A Reason

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Jepang, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 21 November 2015

Hening. Atmosfir yang tercipta pun menegangkan. Mereka masih terdiam dengan gaya masing-masing -Sawako masih duduk di bangkunya dengan kepala tertunduk, Ayane masih berdiri dengan kedua tangan terlipat di depan dada dan Chizuru masih berkacak pinggang. Jika dilihat sepintas, Ayane dan Chizuru seperti sedang melakukan bullying pada Sawako. Namun sebenarnya tidak. Saat ini, Ayane dan Chizuru sedang menginterogasi Sawako. Mengapa? Karena beberapa hari terakhir Sawako terlihat menghindari Ayane dan Chizuru. Mereka hendak mencari tahu ada apa dengan sahabatnya yang satu itu.

“Hei, Sawako Kuronuma… mengapa kau diam saja? Jawab pertanyaanku tadi,” Chizuru kembali membuka suara. Memecah keheningan yang sempat tercipta.
“Ayolah, Kuronuma… beritahu kami, ada apa sebenarnya?” Ayane pun tidak mau ketinggalan. Ia terlihat sangat gemas -ia meremas-remas ujung roknya sendiri.
“Umh, aku… Aku, aku, aku,” nampaknya penyakit lama Sawako kambuh. Kalimat-kalimatnya seperti tertahan di kerongkongan, mengundang penasaran Ayane dan Chizuru.
“Iya? Iya? Iya?” Ayane dan Chizuru semakin mendekatkan wajahnya, tak mau ketinggalan sepatah kata pun dari Sawako. Sekarang wajah ketiganya berada dalam jarak tak lebih dari 5 senti meter, nyaris menempel.

“Aku minta maaf!” hanya kalimat itu yang ke luar dari bibir Sawako. Membuat Ayane dan Chizuru menarik kembali wajahnya dan saling pandang dengan kening berkerut dalam.
“Haaaah, minta maaf? Untuk apa?” Chizuru mulai tidak sabaran melihat Sawako. Tanpa sadar ia sudah memegangi kedua pundak Sawako.
“Jawab saja, tidak apa-apa kok,” Ayane yang memang lebih dewasa dari kedua orang ini -Sawako dan Chizuru- mencoba menenangkan keduanya.
“Err, jadi begini… beberapa waktu yang lalu aku bermimpi, salah satu dari sahabatku meninggal… aku hanya punya dua orang sahabat dan aku tidak mau kalau ada yang meninggal,” akhirnya Sawako mengatakan maksudnya juga.

“Haa?” Ayane dan Chizuru melongo. Keduanya sontak saling bertatapan untuk beberapa saat dan langsung tertawa renyah kemudian. Sawako mengangkat wajahnya, heran mendengar kedua sahabatnya tertawa. Ia mengerutkan keningnya dalam-dalam dengan mulut terkatup rapat.
“Hahaha, Sawako… Sawako… kau ini lucu..” ujar Chizuru. Tawanya makin meledak namun Ayane menyikutnya. “Ups, maaf,” imbuhnya sembari mengusap rusuknya yang tadi disikut Ayane.

“Huft, kau ini… membuat kami khawatir saja,” Ayane mengusap-usap kepala Sawako. Pemilik kepala hanya menunduk dengan wajah merona perlahan.
“Tenang saja, kami akan baik-baik saja kok. Jadi, kau harus berhenti bersikap bodoh dan berhenti menghindari kami,” pesan Chizuru.
“Umh, iyah, aku minta maaf yaaah sudah membuat kalian semua khawatir,” Sawako berdiri kemudian membungkuk, memberi hormat, pada kedua sahabatnya.
“Iya, tidak apa-apa… lain kali kau ceritakan saja apa yang kau rasakan, jangan mengambil tindakan sendiri seperti itu,” Ayane menepuk pelan pundak Sawako.
“Baik!” Sahut Sawako sedikit bersemangat.

“Nah, sekarang tidak ada yang perlu ditakutkan lagi, kan?!” Chizuru merangkul Sawako, disusul Ayane yang juga merangkul Sawako.
“Iya, sekarang aku lega,” Sawako tersenyum dengan wajah merona. Ayane dan Chirzuru pun ikut merona melihat ekspresi Sawako. Kemudian tawa mereka membahana di ruang kelas yang telah sepi.

Cerpen Karangan: Daisy Wu
Blog: itabawanni.blogspot.com
Facebook: Hyuraiza Daisy Ken
Daisy Wu merupakan nama pena dari Desi Wulandari, seorang mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) kota Parepare yang lahir pada 19 Agustus 1992. Menyukai dunia tulis menulis sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Selain aktif menulis, juga aktif di bidang kesenian terutama seni Teater, mendownload dan menonton anime, membaca komik atau novel, mengoleksi benda-benda bertema anime dan Jepang, serta berwisata kuliner. Bercita-cita ingin menjejakkan kaki ke Negeri Sakura dan Rumah-Nya. Alamat: Jalan Mangga Tengah Lorong 1, No. 10, RT/RW: I/III, Kelurahan: Labukkang, Kecamatan: Ujung, 91111, Parepare, Sulsel. Twitter: @Meganejikon
Facebook: Hyuraiza Daisy Ken
Blog: itabawanni.blogspot.com dan itabammi.tumblr.com

Cerpen A Reason merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Yang Sama

Oleh:
Aku terus memandangi hujan yang turun melalui jendela kamar yang tertutup oleh kaca. Jemariku menyentuh kaca itu. Terasa dingin di jariku. Padahal ini seharusnya sudah memasuki awal musim kemarau.

Anak yang Misterius

Oleh:
Bus sekolah kami yang kami tumpangi menjadi sangat tidak seru. Tidak seperti yang kami tumpangi kemarin. Seru sekali. Tapi saat ini tidak. Apa sih yang salah? Ban tidak bocor,

Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

Oleh:
Aku duduk di bangku kelas 2 SMA. Aku pun memiliki teman dekat yang kemana-mana selalu berempat, mereka bernama Citra, Indah, dan Rara. Walaupun kami berempat tapi kami itu lebih

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *