Ada Apa Dengan Farah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 19 March 2016

Aku memasuki kelas. Ku lihat Farah, sahabatku itu sedang berbicara dengan Sisy.
“Hai, Far! Hari ini, aku duduk sama kamu, ya!” Sapaku riang. Farah menatapku tajam.
“Siapa yang menyuruhmu? Aku duduk sama Sisy,” jawab Farah ketus lalu kembali berbicara dengan Sisy.
“Far, kamu lagi marah ya sama aku? Kok ketus?” Tanyaku dengan penuh tanda tanya. Farah berbeda 180 derajat.
“Nggak. Jadi, gak usah kepo!” Kata Farah lalu menarik lengan Sisy. Mereka berdua pergi. Hmm, ada apa dengan Farah?

Tett.. suara bel pulang berbunyi nyaring. Aku mengambil sepeda di tempat parkiran. Mataku tertuju melihat Farah sedang bersenda gurau dengan Sisy. Aku rindu masa-masa itu. Aku sampai di rumah. Aku membuka sepatuku dengan sentakan kesal. Perlahan, air mataku jatuh.
“Fatinah, ada apa Nak? Mengapa kamu menangis?” Tanya Ibu khawatir. Ibu memelukku dengan hangat.
“Bu.. Farah aneh banget hari ini. Apa Farah nggak mau sahabatan lagi denganku?” Tanyaku pada Ibu. Ibu mengelus rambutku dengan pelan.

“Jangan berkata begitu. Farah mungkin lagi ada masalah. Yuk masuk!” Ibu mengajakku untuk masuk. Aku hanya berdua dengan Ibu. Ayah sudah meninggal sejak setahun yang lalu. Hatiku sudah kembali tenang. Semoga, Farah nggak marah padaku terlalu lama.
“Bu, Fatinah ingin pergi ke rumah Farah. Tapi, Fatinah takut Farah marah lagi,” kataku pada Ibu. Kami berdua sedang makan siang dengan lauk nasi, ayam,tempe, dan sayur bening. “Pergilah. Coba minta maaf. Ibu yakin Farah nggak akan marah lagi,” ibu melempar senyum. Aku beranjak dari kursi menuju garasi untuk mengambil sepeda.

“Farahnya ada di kamarnya. Sini biar Tante antar,” jawab Mamanya Farah.
Aku melihat Farah sedang bersedih. “Far, jujur sama aku. Mengapa kamu menjauh dariku?” Tanyaku kepada Farah dengan tatapan serius.
“Adik sepupuku meninggal, Fatinah. Makanya, aku sedih. Aku ingin sendiri,” jawab Farah jujur. Dia tersenyum.
“Nah, begitu dong. Jangan sedih lagi ya Far!” Aku berusaha menyemangati Farah.
Farah tersenyum kembali. Kami sudah berjanji untuk bersahabat selamanya. Selamanya.

Cerpen Karangan: Indira Fizia
Facebook: Indira Fizia
Namaku Indira Fizia. Panggil saja Indi. Ini adalah cerpen pertamaku. Jika ada kritik atau saran kirim ke facebookku di Indira Fizia ya! Bye.. (sorry, my story is so bad. Hihihi.. tapi, tetap baca, ya!)

Cerpen Ada Apa Dengan Farah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Putri Pelangi

Oleh:
Tinta pena hitam itu masih terus diukir di atas sebuah kertas putih bersih. Itu adalah kebiasaannya yang sulit dihilangkan, menulis di buku diary yang selalu setia menemaninya setiap saat.

Tempat Pulang

Oleh:
Chesta telah sampai di cafe yang dahulu menjadi tempat favoritnya dan Abhy. 5 tahun berpisah dengan Abhy, membuat Chesta ingin sekali meluapkan rasa rindunya dengan Abhy. “Greentea Late ya,

Kenanglah Sahabatku

Oleh:
Saat kenaikan kelas aku duduk di bangku kelas XII-A, kesekian kalinya aku mengatakan pada diriku sendiri kalau aku tidak akan suka dengan orang yang telah mngecewakanku. Saat di kelas

Permusuhan Itu Terulang Kembali

Oleh:
Anjani terdiam. Termangu menatap sahabatnya Mulyani yang sudah meninggalkanya. Tiba-tiba air mata Anjani menetes. Tiba-tiba ia teringat oleh masa lalunya ketika dia bermusuhan dengan Mulyani karena suatu hal lagi-lagi

Bukan FTV Cinta

Oleh:
“Sas.” Cinta menyikut lengan Saski yang tengah asyik melahap bekalnya. Mulutnya penuh dengan roti isi selai kacang kesukaannya. “kemarin aku lihat si Diana diantar pacarnya pergi ke butik, loh.”

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Ada Apa Dengan Farah”

  1. Agatta says:

    Msih butuh perbaikan, nih. Tpi ttp smgt ya! Aq kagum kmu udh bisa buat cerpen trus dipublish.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *