Aku Dan Lala

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 29 March 2016

Pagi yang redup. Tak seperti biasanya aku melihat sinar mentari pagi. Kini hujan yang telah menggantikannya. Hujan yang begitu lebat dengan membawa kebahagiaan semua pohon telah dibasahi. Ku tengok halaman rumahku semua tanaman kini telah mendapatkan air. Dan berharap tanaman di rumahku akan tumbuh subur dan indah menawan. Saatnya aku melakukan aktivitasku yang setiap hari aku jalani. Namun kali ini aku menemukan sedikit perbedaan dari hari-hari sebelumnya. Kawanku Lala kini tak bisa aku percaya dan aku harus mulai hati-hati dengannya. Memang sebelumnya aku juga sudah sedikit ragu dengan watak dan tingkah lakunya tapi semua yang aku rasakan dan dugaan-dugaan yang aku temukan pada dirinya semua aku simpan rapat-rapat.

Aku tak ingin membuat permasalahan antara aku dan dirinya. Memang sebelumnya aku juga sudah memiliki banyak perbedaan dengannya, aku yang tercipta menjadi orang yang over protektif sedangkan Lala itu sebaliknya. Namun ia sedikit kritis dengan apa yang ada pada temannya. Tapi itu semua tak membuatku mengapa karena begitu juga dia temanku. Aku harus terima kekurangan kita masing-masing. Tapi aku tak menyangka bila akhirnya aku menemukan hal yang aku tidak inginkan. Ia telah menelantarkan catatan yang tadi aku pinjamkan sama dia. Pada saat itu aku sendiri belum menyalinnya ke buku catatanku. Aku kesel dan marah banget sama dia. Karena meskipun hal sepele menurut orang lain tapi bagiku itu sangat penting karena di dalamnya terdapat catatan-catatan yang akan mengingatkan kegiatan apa saja yang akan aku hadapi dan harus aku persiapkan.

Tapi dengan catatan itu hilang aku tak mungkin bisa memenage waktu, kapan aku harus mempersiapkan itu semua. Semua ini gara-gara temanku Lala. Aku benci sama dia. dia sudah menelantarkan catatan-catatan penting itu. Kalau saja semuanya tidak terjadi aku gak mungkin semarah ini padanya. Apalagi ini bukan yang pertama kalinya aku dikecewakan olehnya. Aku pun langsung pergi meninggalkan dia karena aku tak mau berlama-lama di hadapannya. Dan aku tidak ingin kemarahanku ini terlihat oleh orang lain kalau kami berdua sedang berselisih. Aku tak peduli ia mau ngomong apa dan menganggap aku apa. Yang jelas aku kecewa sama dia. Setelah aku sampai di tempat kerjaku aku langsung duduk sambil meredam kemarahanku pada Lala. Namun tiba-tiba ia datang menghampiriku sambil menyodorkan catatan yang tadi aku pinjamkan padanya.

“Maaf Nad, tadi keselip.” Ucapnya sambil menyodorkan catatan itu.
“Oh… gak apa-apa.” Jawabku dengan rasa kesel padanya.

Lala pun langsung pergi dari hadapanku. Mungkin dia tahu kalau aku lagi kesel dan marah sama dia. jadi dia tak mau berlama-lama. Dan mungkin juga ia marah sama aku karena aku sudah ngomong kasar dan marahin dia. Tapi aku gak peduli itu semua. Karena seandainya aku selalu memaafkannya mungkin di hatinya tak ada rasa bertanggung jawab sama kepemilikan orang lain. Biarkan semua itu jadi pelajaran baginya. Biar tak terulang lagi kejadian seperti ini dan adanya kesalah pahaman.

Memang terkadang aku merasa egois dengan sikap dan watak aku yang menurut orang suka berlebih-lebihan dan menghadapi semuanya dengan kehati-hatian padahal menurut mereka itu kurang baik. Tapi itulah aku. Maaf Lala jika aku seperti ini padamu. Dan semoga tak ada lagi kesalah pahaman-kesalah pahaman yang baru di antara aku dan kamu.
Dan semoga dengan adanya masalah ini kita bisa saling interopeksi diri. Bagaimana aku dan bagaimana kamu. Dan semoga juga dengan lamanya kita berteman nanti semuanya bisa saling melengkapi dan menutupi kekurangan satu sama lain. Dan kita bisa bersatu untuk selama-lamanya.

Cerpen Karangan: Ndah El Hasan

Cerpen Aku Dan Lala merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ketika Senja Tiba

Oleh:
“sudah 2 tahun ini aku tak mendengar kabar dari Senja. Ia bagaikan ditelan bumi, hilang begitu saja tanpa jejak” Bagas merindukan Senja, kawan lamanya yang menghilang. “iya ya Gas.

Kado Spesial Untuk inka

Oleh:
Linda berlari menyusuri trotoar sambil sesekali melihat jam di tangannya. Linda terlihat terburu-buru pulang sekolah hari ini, dia mendengar bahwa sahabatnya Inka terkapar lagi untuk kesekian kalinya di rumah

Renny Si Anak Indigo

Oleh:
Pagi ini aku sangat terburu-buru. Harus terus berlari cepat sebelum terlambat. Sekarang sudah pukul 08.00 pagi dan aku baru berangkat sekolah. Setiba di kelas, aku memang benar-benar sudah terlambat.

Pengkhianatan

Oleh:
“Bisa gak kita berhenti melakukan ini?” Dua gadis berstatus pelajar duduk di meja masing-masing. Salah satu gadis asyik sekali menggambar di kertas sketsanya, sedangkan gadis yang lainnya berwajah kusut

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *