Aku Kangen Dia

Judul Cerpen Aku Kangen Dia
Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Kisah Nyata, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 1 May 2013

Pada suatu hari, di mana hari itu aku dan ibuku pergi mendaftar untuk masuk sekolah dasar (SD). Setelah itu, akhirnya aku di terima dan aku masuk di kelas 1A. Waktu itu aku mempunyai banyak teman yang sifatnya berbeda-beda, walaupun begitu aku tetap senang.

Setelah aku naik kelas 2, tiba-tiba ada salah satu dari temanku yg jatuh dan di bagian mulutnya terluka. Setelah aku mengetahui kejadian itu aku langsung ke UKS untuk menengok keadaanya, dan dia langsung menyuruhku untuk memanggil kakaknya di kelas 6, yang kebetulan juga kakaknya itu bersahabat dengan kakak aku. Kemudian mulutnyapun di beri obat dan di perban. Dia pun di antar masuk ke kelas oleh ibu guru, dan ibu guru mempersilahkanya duduk di mana saja yang ia suka, ia pun memilih untuk duduk di sampingku, sejak saat itulah aku bersahabat dengan dia.

Temanku itu bernama Fia Magfirah, dia itu adalah temanku yang paling baik yang ada dalam hidupku. Mulai dari kelas 2 kami selalu pergi ke kantin bersama, kerja kelompok bersama dan masih banyak lagi yang pernah kita lakukan bersama-sama baik itu dalam keadaan suka maupun duka. Dan jika aku membawa uang lebih aku selalu memberikanya uangku, dan apabila dia yang membawa uang lebih dia pun memberikanku uangnya.

Setelah beberapa tahun kemudian, tidak terasa kami sudah kelas 5 dan pada saat itulah aku sangat sedih karena ayahku sakit dan aku harus pindah ke SIDRAP pada saat kenaikan kelas nanti. Akupun selalu menangis, jika aku memikirkan semua itu. Setelah lama kemudian tiba saatnya penerimaan rapor, dan pada saat itu aku hampir tidak dapat pergi ke sekolah untuk menerima raporku.

Gurupun mengumumkan ranking 1, 2 dan 3, Firah mendapatkan ranking 2 dan aku rangking 3. Aku dan Dia sangat senang, tetapi aku teringat kalau aku harus pindah akupun menangis di tengah keramaian itu di bahu guruku. Akupun minta pamit kepada semua guru dan teman-temanku dengan perasaan yang sangat sedih.

Sesampainya di SIDRAP aku langsung mendaftar di SD 11 PANGSID, dan aku bertemu teman-teman baru, walaupun begitu aku tidak dapat melupakan firah dan teman-teman yang lain. Setiap pelajaran berlangsung, terkadang aku menangis karena mengingat dia dan teman-teman yang lainya. Waktu demi waktu telah berlalu tidak terasa aku sudah duduk di bangku kelas 1 SMP, dan aku tidak pernah pula bertemu dengan firah, aku kangen banget pada saat aku masih bersama dia. Aku kangen candanya, tawanya dan suara tangisanya.

Andaikan waktu dapat terputar aku ingin kembali pada saat aku masih bersamanya. Sekarang aku berkomunikasi denganya melalui HandPhone dan jejaringan sosial Facebook dan lain-lain. “Firah aku kangen sama kamu, dan aku berharap agar aku dan kamu dapat bertemu lagi sewaktu saat nanti, dan aku yakin, entah kapan dan di mana, kita berdua akan bertemu lagi nantinya, Firah di mana pun engkau berada dan aku berada kamu tidak akan pernah tergantikan sebagai sahabat terbaikku”

Untukmu sahabat terbaik dan yang paling aku sayang FIA MAGFIRAH

Cerpen Karangan: Heri Purnama Ibrahim

Cerita Aku Kangen Dia merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Little Star, You Shine

Oleh:
Hari minggu berlalu dengan cepatnya. Aleyya pun mulai menerima berbagai tawaran job untuk minggu ini. Setiap banyak pekerjaan, kadang membuat kedua orangtuanya khawatir dengan kesehatan Aleyya. Namun, Aleyya selalu

Lestarikan Budaya

Oleh:
Sekar adalah salah satu dari beberapa orang yang mengikuti sanggar tari Pustaka. Sanggar tari Pustaka memang terkenal dengan sanggar tari terbaik di kota ini. Bayangkan Sekar dan teman-teman Sekar

Apa Salahku? (1)

Oleh:
Ketika semua sudah pergi, aku baru menyadari betapa pentingnya mereka dalam hidupku. Tetapi aku sudah terlambat, mereka sudah pergi untuk selamanya, tak ada sedikitpun terucap kata ‘maaf’. Tuhan, kenapa

Sahabat Kembali Bersama

Oleh:
Sore itu Ida hanya duduk termenung di taman samping rumahnya. Dia hanya mengingat kejadian satu tahun yang lalu saat dia masih duduk di bangku SMP. Memang sudah lama apalagi

Tak Ada Bukan Berarti Tak Hidup

Oleh:
‘Tik.. Tik.. Tik..’ Hujan masih terdengar membasahi luar jendela panti yang saat ini masih menjadi tempat favoritku. Aku hanya duduk terdiam memandangi hal-hal yang mungkin terjadi untuk masa depanku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply