Assalamualaikum Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 5 October 2013

Gue Yusuf, baru saja lulus smp dan kini gue lagi mengikuti MOS di sebuah SMA ternama di kota gue. namanya SMA CASANDRA 01. Di sekolah ini, gue ditemenin sama sahabatku dari kecil bernama Aldi.

Hari pertama dan kedua MOS gue gak pernah datang terlambat ke sekolah. Tapi pada hari ini, hari terakhir MOS gue telat
Gue pikir, gue sendiri ternyata ada satu siswa cewek yang terlambat. Singkat cerita gue dan cewek itu dihukum membersihkan taman yang kotor. Saat membersihkan taman itu, gue memberanikan diri berkenalan dengan cewek itu. Cewek ini berjilbab, wajahnya manis, cantik, suaranya halus banget, namanya Cinta.

Karena gue dan Cinta sudah saling mengenal, sepanjang mengerjakan hukuman kita ngobrol. Cewek ini asik, wawasannya luas, yang paling gue suka senyumannya.

Sejak berkenalan waktu itu kita tambah sering ketemu dan ngobrol disaat ada waktu. Setiap kita bertemu atau akan berpisah selalu kita ucapkan Assalamuilaikum… Terkadang kita berempat, gue, cinta dan sahabat kita Aldi dan Nisa. Kedekatan kita berempat sangatlah dekat.

Tak terasa 3 tahun telah berlalu. Ujian tinggal beberapa bulan lagi. Di antara kita berempat gue paling dekat dengan Nisa.

Ujian telah selesai kita semua telah memiliki pandangan akan kemana kita selanjutnya. Hari itu hari santai bagi siswa kelas 3, Gue lagi nunggu ketiga sahabat gue di bawah pohon sambil browsing di internet. Tiba-tiba datang Aldi dan Nisa dengan lari menuju arahku. Mereka seketika menarik tanganku dan membawaku ke dalam mobil. Di dalam mobil mereka bercerita teryata Cinta yang dari awal bertemu gue sudah kagum dengan nya menyimpan perasaan padaku sejak lama.
Dan saat ini dia akan pergi ke Australia bukan hanya pergi untuk melanjutkan sekolahnya tapi juga untuk pergi melupakan perasaannya padaku. Karena dia mengira kedekatanku dengan Nisa dikarenakan gue suka pada Nisa. Padahal gue mendekati Nisa karena ingin tau lebih banyak tentang Cinta sekaligus mencomblangkan Nisa dan Aldi. Dan gue saat ini ingin bertemu dengan Cinta serbelum dia pergi dan mengatakan isi hatiku yang sebenarnya. Tapi di tengah perjalanan kita menuju bandara. Nisa mendapat telpon dari orang tua Cinta. Nisa langsung menyuruh Aldi yang menyetir mobil untuk pergi ke suatu tempat. Dan tempat itu ternyata adalah Rumah sakit.

Di sebuah ruangan terbaringlah Cinta dengan badan penuh luka dan perban. Pernafasannya pun harus dibantu dengan alat bantu pernafasan. Saat kita bertiga mendekati Cinta, terlihat mulut Cinta sedikit bergerak seakan ingin mengatakan sesuatu pada kita bertiga. Dimulai dari Aldi, selanjutnya Nisa dan orang tuanya. Dan terakhir adalah gue.

Wajahku mendekati wajanya, ini kali pertama meliat Cinta dalam jarak yang sedekat ini. Ku lihat mulutnya bergerak-gerak, yang aku dengar dia memintaku untuk terus membantu hubungan Aldi dan Nisa agar langgeng dan menjaga ibunya Cinta, aku diminta untuk berjanji, dan aku mengucapkan janji itu dengan lembut di telinga Cinta. Dan yang terakhir dia bilang bahwa dia mencintaiku, dan mengucapkan Assalamualaikum Yusuf. Tak kusangka itu kalimat terakhir yang aku dengar dari mulutnya. Sosok cewek yang aku jaga kehormatannya sampai aku tak bisa mengatakan cinta padanya kini telah pergi meninggalkanku untuk selamanya.

Untuk Cinta aku janji akan menjaga ibumu dan hubungan cinta sahabat kita. Dan aku juga cinta padamu, semoga kau dapat tempat terindah di sisinya, amien..
Assalamualaikum Cinta

Cerpen Karangan: Artaolivia
Facebook: Arta_olivia[-at-]yahoo.co.id
namaku arta, lewat ini semoga cita-citaku menjadi penulis bisa tercapai.
Amien
Nb. yang ingin berteman ma aku silahkan add di fb ku aja, terimakasih sudah mebacanya,

Cerpen Assalamualaikum Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Perahu Kecil

Oleh:
Syah Kecil berlari menuju sebuah dermaga yang tak beratap. Hari masih pagi. Hujan malam tadi, berhenti mengguyur sejak aurora fajar mulai terang. Angin bertiup halus dan sedikit lembut, namun

Indahnya Mencintaimu

Oleh:
“Woy, Lai! tungguin napa!” sapa Daniar, atau lebih tepatnya Daniar Nandya Syaza. Yang di panggil pun akhirnya menengok, sebut saja Idzni Syauqillah. Ia sedang menenteng banyak barang, itulah kebiasaan

Melepas Adalah Puncak Mencintai

Oleh:
Hidup adalah gerakan dari sebuah lembaran takdir yang tertulis di lauhul mahfudz jauh sebelum kita dilahirkan. Tak terkecuali takdir tentang cinta, tentang manisnya pertemuan atau pahitnya perpisahan. Jika aku

Rapuh (Part 1)

Oleh:
“Hilda tunggu…” Andre mengejar Hilda yang terus berlari menghindar dari Andre. Pada saat yang bersamaan Hujan turun mengguyur kota itu dengan derasnya. Diselingi gemuruh petir yang nyaring dan menggelegar

Salah Paham Berakhir Pahit

Oleh:
Lenna, Gio, Kevin, dan Farel adalah sahabat dari kecil. Sekolah bersama, bermain bersama, dan tumbuh bersama hingga sekarang. Mereka terlihat tak terpisahkan. Wajar, rumah mereka saja bersebelahan. Sedih dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *