Best Friends Forever

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 28 April 2018

Di sebuah kamar yang dipenuhi dengan warna pink, terlihat seorang gadis berusia 14 tahun yang sedang asik memainkan laptopnya.

“Ana… ini ada teman temanmu datang” teriak ibunya kepada gadis bernama Ana itu. “Iya bu, aku akan segera ke bawah” jawab ana. Gadis itu pun langsung menutup laptopnya dan bergegas pergi ke bawah untuk menemui teman temannya.
“Udah lama datang?” tanya Ana kepada teman temannya ketika ia sudah sampai di ruang tamu.
“Nggak kok, baru aja..” jawab alin sahabat Ana yang paling dekat, seraya yang lain langsung menoleh ke arah Ana. “Tumben kalian main ke rumahku” ucap Ana yang langsung duduk di kursi bersama teman temannya, yaitu, Alin, Aliya, Angga, Anggi dan Andhika. “Emangnya gak boleh ya, kita main ke sini?” tanya Angga. “Ya nggak donk. Malah aku seneng kalian ke sini.” jawab Ana

Mereka berenam sudah bersahabat sejak sekolah dasar (SD). Dan sampai mereka sudah memakai seragam putih biru pun, mereka tetap menjadi sahabat yang selalu ada dikala suka dan duka.
Alin adalah sahabat paling dekatnya Ana. Anggi adalah adiknya Angga dan Aliya adalah teman specialnya Andhika.
“Sekarang kita di sini mau ngapain nih..?” tanya andhika kepada teman temannya. “Kita main ke taman rumah aku aja yuk!!” ajak Ana. “Yuk!!” seru Alin, Aliya, Angga, Anggi, dan Andhika serempak.

Mereka berenam pergi menuju taman di rumah Ana. Taman itu dipenuhi rumput yang hijau, semak semak yang cantik, bunga bunga yang indah, kolam ikan beserta kolam berenang yang tak jauh dari taman tersebut, tentu saja ada 1 pohon besar yang kokoh menampung sebuah rumah pohon yang indah dan sebuah ayunan sederhana. Biasanya, rumah pohon ini selalu dijadikan tempat persembunyian Ana dan Alin.

Setelah sampai di taman, mereka semua pergi berlari ke tempat yang mereka sukai.
Anggi berlari ke tempat yang dipenuhi ribuan bunga mawar yang indah dan wangi. Bunga mawar dipetiknya dan dipasangkan di telinga. Anggi menari nari di hamparan ribuan bunga tersebut.
Angga berlari ke arah kolam berenang. Ia langsung menceburkan dirinya ke dalam kedalam air dan langsung berenang renang dengan bahagia. Itu memang salah satu dari hobynya.
Sementara Andhika mengajak Aliya ke arah ayunan dekat rumah pohon. Aliya langsung menaiki ayunan tersebut dan Andhika yang mendorongnya dari belakang. Ana dan Alin tidak akan menyia nyiakan kesempatan ini. Mereka langsung menaiki rumah pohon dan melihat semua temannya yang bahagia dari atas rumah pohon. Hari ini Ana dan Alin teramat sangat bahagia karena bisa bersenang senang bersama teman temannya di taman ini.

Ana dan Alin pergi ke bawah dan menghampiri semua temannya. “Best friends forever…” teriak mereka berenam serempak, seraya melanjutkan kebahagiaan mereka.
Mereka berharap kesenangan ini tidak untuk yang terakhir kalinya. Dan mereka berharap persahabatan ini akan terjalin indah sampai akhir hayat mereka…

Cerpen Karangan: Sri Margareta
Sebelumnya maaf ya, tulisannya acak acakan. Aku baru belajar bikin cerpen, sekali lagi maaf ya…
Hay… namaku sri margareta
Umurku 13 tahun. Salam kenal ya…

Cerpen Best Friends Forever merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Keegoisan Penghancur Persahabatan

Oleh:
“Ku tak ingin kehilangan sahabat sepertimu,” ucap Hani. “Aku juga tak ingin kehilanganmu.” balas Nina. Hani dan Nina memang telah bersahabat sejak 3 tahun yang lalu, mereka sangat dekat

Harapan

Oleh:
Sari masih berurusan dengan kado yang akan dia berikan pada Aldi walaupun langit yang kelam menandakan bahwa waktu sudah sangat larut. Besok paginya, Sari pergi ke kelas 3 B

Apakah itu Aku?

Oleh:
“Setiap hari kamu selalu memberiku perhatian, tapi mengapa saat ini semua perhatianmu lenyap begitu saja? apakah aku ada di hatimu, apakah yang kamu sebut dalam doamu itu aku? semua

Kudoakan Yang Terbaik Untukmu

Oleh:
Aku memandang mentari senja di sebuah pelataran. Gedung kampus ini memang mengizinkan mahasiswanya untuk bersantai-santai di atap. Sehingga tempat ini menjadi salah satu tempat favorit bagi para muda-mudi yang

Hadir Mu, Sang Penolong (Part 1)

Oleh:
“Aku ingin menjadi malaikat bagi malaikat.” Randy. Seorang gadis berjalan ke sekolah sendirian. Rita melangkah santai meskipun sudah terlambat. Sebuah headset besar menggantung di kepalanya. Wajahnya sedikit terangkat dengan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *