Alisaaa

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 1 May 2015

Matahari mulai bersinar cerah, burung burung mulai bersahut-sahutan, kulihat di sudut jalan banyak yang memulai aktivitas masing-masing, bahkan kemacetan di kota ku mulai aku rasakan, udara pagi yang biasanya menyejukan kota ini terasa begitu sulit untuk ku dapatkan.

Ini hari pertama ku masuk ke sekolah baru ku setelah 6 kali berpindah karena kurang dari 3 bulan aku selalu dikeluarkan dari sekolah dengan alasan menemui rok*k di ransel ku “konyol bener bener konyol” kataku dalam hati.
Aku melangkah memasuki sekolah yang ku yakin akan bertahan tidak lebih dari 5 bulan.

Aku berjalan melewati koridor sekolah bersama guru pendamping yang mengarahkan ku menuju kelas baru ku. Terlihat kelas yang berwarna hijau dengan perpaduan merah jambu itu kelas yang sangat membosankan nantinya.

Aku dipersilahkan untuk memperkenalkan diri di depan mereka teman baru ku, samarsamar ku dengar kan “ada cowok baru ganteng” ada juga yang berkata “paling ntar ngondek”
“Duh sialan tuh orang” kataku dalam hati.
“Kenalin nama gue Riko Arisetiawan, semoga kalian semua bisa berteman dengan gue makasih” kataku singkat
Setelah itu aku dipersilahkan duduk di sebelah gadis yang pada saat itu kebetulan sedang duduk sendirian.
“Hei gue riko” aku mencoba menyapa nya
“Alisa” jawabnya singkat.

Tak ada yang menyenangkan di hari pertama ku sekolah, bahkan aku benci saat saat menjadi perhatian teman-teman baruku.

Gak butuh waktu lama buat menemukan tempat yang pas buat ngerok*k, di belakang sekolah ada taman kecil dan aku yakin taman ini gak ada pengunjungnya. Aku melangkah perlahan lahan ke arah taman itu, sempat kaget melihat teman sebangku ku sedang menangis di taman itu. Yaa alisa, namanya alisa.
Aku mencoba mendekat ke arahnya, langkahku menyadarkannya sehingga ia menolah ke arahku.
“Mau ngapain?” Tanya nya dengan penuh tanya
“Harus nya gue yang nanya ke elo ngapain cewek disini pake acara nangis segala, kalau gue ya mau ngerok*k. elo putus cinta ya?” Tanyaku spontan membuat dia berdiri tepat di depan ku
“bukan urusan elo” lalu meninggalkan ku.
Aku menghisap dalam dalam rok*k yang kupegang saat ini, entah kenapa melihat alisa menangis aku ingin mengetahui apa penyebab ia menangis seperti itu.

Waktu terus berlalu, bahkan aku mampu bertahan di sekolah ini lebih dari 5 bulan. Entah kenapa aku merasa nyaman dan tenang di sekolah ini. Mungkin semua ini karena alisa.

Kini alisa telah menjadi sahabatku, dia yang telah mengingatkan ku betapa penting pendidikan itu. Tapi sampai saat ini alisa tak pernah bercerita mengapa ia selalu menangis dan menyendiri, ia selalu menyembunyikannya kepadaku.

Aku mengajak alisa pergi liburan ke pantai, karena bagiku pantai adalah tempat yang tepat untuk menghilangkan semua beban di pikiran. Harapan terbesarku alisa bisa membagi ceritanya kepadaku.

Suara ombak yang indah terdengar di telingaku, elang pun berterbangan sehingga membuat pantai ini lebih indah. Aku mengajak alisa ke sebuah pondok di pantai itu,
“Alisa” panggilku
“Hm” sambil menoleh ke arahku
“Kamu senang?” Tanyaku
“Sungguh aku sangat senang dengan semua ini, terakhir aku ke pantai saat aku kelas 4 SD kok”
Aku melihat kesedihan terpancar di matanya.
Aku memeluk tubuhnya erat sambil berkata “liss, kamu sahabatku kan? aku berterimakasih banyak karena kamu mau menjadi sahabatku. aku sangat menyayangimu. yang namanya sahabat itu harus terbuka antara satu sama yang lain, kamu harus jujur kenapa kamu selalu menangis dan menutup hidungmu menggunakan tissue. Aku gak mau liss lihat kamu sedih terus” kataku spontan membuat dia menangis
“Riko kamu sahabatku aku sangat menyayangi kamu, aku gak kenapa napa percayalah. suatu saat nanti kamu akan tahu semuanya” katanya meyakinkanku.

Hari ini aku lewati bersama alisa, bercanda tawa, bermain, makan siang dan banyak hal konyol yang kami lakukan di pantai ini. Aku mengukir nama ku dan alisa di pohon kelapa dengan harapan kami akan selalu bersama, alisa tersenyum melihatku melakukan itu. Aku membalas senyumannya. Alisa itu memang sosok yang luar biasa bagiku.

Ini hari ketiga, alisa gak ke sekolah perasaan cemas muncul di pikiran ku. Bahkan tiap aku ingin menjenguknya pintu pagar alisa selalu terkunci rapat.
Aku memandangi bangku di sebelahku yang kosong, semenjak aku mengajak ke pantai ia sering sakit sakitan. apa aku penyebab ia sakit.

“Selamat siang anak-anak” burina menyadarkan lamunanku
“Maaf mengganggu kalian, ibu cuma mau kasih kabar bahwa alisa kritis sekarang sedang di RSUD pelangi, jadi nanti setelah pulang sekolah kita jenguk dia ya”
“Iyaa bu” jawab temantemanku serentak
Apaaa alisa kritis? Sakit? Sakit apa dia?

Tanpa pikir panjang aku menyandang ranselku dan menuju ke RSUD tempat alisa dirawat, disana aku melihat alisa sedang ditangani oleh dokter, wajahnya sangat pucat.
“Tuhan sembuhkanlah dia aku tak ingin melihat nya seperti ini, aku ingin bersamanya tuhan”
“nak” sapa seorang lelaki kepada ku
“Iya jawabku singkat
“Kamu pasti riko?” Tanya lelaki itu
“iya saya riko, om siapa ya?” Aku malah balik bertanya
“Om papanya alisa nak, alisa sering cerita tentang kamu bahkan ia menulis surat ini untukmu. berdoalah semoga alisa baik baik saja” kata lelaki itu dengan mata yang berkaca kaca
“Om alisa sakit apa om? selama ini aku selalu mencoba bertanya tapi alisa tak menjawab pertanyaanku!”
“Alisa kanker otak nak, dia gak mau banyak orang tahu tentang penyakitnya termasuk kamu”
“Oh tuhaaan” aku berteriak dalam hati dan tak mampu berkata apa apa lagi.

Dokter keluar dengan wajah yang sudah bisa ku tebak.
“Alisaaaaaa” teriakku
“Maaf kami sudah berusaha tapi tuhan berkata lain, alisa telah tiada”

Secepat itukah alisa pergi meninggalkan ku tuhan? aku langsung mencoba membaca surat darinya

“Hei riko arisetiawan, aku mencintaimu.
Terimakasih sudah ingin menjadi sahabatku juga terimakasih telah mengajakku liburan ke pantai, aku senang.
Mungkin saat kamu membaca ini aku telah tiada, aku sudah lelah bertahan melawan penyakitku.
Maaf aku gak pernah cerita tentang penyakitku aku gak ingin kamu ikut sedih.
Kamu belajar yang rajin ya, jangan ngerok*k lagi karena itu gak baik buat kesehatan kamu.
Aku pasti setia menunggu mu di surga biar kita main sama-sama lagi ko, I love you 🙂 ”

Aku alisa sahabat muuu.

END

Kehilangan. Bukanlah sesuatu yang harus ditangisi karena apa tuhan telah menyajikan kebahagiaan yang indah untuk kita 🙂
Selamat jalan alisaaa, aku menyayangimu 🙂

Cerpen Karangan: Mardela Tika Zaranti
Facebook: http:/facebook.com/zaranti
@mardelatika

Cerpen Alisaaa merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Janji Sahabat Karib

Oleh:
Waktu masih kecil, yah masih duduk di bangku SD aku dan Bunga adalah sahabat karib. Biasanya kami sering bermain petak umpet, berjalan-jalan sambil melihat pemandangan yang indah, kadang-kadang ia

Tak Terjelaskan (Part 4)

Oleh:
Beberapa hari kemudian. Terdengar suara kicauan burung gereja di pagi hari. Tampak keadaan sudah kembali berjalan normal seolah tak pernah terjadi apa-apa dan ia tak pernah bertemu lagi dengan

Love is Pain

Oleh:
Ponsel itu terpelanting ke bawah begitu saja, melayang dan akhirnya jatuh tepat di atas keramik hingga menimbulkan sebuah suara. Perempuan yang baru saja menjatuhkan barang itu hanya bisa diam

Kenangan Bersama Kuntring

Oleh:
Aku termenung menatap foto sahabatku di laptop. Hari ini adalah hari paling bersejarah dalam hidupnya. Hari dimana dia diwisuda sebagai seorang istri. Iis Setiawati namanya. Lahir pada tanggal 17

Hey!

Oleh:
Saat aku tersadar kesempatanku tak lagi banyak untuk mengungkapkannya. aku semakin tak ingin terbuang begitu saja. Bayangkan saja dia yang sebenarnya tak memberiku harapan seolah-olah aku merasa diberinya harapan.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *