Belajar Memasak

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 15 June 2013

Libur telah tiba, saatnya semua barang-barang yang berhubungan dengan sekolah di simpan. Seperti: buku tulis, tas, sepatu, dan semacamnya. Rabu pagi ini, aku pergi ke taman di depan kompleks perumahanku. Sudah tampak Keyza, Amel, Mitha, Syaila, dan Rara sedang menungguku.
“Hai, semua! sudah menunggu lama ya.” sahutku ceria.
“Sudah tahu, kok malah tanya.” sahut Syaila agak cemberut.
“Hehehe.. maafin aku ya.” tawaku yang sebenarnya sedikit malu.
“Ya sudah, Ranty kan! sudah datang, yuk! lebih baik kita langsung bermain.” bujuk Keyza.
“Ayo!!” seru kami serempak.

Kami pun mulai dengan hompimpa dan secara bergiliran kami melakukan lompat tali. Saat aku mulai melompat tiba-tiba
“Bruuukk!”
Aku terjatuh dan kakiku mengenai sebuah pohon.
“Adduuhh!! sakit.” teriakku.
Semua pun berlari menolongku.
“Kau tidak apa kan!” tanya Mitha panik.
“Tid..ak.. hanya memar sediki..t.” kataku agak gemetar.
“Apa ini?!” kata Amel sambil meraih selembar kertas di dahiku.
“Kelas memasak Mimy, khusus untuk anak-anak yang sedang mengisi liburan. Mulai hari Kamis jam 08.30 di taman perumahan Garden Williem. Biaya grattis!. Wahh! kelas memasak ini akan di adakan di taman ini.” seru Amel.
“Asssyyikk..” seru kami kembali serempak.

Akhirnya, kami pun kembali pulang ke rumah masing-masing karena matahari sudah tepat di atas kepala kami dan azan zuhur sudah berkumandang.
“Assalamualaikum mama!” seruku.
“Waalaikumsalam Ranty, loh kakinya kenapa memar begitu? kamu jatuh? apakah sakit?” jawab bunda dan diiringi dengan berbagai pertanyaan lainya.
“Tidak apa kok ma! hanya memar biasa.” kataku sambil mengedipkan sebelah mataku.

Aku pun menelusuri anak tangga yang menuju ke kamarku. Aku pun mengambil air wudhu, setelah itu aku pun memakai mukena dan mulai membaca niat sholat zuhur.
Selepas itu, aku pun berdoa untuk kedua orang tuaku dan aku pun melipat mukena yang telah selesai digunakan.
Aku pun turun untuk membantu mama yang sedang memasak.
“Ma, aku boleh tidak ikut kelas memasak yang akan diadakan besok di taman di depan kompleks dan tidak di pungut biaya.” bujukku.
“Ya sudah.” jawab mama dengan penuh kepercayaan.
“Terima kasih mama.” kataku berterima kasih sambil mencium dahi mama.
Aku pun langsung membantu mama untuk menyiapkan makan malam nanti.

Makan malam pun tiba, aku pun membatu mama meyiapkan piring, sendok, dan juga garpu, Sedangkan mama meletakkan makanan untuk di santap. Menu makan malam kami hari ini adalah, sayur sawi, sambal terasi, ikan goreng dan ikan asin. Woowww.. aku suka sekali.
Selesai makan aku, mama, dan papa merapikan segala sesuatu dari meja makan dan aku pun menelusuri anak tangga untuk kembali tidur, tak lupa aku mengganti pakaian dan sikat gigi agar gigiku tepat sehat.

“kukukkryukk.”
“Ranty, bangun sudah pagi.” sahut mama yang agak berteriak.
“i..yy..a” jawabku dengan kata-kata yang berputus-putusan.

Aku pun membuka mata dan berjalan menuju kamar mandi sembari menarik handuk. Setelah itu aku mengenakan pakaian lengan panjang berwarna kuning dan rok pendek berwarna hijau, karena aku ingat hari ini aku akan pergi ke kelas memasak mimy.
“Ranty…” panggil Mitha, Rara, Keyza, Amel dan Syaila dari luar ruamah.
“iya, tunggu sembentar.” jawabku.
Aku pun turun untuk mengambil sepotong roti dan menghabiskan segelas susu.
“Mama, papa aku pergi dulu ya.” kataku buru-buru sambil memakai sepatu berwarna merah.
“iya Ranty.” jawab papa dan mama sambi mengelengkan kepala.

Akhirnya, setelah 5 menit berjalan kami pun sampai di kelas memasak Mimy. Kami pun mendaftar dan dipersilahkan masuk ke dalam kelas. Disana sudah ada kurang lebih 30 orang murid.
“Hari ini kita akan memasak kue tart.” kata kak mimy.
Kami pun mulai memasak kue tart di mulai dengan memangang bolu, dan akhirnya di hias dengan cream. Aku tak tahu apa rasa dari boluku?
pasti aku akan di eliminasi karena di kelas memasak ini akan ada juga juara, makanya akan ada yang tereliminasi.
Kelas memasak selesai, waktunya pemilihan siapa yang tereliminasi.
“yang tereliminasi adalah Keyza, Mitha, Rara, Ranty, Amel, dan Asyila.” sahut kak mimy memberitahu.
Entah mengapa kami berenam sama-sama di eliminasi. Kami pun menyesal sekaligus sedih, tetapi ya sudalah. Yang penting sudah mencoba, dan tahun depan kami akan mengikuti kelas memasak kak Mimy lagi ah..

Cerpen Karangan: Lulu Kamalia Putri
Facebook: a kamalia lulu

Cerpen Belajar Memasak merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tikus Yang Pemaaf

Oleh:
Di sebuah hutan rimba, para hewan berkumpul terlihat sang raja hutan sedang mengadakan acara pemilihan untuk panglima kerajaan hutan itu. Sang raja singa yang berdiri gagah di atas tebing

Cake New Year

Oleh:
Apakah kau tau permainan yang bernama Cake Shop, permainan itu menceritakan tentang kita berjualan aneka cake. Bukan hanya cake, kita juga berjualan aneka es krim, gulali, kopi, aneka jus,

Dulu

Oleh:
Menyedihkan sekali kisah persahabatanku dengan Rinka. Dia dulu sahabatku. Dia dulu orang yang bisa kupercaya. Dia dulu selalu menghiburku saatku bersedih. Dulu kami saling berbagi cerita. Tapi itu semua

Arti Sahabat

Oleh:
“Udah lah, kalo lu lebih memilih cewek itu, mending lu pergi sekarang juga! Biar gue yang tetep berada disini.” tegas Galih dengan nada keras dengan meunjukkan tangannya kearah luar

Sahabat Yang Tak Terlupakan

Oleh:
Hari yang cerah saat tersenyum bersamanya. Dia yang selalu ada bersamaku, menemaniku di saat saat yang paling penting dalam hidupku. Aku mengambil ponsel di saku bajuku “Jel ayo pulang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *