Benciku Menjadi Sahabatku


Share

Cerpen Karangan:
Lolos moderasi pada: 11 July 2013

Sampai saat ini aku masih bingung, mengapa aku bisa akrab dengan temanku itu, yang dulunya dia sering banget ngejahilin aku, sampai-sampai aku menangis tersedu-sedu.

Ya, memang aku seorang laki-laki yang sering dibilang teman-teman bencong karena sama sekali gak seperti mereka yang sering banget bolos dari sekolah, nakal dan suka menjahili orang yang lemah sepertiku.

Aku termasuk anak pendiam dan susah bergaul, itulah sebabnya aku hanya memiliki sedikit teman cowok di sekolah. Tapi aku juga termasuk anak yang sedikit pintar, di sekolah ku mulai dari tingkat MTs (Madrasah Tsanawiyah) aku sering mendapat pringkat pertama di antara teman-temanku, itulah sebabnya sebagian teman-temanku ada yang suka dengan ku dan ada juga yang memang udah kewajibannya buat jahilin aku, salah satunya insan.

“Sangkot, ayo ikut main bola…” panggil insan kepada ku “Hahahahaha, gila kau san, masa bencong kau panggil main bola” saut kawan-kawannya.

“Biar aja, nanti kita tendang bola ke wajahnya, biar tau rasa dia, hehe” bisik insan “ya udah, cepat ajak dia” saut teman-temannya kembali

“Kot, ayooo, cepat! kami lagi kurang satu orang lagi ini” panggil insan kembali ke aku “Gak ahh! aku gak bisa” kata ku

lalu insan datang memaksa dan menarik tangan ku hingga akhirnya aku harus ikut bermain bola. Tapi syukurlah, Allah masih menjagaku, semua rencana mereka gak ada yang berhasil, dan selama permainan aku baik-baik saja.

Beginilah hari-hariku selama MTs, yang kadang-kadang membuat ku terlalu merendah dan terkadang pula membuat hati merasa gembira.

Beberapa tahun kemudian luluslah kami dari MTs dan segera memasuki jenjang MA ( Madrasah Aliyah ), berhubung sekolah kami juga ada jenjang MA nya, maka aku dan sebagian temanku ku melanjutkan pendidikannya disini termasuk juga Insan.

“Alhamdulillah ya Allah, akhirnya aku masih bisa menduduki bangku Aliyah” aku membatin dalam hati

Hari-hariku disini belum juga berubah, aku hanya seorang aku yang dulu, teman-temanku tidak puas-puasnya menjahili aku, aku memang tidak melawan dan hanya diam membiarkan mereka menyakiti aku, mungkin esok mereka akan berubah.

Beberapa bulan kemudian kamipun menduduki kelas 2, dan sinilah hari-hariku mulai berwarna, teman-teman sudah mulai bosan menjahili aku. tapi justru aku yang yang berubah menjadi sosok seorang yang bukan diriku, sampai-sampai orang mengatakan kepadaku bahwa inilah masa puberku. hahaha

“Hai Roma, selamat pagi!!!” sapaku kepada salah satu teman cewek “Hai juga, tumben hari ini kamu beda” jawabnya dengan muka sedikit keheranan “Ahh biasa aja kali” kataku

Perbincangan di antara kami pun berkepanjangan, sampai-sampai pembahasan kami pergi kepada Insan

“Rom, Insan napa gak pernah Sekolah! udah lama dia gak ku lihat” kataku penasaran “Mana ku tau, tanya aja ndiri” balasnya jutek
“yeee” balas ku geram

“Innalillahi wa inna ilaihi raaji’un” aku membatin dalam hati setelah kudengar berita bahwa orang tua Insan telah berpulang ke Hadirat Allah selepas pulang sekolah tadi.

“Ya Allah, mungkin itu sebabnya dia Jarang sekolah karena menjaga orang tuanya yang sakit” aku membatin lagi

Keesokan harinya, kami rombongan dari sekolah datang ke tempatnya untuk turut berduka karena musibah yang telah menimpa teman kami, sebelumnya kami telah diperintahkan oleh pihak guru agar ikut mengerjakan fardhu kifayah seperti menyolatkan, tapi sayangnya hanya sedikit di antara kami yang hadir. Yang paling aku sesalkan, mengapa aku tidak ikut diantaranya dalam menjalankan fardhu kifayah tersebut. aku sangat menyesal dan selalu memikirkan Insan.

Lama setelah kejadian ini, insan belum kunjung menghadiri sekolah. Hatiku yang dulu sangat membencinya kini berubah menjadi rasa rindu yang sangat dalam. Aku sungguh sangat merindukannya, apalagi setelah kepergian ibunya sampai 2 minggu lebih kami tidak saling bertemu karena memang jarak rumah antara kami cukup jauh.

“Ya Allah, sekolah gak Insan hari ini yaa!” aku membatin sambil mengintip-mengintip insan dari jendela sekolah.

Tiba-tiba…

“Ya Allah, ternyata kau mengabulkan Do’aku” Syukurku ketika melihat Insan ternyata telah datang ke sekolah dengan Saudaranya.

Ceng ceng ceng ceng bunyi bel sekolah menunjukkan bahwa mata pelajaran akan dimulai, saat itu Insan adalah teman sebangkuku karena dia suka berpindah-pindah bangku, tapi aku hanya membiarkan nya.

“San, kamu baik-baik saja kan” sapaku “Alhamdulillah, kot kau gak kasihan ma aku?” balasnya serius “Kasihan kenapa san?” balasku bingung “Sekarang aku sudah anak yatim, kamu jangan nakal sama aku lagi ya!” balasnya lemas “Yaa eellla, kirain apa! san, yang nakal itu bukan aku, justru kamu yang sering buat aku nangis, hee” teriakku “Hehehehe” insan tertawa.

Hari ini aku benar-benar bahagia, insan berubah total, yang dulu suka menjahili aku, justru sekarang sering melindungi ku, dan mulai dari saat itu Insan mulai masuk dalam kehidupanku, dan karena Insan juga aku mulai mengerti arti dari sebuah Persahabatan. Kamipun mulai akrab, selalu bersama-sama, berbagi cerita bersama, pergi dan pulang sekolah bersama, selalu ada dalam suka dan duka.

Kehidupanku begitu indah, aku pun sudah mulai berubah, yang dulunya susah bergaul menjadi orang yang terbuka kepada siapapun. Insan telah banyak mengajarkanku arti kehidupan layaknya manusia yang Dewasa, mampu berfikir secara sederhana tapi artinya sangat luas. Insan memang sahabat yang aku sayangi sampai kapanpun. Karena dia aku telah mengenal arti dari sebuah kehidupan. Dialah inspirasiku sekaligus sahabatku untuk selamanya. Mudah-mudahan Allah menjaga persahabatan kami. Dan semoga Allah mempertemukan kami kelak di Surganya sebagai SAHABAT.

Aku dan Insan adalah BEST FRIEND FOREVER

TAMAT

Cerpen Karangan: Sangkot Halomoan
Facebook: Sains BestFriend Folephel
Sangkot lahir tanggal 26 Juni 1996, sekarang telah duduk
di bangku kelas III MA di PONDOK PESANTREN HABIBULLAH. Seorang Pemuda
sederhana yang akan memperjuangkan Persahabatannya sampai Allah
mempertemukannya kelak di Surganya.

Ini merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya di: untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatan penulis, jangan lupa juga untuk menandai Penulis cerpen Favoritmu di Cerpenmu.com!
Cerpen ini masuk dalam kategori: Cerpen Pengalaman Pribadi Cerpen Persahabatan

Baca Juga Cerpen Lainnya!



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply