Ada Apa, Hima (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 1 December 2015

Pagi pagi sekali, aku sudah bangun. Waktu itu, hari selasa, 2 maret 2010. Pertama kalinya aku masuk ke sd. Waktu itu, aku masih murid baru. Aku datang ke sekolah SD lazuardi Global islamic school, bersama sahabatku dari kecil, namanya Hima.
“Aurell, kita sama kelas, kan?” tanya Hima penasaran.
“aku belum tahu. Aku takut aku terpisah darimu.” aku mulai khawatir.
“iya, aku juga. Aku ingin terus bersamamu, rell” Hima memeluku erat-erat.
“Hima, percayalah bahwa aku akan sekelas denganmu. Berdoalah!” hiburku.
“iya, rell.” Hima pun berdoa. Aku ikut berdoa.

Mamaku dan Mama Hima melihatku dan Hima akrab. Mamaku dan Mama Hima pun tersenyum terharu.
“yuk, kita hampiri Mama kita” ajakku.
“oh, iya deh!” Hima gembira.
“sayangku Hima, kamu akan sekelas dengan Aurell, di kelas 1-a, sayang.” kabar Mama Hima.
“yeay!!! akhirnya! doaku terkabul!” seru Hima sambil melompat-lompat.
“hahaha! kamu lucu juga, ima!” seruku.

Kami pun menuju kelas kami dengan baju bebas, kami duduk di paling depan, kami duduk berduaan.
“bagaimana? kamu senang, kan sama aku??” tanya Hima gr.
“ya, begitulah. Hima.” jawabku.
“iya. Aku tidak akan main sama orang lain! aku maunya sama kamu, kok!” Hima bersikeras.
“yah. Jangan, ima. Kamu jangan begitu. Nanti tidak punya teman baru, loh,” saranku pada Hima.
“eh, mengapa harus jangan? kan aku punya teman, satu. Yaitu kamu! hehe!” Hima serius sambil bercanda.
“kamu yang serius, dong. Ima!” peringatku.
“ya sudah, maaf ya.” pinta Hima.
“oke!” seruku padanya.

“Tong! Tengf!” bel berbunyi.
“wah. bel, ayo keluarkan bukumu, dan siap-siap berkenalan!” ajakku.
“iya! iya!” Hima kaget, dia seperti orang yang amat sibuk, padahal hanya murid, hehe. tiba-tiba, guru wanita pun datang.
“selamat pagi, anak anak!” seru Ibu itu.
“pagi, bu.” Serontaku dan Hima paling sopan.
“sekarang, kita kedatangan murid baru, ini dia. ini Aurell, dan ini Hima.” jelas Ibu sambil meletakkan tangannya di bahu kami. Lalu kami pun duduk kembali.
“Sekarang salin ini, pelajaran menulis!” suruh Ibu guru.
“iya, bu.” semua murid serontak senang kecuali yang ada di pinggir bangkuku, wajahnya cemberut terus, dia selalu menatapku dengan mata siletnya yang dingin. Aku pun kembali mengerjakan tugas.

Setelah selesai.
“Deng! Ding!” suara bel istirahat berbunyi.
“istirahat, ya?” gumamku.
“em. eh rell. Istirahat itu apa?” tanya Hima.
“istirahat itu, artinya kita boleh makan, dan pelajaran diistirahatkan dulu, cerna ucapanku.” saranku.
“oh, iya. Aku mengerti” jawab Hima.
“hmm. Yuk kita ke kantin!” ajakku.
“ayo!!!” seru Hima.

Setelah sampai ke kantin.
“ayo, ima kita pesan makanan, yuk!” ajakku.
“ayo.” jawabnya.
“eh. pelayan!” panggilku.
“mau pesan apa, nak?” tanya pelayan itu.
“aku mau pesan burgernya 3, french chicken-nya 2, nasinya 3. Dan. pancake kejunya 1” cerocosku.
“aku pesan 4 pizza, 2 burger, 2 hotdog dan 1 pancake cokelat, ya.” pesan Hima.
“yups tunggu sebentar, ya.” saran pelayan itu ramah.
“baik” jawabku dan Hima bersamaan.

Setelah menunggu 8 menit kemudian.
“ini pesanannya” kata pelayan itu.
“terima kasih!” seru Hima.
“sama sama selamat menikmati.” pelayan itu pun berlalu.

Setelah makan, aku dan Hima pergi ke taman belakang sekolah, di sana kami bertemu seseorang.
“hallo!” laki-laki itu menyapaku dan lucu.
“ha. i–” kataku terbata bata.
“hai! aku Hima! ini Aurell! yuk berteman!” dengan berani, Hima menyodorkan tanganku ke arah laki-laki itu.
“ima-! apaan, sih!” desakku.
“gak apa apa, kali.” kata Hima. kami pun sekarang berteman dengan Ruby Anggraini, anak laki-laki di kelas kami.

“Hima ayo kita beli buku ke pameran buku itu, yuk!” ajakku, aku memang kutu buku.
“eh, ayo hanya saja ada anime-nya!” dan Hima kutu anime.
“iya, aku mau membeli buku pelajaran dan komik sailormoon, ima!” sorakku.
“iya! aku mau beli buku seri anime lovers dan 5 poster anime clannad!” seru Hima.
“kamu gak beli buku pelajaran?” tanyakku.
“me..memangnya kenapa?” tanya Hima.
“bukan masalah, ima.. tetapi, kok kamu tidak khawatir kalau kamu nilainya jelek, nanti?” tanyaku heran.
“em.. gak apa-apa, ih!” sentak Hima tekun mengamati buku komik dan poster-cd film anime.

“serius banget, sih?!” keluhku.
“maaf, rell. Aku harus fokus, nih!” seru Hima.
“oke. mas, buku pelajaran islamic campurannya 1, buku tulisnya 1, komiknya 3, yaitu sailormoon, coppelion dan miiko bagian 8, ya!” seruku, totalnya 38.000, aku pun membayarnya. “udah belum ima?” tanyaku baik-baik.
“iya, totalku 126.000! pasti uang tabunganku habis, soalnya cuma nyisa 15.000 nih!” saran Hima.
“aku sisanya 892.000 nih, him.” saranku sambil senyum.
“masih banyak, ya? huu.” keluh Hima kesal.
“ya sudah. Yuk balik ke kelas!” ajakku.
“yuk!” jawab Hima.

“Teng! Tung!” bel masuk berbunyi.
Kami pun masuk kelas. kami berdoa lalu pulang. “Ibuu!!” seruku dan Hima bersamaan.
“hai sayang!” jawab Ibuku. Kami pun berpisah. Kami pulang ke rumah masing-masing.
“dah!” ucapku pada Hima.
“dah!” jawab Hima. Kami sedih berpisah walaupun besok bertemu lagi.

Paginya.
“Hima!” seruku menghampiri Hima yang sedang menonton orang yang sedang mengangkut barang.
“Hima! Hima!” seruku lagi. Hima tetap tertunduk dan menatapku dengan sedih.
“Hima!” seruku lagi langsung mengambil tangan Hima.
“apaan, sih!” desak Hima.

“Hima. Kenapa kamu sedih begitu? ayo pakai seragammu kenapa? kalau ada apa-apa, sempat cerita, dong sama aku. Ada apa, Hima?” tanyaku.
“aku mau pindah, rell” kata Hima meringis.
“pindah?!! pindah ke mana! hiks. Ke mana!” air mata mengguyur seluruh pipiku.
“eh. tidak jadi rell” percakapan itu dibatalkan, Hima masuk ke rumahnya dan menutup pintu. Aku menangis sakit hati lalu berlari ke arah gang sekolah.
“kenapa, sih dia harus pindah dari jakarta ini?” ringisku.

Setelah sampai di sekolah.
“hmm.. aku perlu merawat wajahku ke toilet! dan menyegarkan mataku” gumamku.
Setelah itu.
“hm. Ini lebih baik.” aku bersantai.
“hai!” seru Ruby.
“apa, sih Ruby? eh, kamu punya nomor telepon Hima?” tanyaku.
“ehm. Iya!” seru Ruby.
“oh. Pinjam tabletmu sebentar” aku menyodorkan tanganku.

“ini, aku tablet bermerak lenovo” jelas Ruby.
“oh, tabletku ada 3, advance, samsung dan oppo” kataku.
“wah kamu kaya, ya?” tanya Ruby kagum.
“eh, i-i-ya, rub. aku anak Mami sama papi” jelasku.
“oh, pantas saja, kamu punya 3 tablet. hehe” Ruby cekikikan.
“eh.. aku mau beli bb touch screen dan tablet lenovo” komentarku.
“oh. Ini nomornya! itu nomornya.”
“oh, terima kasih. aku pun belajar, lalu. aku pun kembali pulang.

Sesampainya di rumah.
“Mami.” panggilku lembut.
“apa, sayang?” tanya Mami.
“besok, Hima pindah, hiks, hiks!!! Huuee!!!” aku menjerit sakit hati.
“sayang.. jangan menangis, ya.. mungkin hanya sementara.” saran Mamiku.
“enggak, mi.. dia mau berangkat besok, dia pindah selamanya!! Huaa!” aku menangis. Tetapi aku pikir, aku bukan anak kecil. Sampai sekarang pun, aku terus bersekolah!!

Cerpen Karangan: Aurellia Khadeliu Susanto
Facebook: Http//takamiyasatoru.facebook.net
Blog: pinkymonique.123website.co.id
Nama: Aurellia Khadeliu S
Umur: 9 tahun
Ini adalah cerpen kehidupanku, ini sekaligus mengharukan, beri komentar baik, ya!

Cerpen Ada Apa, Hima (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ibuku Cintaku

Oleh:
Pagi hari itu burung burung berkicau dengan suara indah, ayam berkokok, ibukku membangunkanku dari mimpiku, bintang yang masih TK ini mulet mulet seperti masih ingin tidur. Saat persiapan sekolah

Hadiah Untuk Bunda

Oleh:
Namaku Driya Andana, aku kelas 4 sd di sekolah Generasi Bangsa. Aku mempunyai Bunda yang tunarunggu dan tunawicara sebelumnya Bunda bukan tunawicara karena syok saat mendengar ayah meninggal Bunda

Si Ulat Sutra

Oleh:
Ada sepasang suami istri yang berumur sekitar 60 tahunan. ia merupakan seorang petani yang memiliki perkebunan murbei dengan berkecukupan yang sederhana. ketika sore hari pak tani pergi ke ladang

Selamat Ulang Tahun Sahabatku

Oleh:
“Halo Chardo!” sapa Sahabatku Chihan. “Hai juga Chihan!” balasku. “Oh ya, hari ini ulang tahunku, kado apa yang spesial untukku?” tanya Chihan. “Haha nanti kita akan jalan-jalan sepulang sekolah!”

Padasuka

Oleh:
Masuk di tahun ketiga di kampus, gue pun resmi pindah kos-kosan di daerah Babakan raya tengah. Nama kosan gue padasuka (yang gak suka boleh minggir). Anak-anak kosan menyebut penghuni

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

4 responses to “Ada Apa, Hima (Part 1)”

  1. Jay says:

    Wah, bagus cerpennya dik. terus berkarya ya. Semangat.! 🙂

  2. Kiara says:

    Bener kata dek Jay. Smngt ya dek 🙂

  3. Aurellia Khadeliu Susanto says:

    Makasih kak Jay, kak Kiara..

  4. Novi A Febrianty says:

    Critanya lanjutin.. Ini dri brp thn blm dlnjtn..:(Pnasaran sma critanyaaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *