Animal Inside Cardboard Part 2

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fabel (Hewan), Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 21 December 2012

“Aku hanya ingin bilang sesuatu, bahwa aku masih menyayangimu!”
“Tapi mengapa kau tinggalkan aku, pergi entah kemana!”
“Itu karena kehendak orang tuaku, maafkan aku!”
“Hey kamu mau kemana sekarang!”
“Aku harus pergi lagi”
Setelah itu Ulfah terbangun dan semua ternyata hanya mimpi, entah siapa yang ada dalam mimpinya, dia hanyalah orang yang pernah hadir dimasa lalu Ulfah.

Keesokan harinya seperti biasa, mereka berangkat ke sekolah dengan wajah ceria dan senyuman yang menawan. Sepulang sekolah mereka merencanakan sesuatu, sesuatu yang amat penting, yang hanya diketahui mereka berdua saja, bahkan teman binatang dan tumbuhan mereka tidak tahu.
“Kak, aku punya ide yang menakjubkan, tapi ide ini juga mengerikan!”
“Apa itu?, kepo deh!”
“Ih kakak, makin alay!, ehm..aku pingin menghidupkan binatang yang telah punah!”
“Apa kamu sudah gila, caranya bagaimana?” Ulfah mengucapkan dengan kaget dan marah
“Kakak jangan gitu, ini kan juga bisa mengubah ekosistem menjadi lebih baik!”
“Iya, tapi ga’ gitu juga, apa kamu mau ngehidupin T-REX, apa kamu mau dimakan dia?”
“ya ga’ maulah kak, lagian kan aku ga’ ingin menghidupkan T-REX!”
“Lalu apa?”
“Dodo Bird, Tasmanian Tiger, Galapagos Turtle, Mammoth!, apa kakak ga’ mau menghidupkan binatang kak?, kakak juga bisa kok menghidupkan binatang-binatang yang ingin kakak lestarikan lagi!”
“Iya, tapi gimana caranya?”
“Ya, aku kemarin tak sengaja bertemu dengan kakek yang memberikan kita topi ajaib itu!”
“Apaaaa, lalu apa yang kamu lakukan dengan dia?”
“Ya kami hanya bercakap-cakap tentang alat yang ada di dalam topi itu, ternyata didalam topi tersebut juga ada mesin waktu dan topi tersebut juga dapat melacak seseorang yang ingin ditemukan keberadaannya hanya dengan pikiran, hebat kan kak?”
“Iya, terus ide kamu buat ngehidupin tuh binatang gimana?”
“Ke masa lalu….”
“TIDAAAAK…..aku tidak mau…!…..itu terlalu berbahaya!” Ulfah kaget..
“Kenapa, aku juga sudah diberitahu sama kakek itu, kalau ada baju yang kuat dengan semua senjata, senjata binatang, dan sebagainya didalam topi tersebut!”
“Lalu cara mengambil semua barang tersebut bagaimana?”
“Ada kata kuncinya…”
“Apa kata kuncinya…?”
“Ada deh, kakak ambil topi itu dulu yah, nanti aku kasih tau kata kuncinya!”
“Nih..sekarang apa kata kuncinya Rio?”
“Kalo mesin waktu dengan memencet tombol tersembunyi yang ada di atas topi, sedangkan baju itu dengan mengucapkan kata ‘Keluarlah barang yang kuinginkan’, tapi harus punya keinginan mengenai barang tersebut kak!”
“Kalau melacak orang?”
“Memang kakak mau melacak siapa?”
“Sudahlah, cepat beritahu!”
“Putar topi itu tiga kali dilantai, nanti keluar alatnya!”
“Kakak coba ya?”
“Terserah kakak, aku mau bermain dengan sahabat binatang dan tumbuhanku”
“Cepat sana!, jangan ganggu aku ya?”
“Siiiiiiaaaaaap!”
Segera Rio keluar kamar dengan membawa sepiring biskuit yang telah tersedia sedari tadi di meja belajarnya, sedangkan Ulfah masih bingung cara memutarnya bagaimana, tapi setelah mencoba sekitar 5x akhirnya berhasil dan.
“Horey, berhasil, sekarang waktunya untuk melacak orang yang dalam mimpiku!, semoga saja dia dekat dengan wilayahku, agar aku bisa bertemu dia lagi, aku kangen dengan dia!”
Selang waktu tak berapa lama, keluarlah alat dari bawah topi, alat itu sunggu aneh, Ulfah pun tak mengerti, tapi untunglah ada sebuah tombol yang menunjukkan cara menggunakan alat tersebut. Ulfah langsung memencet tombol itu dan membaca dari awal hingga akhir, cukup banyak panduannya, tapi akhirnya dia selesai membaca. Ulfah memakai semacam earphone yang terhubung dengan mesin itu, Ulfah memencet tombol-tombol yang ada di mesin tersebut.
“Tut….trut….tut….” Suara mesin itu saat Ulfah selesai memencet tombol
Ternyata letak orang tersebut sangat jauh, dia berada dinegara lain, dan Negara tersebut jauh dengan Negara Ulfah. Ulfah langsung menangis setelah mendengar bahwa dia berada sangat jauh.

Sepuluh tahun berlalu, Ulfah menjadi seorang pengusaha sukses serta menjadi Presiden Indonesia yang ke 13, dia memperbaiki semuanya, dan provinsi telah menjadi 42, sungguh hebat, dia mengutamakan semuanya tentang alam dan ekosistem, serta kenyamanan penduduknya, tapi dia juga tidak melupakan para binatang dan tumbuhan kesayangannya. Sedangkan Rio menjadi seorang professor ternama dunia, dia mampu menciptakan spesies baru dengan mengawinkan binatang satu keluarga secara berulang-ulang, dan tak lupa dia juga tak melupakan binatang kesayangannya.
Suatu hari Ulfah berkunjung ke sebuah desa, kira-kira di Provinsi Malang (Malang menjadi provinsi baru), entah apa yang ingin dia lakukan disana, mungkin ingin mengecek warga yang ada disana, dia pergi ke pelosok demi pelosok desa, dan dia berhenti sisebuah rumah kecil mungil berdinding kayu yang amat sangat rapuh, dan ditemukannya didalam seorang perempuan yang sebaya dengan dirinya sedang duduk sambil meminum segelas air putih, kagetnya Ulfah.
“Nilnaaaaaaaa….aku rindu sekali dengan kau….kemana saja kau selama ini….aku mencarimu kemana-mana!”
“Oh…Ulfah teman lamaku…aku tak bisa mencarimu maaf…karena inilah aku…hidup dalam kesederhanaan!”
“Tak apa, sekarang ikutlah denganku!”
“Mau kemana Ulfah?”
“Sudahlah…”
Nilna sangat kaget kalau Ulfah punya mobil, dia terpanah melihatnya. Mereka masuk dan melanjutkan perjalanan, mengajak Nilna jalan-jalan, berwisata, serta makan-makan direstaurant mewah.

Setelah mereka selesai, mereka kembali ke “Istana Indonesia” tempat Ulfah untuk mengurus rakyatnya, begitu Ulfah turun dari mobil dan melewati karpet merah yang berbinar-binar, terlontar dari mulut orang yang bekerja disana “Selamat Sore Bu” dan Ulfah menjawab “Selamat sore juga, kerja yang baik ya!” serta dengan senyuman yang amat sangat lembut, sedangkan Nilna hanya terpelongo dan noleh kesana-kemari tak tahu apa yang terjadi, setelah Ulfah dan Nilna sampai ruangan khusus presiden, barulah Nilna berani bertanya.
“Ulfah, inikan gedung presiden, mau ngapain kau disini, kenapa dari jajaran foto presiden di dinding, ada foto kamu!” Nilna bertanya dengan amat ragu dan gagap
“Kau tidak tahu siapa aku?”
“Tidak..”
“Jangan kaget ya sahabatku, aku seorang Presiden, dan sudah 1 minggu yang lalu wakilku mengundurkan diri, entah apa alasannya, sebab itu aku mencarimu, untuk menjadikanmu seorang wakil presiden..”
“Aap..ap..aappa kamu tidak salah memilihku?” Nilna menjawab dengan amat sangat kaget
“Tentu saja tidak, 1 minggu kedepan kamu akan melewati masa pelantikan dengan MPR, dan setelah satu minggu itu kamu akan resmi menjadi wakil presin!”
“Ulfah,,terima kasih,,ini sudah impianku!”
“Iya, ini impian kita buka? , dulu waktu kita kecil kita merencakan untuk membangun Negara Indonesia menjadi lebih baik!”
“Iya Ulfah,,iya,,nanti dan seterusnya kita harus membangun Indonesia menjadi lebih baik lagi!” Sembari menjawab Nilna menitihkan air matanya
Pembicaraan berlangsung lama dan tiba-tiba ada yang mengetuk pintu, dan Ulfah mempersilahkan masuk.
“Eh Rio, ada apa kemari?” kata Ulfah dengan senyuman manis dibibirnya
“Ini kak, aku mau membawa peliharaan kita, mereka ingin bertemu sama kakak!, Eh itu siapa kak?
Dan Nilna pun menoleh..
“Kak Nilnaaa!” Rio kaget dan sembari berlari dan memeluk Nilna
“Rio, udah gede ya sekarang, udah pinter, baju berseragam professor sama kayak cita-cita kamu!” Nilna menjawab dengan amat rapuh dan mengacak-acak rambut Rio yang rapi
“Iya kakak…”
Perbincangan kembali terjadi dan tiba-tiba binatang dan tumbuhan yang berada didalam kardus yang dibawa Rio keluar karena sempat terjatuh akibat Rio ingin memeluk Nilna
“Ih kak Rio ini gimana sih, masak kita dijatuhin begitu aja, uhhhh!” ucap Lewis (nama salah satu anjing Siberian husky)
“Iya nih kok bisa sih, huft” gemuruh Truty
“Sudahlah teman-teman, kalian lihat kak Rio sedang berpelukan dengan seseorang, itu menandakan kak Rio sedang kangen sama orang yang dia peluk itu” celoteh Nina (nama salah satu anjing dalmation)
“Tapi aku sakit tau, apalagi aku tadi sekardus sama si Tinu, uh sakit badanku ketiban dia, huuuffft” celoteh Raiby kepada Tinu (Raiby nama salah satu kelinci angora)
“Hehehehe, kan tubuhku enteng Raiby!” ucap Tinu sambil tertawa (Tinu nama salah satu kura-kura)
Dan tiba-tiba Nilna tersontak kaget.
“Eh, apaan ini, kok binatang-binatang ini bisa bicara?”
“Ini peliharaan kami Nilna, ceritanya panjang, tentang mereka, dan kita berdualah yang membuat mereka semua ini bisa bicara!” Ulfah menjelaskan
“Eh, tapi mengejutkan tau, apa orang-orang ada yang tahu ini?”
“Tidak Nilna, hanya aku, Rio serta mereka saja, sekarang ditambah kamu, tapi aku ingin kamu untuk menjaga rahasia ini!” Ulfah amat sangat meminta
“Eh, baiklah kalau begitu!”
“Apa kakak punya peliharaan, kita bisa membuat peliharaan kakak bisa berbicara seperti mereka!” Rio bertanya
“Ehm, dulu aku punya, tapi sekarang mereka pergi entah dimana, disaat pagi hari aku melepaskannya seperti biasa dan biasanya sorenya dia kembali, tapi sore itu dia tidak kembali, sudah 2 bulan yang lalu kejadian ini terjadi!”
“Memang apa peliharaan kakak?”
“Peliharaanku seekor burung hantu berwarna putih dan sepasang berang-berang!”
“Eh, kok aneh gitu peliharaanmu Nilna, dapat darimana kamu?” Ulfah tersontak kaget
“Saat aku mencari kayu bakar dihutan, aku menemukan mereka sakit dan terluka, kadi aku membawanya pulang dan merawat mereka!”
“Ow, begitu, siapa nama mereka kak Nilna?”
“Nama burung hantu itu Wick dan dua berang-berang itu Dera dan Cevi!”
“Emm, mungkin kita bisa membantu kakak?”
“Iya, tapi apa kamu tau caranya?”
“Itu semua gampang Nilna!” Ulfah meremehkan
“Gampang?? gampang apanya?” Nilna kaget
“Hanya dengan topi kotor ini kita dapat mencarinya?” Ulfah berkata sembari mengambil topi dari dalam tasnya!”
“Hah, apa kau sudah gila, itu kan hanya topi, bagaimana bisa kita mencarinya?” Nilna sangat kaget mendengar perkataan Ulfah sambil melotot kea rah topi kotor itu
“Kamu belum tahu cara kerja topi ini!” Ulfah berkata dengan menggali sesuatu didalam topi itu
“Eh, apa yang sedang kamu lakukan?” Nilna masih kaget
“Tidak apa-apa… ini baju untukmu!” Ulfah mengambil beberapa baju yang cukup mewah dari dalam topi itu untuk Nilna
“Hah, bagaimana bisa topi mengeluarkan baju!” Nilna masih kaget
“Aku juga tidak tau kak, sejak kita kecil kita sudah memilikinya, dan ini pemberian seorang kakek pengemis yang katanya seorang professor dari masa depan!” Rio mencoba menjelaskan
“Hah, emm, aku tidak tau dan aku masih bingung tentang kejadian aneh ini, dari binatang dan topi itu!”
“Tenang sajalah Nilna, sebentar Nilna!” Ulfah menggali lagi sesuatu didalam topi itu
“Mau ambil apalagi kau Ulfah?”
“Ini…” Sembari menunjukan sebuah alat mirip video game
“Apa itu?”
“Ini adalah alat pelacak Nilna, dengan ini kita dapat mencari apa pun, dari benda, mahkluk hidup, dan lain-lain”
“Hah, apakah aku boleh menggunakannya untuk mencari Wick, Dera dan Cevi?”
“Tentu saja boleh Nilna!” Sembari memberikan alat itu ke Nilna dan Mencubit Pipi Nilna
Rio dan Ulfah bercakap-cakap untuk membuat mesin waktu, sementara Nilna masih bingung dan sibuk menggunakan mesin pelacak tersebut.

“Wah, wah, wah, aku berhasil!”
Tiba-tiba Nilna berteriak, dengan kagetnya Rio dan Nilna menoleh untuk melihat apa yang terjadi.

~To Be Continued~

Cerpen Karangan: Fanny Egi Sanjaya
Facebook: Egi Mencintai Dirimu
Twitter : @Egi_Sanjaya56
Alamat : Jln. Laban Wetan Rt.19 Rw.06, Menganti, Gresik

Cerpen Animal Inside Cardboard Part 2 merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Biarkan Berlalu, Oke!

Oleh:
“Titik..” sapa ku dengan mengetuk pintu “iya bentar, lagi rapihin buku..” “oke, cepat yah gue tunggu di depan” Assalammualaikum, perkenalkan nama ku Mirna nama lengkap ku Mirna Rosiani aku

Janji Dua Puluh Desember

Oleh:
“Pagi, Dina. Udah siap belum?” sapa seseorang di luar sana. Dina sudah sangat kenal suara itu. Siapa lagi yang selalu melontarkan pertanyaan yang sama setiap paginya kalau bukan Reza,

Tasya My Best Friend

Oleh:
Hujan turun dengan deras, rasanya tak ada yang menyapaku dari luar sana, sepi banget “marsya kamu sudah mandi sayang” kata mama memangilku “udah ma” jawabku sedikit berteriak. Pagi pagi

Kenangan Terindah Bersama Mu

Oleh:
Hari-hari ku begitu bermakna saat aku melewatinya bersama sahabat-sahabat yang ku sayangi. setiap hari aku selalu menghabiskan waktu bersama mereka. Besok adalah hari pertama liburan semester, kira-kira liburan ini

First Love n’ Forever

Oleh:
Hai teman, namaku geanysa. sekarang aku kelas 11 di SMA harapan bangsa, kalian percaya nggak kalau cinta pertama tuh susah dilupain. Menurutku tergantung kitanya aja, kalau kita masih mempunyai

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *