Baper

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Lucu (Humor), Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 10 January 2017

Matahari mulai memancarkan sinar dengan semangat-semanganya saat aku -Firda- dan Ira sedang duduk bedua di bawah pohon depan ruang kelas menunggu dosen masuk. Aku melirik jam tanganku yang sudah menunjukkan pukul 09.55 pagi.
“Masih lima menit lagi,” gumamku.

Ira sendiri yang duduk di hadapanku, sedang sibuk dengan Smartphonenya. Tak lama kemudian, orang yang kami tunggu pun datang. Tunggu! Yang aku maksud bukan dosen loh, ya. Tapi itu Syifa, teman sekelas kami. Et… bentar. Aku lupa, sepertinya ada yang berbeda dari temanku satu itu. Lihat saja, langkahnya gontai dan muka kusut begitu, biasanya dia anak yang paling heboh di kelas.
Apa mungkin dia sedang patah hati?
Hmm.. tapi nggak mungkin, orang dianya nggak punya pacar kok. Aku loh saksinya.
Atau… jangan-jangan dia abis jadi korbanya MLM?
Ah! Masa, iya?

“Hai, Fa,” sapaku yang hanya dibalas senyum yang sepertinya dipaksakan.
Tanpa menunggu kami, Syifa langsung masuk ke kelas. Belum sempat aku dan Ira bertanya lagi, orang berikutnya yang kami tunggu pun datang! Yap, kali ini benar, dosen! Huft…

Saat sang dosen sedang menjelaskan materi kuliah hari ini, aku tak sengaja melihat Syifa yang duduk dua bangku dari kananku, tepannya di sebelah Ira -sedang melamun. Kalau tidak salah lihat, sesekali aku juga melihat dia mengetok-ngetok dahinya seaakan sedang berpikir sesuatu yang sangat berat

lagi-lagi saat di kantin, aku melihat Syifa lesu dan gak bersemangat dia hanya mengaduk-aduk mie yang ada di depannya tanpa ada selera untuk menyantap mie yang mengiurkan itu.
Bahkan hari berikutnya aku melihat Syifa yang jarang masuk ke perpus telihat sangat serius memperhatikan layar laptopnya, bahkan sesekali dia mengacak-acak jilbabnya terlihat frustasi.
Dan saat di musala aku dan Ira melihat Syifa tengah seruis memanjatkan doa. Aku dan Ira hanya saling memandang prihatin melihat kondisi Syifa ini.

Dan hari ini aku dan Ira memberanikan diri untuk nanya sama Syifa, dan lagi-lagi Syifa duduk serius di bawah pohon menatap layar laptopnya.
“hmm Syifa sebenarnya kamu ada masalah apa sih? Aku perhatikan akhir–akhir ini kamu terlihat lesu dan gak bersemangat”
“iya Fa kamu cerita aja, siapa tau kami bisa bantu” sambung Ira yang duduk di sampingku.
Suasana hening, tidak ada yang bicara lagi.
“Fa” panggilku.
“horee” teriak Syifa membuat aku dan Ira menatap kaget.
“Fa, ada apa? kamu jangan pura-pura happy, kami memperhatikanmu kok saat di perpus kamu terlihat frustasi, dan saat di musala kamu juga terlihat serius memanjatkan doa sebenarnya ada apa?” ucapku panjang kali lebar.
Syifa menatapku dengan kening berkerut.

FLAHBACK:
Karena sesuatu hal yang menimpaku, akhir-akhir ini aku jadi terlihat lesu dan tak bersemangat, bahkan aku jarang bergabung dengan teman-temanku. Dan saat ini aku lebih memilih masuk ke perpus yang sangat jarang kukunjunggi, dengan alasan cari suasana sepi, ada AC plus Wifi gratis jadi kukunjunggi tempat yang sakral ini bukan untuk mencari buku apalagi membacanya. Aku langsung berjalan di meja pojok, membuka laptop dan mencari beberapa Artikel “cara menaklukin Games”, mungkin aku bisa menyelesaikan masalah yang sedang minpaku ini.

Saat aku sendiri di musholla aku memanjatkan doa yang sering kupanjatkan di setiap shalatku.
“ya Allah ampuninlah dosa ku dan dosa kedua orangtuaku, dan lapangkanlah rezeki keduanya, dan lancarkanlah kuliah ku tanpa ada masalah ya Allah. Satu lagi ya Allah, aku sering meminta ini tapi engkau belum mengabulkannya ya Allah padahal aku sudah berusaha ya Allah tapi engkau belum mengabulkannya, tapi kali ini tolong kabulkan ya Allah aku mohon ya Allah izinkan hamba-Mu ini sekali saja bisa menaklukan games yang rumit ini Amin Ya Allah.”

“gitu ceritanya” tutup Syifa.
Aku dan Ira hanya saling mangap bloon mencerna cerita itu.
“ngomong-ngomong kalian mau bantu aku kan, cari games baru dong” sambung Syifa sambil nyengir.
“hah?”

Cerpen Karangan: Rhey Rahimah
Blog: Rheyrahimah.blogspot.com
Mantan MABA

Cerpen Baper merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tak Bisakah Kita Hanya Bersahabat?

Oleh:
Kenalkan namaku Bintang, saat ini tengah menempuh kuliah semester 4 di salah satu Universitas Swasta. Aku tidak sendirian, ada sahabat baik yang selalu setia menemaniku. Namanya Dion, pria bertubuh

Avatar the Legend of Human

Oleh:
Air Api Bumi Udara Dahulu semua negara hidup dengan damai. Namun semua berubah ketika negara api menyerang. Hanya avatar yang dapat mengembalikkan perdamaian dunia. Namun saat semua membutuhkannya, dia

Senja di Tepian Pantai

Oleh:
Ari dan Adit duduk di sana, bertolak dengan datangnya ombak pasang yang bergulung-gulung menyentuh kaki-kaki mereka, menjebak pasir di sela jari-jarinya. Keduanya menatap bena dalam kebisuan, tercekik kecanggungan dan

Kenangan Berharga

Oleh:
Aku mulai mengenalnya ketika aku duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar. Tetapi aku dengan dia tidak terlalu akrab. Barulah ketika memasuki kelas 6 SD, aku menjalin persahabatan yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *