Anak Baru Sahabatku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Perpisahan, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 11 December 2017

Selamat pagi dunia, aku sangat bahagia karena ini pertama masuk sekolah SMA setelah libur panjang semester 1, semuanya tampak sama, kecuali salah satu dari seorang murid yang duduk di bangku itu. Aku tidak mengenalnya entah siapa dia? Aku berfikir apakah laki laki itu salah masuk kelas atau bagaimana? Terlihat ia duduk sendiri di pojok kelasku, aku mencoba menghampirinya tapi bel tanda masuk telah berbunyi, guru MTK yang kebetulan, ini adalah pelajaranya tapi nampak anak itu tidak pergi. Malah duduk di samping bangku kosong yang tidak ada pemiliknya, karena sudah pindah sekolah.

Huh aku terus memandanginya dengan heran mataku tak terlepas darinya, tiba-tiba saja wali kelasku Bu Mira datang dan masuk, ternyata anak tadi yang kupandangi itu adalah anak baru namanya Riski Ananda, ibu Mira ternyata datang untuk memperkenalkanya ia pindahan dari jakarta dan perasaanku yang tadinya heran telah hilang.

Bel istirahat pun berbunyi aku hanya diam di kelas belajar dan belajar hanya sesekali saja aku keluar kelas. Kulihat anak baru tadi, juga tidak keluar kelas dia hanya diam sendiri aku coba menghampirinya.

“hay nama aku aniska kenapa kamu tidak ke luar kelas?”
“hay saya kan murid baru jadi belum ada teman.”
“kalau begitu saja juga kan bisa jadi temanmu.”
“ya terima kasih Aniska.”

Sejak perkenalan itu aku dan dia menjadi sahabat. Dan ia selalu menghampiri saya sambil mengagetkan karena saya selalu duduk sendiri.
Tapi setelah itu saya dibuat tertawa dengan tingkah lakunya, yang sangat aneh sekali kadang ia menggunakan topeng, tapi, aku senang bisa bersahabat denganya.

Karena dia saya tidak sendiri lagi, tapi kadang dia sangat menyebalkan dia selalu menganggu saya. seperti tidak ada kerjaan lain lagi. Tapi walau jahil anaknya pintar nilanya selalu 100 saya saja kalah sama dia, padahal saya setiap hari belajar, sedangkan dia sepertinya jarang belajar, karena saya saja tidak pernah melihatnya sekali saja belajar. Bahkan saya pernah bertanya kepada dia.
“ki, kamu itu belajarnya kapan coba!! Tu saya gak pernah liat kamu belajar?.”
“saya kan bisa nebak mana jawaban yang benar haha”
“lah aneh saja, kamu ini, saya ini serius kasih dulu resepnya.”
“Aniska resepnya adalah 2x sehari 1 sendok makan, hahaha”
“Bercanda saya itu bercanda kok tapi cuma malam saja, kamu saja gak pernah tau huu?”

Semenjak saat itu saya tidak pernah heran lagi, sebentar lagi mit nih, lalu saya mengajak riski belajar bareng tapi saya selalu lupa untuk mengajak Riski, yang saya ingat hanya makan makan dan makan, hahaha, bercanda. Sebenarnya Riski yang selalu gak ada waktu. karena dia terlalu aktif ikut eskul paskibra, basket dan band, makanya dia selalu belajar malam.

Tapi tiba-tiba entah ada angin apa dia ngajak ke tempat-tempat yang sebelumya tidak pernah saya ke sana.
Sumpah sangat seru!! Dunia saya jadi fantastis benar-benar berbeda berubah 180 derajat dari yang dulu saya hanya diam di rumah, dan jarang tertawa.
Tapi karena saya bersahabat dengan Riski saya sangat senang.

Tapi tiba-tiba saja pas pulang ia memberi surat ke saya. Huh, saya pikir amplop itu kosong, setelah ia pulang saya masuk ke kamar dan membaca surat dari riski.

Dear Aniska
Hay sahabatku yang paling gokil, maaf ya kalo saya selalu tidak ada waktu untuk belajar bareng sama kamu, tapi saya hari ini berusaha untuk bisa main bareng sama kamu, seharian ini kita main bareng, sehingga tanpa kamu sadari saya harus pergi saya harus pulang ke jakarta karena tugas orangtua saya di lampung sudah selesai, lalu terima kasih ya sahabatku, telah mau bersahabat dengan diriku yang sangat aneh, tapi, andai saja orangtua saya itu tidak pulang ke jakarta pasti saya berharap bisa lama di sini.
Apalagi ada kamu, mungkin terlalu cepat tapi kisah dan kenangan kita selalu kusimpan dalam memoriku, terimakasih sahabat atas waktu singkatnya, untukku itu adalah perpisahan yang termanis besok ku harus berangkat ke bandara. Dan di amplop itu ada kalung, kalung itu hadiah untuk kamu agar kamu ingat kepadaku sahabat, terima kasih sahabatku.

Dari sahabatmu
Riski Ananda

Setelah membacanya aku sangat sedih, tapi mau bagaimana lagi aku kembali menjalani kehidupanku, yang dulu yang di rumah, belajar, sendirian dan jarang tertawa. Hanya kalung ini membuatku merasa kau selalu di sampingku.

Cerpen Karangan: Aniska Legia
Facebook: Aniska Legia
Nama aniska legia
Sma n 1 gunung sugih
Tempat tanggal lahir 28 febuari 2002
Anak pertama.
Bercita-cita menjadi dokter amin.

Cerpen Anak Baru Sahabatku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Salah Paham

Oleh:
Pada suatu hari, hiduplah seekor Kelinci di suatu taman. Ia hidup bersama-sama dengan Kucing, Kucing adalah sahabatnya yang sangat setia. “Mengapa aku sering terkena penyakit seperti ini?” Ucap si

Gadis Berkursi Roda (Part 1)

Oleh:
Gadis itu tengah duduk di kursi rodanya, ia berada di pinggir lapangan basket. Rupanya ia tengah melihat teman-temannya yang sedang basket kebetulan saat itu adalah jam olahraga. Sesekali gadis

Bukan Rio Tapi Sureno

Oleh:
— Rissya P.O.V — “KYAAAA… Kak Rio! Jangan gangguin gue mulu bisa kan!” bidik ku pada sosok kakak kelas yang setiap hari membuat mood-ku turun. “gak bisa deh! Bisa

Why

Oleh:
Aku menghempaskan tubuhku perlahan pada ranjang empukku ini. Aku tersenyum saat mengingat mengapa aku dan temanku ini bisa menjadi seperti ini? Tak pernah terbayangkan olehku bisa menjadi sedekat ini

Sahabat

Oleh:
Adit adalah anak tunggal dari seorang pengusaha di Surabaya, Ibunya pun buka usaha butik, karena terlau sibuk mengurus usaha dari masing-masing oarang tuanya tsb, maka intensitas pertemuan Adit dgn

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *