang memiliki kumis baplang alias tebal. “Wah.. Yang bener kamu Jul?” tanya Salwa di sela-sela tawa kami.
“Bener.. Nanti coba kalau kita istirahat,”
Tiba-tiba ibu Delima pun masuk untuk memulai pagi ini dengan mata pelajaran matematika.

Istirahat.
“Gia, Salwa ayo mau istirahat gak?” tanya Adesty.
“Ayo.. Sekelian aku mau lihat si hulk,” jawabku bersemangat.
Kami pun pergi ke kantin untuk membeli makanan.
“Hei.. Itu lihat si hulk, hahaha,” seru Juliana sambil menunjuk ke arah orang yang sedang berdiri di seberang sana.
“Wah..Wah..Wah.. Kayaknya sekarang si hulk bukan lagi kumis baplang dong, tapi kumis botak.. Hahaha,” lanjutku tak mau kalah untuk melontarkan kata-kata yang dapat membuatku dan teman-temanku tertawa.

Di kelas.
“Temen-temen. Ngomong-ngomong, bentar lagi kita kelas sembilan loh. Dan pastinya bentar lagi kita pisah,” ucapku pada saat jam pelajaran ketiga, pada saat itu guru yang akan mengajar tidak ada, maka dari itu kita bebas mau berbuat apa.
“Iya.. Bener Gia, bentar lagi kita bakalan pisah,” sambung Adesty.
“Hmm..” hanya kata itulah yang keluar dari mereka.
“Tapi temen-temen. Meskipun nanti kita berpisah, tapi persahabatan kita akan tetap abadi,” ucapku untuk menghilangkan kesedihan.
“Setuju.. aku pengen kita bakalan tetep sama-sama meskipun nanti kita beda sekolah.” sambung Salwa.
Dan di situlah.. Aku dan teman-temanku akhirnya beralih pada percakapan masa depan, yang membuat kita tersenyum dan tertawa bersama.

Satu tahun kemudian.
“Ya ampun kamu cantik banget. Gaun kebaya kamu juga cantik,” puji Salwa pada diriku yang membuat Juliana dan Adesty tersenyum. “Iya, bagus banget. Pasti bikinan kakak kamu itu yah?” tanya Adesty pada diriku.
“Iya.. Dan enggak lupa aku juga didandanin sama Mamahku,” jawabku. Pada saat itu adalah hari dimana perpisahan antara aku dan sahabatku. Kami diselimuti oleh rasa bahagia sekaligus sedih. Di lain sisi kamu bangga karena kami telah lulus dari sekolah menengah pertama, tetapi di balik kebahagiaan itu ada kesedihan. Yaitu, kami akan berpisah, kami akan menempuh pendidikan yang lebih tinggi lagi, dan tentu saja masing-masing.

Empat tahun kemudian.
“Assalamalaikum.. Cantik, kayaknya seru banget ngobrolnya?” tanyaku pada teman-temanku.
“Iya nih.. Gi, lagi ngomongin soal pacar si Adesty,” jawab Juliana.
“O.. Yah, aduh selamat ya buat Adesty yang udah punya pacar, ciee.. Adalah buat pj-nya.” sambungku pada saat Juliana memberi info bahwa Adesty mempunyai seorang pacar.
“Iya.. Iya, sekarang kalian boleh mesen apa aja di kantin si ibu,” Seru Adesty.
“Wah.. Thanks Adesty!” jawab kami serempak.
Pada saat itu kami sama-sama memasuki perkuliahan yang sama di luar kota. Hanya saja kami tidak satu jurusan, tetapi walau begitu kami tetap bersama.

Cerpen Karangan: Nazia Nabila
Facebook: Nazia Nabila Multifandom
Assalamualaikum..
Nama: Nazia Nabila
TTL: Sukabumi, 11 Desember 2001
Kelas: 2015/2016 Kls 8
Cita-Cita: Penulis, Chef.
Moto 2016 berhijrah ke jalan Allah SWT. Dalam hal positif. Amiin.

Cerpen 4 Sahabat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sahabat dan Benalu (Part 2)

Oleh:
Rima mengumpulkan nama-nama kelompoknya kepada Ira yang masih duduk bersama dengan kelompok campingnya. “Ni Ra” Rima meletakkan selembar kertas di meja Ira. “Dasar, benalu” ucap Dina saat Rima berlalu,

Reuni

Oleh:
Hari ini hari yang cerah untuk menikmati hidup. Suasana begitu sejuk di pagi hari seharusnya membawa aura semangat bagi para manusia untuk melakukan aktivitas. Namun, ada sosok manusia di

Sahabatku

Oleh:
Pada kenyataannya Tini sudah tidak lagi mencampuri urusan Cici. Tapi Tini juga tidak bisa meninggalkan Cici begitu saja. Apalagi Tini sudah terlanjur sayang kepada Cici. Tini sudah menganggap Cici

Arti Sebuah Kejujuran

Oleh:
Di sekolah ternama, ada enam siswi yang bersahabat yaitu Rena, Lia, Desy, Unez, Dinda dan Vony. Mereka sekarang duduk di kelas 9. Suatu hari mereka sedang disibukkan dengan tugas

Jarak Tak Memisahkan Kita

Oleh:
Kabar itu, membuatku termenung sendiri. Bagaimana nanti? Aku harus berpisah dengan ketiga sahabatku. Aku tidak bisa bertemu mereka lagi. Dan, aku juga tidak bisa lagi mendengar suara dan canda

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *