Aku Bukan Sahabatmu Lagi!


Share

Cerpen Karangan:
Lolos moderasi pada: 21 December 2012

Pagi yang cerah,mengawali hariku yang indah.kurasa dunia ini hanya milikku dan milik sahabatku.Aku Resya Adinata.aku sekolah di SMP Putra Bangsa.Aku duduk di kelas VII A.aku punya sahabat namanya Belva,Yani,n Yulfa.Mereka punya sifat masing masing yang berbeda jauh.
“Res,kamu hari ini kan piket!”bentak Belva
“Iya…kalian mau kemana?”jawabku
“kita mau duduk duduk lah,ngapain juga nungguin kamu piket.udah nanti kamu nyusul aja gak penting!”bentak Belva kasar.
“Iya deh nanti aku nyusul”Jawabku sambil menundukkan kepala seraya menurut.

Aku memang tak pernah berkutik kalau sudah berhadapan sama sahabatku yang satu ini.dia udah seperti the queen deh pokoknya.
“Lama banget sih piket gitu aja,Res”ucap Belva
“sory yan,yul,Bel sampahnya numpuk banget”jawabku mencari alas an
“Itu sih DL”jawab Belva

Dulu aku sama Belva pernah rebutan cowok,namax Azkia.tapi yaudahlah aku yang mengalah,sampai aku sama cowok itu pisah.makanya aku takut banget kalau sampai aku di jauhin sama Belva.
Tet…..tet….tet…Bel Masuk pun Berbunyi
“Anak anak hari ini Miss akan memberikan tugas kelompok”Ucap Miss Rose
“Tugas apa Miss?”Tanya Belva
“Kalian harus membuat gambar Transportasi Satu gambaran”jawab Miss Rose
“Baik Miss”jawab semua murid
*****
“eh Res,pulang sekolah anak anak mau ngumpul di rumah Belva mau ngerjakan tugas tadi ,kamu ikut tidak?”Tanya Yani
“Iya aku ikut”jawabku
“yasudah ayo langsung saja kita pergi “Ajak Yani
Sesampai di Rumah Belva………….
“Res,tuh ada Azkia kamu minta gambarin dia aja tuh”ucap Belva seraya menunjuk azkia.
“hmm…tapi Aku malu”jawabku
“Alah gitu aja malu pokoknya kamu harus mau!”bentak Belva.

“eh Azkia….tuh Resya mau ngomong….”Teriak Belva dari lantai atas rumahnya,sedangkan Azkia sedang bermain di lapangan bola.
Akupun segera turun ke lantai bawab bersama Belva…
“Tuh ngomong sudah”Ucap Belva
“hmm….emmm az,kenapa kamu ngeliatin sepatuku,terlalu tinggi yah?”tanyaku basa basi
“hmm,,,,lucu aja,ada apa?”tanyanya balik
“begini aku mau minta tolong boleh gak untuk gambarin kereta api?”pintaku
Tapi kalau jelek bagaimana?”tanyanya
“gak papa kok”ucapku memohon
“oke aku bawa besok yah”jawabnya
“Makasih yah”jawabku
“Iyah sama sama”katanya.

Akupun segera masuk ke rumah belva,sementara itu belva masih ada di luar bersama Azkia.
“hm…az aku juga dong”ucap belva
“loh kan kamu bisa buat sendiri”jawab Azkia menolak
“kenapa sih kalau Resya Mau kalau aku gak mau?”tanyanya
“gak papa!”jawab Azkia seraya meninggalkan Belva.

Belvapun langsung masuk ke rumahnya dan marah marah.
“apa sih istimewanya kamu res di mata azkia?”tanyanya padaku
“hmm….aku gak tau”jawabku.

Waktu telah menunjukkan pukul 4 sore..
“hem kayaknya aku harus pulang deh”pamitku
“yaudah,pulang aja”jawab belva
“aku takut sendirian di Gang”jawabku
“yah minta aja temanin Azkia”jawab belva kasar
“yaudah biar aku sendiri aja!”jawabku bosan
“Aku ikut…”jawab YUlfa n Yani
Sesampai di gang kami melihan Azkia bersama teman temannya
“Eh resya,mau kemana?tanya fajar saudara Azkia
“hm…Aku mau pulang”jawabku
“oh…eh ada yulfa..”rayu Fajar kepada Yulfa
“apa!”jawab yulfa sinis
“loh kok tasmu sama bajunya Azkia sama sih warnanya,sama’’ merah..ciee”gombal fajar
“ih…Aku gak tau,,,”jawabku

Mereka menunggu aku sampai aku di jemput……
***
Keesokan harinya di sekolah
“hay res,nih gambaran yang kemarin”ucap azkia
“OH yah makasih yah,”jawabku
“hmm….Gambar apaan nih,,,,!”ucap Belva tiba tiba
“eh kamu Bel,nih Gambarannya Azkia yang kemarin”Ucapku
“Alah MANJA!”jawab belva sinis Padaku Sambil merobek gambaran itu.
“BELVA!!!!!!! Itu punya Aku kamu gak berhak untuk menyobeknya!”marahku
“Terus kenapa,kamu berani padaku!:”ucap belva
“Terserah kamu”jawabku.

Tet…tet…..tet…..Bel Masukpun Berbunyi
“Anak anak Ibu hanya menyampaikan bahwa sekolah kita akan tanding Turnamen bola di Lapangan merdeka nanti sore,bagi yang mau ikut sebagai supporter berangkat sendiri sendiri.
Setelah istirahat………..
“Res,kamu nonton kan nanti sore,?”Tanya Belva baik padaku
“hm…sepertinya sih iya”jawabku
“pasti kali ini mereka menang,apalagi nomor punggung 13 kan ada aku”jawab belva yakin
“bukannya nomor punggung 13 itu Azkia yah?oh jadi dia mau nyemangatin azkia toh”ucapku dalam hati
“oh iya bel,pasti kan kamu penyemangatnya azkia.
Akupun bergegas meninggalkan Belva dan menuju kelas.
“eh res,kamu tau gak tadi Safar bilang apa?”Tanya Nida sahabatku
“hmm aku gak tau tuh,emang apa az,fa?”tanyaku kepada azka dan fatah dibelakangku.
“dia bilang kalau kita nonton pasti mereka kalah”jawab nida.

Disitulah hatiku merasa sakit,seakan Belva merebut semuanya…
“hmm…yaudah kamu kan udah ada Belva yang nanti sore mau jadi suportermu!jawabku ke Azkia sinis

Sore harinya…..
Tiba tiba HPku bunyi dan di layar ikonnya tertulis nama Belva
From :Belva sahabatku
Hay res,kamu nonton kan cepat ke Lapangan Merdeka….Mereka udah mau mulai!”

Sebenarnya hatiku sangat sakit banget setelah tau Belva benar benar nonton,dan Akhirnya aku memutuskan untuk tetap pergi ke Lapangan merdeka.
Sesampainya di sana aku langsung disambut oleh Belva,Erin,dan Zizah.
“hay bel,gimana udah berapa kosong?”Tanyaku
“hm…baru kosong kosng,,,tapi aku yakin bentar lagi Azkia gollin 1 untuk aku”ucap Belva bangga.
“Oh!”jawabku.

Keesokan harinya di sekolah.
Aku,Yani,dan Yulfa sepakat memusuhi Belva karna di lebih memilih pacar dari pada sahabatnya sendiri.kami mendapat surat dari Belva pada hari itu.

Assalamualaikum…..
Kalian marahkah sama aku?aku minta maaf kalau aku lebih mementingkan pacar…”
From:Belva

“gimana res,yan maafin gak?tanya Yulfa
“AKU GAK!!!!!!”ucapku
“kenapa?”Tanya yani
“dia gak tau kan perasaanku pas waktu kita kelas 5 dia ngerebut Azkia gitu aja tanpa ada kata maaf,aku minta maaf pun dia gak mau maafin harus ada syarat.sampai adiknya azkia gkak suka sama aku Cuma gara gara dia!sekarang dia seenaknya hanya sepatah kata MAAf,kok dia semaunya.emang dia siapa!”jawabku

“yaudah kita gak usah maafin dia,,lagian dia udah keterlaluan juga sama kita bertiga”Jawab yeni

Seemenjak itu aku dan Belva bermusuhan,Aku Cuma gak suka dia telah mengambil semua yang aku punya,termasuk azkia.dengan enaknya dia berkata belum bisa ngelupain azkia,setelah dia bilang udah ngelupain.
Jujur sebenarnya aku kasihan sama Belva,tapi kalau mengingat pas kelas 5 sakit rasanya hatiku.
The END

Cerpen Karangan: Rahmatika Isnaini
Facebook: Rahmatika ingin Tersenyum
TTL: Balikpapan,28 Februari 2001
Hoby: Menulis cerpen,baca buku,dan mendengar curhat orang lain

Ini merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya di: untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatan penulis, jangan lupa juga untuk menandai Penulis cerpen Favoritmu di Cerpenmu.com!
Cerpen ini masuk dalam kategori: Cerpen Persahabatan

Baca Juga Cerpen Lainnya!



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply