Bukan Selamat Tinggal Eva

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Perpisahan, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 25 April 2018

“Pek, pek, pek” itulah bunyi air yang sedari tadi menjadi permainan kita, melempar air ke tubuh kita sehingga basah kuyup disertai tawa yang terbahak bahak sampai-sampai kepalaku pusing dan jatuh.

Dan disaat sore hari saat kita mengendarai sepeda pancal boncengan, ada 2 orang yang ngelihat dan tersenyum ke kita, eva bilang “ngebut ja”, “ok bos” kataku menyetujui permintaannya. Kupercepat sampai-sampai sepeda itu bergoyang goyang, “ja ja awas ja!”, gubbbraaaakkk sepeda yang kita tumpangi menghantam tembok, “aaakkhhh” teriak kita barengan ternyata kepala kita ada di bawah dan kaki di atas.

Dan disaat eva yang memboncengiku, eva menyuruhku turun saat jalanan mulai naik tapi kubilang “lanjut va kamu pasti bisa” dan yang terjadi gubbraakkkk tubuhku terjatuh dan eva tetap berdiri di atas sepeda hanya ngetawain bukan nolongin (gila kan).

Aaakkhhhh semua begitu indah untuk kuingat sementara malam ini menjadi malam terakhir kebersamaan kita dan yang paling menyakitkan saat eva menangis di bahuku saat itu ku bukan menjadi penguatnya malah aku merasa lebih rapuh darinya dan disaat dia menyalamiku untuk meminta maaf ku hanya bisa menganggukkan kepala tanpa sepatah katapun, ku benar-benar tidak ingin berada di posisi seperti ini, mata kita bertemu dan tersenyum yang kemudian disusul dengan tangisan lagi.

Jarak yang panjang yang memisahkan kita ternyata masih bisa diukur, tapi tidak dengan kesedihanku, ku ingin mengatakan sesuatu di malam itu sebelum kepergiaannya tapi ku gagal, lidahku terlalu ngilu untuk berucap, semoga lewat tulisan ini bisa mewakilkan apa yang ingin kuucapkan malam itu yang sempat tertunda.

Jaga dirinu baik-baik di sana, mungkin ku sudah tidak bisa berada di dekatmu seperti dulu yang bisa melihatmu bahagia atau sedih, jangan buang memori tentang kita, ini hanya perpisahan jarak bukan alam dan ini juga bukan selamat tinggal eva.

Cerpen Karangan: Fiija
Blog / Facebook: Fija
seorang family sekaligus sahabat yang berharap bisa membangun kemistri seperti dulu

Cerpen Bukan Selamat Tinggal Eva merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Antara Sahabat dan Cinta

Oleh:
Namaku Hanifah umurku 16 tahun, Aku adalah anak kedua dari dua bersaudara kakakku bernama Ray dia berumur 18 tahun dia adalah orang yang tidak pernah sedih dalam hal apapun,

Good Friends

Oleh:
Awan hitam terlihat jelas di langit SMA Merdeka, angin kencang berhembus tak tentu arah menerbangkan dedaunan yang membuat lapangan yang biasanya bersih penuh dengan lautan daun, gerimis gerimis kecil

Maafkan Aku

Oleh:
Matahari mulai terbit dari timur, terlihat orang-orang sudah mulai beraktivitas. “Kania, ayo nak berangkat ke kampus, kasian nak Raya udah nunggu di luar sejak tadi” teriak ibu Kania dari

Beda

Oleh:
Betapa indah jika kita bisa menyayangi dan memiliki orang yang kita cintai. Tanpa sebuah penghalang. Namun, lain halnya dengan kisah Salma dan Saka yang harus terpisah karena dinding kokoh

Salah Faham

Oleh:
Apa yang harus Aku lakukan ketika Sahabatku membenciku hanya karena hal sepele? Haruskah penjelasan itu Ia abaikan? Setidak pentingkah suatu penjelasan itu? Hingga akhirnya suatu kesalah pahaman pun muncul

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *