BFF In My Dream

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 3 August 2018

Di sekolah, Ray termasuk anak yang pendiam. Ia mempunyai teman banyak, tapi tidak mempunyai satu pun sahabat. Ray pintar dalam pelajaran, terutama pelajaran Matematika dan Ipa.

Malam hari, ketika Ray tidur, Ray bermimpi sedang berdua dengan seorang anak perempuan sebayanya. Mereka mengobrol bersama, tertawa bersama dan berlari lari bersama di taman bunga yang sangat indah. “Ray bangun! Sudah pagi!” mama Ray mengguncang guncang tubuh Ray. Seketika mimpi Ray menjadi terhenti.

Tidak tau kenapa, setiap tidur, Ray selalu bermimpi bermain bersama anak perempuan sebayanya itu. Ray menganggap ia adalah sahabat.

Hari Minggu, saat Ray sedang berjalan jalan di taman kota, ia melihat anak perempuan sebayanya yang selalu hadir di dalam mimpi Ray. Ray pun terkejut dan segera berlari menuju anak itu. “Hai, nama kamu siapa?” Ray mengulurkan tangannya. Ia menjabat tangan Ray. “Halo juga, namaku Melly, nama kamu?” tanya balik nya. “Ray. ke sana yuk!” mereka berdua pun duduk berdua di bawah pohon yang rindang. Ray menceritakan kejadian mimpinya pada Melly.

“Oh, sekarang kita sahabatan ya?! Juga aku anak pindahan dari kota Jakarta dan besok ini aku mau sekolah di Elementary Rainbow School!” jelasnya panjang lebar. “Lho, itu sekolahku. Kamu kelas 5 kan? Semoga kita sekelas ya, Mel!”

Hari Senin…
Melly sekarang bersekolah di Elementary Rainbow School dan sekelas dengan Ray. Mereka berdua sekarang bersahabat.

Cerpen Karangan: Yacinta Artha Prasanti
Blog / Facebook: santi artha
Semoga cerpenku dimuat. Terimakasih untuk yang sudah membaca cerpenku ya!!!

Cerpen BFF In My Dream merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Perang Hati Remaja

Oleh:
Bel berbunyi, dan tina pun keluar dari mobil ayah nya, begitulah rutinitas dia selama duduk di bangku sma. “heh Tin, apa gak bosen kamu berangkat bareng sama ayah terus?

Kutukan Sang Penyihir

Oleh:
Di pinggir hutan yang lebat, hidup laki-laki tua bersama seorang anaknya yang telah dewasa. Pemuda tersebut selalu tinggal di rumah. Sang ayah tidak mengizinkannya untuk pergi jauh, apalagi masuk

Senja Itu Telah Sirna

Oleh:
Aku masih terdiam di kursi kayu ini, tentunya masih dengan perasaan dan aroma yang sama saat pertamaku menjumpainya, ya dia adalah malaikat kecilku. Entah aku masih belum paham akan

Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)

Oleh:
“Berapa biayanya, Dokter Lim?” tanya Rain. “50 ribu,” jawab Dr Limbad sambil tersenyum. Joe mengangkat alisnya. Rain kemudian mengeluarkan seluruh uang hasil yang mereka dapatkan tadi, dan menyerahkannya kepada

Rumah Pohon Buku ANS

Oleh:
Hari minggu, Shyra sedang duduk di salah satu kursi di teras rumah. Di sampingnya, ada meja di atasnya segelas es teh dan sepiring biskuit Chococips Cookies. “Hmm… coba ada

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *