Apa Adanya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 15 April 2016

“Seger banget mandi pagi-pagi begini,” kata Tami. Hari ini hari minggu. Seharusnya hari ini dia gereja. Tapi anak kelas 5 SD di gerejanya sedang pergi berwisata kebaktian padang. Sedangkan Tami duduk di kelas 6. “Main ke rumah Egi ah. Kerjain pr bareng dia. Dia kan pinter,”
“Eh ajak Diva juga deh sama Yama,” Lalu Tami mengambil telepon genggamnya. “Halo,” kata Tami memulai pembicaraan.
“Iya halo. Ada apa Tam?” kata Diva dalam telepon.
“Mau main ke rumah Egi gak?” tanya Tami.
“Boleh. Kumpul jam berapa?” tanya Diva.
“Ini aku mau jalan. Aku tunggu ya,” kata Tami.
“Oke sip,” jawab Diva mengakhiri pembicaraan.

Tami kembali mengambil telepon genggamnya. Kali ini dia ingin menelepon Yama.
“Halo Yama,” kata Tami memulai pembicaraannya.
“Iya Tam. Ada apa? tumben nelepon,” jawab Yama.
“Aku mau ke rumah Egi mau ikut gak?” kata Tami.
“Sorry deh. Aku malas ikut kayak gituan. Aku sih mau les renang dan balet,” jawab Yama dengan sombong.
“Les? Setahu aku kamu gak pernah ikut les,” kata Tami bingung.

Menurut Tami Yama anak yang sombong. Mentang–mentang dia anak orang kaya dia jadi suka mengumbar harta kekayaannya. Tami ingat waktu itu Yama berkata bahwa liburan kenaikan kelas kali ini dia diajak tantenya yang bekerja di Belanda untuk pergi berlibur bersama. Tami juga ingat ternyata dia tidak jadi pergi karena tantenya sedang melahirkan. Bukan hanya Tami yang kesal pada Yama teman yang lain juga kesal pada Yama karena terlalu sombong.

“Halo kok bengong?” kata Yama menyadarkan Tami dari lamunannya.
“Eh iya lupa,” jawab Tami.
“Ya udah ya. Oh iya aku mau ngasih tahu kamu aku pake hp baru sekarang,” pamer Yama.
“Oh ya. Merek apa?” lagi-lagi Yama pamer pikirnya.
“Iya. Merek Samsung Galaxy S5 yang anti air dan debu itu loh,” kata Yama.
“Keren banget itu kan mahal hp-nya,” kata Tami tak percaya. Samsung Galaxy S5 adalah hp terkenal bermerek mahal.
“Iya aku beli Rp.8.000.000,” kata Yama sombong.
“Hebat kamu,” puji Tami.
“Udah ya. Bye,” Yama langsung menutup pembicaraan.
“Yama memang suka pamer. Ih jadi makin sebal,” kata Tami sebal. Lalu Tami langsung pergi ke rumah Egi. Tidak lupa dia membawa buku yang ingin dipelajari. Sesampainya di rumah Egi ternyata Diva sudah sampai duluan.

“Dasar Tokyoto Metami Risauza kerjanya telat terus,” kata Diva dan Egi hampir bersamaan.
“Sorry Guys,” kata Tami sambil tersenyum kecil. Selesai mengerjakan pr mereka bermain. Bosan bermain mereka ingin bermain ke rumah Yama yang besar. Mereka penasaran. Lalu mereka menelepon Yama. “Halo Yama ini Egi,” kata Egi.
“Iya Egi ada apa?” jawab Yama ketus.
“Jangan marah dong,” jawab Egi karena tahu nada bicara Yama seperti tidak senang.
“Aku lagi les tahu. Jangan diganggu dong,” jawab Yama.
“Kita cuma mau tanya,” kata Egi.
“Tanya apa cepetan?” jawab Yama.
“Alamat rumah kamu di mana sih?” tanya Egi.
“Emangnya ada apa?” jawab Yama keberatan.
“Kita mau main ke sana,” jawab Egi dalam telepon.
“Eh itu sorry gurunya udah datang bye muach,”
Tung… tuut. Belum sempat Egi selesai bicara teleponnya sudah dimatikan oleh Yama.

“Ah udah dimatikan,” seru Egi.
“Ya sudahlah gak apa-apa kita main di sini aja,” jawab Tami menenangkan.
“Oke deh,” kata Diva.
“Kita mau main apa nih?” tanya Diva kebingungan.
“Main tebak-tebakan aja yuk,” jawab Egi.
“Oke kita pakai skor ya,” jawab Diva.
“Iya kita tanya bergilir. Dari aku ke Egi habis itu ke Diva,” jelas Tami.
“Setuju gak?” tanya Tami lagi.
“Setujuuuu,” Jawab Diva dan Egi bersamaan.

Hampir satu jam mereka bermain tebak-tebakan. Setelah bosan mereka jalan-jalan ke luar. Mereka jalan-jalan dari mulai ke taman ke kantor ayah Egi bermain komputer, ke sungai untuk memancing, ke kolam ikan. Entah sudah berapa taman yang mereka lewati. Di sela perjalanan mereka berhenti untuk makan. Kadang mereka juga bercanda dan tertawa bersama. Sungguh suasana yang menyenangkan. Tiba-tiba terlihat satu pemandangan yang sangat aneh. Mereka melihat Yama ke luar dari sebuah rumah yang sangat besar dan memakai baju lusuh menyapu jalanan yang berdebu. Dengan rambut diikat satu ada bayangan yang jauh berbeda dari Yama yang selama ini mereka dengar.

“Loh itu kan Yama ngapain si anak sombong itu di situ?” kata Egi kesal.
“Hush Egi gak boleh ngomong gitu tapi kira-kira dia ngapain di situ ya? Samperin yuk,” seru Tami.
“Yama lagi apa kamu di sini katanya kamu les?” tanya Tami. Yama menoleh.
“Hah?” kata Yama kaget.
“Kalian lagi ngapain di sini?” kata Yama lagi.
“Kami lagi jalan-jalan. Kamu sendiri lagi ngapain di sini. Kok dandananmu buruk sekali?” kata Egi mengejek.
“Hush,” kata Tami mengingatkan. Mendengar kata-kata Egi Yama jadi malu sekali. Dia pun berlari ke rumah besar tadi. Diva, Tami, dan Egi jadi terbengong-bengong. Mereka bingung. Apa yang sebenarnya terjadi? Sungguh membingungkan.

Esoknya di sekolah Tami menanyakan soal kejadian kemarin. “Apa sih yang sebenarnya terjadi?” tanya Tami.
“Jadi gini Tam Kamu jangan bilang siapa-siapa ya,” kata Yama.
“Iya aku janji,” kata Tami meyakinkan.
“Sebenarnya aku ini anak pembantu,” kata Yama sambil tertunduk malu.
“Ah gak mungkin,” kata Tami tak percaya.
“Iya,” kata Yama meyakinkan.
“Lalu hp yang biasa ini kamu pakai hp siapa?” tanya Tami.
“Itu hape majikanku. Dan yang kemarin datang bukan guru lesku aku gak pernah les di mana pun itu majikanku karena aku pakai secara diam-diam tanpa sepengetahuannya,” jelas Yama. Di sini Tami bisa melihat bahwa Yama tak seburuk di pikirannya.

“Kok kamu gak pernah bilang dari dulu?” tanya Tami keheranan.
“Aku malu Tam,” jawabnya singkat.
“Aku senang kamu mengakuinya. Jujur aku justru lebih suka dengan teman yang apa adanya aku. Cuma perlu kesetiannya dalam berteman,” jelas Tami.
“Makasih Tam kamu memang sahabatku yang paling baik,” kata Yama senang. Setelah kejadian itu Yama menjadi teman baik Tami. Dan Tami mengganti nama Yama di kontaknya menjadi “Temanku yang apa adanya.”

Cerpen Karangan: Fanny Yolan Tamba
Facebook: Fanny Yotam
Lahir 01 Oktober 2002. Sekolah di SMPN 3 Medan.

Cerpen Apa Adanya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sepatu Impian

Oleh:
Di pagi hari yang cerah ini, Dinda berniat untuk pergi ke sekolah. Terlihat ada kotak yang berbentuk persegi panjang di atas meja belajarnya. “Wah… Ini apaan ya? Aku buka

You (Part 1)

Oleh:
“Konichiwa!!! I am Chila Ozora Shibuki. Please call me Ozora. I am form Japan – Tokyo. Nice too meet you!” Ucapku. Aku memang baru pindah ke Indonesia. Rambutku panjang

Aku Menyusulmu Sahabat

Oleh:
Dear my best friend, Nayla Nay, mungkin kamu sudah melupakan aku yang sudah menjadi sahabatmu. Tapi aku tidak akan pernah melupakan kamu, sahabat. Aku tau, dengan kehadiranku disini, hanya

Jendela Kesayangan

Oleh:
Cuaca malam ini begitu tak mendukung. Bukan lagi gerimis, derasnya hujan disertai suara dari cahaya-cahaya yang menghiasi langit malam begitu menggelegar, membuat tubuh semakin gemetar. Sayup-sayup terdengar suara hentakan

4 Serangkai

Oleh:
Disuatu ketika, disebuah sekolah SMP yang indah nan megah, tahun ajaran baru dimulai, banyak orang tua yang mendaftarkan anaknya untuk bersekolah disekolah tersebut. Beberapa hari setelah pendaftaran waktu mospun

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *