Always Together

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 27 November 2017

Tangisanku tak bisa kutahan. Aku tak ingin berpisah dengan mereka. Mereka sahabatku.

“Ma.. Aku nggak pengen sekolah di Inggris. Aku pengen di sini sama mereka. Maa..”, ucapku disela-sela tangisku.
“Mama tahu. Tapi, ini untuk kebaikanmu”, ucap Mama.
“Aku nggak mau!”, kataku dan berlati masuk kamar dan mengunci pintu.

Aku tahu. Ini pertama kalinya aku berteriak ke Mama. Di atas kasurku, terdapat secarik kertas. Tertulis bahwa aku mendapat beasiswa untuk sekolah di Inggris sampai lulus kuliah.

Tapi, aku tidak bisa!! Tidak bisa kutinggalkan sahabatku yang sudah bersama sejak lama. Sejak kecil! Jarvis, Alex, Sanny, Nica, tolong aku!

Tok.. Tok..
Kuhapus air mataku. Aku pun membuka pintu dan di sana ada Alex. Melihatnya, aku langsung menangis. Ia hanya bisa memelukku dan menghiburku.

Ia lalu masuk dan menutup pintu. Ia terdiam melihatku.

“Merry, pergilah ke Inggris. Ini untuk kepentinganmu”, ucap Alex.
“Aku nggak bisa! Aku nggak bisa ninggalin kalian”, balasku.
“Kamu pikir aku bisa? Tidak, Merry! Yang lain nggak mau datang karena sedih! Hanya aku yang datang! Pergilah, Merry. Kita bisa berhubungan. Dunia sudah canggih”, katanya.

Aku terkejut. Ia jarang meneriakiku. Dari semua sahabatku, ia paling sayang aku. Berjam-jam kami terdiam. Hingga kuputuskan untuk pergi dengan terpaksa. Ini juga untuk diriku. Walaupun, dengan terpaksa kutinggali mereka.

Malam itu, semua sahabatku datang ke rumahku untuk nginap dan bersama. Melupakan semuanya dan hanya tau kami selalu bersama. Walaupun aku tahu, kami akan berpisah.

Lusa Harinya…
“Merry! Barangnya udah beres belum? Mobilnya udah datang, loh!”, teriak Mama.
“Udah, Ma”, jawabku sambil membawa koperku yang besar dibantu mereka, sahabatku.

Sebelum pergi, kami melepas rindu dan saling menatap untuk terakhir kalinya. Dan, aku pun pergi tuk melanjutkan studiku. Bye.. My Best Friends! Love You All!

5 Tahun Kemudian…
Aku keluar dari mobil dan mengambil koperku. Rumah yang sangat kurindukan sudah berada di hadapanku.
Aku pun membuka pagar dan memasuki rumah yang pintunya sedang terbuka.

“Ma!”, ucapku pada wanita yang sangat ku rindukan ini.
“Merry! Mama rindu banget sama kamu!”, ucap Mama.
“Aku juga, Ma”, balasku.

Lalu, aku dan Mama pun ngobrol banyak hal. Apa pun itu. Karena waktu sudah malam, kami pun mengakhiri obrolan. Mama juga membantuku membereskan barangku.

Selesai beres-beres, aku pun mandi. Aku pun teringat mereka, My Best Friends. Gimana, ya penampilan mereka? Memang, sih, masih berhubungan, tapi saling menutup diri untuk suprise saat ketemu.

Lalu, aku pun memakai kaos putih dengan celana kodok levis. Kuikat kuncir satu rambutku. Setelah itu, aku keluar dari kamar dan membantu Mama menyiapkan makan malam.

Rumahku cuma beranggota aku dan Mama. Aku anak tunggal dan Papa sudah meninggal. Walaupun begitu, kami tetap bahagia apa adanya.

“Ma, masih berhubungan nggak sama Mamanya Sanny, Alex, Nuca and Jarvis?”, tanyaku.
“Masih kok! Kebetulan, karena besok minggu, mereka ajak ke panatai. Kamu mau ikut? Mereka juga datang kok!”, jawab Mama sambil menuangkan sayur asam ke mangkok.
“Mau donk, Ma! Udah 5 tahun nggak ketemu!”, ucapku senang sambil membawa makanan ke meja makan.

Setelah semuanya tertata rapi, kami pun mulai makan sambil ngobrol. Yummy! Udah lama nggak ngerasain makanan Mama. Memang makanan Mama paling enak.

“Oh, iya Mama denger, sahabat kamu tambah 1 orang. Namanya Mama lupa. Orangnya cowok”, kata Mama.
“Oh..”, ucapku.

Kami makan dengan obrolan. Selesai makan, kubantu Mama mencuci piring. Kemudian, aku pun masuk ke kamarku dan berganti pakaian. Kubuka HPku. Banyak chat yang masuk. Sebenarnya, mereka nggak tau aku pulang hari ini. Lalu, aku pun tidur.

Keesokan Harinya…
Aku terbangun tiba-tiba. Kubuka hpku. Jam 06.27 pagi. Aku pun mandi dan tentunya tidak lupa menggosok gigi. Hihi…

Selesai mandi, kupakai kembali celana kodok yang semalam kupakai. Kusisir rambutku yang tebal ini. Lalu, aku pun keluar dari kamar. Baru jam 07.33. Mama belum bangun. Ya.. Udah, aku nonton TV aja.

Line..
OMG! Gara-gara bunyi Line itu aku hampir melompat terkejut. Aku pun membuka Line. Tampak ada chat dari Alex. Dan, chat dari yang lain.

Alex: Good Morning All!! Happy Sunday!!
Nica: Morning Too! Nanti kamu juga ke pantai, kan?
Alex: Yes!
Me: Enak banget kalian, bisa ke pantai!!
Nica: Siapa suruh nggak pulang!
Me: Coba aku bisa pergi kayak di film-film, seperti Goblin itu.
Sanny: Ee.. Masih nonton drama korea, nggak bosen?
Nica: Gak jelas loe, San! Tiba-tiba muncul
Jarvis: Kita berempat gak boleh ada yang gak pergi ke pantai, ya 😀
Alex: Loe juga, Vis. Tiba-tiba muncul!
Me: Berantem aja kalian!
Sanny: Hahaha… Merry marah, tuh, Alex^^
Alex: Iya, iya! Kamu kapan pulang, Ry?
Me: Ada, deh! Haha.. Bye duluu.. Mau BreakFastt
Nica: Okay!!

Sebenarnya, aku cuma alasan doank. Padahal, biasanya aku chat paling banyak. Kuletakkan hpku ke meja ruang tamu yang dari tadi masih berbunyi.

Aku pun ke dapur. Kucuci tanganku. Hari ini masak apa, ya? Nasgor aja ala Merry Velicia. Memang aku diwariskan bakat dari Mama yang pandai masak.

Aku pun mengambil nasi sisa semalam yang masih lumayan banyak. Kuambil wajan dan memasukkan minyak goreng secukupnya. Lalu, kunyalakan api kompor. Dan, seterusnya hingga nasgor pun jadi. Wangii… Jadi, laper..

Aku pun menyiapkan segelas kopi hitam untuk Mama dan segelas susu untukku. Kulihat Mama sudah berpakaian rapi sembari menuruni tangga.

“Kamu udah masak?”, tanya Mama.
“Iya, Ma. Soalnya, udah lama nggak masakin buat Mama”, jawabku sambil mempersilahkan Mama duduk di kursinya.
Kami pun makan dan Mama terus menerus memujiku karena masakan yang enak. Padahal nggak seberapa dibanding Mama.

Selesai makan, aku membawa peralatan makanan yang kotor ke tempat yang telah disediakan untuk mencuci piring.

Kulihat ke jam, sudah pukul 10. 11. Masih lamaa.. Kata Mama, mereka berangkat kira-kira pukul 1. Sabar..

Karena, bosan. Aku pun membuka Lineku dan sudah ratusan chat. Kubaca satu persatu. Hahaha… Lucu banget mereka. Aku pun langsung ikutan chat.

Me: Chat apaan, tuh? Nggak ngajak-ngajak!
Nica: Lagian elo mau breakfast, Girlll
Alex: Betol Betol Betol
Me: Lagipula, aku takut chat ama kalian, takutnya kalian laperr.
Sanny: Siapa juga yang mau! Enak aja ejek aku! Mentang-mentang dulu kamu kurus kelempeng.
Me: Kamu juga keleesss
Jarvis: Kita semua dulu kurus. Tapi, kita pas-pasan, cuma Sanny ama Merry yang palinggg kuruss, hahahahahahaha..
Sanny: Oii!!! Dasar Jomblo loe! Nggak laku, ya? Kaciennn..
Alex: Berantem aja terus! One Two Three, mulaii, Go! Berantem.
Me: Ya.. Udah, aku bye lagi
Kuakhiri chatting dengan senyum tipis. Biasaa.. Chat kami pasti ada yang berantem.

Aku pun melakukan ini itu hingga akhirnya Mama mengatakan bahwa sudah waktunya untuk pergi. Aku pun membawa barang yang akan dibawa. Okay!! Let’s Goo!!

Sesampainya, aku lihat semuanya sudah datang dan aku termasuk yang paling akhir. Gara-gara bantuin Mama nyiapin ini itu. Aku jadi gak sabar buat ketemu sama mereka. Melihat pantai, aku jadi ingat dulu waktu kami main voli yang membuat hubungan kami dengan yang cowok semakin erat.

Mama pun turun duluan sedangkan hatiku deg-degan. Kayek mau ketemu pacar aja. Haha.. Kuberanikan diriku untuk turun. Aku pun keluar dari mobil dan berjalan ke mereka. Semuanya tampak terkejut melihatku dan bertanya.

“Merry?”, tanya seorang lelaki muda yang sebaya denganku.
“Kamu tau aku?”, tanyaku balik.
“Yaelah.. Ini aku Alex. Kamu pulang nggak beritahu”, katanya sambil mencubit pipiku.

Suasana pun menghangat seketika. Banyak yang nanya aku yang banyak berubah. Dari atas sampai bawah berubah. Lalu, Alex pun ajak bergabung dengan mereka yang lagi main voli dan ngerjain mereka dengan bilang bahwa aku anak baru.

“Uii! Ada anak baru, nih!”, teriak Alex menggandeng tanganku berlari ke arah mereka.
“Oh, ya! Siapa namanya?”, tanya cewek yang agak hitam. Kayaknya itu Sanny soalnya dari dulu ia lebih hitam.
“Tumben Sanny kau tanya duluan. Kebetulan namanya Merry juga. Oh, ya Merry! Ini Sanny, Nica, Jarvis, dan Frengky!”, ucaonya pura-pura memperkenalkan aku ke mereka. Ternyata anak baru itu namanya Frengky? Begituu..

Sayangnya, aku nggak sengaja memperlihatkan tanganku yang terdapat gelang bervariasi yang indah. Gelang itu merupakan gelang persahabatan kami.

“Alexx!! Kamu bohong, ya! Itu Merry! Merry Velicia”, teriak Nica.
“Hehe.. Ketahuan! Cantik, kan Merrynya!”, kata Alex.

Mereka pun menanyai ini itu. OMG! Ortu juga nggak kayak gitu, kali!! Lalu, kami pun bermain voli dan kelompok cewek menang. Haha.. Kalah loe, cowok.

Selesai bermain voli, kami berenam bermain air. Sebenarnya nggak, sih. Cuma, sih Jarvis dan Alex jahil. Mereka mendorong kami semua ke pantai dan.. Byurrr!! Basah, deh. Untung ada bawa pakaian ganti.

Lari-lari! Teriak sana-sini! Jatuh! Semuanya menyenangkan bagiku. Membuatku merasa beruntung bahwa aku memiliki sahabat yang sangat baikk. Perfect for my life. Kuharap, akan seperti ini selamanya.

10 Tahun Kemudian…
“Mommy”, ucap putri manisku yang hari ini genap berusia 3 tahun.
“Ada apa, Vannesa sayang?”, tanyaku padanya.
“Daddy mana?”, ucapnya dengan ekspresi lucu.
“Daddy di sini”, ucap lelaki yang menjadi pendamping hidupku.

Kamu bingung, kan? Apa yang terjadi pada kehidupan kami? Akhirnya, aku menikah dengan Alex, Nica dengan Jarvis, dan Sanny dengan Frengky. Kami masih berhubungan sampai sekarang. Aku tidak mau melepaskan mereka hingga akhir hidupku.
And, I Love You, My Lovely Best Friends, My Husband, My Everting?

Cerpen Karangan: Cindy Flowencya
Facebook: Cindy Flowencya
Hi, Guys!
Ini cerpenku ku buat dengan sedikit campuran di dunia nyata.Cuma namanya diubah gitu. Sorry klo cerpennya nggak bagus. Semoga menghibur ^^

Cerpen Always Together merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Friendship Story

Oleh:
Hari ini hari pertamaku masuk sekolah baru, aku baru saja pindah dari Jambi ke Jogja, karena ayahku dipindahtugaskan. Aku masih mengulat di atas kasurku, rasanya masih malas untuk bangun,

Janjiku!

Oleh:
Namanya Putri, dia anak kedua dalam keluarganya. Pagi ini Putri bergegas menyiapkan diri untuk berlibur ke Yogyakarta bersama kawan-kawannya. “Pak nanti jemput teman-temanku dulu ya?” ucap Putri kepada sopirnya.

The Meeting

Oleh:
Hmm… Kota Malang. Kota dingin yang menyajikan sejuta keindahan. Kota pelajar yang tak jarang mengundang romantisme para insan manusia di dalamnya, tak terkecuali diriku. Ya, Malang memang menjadi saksi

Deadline

Oleh:
Secercah cahaya kehidupan, Terpancar melewati persegi napas, Menyinari awal kehidupan, Tersenyum menyapa Mata Cinta terbuka dan ia hanya melihat sekeliling dalam sepi. Mengucek-ngucek mata dan meraba sekeliling kasurnya mencari

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *