Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Bibir Senja

Aku rindu pada bibir senja, adakah ia kan hadir kembali setelah sekian hari ia tak pernah aku jumpai. “widia” dialah sahabatku yang biasa ku tulis dalam diariku bibir senja. semenjak kematian ayahnya gadis imut...

Balada Lima Pemuda dan Sampan Terukir

Sore hari di tengah remang jingga matahari dan hiruk pikuk kota, berkumpul lima pemuda di sebuah rumah sederhana sehabis menghabiskan waktunya dan mencurahkan pikiran dan tenaganya di ruang kuliah. Mereka terlibat pembicaraan...

Benciku Menjadi Sahabatku

Sampai saat ini aku masih bingung, mengapa aku bisa akrab dengan temanku itu, yang dulunya dia sering banget ngejahilin aku, sampai-sampai aku menangis tersedu-sedu. Ya, memang aku seorang laki-laki yang sering dibilang teman-teman...

Lapangan Kehidupan

Semua telah berubah. Tempat ini kini telah berubah menjadi tempat yang begitu tenang. Memang tak sepi, namun tak banyak orang yang datang. Karena hanya pada waktu tertentulah tempat ini akan ramai dikunjungi banyak orang....

Hitam Putih Pergaulan

Dalam kenangan masa lalu yang sangat buruk tentu Naila tak mau lagi jatuh ke jurang yang sama. Karena salah memilih sahabat, ia menjadi anak pemalas dan boros. Sebelumnya ia berteman dengan Hafiz, laki-laki yang kehidupannya...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply