Best Friend Forever


Share

Cerpen Karangan:
Lolos moderasi pada: 6 April 2013

Persahabatan akan saling mengerti, merasakan, dan saling membantu. Persahabatan itu abadi dan tak mengenal waktu. Demikian persahabatanku ini, sebuah persahabatan yang aku jalani ini begitu bahagia. Aku tak bisa melupakannya. Kami bersahabat sudah lama, sejak SD bahkan sampai sekarang. Walaupun kami berbeda sekolah. Tapi, kami tetap bisa kumpul kumpul bersama, apalagi jika ada waktu luang. Aku, Ira dan Mita sering sekali curhat-curhatan jika kami saling bertemu. Pada saat kelas VI SD, kami mulai sangat akrab. Pada saat itulah kami menjalin sebuah persahabatan. Karena kami masih kekanak-kanakan, kami pun sempat terpikir membuat sebuah ‘Genk’. Kami memberikannya nama ‘Princess of Three’ yang artinya ‘Tiga Putri’. Pada saat jam istirahat di sekolah, kami kumpul dan membicarakan rencana itu.
“Hai! bagaimana nih rencana tentang pembuatan Genk kita? Kita jadikan untuk meresmikannya?” seruku.
“Iya nih! gimana rencananya?” sambung Ira.
“Iya, jadi donk. Nama Genknya tetap itu, kan?” kata Mita.
“Iya, itu saja, keren loh!” jawabku.

Bertepatan pada tanggal 14 Februari 2008 genk itu di bentuk. Kami menjalani hari-hari bersama. Pulang sekolah bersama, dan selalu bersama seperti layaknya besi dan magnet yang sulit dipisahkan. Suatu ketika, kami bertiga pergi ke perpustakaan Daerah yang ada di Barru. Tempat itu merupakan salah satu tempat favorit kami.
“Dil, entar jadi nggak ke perpustakaan?” tanya Ira.
“Insya Allah, jadi. Tapi, kira-kira jam berapa yah bagusnya?” jawabku.
“Bagaimana kalau pukul 02.00 siang nanti. Kita kumpul di rumah Mita, yah!” kata Ira.
“Oke!” seruku.

Sepulang sekolah, Aku pun bersiap-siap ke rumah Mita. Di jalan menuju rumah Mita, Aku bertemu dengan Ira, kami berdua langsung ke rumah Mita. Sesampainya di rumah Mita, kami berdua sempat bercanda karena saat itu Mita sedang tidur dan kami dipersilahkan masuk ke kamar Mita oleh Ibunya.
“Mita nampaknya tertidur pulas, ahah! Aku punya ide nih?” ucapku sambil tersenyum.
“Ide apa, jangan bilang kamu mau kerjain Mita?” ujar Ira.
“Yah itu maksud aku. Yuk kita bangunkan Mita. Kita Kerjain dia! Oke!” jelasku sambil menarik Ira masuk ke kamar Mita.
“Satu. dua.. tiga, MITAAA!! Bangun. Udah jam berapa nih, kamu terlambat ke sekolahnya.” seruku sambil membangunkan Mita.
“Dilla, Dilla. Kejahilan kamu mulai lagi deh!” ucap Ira.
“Hmm, teman-teman Mita ada-ada ajah.” kata Ibu Mita.
Dengan kaget, akhirnya Mita bangun juga.
“Hmm…” ucap Mita sambil membuka matanya dan baru menyadari bahwa kami berdua mengerjainnya. Kemudian berteriak memanggil nama kami berdua.
“DILLAAA, IRAAA!!” teriak Mita dengan kesal.
“Hehehe… SORRY!” ucapku.

Kami berdua pun meminta maaf kepada Mita dan menyuruhnya untuk bersiap-siap ke perpustakaan Daerah. Tiba di perpustakaan Daerah, kami pun mencari buku yang menarik untuk dibaca, setelah itu kami pun pergi ke taman yang ada di belakang gedung perpustakaan Daerah dan membaca buku sambil melihat tingkah laku para pengunjung lainnya. Disamping itu, kami juga berfoto-foto di taman itu. Bahkan foto saat itu masih tersimpan sampai sekarang. Kami kadang tertawa melihat foto itu karena wajah kami saat itu masih terlihat lucu.
“Dilla, Mita! Kalau dipikir-pikir soal genk itu, sebaiknya kita bubarin saja yah! Karena menurutku genk itu hanya membeda-bedakan teman dan biasanya timbul permasalahan serta nilai positifnya juga tidak ada di mata orang lain.” ujar Ira.
“Tapi kita tetap bersahabat, kan!” tanya Mita.
“Iyalah, bahkan Sahabat Selamanya ‘BEST FRIEND FOREVER’!” ucapku tersenyum gembira.
Tanpa disengaja, kami berteriak “SELAMANYA”. Orang-orang yang ada di taman itu, tiba-tiba menoleh melihat tingkah kami. “Huttss….” kata Ira sambil tersenyum.

***

Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu meninggalkan masa kanak-kanak menuju masa remaja. Masa SMP, dan untuk pertama kalinya kami merasakan MOS (Masa Orientasi Siswa). Berbagai persiapan pun kami lakukan. Waktu itu, kami merasa kesulitan mencari bahan untuk persiapan MOS karena bahan yang kami cari sulit di dapatkan saat itu.

Di rumahku, kami pun membuat berbagai atribut yang akan kami kenakan pada saat MOS.
“Eh.. eh, kalian lihat nggak Kakak OSIS ganteng tadi, kalau tidak salah namanya Kak Randy loh.” ucap Mita.
“Iyah.. iyah.. Aku juga lihat Kakak itu. Hmm, dia ganteng yah!” Sambungku sambil tersenyum.
“Ahh, kalian ini ada-ada saja. Yuk, kita selesaikan cepat topi dan gelang ini. Besok kan harus dipakai, kalau bahan ini belum selesai nanti dihukum loh!” seru Ira.
Kami pun segera menyelesaikan bahan yang kami buat.

Hari menegangkan pun dimulai. Banyak kejadian menarik yang takkan terlupakan saat MOS. Salah satunya yaitu pada saat chaos, dan ada juga kejadian memalukan yang takkan kami lupakan yaitu kami harus berpenampilan seperti orang gila. Karena kami harus berpakaian putih biru dengan pita merah yang dilekatkan pada jilbab, memakai kaos kaki yang berbeda sebelah kanan warna putih dan sebelah kiri warna hitam, kantong plastik sebagai tas, dan kaleng susu yang digantungkan dileher. Yang paling parahnya lagi dikaleng susu itu harus ditulis dengan kalimat ‘HARGA SAYA SERIBU’ itu pengalaman takkan kulupakan pada saat MOS. Tapi, semua itu tidak menghalangi rasa senang kami.

Banyak kisah menarik yang aku lalui dimasa SMP. Suka duka telah kami lalui bersama. Apalagi pada saat ujian akhir sekolah dimulai. Kami selalu belajar bersama sampai ujian berakhir. Akhirnya hari yang kami tunggu-tunggu sekaligus hari menegangkan bagi kami, dimana hari itu akan dibacakan hasil kelulusan kami. Tetapi ketegangan kami ini terbalaskan dengan senyum dan tangis bahagia saat pak guru mengatakan bahwa seluruh siswa SMPN 1 TANETE RILAU dinyatakan ‘LULUS’ 100 %. Serentak semua siswa yang mendengar itu berlari sambil berteriak sekencangnya ‘LULUS…..!!!’ dan kami langsung menemui guru-guru yang telah mengorbankan waktunya demi kami semua dan mencium tangannya sebagai hormat kami. Saat Aku, Ira, dan Mita bertemu kami langsung berpelukan sambil berteriak ‘LULUS’. Itulah kebahagian kami pada masa SMP dan semua pengorbanan kami tidak sia-sia.

Walau sangat berat meninggalkan masa-masa SMP yang begitu indah dan disitulah aku harus berpisah dengan dua sahabat terbaikku. Namun, kami selalu menyempatkan diri untuk kumpul kumpul bersama, apalagi jika ada tugas sekolah yang kami tidak tahu pasti kami mengerjakannya bersama dan saling bertukar pikiran tentang tugas yang tidak kami mengerti. Pada masa ini banyak pengalaman yang membuat aku menyadari pentingnya seorang sahabat karena jika kita tidak mempunyai sahabat, kebahagian itu tidak akan terasa lengkap. Karena sahabat adalah teman suka duka kita. Sahabat selalu hadir disisi kita dikala senang maupun duka. Seperti saat nenek aku sakit, dua sahabatku menyempatkan diri menjenguk nenekku. Mereka juga membantuku ketika nenekku keluar dari rumah sakit, yakni membawakan barang-barang yang nenekku gunakan saat di rumah sakit. Itulah sekilas kisah persahabatanku yang kujalani sampai sekarang bahkan untuk selamanya. Amin!

Cerpen Karangan: Nur Aeni Fadilla
Blog: dhillasaiiank.blogspot.com

Ini merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya di: untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatan penulis, jangan lupa juga untuk menandai Penulis cerpen Favoritmu di Cerpenmu.com!
Cerpen ini masuk dalam kategori: Cerpen Persahabatan

Baca Juga Cerpen Lainnya!



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply