Apakah Semua Masih Bisa Seperti Dulu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 26 July 2016

Kata orang masa putih abu-abu itu adalah masa-masa menyenangkan dimana kita sudah mulai bisa belajar kedewasaan. Cerita ini kuawali sewaktu aku duduk di bangku SMA. Disini aku mulai mengenal perasahabatan yang sebenarnya, ceria dan suramnya kehidupan.

Ketika awal ku duduk di bangku SMA, aku belum mengenal siapa mereka? Teman-teman yang pada akhirnya kujumpai setiap hari dalam kelas. Awalnya aku santai saja waktu pertama kali sekolah tapi di hari itu juga aku mulai kesal dengan salah satu temanku, mungkin karena belum saling kenal kali ya? Tapi awalnya itu dia nyebelin banget waktu kami sama-sama disuruh cari tugas di hp berhubung belum ada buku kan, kebetulan juga dia bawa hp ya mau gak mau lihat ke dia, namanya windi.
“Enak kali kalian liat gitu aja, kami susah-susah carinya” dia bilang gitu siapa coba yang gak kesel dan gak sakit hati? Mulai dari situ aku membenci dan tak suka padanya.

Hari demi hari kulalui bersama teman-teman baruku ini, setelah beberapa bulan aku mulai dekat dengan orang seseorang ya kalau boleh dibilang teman baik lah namanya NUR dan BN (agak aneh namanya cuman 2 huruf tapi ya itulah pemberian orangtuanya) dan nama ku Rati. Mereka ini teman baikku, asal ada tugas kami selalu bahu menbahu, terakhir yang kuingat ada tugas geografi 100 soal aku mengatakan “tugasnya kita bagi tiga ya?”
Oke itulah jawaban mereka, memang kami tu ibarat badan dan baju yang gak bisa lepas.

Setelah beberapa bulan pula aku mulai mengenal nama dan sifat-sifat temanku ini ya salah satunya si windi orang yang kubenci waktu awal masuk sekolah semakin lama kukenal dia ternyata dia tak seburuk bayanganku bahkan sekarang kami pun dekat bagaikan saudara (hahahaha) karena ternyata dia orangnya baik, care, termasuk mamanya. Tapi mungkin pelangi tak mungkin muncul terus ia pasti akan hilang begitu pula dengan persahabatan kami, hari yang berubah menjadi tahun tanpa kami sadari dan sekarang kami harus berpisah kami harus menentukan jurusan yang akan kami bawa ke masa depan dan apakah kami masih bisa sedekat ini lagi esok? Apakah kami bisa saling tertawa bersama lagi? Mungkin bisa atau tidak itulah yang terbaik buat kita semua. Inilah hal yang akan kita lewati di setiap ada pertemuan pasti kan ada pula perpisahan. Semoga kita bisa berjuang bersama di hari esok hari dimana kita akan bertempur di depan kertas.

Cerpen Karangan: Rati Rahayu
Facebook: Rati Rahayu
Cerpen ini buat kalian semua terutama kelas X.7 kita bisaa

Cerpen Apakah Semua Masih Bisa Seperti Dulu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Arigatou My Hero

Oleh:
Tadashi Liem merupakan salah satu siswa laki-laki di SMP Noumorine Jepang. Awalnya Liem adalah anak yang bahagia selayaknya anak-anak lainnya, namun sekarang Liem berubah menjadi pendiam dan sangat tertutup.

Air Mata Persahabatan

Oleh:
Aku menatap langit langit kamarku. Air mataku tidak henti hentinya mengalir. Aku meraih diary yang ada di sampingku. Tulisan tangan di diaryku, semakin buram seburam mataku ini. Aku mengurungkan

Berbeda

Oleh:
Dia masih duduk di bangkunya, padahal ini saatnya istirahat. Tetapi ia sibuk dengan goresan pensil di atas kertas. Buku tebalnya pun ia buka, ia jelajahi rumus yang sesuai dengan

Kapal Senja Terakhir

Oleh:
Aku berlari terus berlari sejauh mungkin bahkan aku tak tahu lagi di mana aku berada, tak seorang pun yang dapat ku temui hanya bayangan hitam yang kian mengejarku, entah

Kembalinya Senyum Yang Hilang (Part 1)

Oleh:
Hari Pertama Memasuki SMA 20 Hari senin, Pukul 06:30. adalah Hari pertama seorang Zahra Agnesia menginjakkan kakinya di SMA 20 Jakarta, sekolah yang memang sudah menjadi tujuan Seorang Zahra

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *