Andai Waktu Bisa Kuputar

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Penantian, Cerpen Perpisahan, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 13 January 2018

Dan jika waktu dapat kuputar kembali mungkin aku akan kembali ke masa lalu. Masa lalu dimana aku dan dia masih bersatu, bersama menjalin sebuah persahabatan yang kini telah terhalang oleh jarak.

8 tahun sudah aku dan raka terpisahkan, terpisahkan oleh jarak yang sebenarnya tidak terlalu jauh namun sulit untuk ditempuh. Awalnya biasa namun sekarang rasa itu menjadi luar bisa. Rindu! Ya aku merindukannya. Rindu yang seharusnya tak usah datang menghampiri. Tapi kini ia malah menjamah dan bersemayam di lubuk hati. Andai takdir bisa kuubah dan waktu bisa kuputar kembali aku tak ingin menjadi seperti ini.

Tuhan? Haruskah aku menyalahkanmu atas kepergiannya? Ah tidak, ini bukan salah tuhan. Ini adalah takdir. Memang suka terlintas pikiran-pikiran kotor setiap aku memikirkannya. Memikirkan alasan mengapa aku dan raka harus berpisah. Padahal sudah jelas raka meninggalkanku karena raka harus bertahan hidup di tengah-tengah kondisi yang membuatnya dalam kesulitan. Ayahnya meninggal karena sebuah penyakit kuning yang telah lama diderita, dan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga yang tak berpenghasilan. Dan raka sendiri masih memiliki 1 adik lelaki yang masih bayi. Jadi itu sebabnya dia harus pergi dan pindah rumah.

Raka pindah ke rumah neneknya yang jauh dari rumahku, awalnya dia tak mau untuk pindah karena dia tak mau berpisah denganku. Tapi ibunya terus memaksa hingga ahirnya dia luluh dan mengikuti semua keinginan ibu kesayangannya. Bagai busur panah yang tertancap dalam dada. Rasanya perih, sangat perih ketika hari perpisahan kami datang. Hari dimana 8 tahun yang lalu raka berpamitan denganku untuk pergi meninggalkanku. Mungkin hari itu adalah hari terpahit dalam hidupku. Aku kehilangan seorang sahabat yang sangat-sangat aku cintai. Sahabat yang sedari kecil selalu bersama. Bermain, belajar, makan, berangkat sekolah, bahkan mandi pun sama sama. Ah indahnya masa itu. Tapi sekarang? Yang ada hanya ruang rindu yang selalu menyelimutiku di setiap harinya.

Hidup dalam kesunyian tanpa ada seorang sahabat sangatlah sulit. Walau banyak yang mendekati dan banyak teman yang selalu menghibur namun tetap saja rasanya hampa. Karena orang yang dicintai berada jauh di seberang sana tanpa ada kabar dan komunikasi.

Seperti hari-hari biasa, aku pulang sekolah pada pukul 14.00 wib. Rasanya aku ingin langsung pulang dan tidur saja di rumah. Tapi keinginan hanya sebuah keinginan. Hari ini ada jadwal shooting film pendek bersama kawan-kawanku yang mengikuti ekstrakulikuler jp3 (jurnalis pejuang pena production). Karena aku adalah seorang aktivis yang mengikuti ekskul itu jadi aku wajib ikut berpartisipasi dalam semua kegiatannya. Rasanya sangat melelahkan hari itu. Seharian penuh aku beraktifitas. Tapi aku harus tetap semangat. Karena dengan kesibukanlah aku jadi lupa akan sosok raka yang selalu bersemayam di ruang rindu ini.

Kegiatanku hari ini selesai. Pukul 17:30 wib aku sampai di rumah. Dan setibanya aku di rumah aku dikagetkan oleh ibuku yang bilang bahwa baru saja raka pulang dari rumahku. Hah? Apa aku sedang bermimpi? Setelah 8 tahun dia menghilang. Tadi dia datang ke rumahku, bertemu dengan ibuku, mencariku dan ingin bertemu denganku? Ya tuhan. Bagai bulan terbelah di langit. Aku sempat tak percaya tapi itulah kenyataannya. Dia datang dan mencariku. Tapi tetap saja aku merasa sedih karena tidak bisa bertemu langsung dengan dia.

Ibuku bilang raka telah menunggu dari jam 3 siang tadi. Tapi aku tak kunjung datang makanya dia pulang. Ah raka, tak bisakah kau menunggu sedikit lagi saja kedatanganku? Aku sempat kecewa bahkan marah. tapi kekecewaan dan kemarahan tetap saja kalah dengan rasa rindu yang telah menggebu. Andai waktu bisa kuputar ulang. Aku ingin kembali ke beberapa jam yang lalu. Aku ingin bolos saja dari kegiatanku biar aku bisa bertemu dengan raka. Sahabat kecil yang selalu kutunggu kedatangannya.

Cerpen Karangan: Sinta Nuriyah
Facebook: Sinta Nuriyah

Cerpen Karangan: Sinta Nuriyah
Ttl: Pringsewu, 15 april 2000
Sekolah: SMA Muhammadiyah 1 Pringsewu
Anggota Jurnalis Pejuang Pena Production

Cerpen Andai Waktu Bisa Kuputar merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sendal Reno

Oleh:
Aku bersama Reno dan Budi berjalan menuju mesjid seperti biasa. Ku pakai sarung hitam motif kotak-kotak kesayanganku lengkap dengan peci hitamnya. Tinggal beberapa meter lagi sampai di serambi mesjid,

Pertemuan 5 Sahabat

Oleh:
Suara Adzan Mengalun Indah memanggil hamba Allah untuk menjalankan sebuah kewajiban yaitu sholat subuh. Sejenak Sang surya menampakkan cahaya terangnya. Suara ayam berkokok mengiri kemunculan sang surya. Suasana pagi

Persahabatan yang Indah

Oleh:
Aku mempunyai sahabat yang selalu ada untuk ku, suka duka kami lewati bersama sama. Pernah suatu hari aku dan sahabat ku bertengkar hanya gara gara masalah yang kuanggap sepele,

Pemusik Jalan dan Pria Hujan

Oleh:
Hujan makin riuh, deras dan membasahi hampir seantero kota, sesekali terdengar gemuruh Guntur pertanda langit tengah ribut, seperti sosok yang tengah dihadapi kalut, kalut dalam penantian, ia menunggu di

Happy Birthday Dava

Oleh:
Dava dan Bundanya sedang berbelanja untuk persiapan ulang tahun Dava yang ke 14, besok sebuah pesta besar-besaran telah disiapkan oleh Ayah Dava yang seorang konglomerat. Kebetulan Butik tempat mereka

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Andai Waktu Bisa Kuputar”

  1. Ade Em says:

    Hai Kk Sinta Nuriyah. Saya selaku dari Genggong Production ingin mengambil cerita dari skripsi ini, kalp boleh ini saya jadikan sebuah film yang begitu mengesankan. Saya tidak akan mengcopy cerita ini tanpa seizin kamu. Balas ke Email ademfs78@gmail.com yah . Dear Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *