A FriendShip Have A Problem

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 1 April 2016

“Elis? Si anak yang tidak jelas itu ya?” kata yang selalu ku dengar, jika ada orang bertanya tentang aku. Namaku Elisa lengkapnya Gracia Fransisca Elisabeth. Aku bersekolah di SMA Grace, aku anak yang suka dikatai tidak jelas. Entah apa yang membuatku diberikan julukan seperti itu. Aku sangat dijauhi orang, aku diremehkan, diolok olok, yang membuatku putus asa. Tetapi aku mempunyai teman bernama Pielle atau lengkapnya Pielle Alexandra Mariam, memang dia anak yang sangat baik sekali, dia selalu memberi aku support yang spesial buatku, dia anak yang cantik, baik, kaya, manis, pintar.

“Heh kamu ngapain di sini, gak usah sok pintar deh!” kata seorang perempuan bernama Vella lengkapnya Bievella Christy Tiara, dengan cara yang kasar.
“Ehh enggak kok aku lagi mau baca buku aja,” Jawabku.
“Halah mau baca, mau ini, mau itu pokoknya sekarang kamu harus pergi!” dengan kasarnya Vella mengucapkan itu kepadaku dan menyuruh aku meninggalkan perpustakaan.
“Heh jangan ribut, ini perustakaan bukan di lapangan, kalau mau berantem di lapangan aja ya dek!” perintah ibu penjaga perpustakaan di situ.
“Ahh kan aku juga yang kena gara-gara anak perempuan itu! lihat aja kena dia nanti,” Gumam Vella.

Aku menelusuri perjalanan rumah di jalan setapak, rumahku lumayan jauh dari sekolah. “Heii,” panggil anak lelaki yang bernama Fidish atau lengkapnya Fidishio Gerardo Dominico, aku pun menoleh ke arahnya, “Ayo ke sini! aku antar kamu sampai rumah! Mau tidak?” sambung Fidish.
“Serius? Boleh nih? Apa aku tidak me..me..me..repotkan kamu?” jawabku gugup.
“Hah? Merepotkan apa aku tidak salah dengar, hal begini aja merepotkan,” Jawab ia lagi. Selama di perjalanan aku bersama dia aku terdiam dan malu, aku tidak dapat berbicara apa-apa, Fidish memang anak yang tampan, baik, lucu, mahir futsal, tinggi.

“Kenapa tadi jalan sendiri sendiri aja?” tanyanya mengajak aku berbincang dengannya.
“Iya, biasanya aku pulang ke rumah dengan berjalan kaki,”
“Apa? Berjalan kaki, itu kan rumahmu jauh,” aku tersipu malu karena dia sangat perhatian denganku, aku tidak dapat menjawabnya karena memang aku sangat malu di situ.
“Lis, kamu kemarin dibully sama Vella ya?”
“Kenapa tidak beritahu aku?” Tanya Pielle sahabatku itu.
“Iya, tapi aku tidak apa-apa kok, lagi pula aku bisa urus diriku sendiri!” gumamku pada Pielle.
“KRING,” bel pun berbunyi tanda istirahat bermulai.
“Maukah kamu menjadi pacarku Sa?” Tanya cinta dari Fidish, aku kebingungan perempuan seperti aku kok bisa ditembak oleh lelaki tampan dan berwibawa itu.
“Iya,” jawabku tersipu.

Semenjak aku berpacaran dengan Fidish aku pulang selalu bersamanya, sering teleponan bersama, bahkan banyak perempuan yang cemburu dan menceritakanku di belakang, dan baiknya julukan “Tidak Jelas,” yang mengarah kepadaku lepas, karena orang orang banyak yang takut dengan amarahnya Fidish. “TRET,” bunyi telepon rumahku berdering, ku angkat. “Huuu Lis nanti Jam 14.00 kita ketemuan di taman ya!” perintah dari Pielle dan langsung menutup telepon tanpa berbicara apa pun. Aku menunggu di taman sejak 13.45 dan Pielle datang pada jam 14.00.

“Aku kabur dari rumah, dan aku harus waspada terhadap Ayahku,” jawab dia sambil mau bercerita kepadaku.
“Kenapa? Ceritakanlah!”
“Keluargaku mengalami KDRT!”
“Ya ampun Pil, aku doakan semoga kamu dapat menjalani hidupmu agar menjadi beruntung,”

Keesokannya aku mendapat kabar bahwa Ayah Pielle tertabrak mobil dan sekarat.
“Pielle aku turut berduka ya atas Ayahmu!”
“Ahh itu tidak dipersoalkan biar aja dia kena karmanya!”
“Heh gak boleh begitu, begitu juga kan Ayahmu!”
“Baiklah!”
“TENG..TENG..TENG..,”

Bel doa Angelus berbunyi saatnya kita berdoa. Aku melihat bahwa hubunganku dengan Fidish akan baik-baik saja, tetapi Pielle sekarang yang mendapat masalah, ia selalu menjadi putus asa sehingga ia merasa tertekan sejak KDRT dalam keluarganya. Akhirnya kisah ini malah berbalik aku yang menjadi support untuk Pielle. Pielle sekarang menjadi pendiam dan cuek terhadapku. Ternyata setelah aku menyelidiki si Pielle ini ternyata suka dengan Fidish dia tidak terima bahwa aku berpacaran dengan Fidish, makanya dia tidak memberi support tentang itu. Sebenarnya aku tidak tega akan hal itu, tetapi aku tidak merelakan cintaku hanya untuk dia. Pielle malah menjauhiku dan ikut menjadi jahat. Ternyata ia semenjak aku pacaran dengan Fidish dia mulai tidak suka denganku.

Akhirnya aku bercerita semuanya ini kepada Fidish, Fidish pun yang akhirnya mendukung aku, dan aku mendapat informasi ternyata sekarang Pielle membicarakan aku di belakang. Sekarang aku mempunyai banyak teman tidak seperti dulu lagi, julukan bagiku juga tidak ada lagi. Aku mendapat penjelasan dari Via temanku bahwa julukanku itu berasal dari sikapku yang selalu membingungkan bagi mereka. Aku sekarang mendapat karir baru misalnya aku menjadi anak termahir dalam menggambar, menyanyi, dan bermusik. Aku pun dijuluki si “Multi Talent,” di sekolah ini.

Aku mempunyai teman banyak seperti Via, Eufra, Agatha, Melca, Beby, Hana, Jennifer, Louis, dan Tiara, aku melupakan Pielle bahkan kami tidak pernah berbincang kembali semenjak satu bulan ini. Pielle hanya dapat melihat aku dengan mata sinisnya. Tapi senang aku bebas dari temanku yang sikapnya seperti Pielle. Aku bahkan diajak berteman oleh Vella, aku mempunyai grup pertemanan seperti BeJeTiElHaLo atau FantasticFam dan grup lainnya. Siapa sangka Pielle menjadi musuhku?

Cerpen Karangan: Vincent Christian Laia
Facebook: Viencent Christian

Cerpen A FriendShip Have A Problem merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ceritaku Hari Ini

Oleh:
Pagi menyapa dengan tenangnya hari ini. Semangatku untuk beranjak dari tempat tidur kesayangan juga sudah mencapai batasnya. Kini saatnya aku siap-siap untuk berangkat ke sekolah. Entah kenapa hari ini

Sebuah Karma di 2017

Oleh:
Kubuka mataku perlahan dan kupandangi sebuah jam yang tergantung di dinding. Melihatnya membuatku sadar, bahwa sudah waktunya aku harus memulai aktivitasku. Aku meregangkan otot tubuhku dan segera bangkit dari

Best Friend Forever

Oleh:
“Sahabat adalah teman yang selalu ada apapun, kapanpun, dan dimana pun.” Kalimat itu selalu terngiang ditelingaku. Itu adalah kalimat yang selalu diucapkan oleh sahabatku. Kami jarang bertemu karena sekolah

Gue Sayang Loe Lebih Dari Sahabat

Oleh:
“CHICI! CHICI! BERANGKAT YUK~!” teriak Rio ketika di depan rumah Chici. Chici yang sudah siap-siap dari tadi langsung keluar dari dalam rumahnya. Ia menghampiri Rio lalu menoyor Rio. “Lama

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “A FriendShip Have A Problem”

  1. Beby Evangelica Christy says:

    Vincent keren!ada nama aku!
    lain kali kalo aku bikin cerpen aku masukin nama kamu!
    God Bless You…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *