Ada Tetangga Baru

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 17 February 2017

Wah, Asyik, nih.., di komplek jalan Flounder akan ada tetangga baru!. Geng Braver Yaitu Roni, Zaid, Syakif, Edo, Naya, Mutia, Fatimah, Aisyah, dan juga Flora, yang menjadi ketua Geng Braver adalah Syafik. Mereka ingin sekali memiliki satu teman laki laki lagi, biar pas gitu…, dan permintaan mereka dikabulkan!.

Saat Anak lelaki yang tepatnya tetangga baru turun dari mobilnya, para geng Braver mengintipnya.
“oh.., ternyata anak itu keren juga, ya.. rumah barunya saja bagus nan mewah…” ujar Zaid terkagum kagum.
“iya..” kata semuanya.
“yuk, kita langsung kenalan!” ajak Roni.
“eh, jangan!, kita kenalannya lamain aja…, biar dia kesal dulu…, ya, nggak?” Tanya Syakif.
“eh, benar juga, ya… biar dia kesal dulu… baru senang..” Edo setuju. Semuanya mengangguk.
“oke, mendingan, kita main di taman bermain dulu…, nanti, kita rencanain kenalannya kapan di taman nanti… oke?” Tanya Edo.
“oke!!” sorak semuanya.
Mereka pun menuju ke taman bermain…

“bagaimana kalau dia lagi berada di luar rumah sedang santai santai, lalu, kita langsung berkata hai!, dan langsung berkenalan dengannya, setuju?” Tanya Zaid.
“setuju!” seru Mutia, Fatimah, dan Naya.
“semuanya!, bagaimana kalau kenalannya saat taman bermain ini sedang sepi, terus dia bermain di sini.., lalu, kita berkenalan dengannya, setuju?” Tanya Syakif.
“setuju!” seru Aisyah, Roni, dan Flora.
“aku punya usul lagi, nih!, bagaimana kalau saat dia di masjid, anak lelakinya langsung berkenalan?” Tanya Roni.
“Setuju!” seru Syakif dan Zaid.
“bagaimana, tiga usul tadi, dilakukan secara bergantian?” Tanya Syakif.
“MAKSUDNYA??” Tanya semuanya.
“misalnya, usulan Zaid dilakukan oleh Mutia, Fatimah, dan Naya, lalu, usulanku, dilakukan oleh Aisyah, Roni, dan Flora, dan usulan Roni, dilakukan olehku, Edo, dan Zaid, setuju?” Tanya Syakif.
“SETUJU!!” seru semuanya.
“besok, semuanya melakukan tugasnya, oke?” Tanya Syakif.
“OKE!!” sorak semuanya.

Esok paginya…
“Teman teman, lebih cepat, dong!” seru Syakif kepada teman temannya agar lebih cepat larinya untuk menemui rumah tetangga baru.
“tungguin, dong!, capek, tau!, lebih baik, kita jalan saja…” keluh Flora.
“iya, capek..” keluh Fatimah juga.
“ya, udah, deh, kalian berdua jalan saja!, yang lainnya lari, bagaimana?” Tanya Syakif.
“Eeeh.., berarti, kita berdua ditinggal dong?,” Tanya Flora, dan Fatimah.
“Iya!, ayo, yang lainnya!, kita lari…!” seru Syafik. Semuanya pun lari kecuali Fatimah dan Flora.
“Aaaahhh.., tegaa!!” keluh Flora dan Fatimah.

Setelah berada di depan rumah tetangga baru, mereka berhenti, dan mengintip.
“Mutia, Fatimah, Naya!, persiapkan diri kalian!” seru Syafik agak tegas.
“siap, pak!” seru Mutia, Fatimah, dan Naya dengan sedikit tawaan.
“Eeehh.., kok, aku dipanggil pak, sih?, aku ini kan, masih anak anak!” keluh Syafik sembari menoleh ke Mutia, Fatimah, dan Naya.
“Maaf, pak!, eh, maksudnya Syafik…!” ucap Mutia, Fatimah dan Naya dengan sedikit kesalahan..
“ya, kumaafkan…!” ucap Syafik agak kesal.

KRIIEETT… Pintu rumah tetangga baru terbuka pelan pelan oleh seorang anak lelaki yang tentunya seorang tetangga baru, suara teriakan pintu itu, membuyarkan keseruan geng Braver.
“Mutia, Fatimah, Naya, cepat!, kalian ke depan rumah itu!” seru Syafik pelan.
“oke!” seru mereka bertiga pelan.
“Hai!” seru Mutia, Fatimah, dan Naya.
“ha.. hai!” ucap anak itu gagap.
“bolehkah kita bertiga berkenalan denganmu?” Tanya Mutia, Fatimah, dan Naya memulai topik pembicaraan.
“bo.. boleh saja!” ucap anak itu cepat. Keringat dingin mulai membasahi tubuh anak itu.
“kita bertiga masuk, ya!, Assalamu’alaikum!” ucap mereka bertiga.
“Wa’alaikum salam.” Jawab Anak itu. Mutia, Fatimah, dan Naya duduk di kursi teras itu.
“Hai, namamu siapa?” Tanya Fatimah.
“Namaku Ridwan,”
“oh.., Ridwan, kenalin, aku, Mutia, ini..” kata Mutia sambil menunjuk ke Naya.
“aku Naya, dan ini…” kata Naya sambil menunjuk ke Fatimah.
“aku, Fatimah!!” seru Fatimah.
“oh.., begituu..” ucap Ridwan agak tenang.
“boleh kami bertanya denganmu?” Tanya Mutia.
“hmm.. silahkan,” ucap Ridwan.
“sebelum kamu tinggal di sini, kamu tinggal di mana?” Tanya Naya.
“Di komplek jalan Bunga” jawabnya.
“oh, terima kasih, ya!, kami pamit dulu!, Assalamu’alaikum!” pamit Mutia, Fatimah, dan Naya.
“Wa’alaikum salam!” lanjut Ridwan.
“dadahh..” pamit Naya.

Sesampainya di taman…
“Mut, Fat, Nay, gimana kerjanya?” Tanya Syafik singkat.
“bagus dongg!!” sorak Mutia, Fatimah, dan Naya. Sorakan itu terdengar sampai ke rumah Ridwan, Ridwan pun segera ke taman. “teman temannn…!, Ridwan ingin ke sinii!!” teriak Mutia, Fatimah, dan Naya dengan hati hati.
“siapa ridwan?” Tanya semuanya kecuali Mutia, Fatimah, dan Naya.
“dia tetangga baru!!, cepat!!, semuanya mengumpat!!” teriak Mutia, Fatimah, dan Naya dengan hati hati seraya mendorong teman temannya ke tempat persembunyian.
Geng Braver segera bersembunyi dimana saja, yang penting tidak terlihat oleh Ridwan!

“tidak ada siapa siapa sih…” kata Ridwan polos. “main ayunan dulu ah…” katanya.
Sedangkan di persembunyian geng Braver…
“kerja bagus, Mutia, Fatimah, dan Naya!” puji Syafik pelan. Mereka bertiga hanya tertawa malu.
“Aisyah, Roni, dan Flora, persiapkan diri kalian!” ucap Syafik pelan.
“baik, bos!” canda ketiganya.
“aku nggak mau dengar yang kaya gituan lagi!” ucap Syafik dengan nada kesal.
“ya, maaf..!” ucap ketiganya.

Dengan pelan pelan, Aisyah, Roni, dan juga Flora menghampiri Ridwan.
“Hai!” seru Aisyah, Roni dan juga Flora menghampiri Ridwan.
“Ha.. hai!” jawabnya cepat.
“boleh kami berkenalan denganmu?” Tanya Roni.
“lagi lagi, teman baru!, bakalan betah deh, aku!” seru Ridwan dalam hati.
“hei, kok, kamu malah bengong?” Tanya Flora.
“ehh.., tentu saja boleh!” jawabnya.
“namamu, siapa?” Tanya mereka bertiga.
“hmm.., namaku, Ridwan!” jawabnya.
“oh, kalau aku, Roni, dia…” kata Roni sambil menunjuk ke arah Aisyah.
“aku, Aisyah!, dan ini…” kata Aisyah sambil menunjuk kearah Flora.
“dan aku, Flora!!” seru Flora.
“oh, senang bertemu dengan kalian!” katanya.
“kita pamit dulu yaa.., daah..!” seru ketiganya.
“daahh!” pamit Ridwan juga, dan dia pulang ke rumahnya, beda dengan Aisyah, Roni, dan juga Flora, mereka menuju ke geng Braver.
“kerja bagus!” puji Syafik.
“ya, dongg!!” jawab ketiganya.
“sebentar lagi, adzan dzuhur, nih!, yang laki lakinya, sholatnya di masjid, ya, yang perempuannya, terserah mau di mana!” lanjut Syafik.
“kita ingin ke masjid juga!!” sorak Aisyah, Flora, Mutia, Naya, dan juga Fatimah.

Allahu akbar, Allahuakbar!, adzan sholat dzuhur terdengar merdu.
“wah, sudah adzan nih!, saatnyaa..!” seru Syafik
“kita sholat dzuhur di masjid..!!” seru semuanya.

Setelah usai sholat dzuhur…
“Zaid…, Edo…, sudah siap untuk berkenalan, belum?, aku sudah siap, nih!” kata Syafik.
“dah siap doongg!!” jawab keduanya.
Kini giliran Syafik, Edo, dan Zaid yang berkenalan dengan Ridwan.
“hola!, eh, kebalik!, halo!” ucap Syafik terhadap Ridwan yang sedang ingin menuju ke rumahnya.
“eh, halo..” jawab Ridwan.
“boleh berkenalan denganmu?” Tanya Zaid.
“tentu saja boleh!” seru Ridwan kegirangan yang kini akan bertambah temannya.
“namamu, siapa?” Tanya Syafik.
“namaku Ridwan,” jawabnya.
“oh, kalau aku, Syafik, ini…” kata Syafik sambil menunjuk ke Zaid.
“aku Zaid, dan ini…” kata Zaid sambil menunjuk Edo.
“dan aku, Edo!!” seru Edo.

Tiba tiba…
“Zaid, Edo, Syafik…, gimana kenalannya?, eh, ada Ridwan juga!” kata Roni yang tiba tiba saja datang.
“eh, Roni?” Tanya Ridwan.
“ya!, kami bersembilan adalah sahabat!” kata Edo sambil memeluk ketiga temannya.
“bersembilan?, kalian Cuma berempat euy..” kata Ridwan kebingungan.
“kita bersembilan dengan Mutia, Naya, Fatimah, Aisyah, dan juga Flora! Tuh, dia orangnya!” seru Syafik sambil menunjuk ke arah Mutia, Naya, Fatimah, Aisyah, dan juga Flora.
“ada apa tunjuk tunjuk kita?” Tanya Mutia.
“eh, enggak ada apa apa kok!” jawab Edo.
“Ridwan, mau nggak, kamu gabung ke geng braver?” Tanya Zaid. Semuanya mengangguk.
“geng braver? Geng siapa itu?” Tanya Ridwan kebingungan.
“yaa.., geng kita-lah…” kata semuanya kecuali Ridwan.
“oh…, kalau begitu sih, tentu saja aku mau!” jawab Ridwan dengan senyuman.
“Yeaahhh..!!, sahabat kita bertambah satu…!!!” sorak geng Braver kegirangan. Ridwan hanya tersenyum.

Cerpen Karangan: Ukasyah Ammar Robbani
Facebook: Ukasyah Ammar Robbani

Cerpen Ada Tetangga Baru merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kancil yang Cerdik

Oleh:
Pada suatu hari, Kancil merasa sangat lapar. Dia berjalan kesana-kemari, tetapi tidak mendapatkan makanan. Ketika hari sudah sore, Kancil melihat Kera sedang asyik makan pisang di atas pohon. Nikmat

Mushroom Town

Oleh:
Di suatu kota, hiduplah jamur-jamur mulai dari yang masih bayi, anak-anak, remaja, dewasa, dan ada juga jamur yang sudah tua. Kota itu dinamakan Mushroom Town yang artinya kota jamur.

Tour ke Taman Safari

Oleh:
Di sebuah sekolah, seorang guru sedang menjelaskan tentang Tour ke Taman Safari. “ada yang mau tanya?” tanya si guru kepada murid-muridnya, setelah menjelaskan acara Tour tersebut. “saya Bu” ucap

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *