Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Sudut Pandang

Pernah semasa SMP dulu, ada teman yang ditindas. Bisa dikatakan, dia kurang menyenangkan. Sering menentang otoritas dengan lidah yang tajam meski mempunyai pendapat baik. Sikapnya dingin, cuek, mudah marah dan agak egois....

Perginya Sahabatku

Hari ini adalah hari liburku kerja, dari pagi ku habiskan waktuku untuk nongkrong di warung kopi, sebelum ku disibukkan dengan kegiatanku mempersiapkan perlengkapan berburu. memang kalau hari libur gini jalanya waktu terasa...

Disini, Dua Tahun Yang Lalu

Disini, dua tahun lalu. Kau tersenyum padaku. Kita bersama. Kita bahagia. Disini, dua tahun lalu. Kau memelukku erat. Penuh kehangatan. Penuh keceriaan. Disini, dua tahun lalu. Juga menjadi akhir kisah kita. Senyum manis...

Bukan Titik

Sudah seminggu sahabatku, Dinda meninggalkanku. Bukan pergi untuk satu dua hari, tapi untuk selamanya. Ya, dia meninggal dunia. Karena penyakit itu, penyakit hati yang menggerogoti tubuhnya. Ternyata, lama sebelum aku tau...

Mataku Tuk Inginmu

Pintu triplek bercat putih kusam itu terbuka. Deritnya masih sama seperti saat dia tinggalkan rumah butut itu sembilan tahun yang lalu. Suara ketukannya pun tak berubah. Semua tak mengejutkan baginya. Namun, ada hal lain...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

One Response to Aku, Kamu dan Dia

  1. prissca 16 November, 2013 at 8:13 am | | Reply

    aku jg gtu dluuu q prnahhh ngalamin ‘

Leave a Reply