Arti Seorang Sahabat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 13 November 2017

Fitri dan Dewi sudah lama bersahabat, tidak pernah sekalipun mereka bermusuhan ataupun bertengkar. Fitri dan Dewi hanya dibedakan dari segi ekonomi. Fitri adalah anak orang kaya, sedangkan Dewi hanya anak seorang petani, tapi Fitri tidak pernah mengejek Dewi.

Hari-hari berjalan dengan cepat, tidak terasa kini Fitri dan Dewi sudah menjadi dewasa. Fitri berumur kurang lebih 20 tahunan dan Dewi berumur kurang lebih 19 tahun. Tapi sebentar lagi Fitri ultah. Tapi akhir-akhir ini, Fitri sering menjauhi Dewi. Tapi Dewi tak menaruh curiga sedikitpun pada Fitri. “Mungkin Fitri sangat sibuk dengan urusan kuliahnya” kata Dewi dalam hati.

Ulang tahun Fitri tinggal satu hari lagi, Dewi sudah Mempersiapkan sebuah kado untuk Fitri. Hari yang Ditunggu-tunggu Fitri sudah tiba, Fitri menyiapkan pesta untuk merayakan ultahnya yang ke-21. Semua teman-teman Fitri diundang kecuali Dewi, tapi Dewi selalu berpikir positif. “mungkin Fitri sangat sibuk menyiapkan pestanya sehingga dia lupa mengundangku” batin Dewi.

“Bu, Dewi mau ke rumah Fitri dulu ya” kata Dewi “iya sayang, hati hati di jalan ya” kata ibu Dewi. Dewi pun pergi ke rumah Fitri dengan membawa sebuah kado. Sebenarnya hati Dewi berfirasat tidak baik tapi perasaan itu segera ditepisnya.

Sesampainya di rumah Fitri, Dewi melihat Fitri sedang bergembira bersama dengan teman teman kampusnya. Dewi pun masuk mendatangi Fitri dan memeluknya. “selamat ulang tahun Fitri, semoga sehat selalu” kata Dewi sambil memeluk Fitri. “lo, apa-apaan sih, norak banget deh” kata Fitri sambil melepaskan pelukan Dewi. “siapa nih Fit?” tanya Verna, teman kampus Fitri “ini Dewi, teman masa kecil gue” jawab Fitri. “temen? lo kayaknya udah hilang akal deh, coba loe liat dia baik baik, dandanannya aja kayak anak gembel, gak pantes jadi teman lo, usir aja dia” kata Verna. “Fitri ka… kamu tidak akan me.. mengusirku kan?” tanya Dewi dengan berlinang air mata. “pergilah Dewi! pergi sana, dasar anak miskin!” kata Fitri dengan suara lantang. “kau tega melakukan ini sama aku, padahal kau tidak pernah berkata seperti itu padaku sebelumnya” kata Dewi Dengan berlinang air mata. “yaelah, udah miskin, budek lagi, lo gak dengar apa yang dikatakan Fitri, pergi sana lo” Kata Verna. Dewi pun pergi dari rumah Fitri sambil menangis, Dewi tak percaya kalau Fitri yang mengatakan itu.

Setelah kejadian itu Dewi tak pernah Menemui Fitri lagi karena sekarang Fitri sudah pindah rumah.

Seorang wanita muda berhijab turun dari mobilnya bersama dengan suami dan anaknya, pakaiannya begitu mewah dan gayanya sangat modern, dialah Dewi. kini Dewi sudah menikah dengan seorang pengusaha, yang bernama Rio. Rio mau mengambil Dewi sebagai istri karena sifat dan akhlaknya sangat terpuji.

Pernikahan mereka dikaruniai seorang anak perempuan yang bernama Dewi Safitri, dinamakan demikian karena Dewi ingin nama anaknya sama dengan sahabat yang disayanginya, yang sekarang tidak diketahui kabarnya.

Dewi bersama suami dan anaknya kini sedang mendatangi rapat usaha di sebuah cafe favorit. ketika mereka masuk ke cafe itu, mereka sudah ditunggu oleh klien bisnisnya. “Assalammualaikum pak Rian, apa kabar?” sapa Rio. “Waalaikumsalam pak Rio, kabar saya baik, bagaimana dengan kabar anda” tanya pak Rian. “Kabar saya baik, perkenalkan ini istri saya Dewi dan anak saya, Dewi Safitri” kata Rio memperkenalkan Dewi. “Bisa kita mulai rapatnya pak Rio?” tanya pak Rian. “Bisa pak” jawab Rio. Mereka pun memulai rapat.

Ketika rapat selesai, pak Rian pun memesan makanan. Ketika pelayan datang dengan membawa makananan, darah Dewi terasa terhenti. “Betulkah itu Fitri, tapi bagaimana mungkin Fitri jadi pelayan cafe, sedangkan orangtuanya Fitri orang kaya?” berbagai pertanyaan muncul di hati Dewi. Ketika pelayan itu berlalu, Dewi pun mencegatnya dan bertanya “ka.. kau Fitri kan?” tanya Dewi dengan jantung berdebar-debar “iya mbak, kok mbak tau nama saya ya?” tanya pelayan itu yang tak lain Fitri “Fitri apakah kau tidak ingat lagi denganku” tanya Dewi yang hampir menangis. “maaf mbak saya tidak kenal dengan mbak” jawab Fitri “Fitri aku ini teman masa kecilmu, Dewi” kata Dewi “Dewi? ka… kau ini De….. Dewi” Tanya Fitri “Ya, aku adalah Dewi” jawab Dewi “Hiks… Hiks… Dewi maafkan kesalahanku 3 tahun yang lalu, sungguh aku sangat menyesal” Kata Fitri menyesali perbuatannya 3 tahun yang lalu “Hiks… hiks… hiks a.. aku sudah memaafkanmu dari dulu Fitri” kata Dewi dengan sesegukan.

FLASHBACK
Setelah kejadian di pesta ultah Fitri, kelakuan Fitri menjadi sangat buruk karena pengaruh dari teman-temannya. Ketika Fitri pindah rumah orangtua Fitri mengalami kecelakaan dan meninggal, saat itu Fitri bersama teman temannya. Perasaan Fitri menjadi Sedih dan gembira. Sedih karena kedua orang yang disayanginya telah tiada dan gembira karena tidak ada yang mengatur hidupnya lagi.

Setelah orangtua Fitri meninggal, otomatis seluruh aset kekayaan orangtua Fitri jatuh ke tangan Fitri sebagai ahli waris tunggal. Fitri menggunakan harta peninggalan orangtuanya untuk berfoya-foya, sehingga lambat laun harta itu habis tak tersisa, rumah Fitri pun disita, Fitri mencoba meminta bantuan pada teman temannya tapi tidak satupun yang mau menolongnya, hingga Fitri pun mencari lowongan kerja ke cafe tersebut dan akhirnya Fitri diterima bekerja.

“Fitri maukah kau bekerja di perusahaan saya” tanya pak Rian “tapi pak saya tidak punnya pengalaman kerja kantoran” jawab Fitri “tenang saja, nanti kau akan diajari oleh asisten saya, apakah Fitri mau bekerja di perusahaan saya?” tanya pak Rian sekali lagi. “iya pak saya mau” jawab Fitri “Fitri kenalkan ini anakku Dewi Safitri Dan ini Suamiku Rio” kata Dewi “kok ada nama kamu sama nama aku sih?” tanya Fitri “itu karena aku ingin nama anakku campuran dari nama kita” jawab Dewi, Fitri pun memeluk Dewi dengan erat “kau adalah sahabat sejatiku, karena kau kini aku paham apa arti seorang sahabat” kata Fitri.

The End

Amanat: jangan pernah menyia-nyiakan sahabat yang sangat menyayangimu karena itu adalah ciri sahabat sejati.

Cerpen Karangan: Riska Putriyani
Facebook: Riska Putriyani
Hai, Namaku Riska Putriyani. umurku 13 thn, aku bersekolah di SMP Negeri 1 alalak, kelas 7c.
Mudah-mudahan Cerpenku di Publikasikan. Amin….

Cerpen Arti Seorang Sahabat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Yang Mengubah Nasib

Oleh:
At caffee Manggo Six seperti biasa aku menghabiskan malam minggu bersama sahabat-sahabatku. Kami adalah wanita-wanita lajang namun bukanlah gadis-gadis belia, yaa… bisa dikatakan ‘perawan-perawan tua’ Tetapi jangan salah, kami

Ku Ingin Terseyum di Ujung Hidupku

Oleh:
Kenalin aku kirana, aku mahasiswa disebuah universitas, aku mempunyai penyakit kanker menurud dokter aku takkan bisa hidup lama tapi aku tetap berjuang untuk hidup, walau harus menjalani kemo terapi

Apel Merah Untuk Nam

Oleh:
5 tahun telah berlalu semenjak kepergiannya.. Hari ini tepat tanggal 17 Oktober yang selalu aku kenang sebagai hari bersejarah. Ya tepat dimana hari kelahiran sahabat karibku, Samuel Ardi. Aku

Saat Aku Menjadi Aku

Oleh:
“Bu, ini sudah benar?” tanyaku sambil menyerahkan buku berpetak milikku yang masih baru. “Benar, tunggu dulu, ya. Ibu akan memberikan pekerjaan rumah untukmu,” jawab guru matematikaku dengan pandangan tetap

Di Akhir Cerita

Oleh:
Hari itu adalah hari pertama mereka bertemu, mereka bernama Zidan dan Faruq. Zidan merupakan seorang mahasiswa dari Universitas ternama dan bergengsi di kota tempat tinggalnya, sedangkan Faruq merupakan seseorang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Arti Seorang Sahabat”

  1. Nurul Mutmainnah says:

    Keren.. aku suka:). Semoga cerpen-cerpenmu makin keren dan lebih menarik. FIGHTING!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *