Best Friend in Asrama

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 6 October 2013

Hari ini Novita sedih sekali, tidak ada siapa-siapa selain bibinya. Tapi Novita ingin sekali pergi bersama Ayah, Bunda dan yang lain. Sayangnya mereka sibuk sekali. Mereka tidak pernah mengajak-nya pergi. Akhirnya Novita tinggal di asrama yang bagus dan terkenal (asyikkkkk). Disitulah sekarang Novita tinggal. Asrama ini yang Novita inginkan.

Novita di sini akhirnya mendapat teman. Teman adalah sahabat terbaik-nya. Saat itu Novita belum kenal dengan teman-nya. Akhirnya Novita pun bertanya kepada teman baru-nya.
“Hai, nama kalian siapa? Perkenalkan nama aku Novita…” Novita bertanya, sambil memperkenalkan dirinya
Lalu Anita menjawab “Namaku Anita, kalau yang itu namanya Dinda, kalau yang ini namanya sinta, kalau yang itu namanya Fitri. Mengapa emangnya?”
Lalu novita pun membalas. “tidak apa-apa kok. Kamu, aku boleh tidak membuat best friend dengan kalian?” Anita menganggukan kepalanya.
Novita senang tinggal di asrama, karena memiliki teman yang asyik sekali. “mmm… aku kan di sini baru nih, aku boleh gak nanya nanya sama kalian?” kata Novita. “boleh kok, emangnya kamu mau nanya apa?” kata mereka. “mau nanya kalau di sini itu ada anak yang nakal tidak?” kata Novita. “Ooo… itu toh soal-nya. Ada anak nakal di sini jadi kamu harus hati-hati saat di mana saja. Soalnya mereka takut sama anak yang baru, karena takutnya di saingi sama anak baru.”
“Ooo…” jawab Novita.

Keesokan harinya, mereka melakukan pelajaran memasak. “Anita kamu mau masak apa?” Novita bertanya. “hmmm… kira kira aku mau masak nasi goreng ala Anita. Kamu mau masak apa?” Anita menjawab setelah itu bertanya balik ke novita. “aku mau masak nasi goreng ala Novita dong!!!” seru Novita. Akhirnya mereka mencoba memasak makanan yang sudah mereka ingin-kan untuk di masak. Akan tetapi mereka binggung bagaimana cara membuat nasi goreng itu. “bagaimana sih Nit cara memasak nasi goring itu?” kata Novita. “aku juga gak tau nih. Kita Tanya Bu Hamidah dulu yuk.” Kata Anita.

Sesampainya di ruang Bu Hamidah.
“Bu bagaimana cara memasak nasi goreng itu?” mereka berdua bertanya pada Bu Hamidah. “caranya siapkan bumbu atau yang lainya. Sudah di siapkan belum perlengkapan-nya?” Tanya Bu Hamidah. “emang-nya perlengkapan-nya apa aja Bu?” Tanya mereka lagi. “perlengkapan-nya ada: nasi, bakso, sosis, telor, margarin, cabai, bawang merah, bawang putih, kecap.” jawab Bu Hamidah
“Ooo… itu perlengkapan-nya. coba nanti kita lihat dulu.” kata mereka
“memang-nya tahu bagaimana cara memasak-nya?” Bu Hamidah kembali bertanya.
“insyaallah tahu!” jawab mereka.
“ya udah nanti Ibu coba ya…!” Kata Bu hamidah.
Akhirnya mereka mencoba memasak nasi goreng ala mereka sendiri..

Akhirnya masakan buatan mereka pun sudah jadi. Ibu Hamidah pun tiba!
“bagaimana anak-anak sudah selesai belum memasak nasi gorengnya?” kata Bu Hamidah.
“sudah Bu. Ibu tinggal mencicipi-nya kok!” seru mereka. Lalu Bu Hamidah pun mencicipi makanan yang mereka buat.
“enak sekali makanan-nya. Kalian memasak sendiri atau di bantu orang lain?” Bu Hamidah bertanya.
“kita memasak sendiri kok Bu. Soalnya kalau kita di bantuin nanti kita malah gak bisa masak sendiri deh bu, kan malu!” seru mereka.
Setelah mereka selesai memasak, Novita bertanya kepada Anita.
“Nit, si Dinda, Fitri, Sinta pada ke mana?” tanya Novita kepada Anita.
Anita menjawab “mm… palingan mereka lagi mengaji di masjid.”

Dinda, Fitri, dan Sinta sedang berada di masjid. Mereka sedang mengaji atau sedang membaca Al-Qur’an. Beberapa jam kemudian, mereka sudah selesai mengajinya. Mereka ingin melihat Novita dan Anita sedang memasak bahkan mereka ingin mencoba memasak juga di ruang khusus memasak.
“eh… kita liat Novita sama Anita yuks, sekalian belajar memasak!” kata Fitri.
“ekhm, sama memasak juga. kalau aku sih ikut Sinta aja.” jawab Dinda.
Akhirnya mereka melihat Anita dan Novita memasak. Lalu setelah melihat Anita dan Novita, mereka bertanya kepada mereka berdua (Novita dan Anita)
“hi Nov, aku boleh ikutan gak nih?” tanya mereka.
“mmm… boleh!” jawab Novita.

Akhirnya mereka ber-lima sedang memasak makanan khas mereka. Tiba-tiba ada seseorang yang bikin mereka kaget. Mereka ber-lima langsung lari ke luar karena di sangka mereka ada hantu, nyatanya ada orang yang malah ngejailin mereka. Anita pikir, yang ngejailin mereka itu adalah Syifa.
“eh, kayaknya ada yang ngejailin deh? Aku pikir-pikir itu si syifa. Syifa kan suka ngagetin orang?” kata Anita. Langsung mereka bilang ke Bu Hamidah.
“Bu Hamidah coba dong periksain, tadi ada suara sesuatu di ruang masak?” kata mereka.
Kemudian Bu Hamidah pun pergi ke tempat itu. “tidak ada apa-apa kok di sini. Palingan Syifa nakutin kalian! Ya sudah lanjutkan saja memasak-nya. Nanti sama Ibu di cicipi deh!” seru bu Hamidah.

Akhirnya mereka melanjutkan lagi memasaknya. Beberapa jam kemudian, akhirnya mereka sudah selesai memasak. Lalu Bu Hamidah mencicipi masakan mereka.
“emm… makanan-nya enak sekali!” kata Bu Hamidah.
“masa Bu. Kita tidak percaya apa kata Ibu?” kata mereka
“iya, Ibu serius.” kata Bu Hamidah
Mereka pun senang sekali, karena masakan mereka menurut Bu Hamidah enak.

Keesokan harinya, mereka bermain di lapangan bulu tangkis. Mereka bingung, bagaimana cara menghindar dari kenakalan Syifa. karena di setiap kegiatan, mereka pasti di ganggu sama Syifa.
“eh, gimana ya cara menghindari dari kenakalan-nya si syifa?” Tanya Dinda,
“ekhm… kayaknya sih caranya kita panggil guru aja. Kan kalau di panggil guru, guru langsung dateng ngomelin si Syifa. Iya kan!” seru Fitri.
“oh iya ya, tumben kamu punya akal!” seru Anita.
“ekhm… mendingan kita lanjutin bermain bulu tangkis lagi aja. Dari pada kita diam ngabisin waktu aja. Hayooo!” seru Novita, Sinta, dan Dinda. Akhirnya mereka melanjutkan bermain bulu tangkis.

Setelah mereka bermain bulu tangkis. Mereka ingin memasak bersama. Setelah mereka memasak mereka mencoba mencicipi makanan buatan mereka. Ternyata buatan mereka benar-benar enak. Jadi mereka sudah tidak malu lagi kalau sudah memiliki suami (padahal masih lama punya suaminya gek. Orang pada baru 9 dan 10 tahun kok). Setelah itu mereka melakukan aktivitas yang biasanya mereka lakukan.

Cerpen Karangan: Novita Putri Lestari

Cerpen Best Friend in Asrama merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


My Life

Oleh:
Pada suatu siang yang cerah, ada seorang gadis cantik yang bernama alika pevita dia adalah, seorang pecinta komik dan novel. saat itu ia sedang berada di dalam toko buku

Salju Persahabatan

Oleh:
“Aku punya polly pocket, dong!” pamer Lidya kepada Serin, Nata dan Ina. Lidya senang sekali. Kemarin, sehari sebelum ayahnya pulang, Lidya menelepon ayahnya yang sedang berada di inggris untuk

Persahabatan Dalam Permainan

Oleh:
Hai namaku Gandida! Sekarang aku kelas tujuh di sekolah unggul daerahku. Aku duduk di kelas tujuh A. Ya! Aku tahu kalian akan berpikir kalau aku anak cerdas yang berkacamata!

Selamat Tinggal

Oleh:
Aku sungguh bersemangat saat ibu berkata bahwa aku harus pindah sekolah. Ini pertama kalinya aku harus pindah sekolah. Bayangkan saja, dari aku TK sampai aku SMA kelas satu, aku

Best Friend

Oleh:
Aku Ashton, siswa SMP Indonesia yang saat ini duduk di bangku kelas 8G adalah Ashton Halmahendra, aku memiliki seorang sahabat, yaitu Dedy. Dedy adalah sahabatku sejak kecil, ia memakai

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *