Blue and Black

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 22 April 2015

“tap… tap… tap” Seorang siswa smp nusa bangsa yang cool gayanya tapi pemalas. Yap panggil saja namanya Black.
Black melangkahkan kakinya menuju kelasnya, kelas IX B. Ia menuju ke mejanya yang berada paling belakang.

“srrttt..” suara resleting tas Black terbuka, segera ia mengambil buku catatan ipa.
“ekhem.. ekhem.. tumben elo baca buku?” sindir seorang cewek cantik rambut yang lurus hitam megkilat diikat satu, memakai bendo di kepalanya dan paling pintar di kelas. Ternyata sahabatnya Black yang namanya Blue.
“emangnya salah ya, gue baca buku?, lagian kan ntar mau ulangan ipa?!” tandas Black yang nggak santai.
“ngga sih… kan biasanya elo malas baca buku! Dan elo kan cuek cuek aja sama pelajaran ipa, mau ulangan, pr. Mana mau elo kerjain?!” jawab Blue dengan membentak sih Black.
Black tanpa mengeluarkan sepatah kata pun langsung pergi meninggalkan Blue seorang diri di kelas, ya karena yang baru datang Black dan Blue saja. Blue heran melihat Black pergi begitu saja, apa Black marah sama Blue karena membentaknya tadi, mungkin. entahlah Blue bingung saat ini.

KRING… KRING… KRING
Bel masuk telah berbunyi, gerombolan siswa/siswa berlari menuju kelasnya masing-masing. Begitu juga dengan Black ia takut telat masuk kelas karena ia tadi pergi ke taman dekat sekolahnya.
“hhuuff” lirih Black yang nafasnya tersengah-sengah karena berlari tadi, ia menghempaskan tubuhnya ke kursi.
“dari mana aja tadi elo?” tanya Blue polos. Seolah-olah tidak ada merasa bersalah.
Black tak mengubris pertanyaan si Blue.
“ck” Blue berdecak lidah sebal lihat sahabatnya yang nggak respon pertanyaannya.

Tiba-tiba guru ipa yang katanya galak, masuk ke kelas mereka. Ya hari ini bu nina mengajar di kelas IX B selama 2 jam.
“selamat pagi semua” sapa bu nina ke pada muridnya
“selamat pagi juga bu..” jawab serentak murid kelas IX B
“hari ini kita ulangan ipa, nanti kalau nilai kalian tidak memuaskan, ibu hukum!” terang bu nina dengan tegas.

1 jam kemudian….
Blue melirik ke samping ternyata kertas ulangan Black masih bersih sama sekali belum diisi. Blue sengaja membuka jawabannya agar Black melihat jawabannya si Blue. Tapi nihil Black tidak memandang pada kertas jawaban si Blue. Blue heran, biasa kalau blue melakukan hal seperti itu pasti Black melihat jawaban blue. Tapi sekarang Blue benar-benar heran dengan sikap black yang sekarang, apa ia marah sama blue? Entah lah blue stress memikirkan hal itu.

“sekarang kumpulkan ulangan kalian!” bu nina meninggikan volume suaranya.
Semua murid IX B segera melangkah ke meja bu nina untuk mengumpulkan ulangan mereka.
“eh, blue sekalian anterin punya gue dong..” black menyerahkan kertas ulangannya kepada blue.
“iya ya, sini kertas ulangan elo..” dengan cepat blue mengambil kertas ulangan dari tangan black.

Sebelum mengantar ke meja bu nina, blue melihat jawabannya sih black Sama sekali belum dijawab dia, terpaksa blue mengambil penanya lalu menyalin jawabannya ke kertas ulangan black. Agar black nggak dihukum sama bu nina. Blue perhatian sama sahabatnya itu.

Kesokkan harinya…
jam 06.15 black bangun dari tempat tidur, dengan malas ia berjalan ke kamar mandi. Setelah selesai mandi, black memakai seragam sekolah. black keluar dari kamarnya langsung menuju ruang makan.
“black, pulang sekolah kamu ikut mama ke rumah sakit ya?” tanya mamanya sambil mengoles selai ke roti
“mau ngapain ma?” jawab black dengan muka sendu
“mau chek-up penyakit kamu dong” jawab mama black dengan senyuman
“percuma ma chek-up, penyakit black nggak bakalan sembuh ma!” mata black berkaca-kaca
“huusssh nggak boleh bicara kaya gitu, pasti sembuh sayang..” jawab mama black sedih
“aku nggak mau kehilangan mama!” black memeluk mamanya
“mama juga nggak mau kehilangan kamu..” membelai rambut sih black
“habisin ya rotinya sayang..” mamanya mencium kening black
“ya ma..” lirih black

“black!” blue memanggil black dari ke jauhan
Black yang merasa dirinya dipanggil, langsung menoleh ke belakang, ketika melihat blue yang memanggil namanya, black langsung lari sekencang-kencangnya. Mungkin black takut kali sama blue.
“aneh bener tu anak, dipanggil malah lari!” blue mengkerutkan dahinya.

Black POV
Maafin gue ya blue, gue sebenarnya tadi mau ngobrol juga sama elo tapi… Blue gue tadi lari bukan karena takut sama elo, tapi gue bakalan pergi untuk selama-lamanya blue, gue tau elo selalu perhatian sama gue, gue tau elo juga sayang sama gue walaupun elo sayang sama gue Cuma sabagai SAHABAT doang. Padahal kan gue sayang sama elo lebih dari sahabat, blue asal elo tau ya gue suka sama elo dari kelas VII sampai sekarang, tapi gue sadar kalau gue ternyata punya penyakit kanker otak stadium empat dari kelas VIII dan gue gak mungkin ungkapin rasa suka gue ke elo, yang ada nantinya elo terluka saat gue ninggalin elo blue.

BRUKH
Tiba-tiba black pingsan di koridor sekolah, semua temen-temen black pada angkat black ke UKS. Blue melihat orang berkerumun di koridor sekolah, langsung lari menuju ke sana melihat apa yang terjadi.
“eh ada apa sih?” tanya blue kepada temennya
“itu sih black pingsan..” kata vina temennya blue
“haaa..! pingsan! Pingsan kenapa dia?! Vin?” tanya blue khawatir
“mana gue tau, tiba-tiba aja dia pingsan di situ, sekarang dia udah dibawa ke uks” jawab vina
“thanks ya vin” menepuk pundak vina

BRAKH
Blue membuka pintu kuat, sehingga orang di dalam UKS kaget mendengarnya. Blue langsung menghampiri black yang sedang terbaring lemah di tempat itu.
“pak.. black dari tadi belum sadar juga ya pak?” blue tanya kepada pak hendra guru olahraganya
“kata temen-temen kamu iya udah lama dia nggak sadar-sadar, bapak aja baru tau tadi kalau black pingsan, makannya bapak ke sini blue..”
“kenapa gak dibawa ke rumah sakit aja pak?”
“jangan khawatir blue, tadi bapak udah telepon ambulan, mungkin sebentar lagi ambulannya datang..” sambil menepuk pundak blue
Blue yang mendengar perkataan pak hendra hanya tersenyum tipis.

Tidak lama kemudian mobil ambulan datang. Keluar dua orang dari mobil ambulan tersebut langsung membawa black menggunakan apa ya? Aku gak tau cara tulisnya!!. Lalu black dibawa masuk ke dalam mobil ambulan tersebut.

Pak hendra juga ikut masuk ke dalam mobil ambulan, lalu blue udah izin sama wali kelasnya untuk ikut bersama pak hendra ke rumah sakit. Di dalam mobil hanya ada blue, pak hendra dan black yang terbaring lemah di tempat kasur itu. black di hidungnya ada selang oksigen.

Mama black kaget saat mendengar anaknya pingsan, ia segera menelfon suaminya agar segera menyusul ke RS. SIAGA RAYA tempat black dirawat. Setelah sepasang suami-istri ini sampai di RS, mereka bertanya di kamar mana black dirawat. Ternyata black di rawat di kamar NO 12. ANGGREK yang berada di lantai dua. Setelah sampai di kamar rawat black, mamanya langsung peluk black yang terbaring lemah di tempat tidur empuk itu, ia tak tega melihat anaknya memakai banyak kabel di tubuhnya.

Tanpa sadar blue meneteskan air matanya terjatuh di pipinya, ia tak menyangka kalau sahabatnya black ternyata punya penyakit kanker otak stadium empat.

“tante..” lirih blue
“iya, ada apa nak blue?” tanya mama black
“apa betul black mempunyai penyakit kanker otak stadium empat?” Tanya blue untuk meyakinkan
Mama black kaget, karena blue sudah tau. Padahal yang tau penyakit black hanya keluarganya saja, Mama black langsung menarik tangan blue keluar, ingin bicarakan suatu hal penting.
“iya betul, kamu tau dari siapa?” tanya mama black ragu
“tadi saya tanya sama dokter tante, emagnya kenapa tante?” lirih blue
“sebenarnya black sudah lama punya penyakit kanker otak dari kelas VII, ia sengaja merahasiakannya kepada kamu, agar kamu nggak menyesal nanti..” jawab mama blue dengan muka sendu
“maksudnya tante nggak menyesal apa? tolong jelasin tante, saya mohon..” tanya blue penasaran
“baik lah tante akan jelasin semuanya ke kamu..” terang mama black
Mama black menceritakan kalau black anaknya sudah lama menyukai blue dari kelas VII, mama black juga mencerita kenapa akhir-akhir black terhadap blue berubah. Samapai-sampai mama black menangis menceritakan anak yang akan pergi untuk selama-lamanya.

“sekarang kamu sudah tau kan semuanya blue?” tanya mama black yang telah menghapus air matanya
Blue hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.
Sementara itu setelah mama black bicara dengan blue, mereka segera masuk ke kamar rawat black.
“mama..” panggil black dengan suara pelan
Mama black kaget saat anak memanggil namanya, ternyata anaknya sudah siuman. Mamanya langsung menghampiri black.
“alhamdulilah.. kamu udah siuman juga..” mama black membelai rambut anaknya.
Black hanya tersenyum melihat mamanya yang akan takut kehilangan dirinya. Ketika itu juga senyuman black luntur saat melihat ada blue ternyata dia sini.
Mau ngapain dia kesini? Apa dia jenguk gue? Atau jangan-jangan dia tau penyakit gue? gerutu black dalam hatinya.

Blue melihat black telah siuman hati blue menjadi tenang, tapi mengapa black melihat dirinya seperti tidak suka. Blue langsung menghampiri black.
“akhirnya, elo sadar juga.., tadi gue khawatir banget sama elo yang dari tadi nggak sadar-sadar..” membuka mulutnya walaupun sebenarnya berat sekali lidahnya untuk mengatakan itu kepada black.
“pasti elo udah tau kan penyakit gue apa?” tanya black
“iya gue udah tau semuanya, kenapa elo sering jauhin gue..” jawab blue
“pasti yang kasih tau semuanya, mama gue kan?” tanya black cuek
“iya..” belum sempat blue ngomong, mama black sudah memotong pembicaraan mereka.
“iya sayang, mama yang kasih tau semuanya..” mama black tersenyum.
Black hanya tersenyum kepada mamanya, ia sudah puas karena blue sudah tau semuanya dan ia perlahan-lahan memanjamkan matanya untuk selama-lamanya. Suara mesin ECG telah menggantar black kepada tuhan yang maha esa.
Terdengar suara tangisan mama black dengan memeluk anaknya yang sudah tidur untuk selama-lamanya.

Blue hanya tersenyum walaupun air mata terus menetes. Itu lah senyuman terakhir sahabatnya black. Mungkin blue tak pernah lagi melihat senyuman black, candanya, semua tentang black. Cuma satu kenangan yang tak pernah blue lupakan yaitu hati yang selalu mencintai black.

Blue POV
Black kenapa elo secepat ini pergi ninggalin gue? Kenapa ngga dari dulu elo nyatakan cinta ke gue? Gue juga suka sama elo dari kelas VII sampai sekarang, gue juga sayang sama elo melebihi status kita yang sebagai SAHABAT. Semoga elo tenang ya di alam sana. Mungkin suatu saat gue bakalan ketemu sama elo lagi walaupun itu mustahil.

Sebelum pergi dari kamar rawat black, blue menghampiri tubuh black yang sudah terbujur kaku. Ia membisikan kata ke telinga black. walaupun black tak pernah mungkin mendengarkan bisikkan blue.
“elo udah tinggalin gue, tapi gue tetap sayang dan cinta sama elo black, I LOVE YOU” ngomong blue terbata.
‘CUP’ Blue mencium kening black agak lama, tanpa sadar blue menangis air matanya berjatuhan ke pipinya, dengan cepat tangan sesorang meghapus air mata blue. Ternyata arwah black yang menghapus air matanya.
“jangan nangis, gue nggak pergi dari elo, gue selalu di hati elo blue..” black tersenyum
Blue langsung memeluk arwah black tersebut, black mengeratkan pelukkan blue. Rasanya blue ingin terus bersama black.

TAMAT

“katakan saja cinta mu, jangan takut akan menyesal..”
“walaupun aku sudah pergi, tapi aku selalu ada di hatimu..”
“persahabatan kita berakhir disini, tapi cinta dan sayangku tak akan pernah berakhir sampai kapan pun terhadap mu sayang..”

Taaarraaa…! 😀
Rahasia dibalik cerpen 😛
CEKIDOT

Pasti pada kepo ya siapa nama asli BLUE and BLACK
Inilah aku kasih tau.

Nama asli BLUE adalah ~> Safa zalika
Nama safa aku ambil dari sinetron yang diperani nikita willy sama jasmine wilbob, kalu nama zalikanya aku copas dari google 😀

Nama asli BLACK adalah ~> Dylan Padraic
Nama dylan aku ambil dari judul novel yang nama penggarangnya Stephanie Zen, kalau nama padraicnya aku copas dari mbah google juga sih 😀

Kalian mau tau gak? Kenapa safa zalika sama dylan padraic dijuluki BLUE and BLACK
Gini ceritanya,
Kata temen-temen safa orang dingin, lembut, rendah. Dia cocok dipanggil BLUE karena dia dingin seperti ombak laut yang berwarna biru, lagian kalau safa dirumahnya mulai dari aksesoris sampai baju-bajunya serba biru.

Kalau dylan dibilang BLACK karena orang suka cuek, kadang baik, pemalas, tapi hati lembut kaya cewek.
yang kasih nama julukkan BLACK sih safa, menurut safa dylan sifatnya selalu tertutup mungkin Cuma sama safa aja dylan mau ngobrol, tapi kalau sama temen lainnya ia cuek acuh tak acuh, kecuali kalau ada yang tanya pr baru sih dylan buka mulut.

Itu aja sih RAHASIA DIBALIK CERPENnya

Ini baru pertama kalinya aku buat cerpen, maklumin aja kalu ada kata-kata yang nggak pas 😀
Maaf ya
Kalu ada yang tulisan TYPO/gaje/ganyambung, DLL

Dan Trims ya yang udah mau baca cerpen karangan aku sendiri ^_^

Cerpen Karangan: Siti Zayani
Facebook: Https://www.facebook.com/siti.zahyani

Cerpen Blue and Black merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Yang Tertunda (Part 3)

Oleh:
Hari ini kami akan berangkat liburan Vino menjemputku, kami kumpul di rumah Darko. Kami akan pergi ke villa milik keluarga Jesi. Semua sudah hadir kami lalu berangkat dengan mobil

Kesempatan Datang Berkali Kali (Trust)

Oleh:
Sial, aku pulang terlewat malam. Gara-gara si Dila pake acara mau pulang sama pacarnya. Sebenarnya gak malam-malam banget sih, sekitar jam 20.00 WIB, tapi jalanan yang menuju rumahku itu

Eternal Sakura (Part 2)

Oleh:
“Masalah ini sangat langka. Rumah sakit ini baru pertama kali menerima masalah ini. Jantungnya seperti ada kelainan fungsi,” Dokter menghela napas. “Mengapa kelainannya baru muncul sekarang?” tanya wanita itu.

Tinggal Kenangan

Oleh:
Pagi itu sangatlah cerah, mentari pagi muncul memancarkan sinar cerah dengan semangat 67 eh semangat 45 maksudnya. Sama denganku, hari ini adalah hari ulang tahun orang yang sangat aku

Sesal

Oleh:
“Kenapa sih, selalu aja kayak gini? Selalu aja masalah kecil digede-gedein tak bisakah kau sedikit aja mengerti?” Bagai disambar halilintar yang begitu dahsyat, kata-kata itu mampu membuat seluruh ruang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *