Burung Kertas Sang Putri Tidur


Share

Cerpen Karangan:
Lolos moderasi pada: 19 April 2013

Sore itu, daun-daun yang berguguran
Iringan semilir angin yang dengan hembusannya menyapaku
Kelabunya langit mendung, telah berganti dengan warna-warni goresan tinta pelangi
Ku langkahkan kaki ku perlahan
Sambil menghirup sejuknya embun bekas hujan siang tadi
Gertakan petir yang mengagetkan Putri Tidur pun, kini telah menghilang
Berganti dengan suara kicau burung-burung yang berterbangan
Menyapa sang betina, tersenyum pada Sang Putri
Dengan kepak’kan sayap indahnya, mereka bebas akan kemana mereka terbang
Sang Putri ingin seperti mereka
Bebas menerbangkan cita-citanya, setinggi apapun yang ia mau
Melihat indahnya dunia, indahnya langit biru
Melihat indahnya masa depan dengan sejuta warna
Membuka buku harian yang polos, kertas yang pucat
Mulai digoreskannya sejuta keinginan, harapan, dan cita-cita

Sambil tersenyum manis ia merobek kertas itu, bukannya benci, juga tidak untuk dibuang
Apalagi dibakar… Tidak, memang tidak untuk itu
Dilipatnya secara perlahan dengan penuh kesabaran
Dibuatnya menjadi bentuk burung kertas, tidak hanya burung kertas yang ada biasanya
Kali ini, ini yang berbeda… Ini adalah burung kertas Sang Putri yang ke-100
99 burung kertas sudah lama menanti kehadiran temannya yang ke-100 ini
Mereka sudah tidak sabar untuk bersama-sama diterbangkan membawa sejuta impian dan cita-cita Sang Putri
Kini telah bergabung burung kertas yang ke-100 bersama teman-temannya
Sang Putri pun terlihat sangat gembira menyambut kehadiran burung kertasnya yang ke-100

Dipejamkan matanya… Dengan penuh keyakinan, segenap do’a dan harapan ia ucapkan
Ia yakin burung-burung ini akan membawa terbang impian, cita-cita, serta harapannya
Tingginya yang tak terhingga, selagi nanti burung ini akan jatuh
Sang Putri tau seberapa kemampuan burung ini akan terbang
Seindah apapun, sekuat apapun kepak’an dari sayapnya
Jika memang waktunya jatuh, akan jatuh karena itu sudah kehendak TUHAN
Tapi ia percaya, TUHAN sudah mendengar do’anya
Sebelum ia meggoreskan impiannya pada burung kertas yang ke-100 ini
Bahkan jauh sebelum burung kertas yang pertama pun
TUHAN MAHA TAU apa yang diinginkannya sebuah cita-cita berjuta impian
TUHAN tau semua itu…
TUHAN pun telah mengggoreskan alur jalan hidup yang terbaik untuk Sang Putri
Apapun itu, bagaimanapun goresannya itulah yang diberikan untuk Sang Putri
Sang Putri percaya itu…

Tanpa ragu, diterbangkannya 100 burung kertas itu dengan penuh keyakinan
Walaupun saat itu Sang Putri sedang menerima anugerah TUHAN yang paling besar
Yang kadang membuatnya, seolah putus asa…
Tapi kini ia sadar, apa yang dideritanya saat ini adalah masih sedikit dari kekuasaan TUHAN yang sangat besar..
Dan ia percaya, TUHAN sayang kepadanya…
Dibalik semua yang diberikan oleh TUHAN, sepahit apapun tak akan selamanya pahit…
Itu wujud kasih sayang TUHAN padanya…
Ia bahagia memiliki banyak sahabat juga…
Hingga burung-burung kertas tadi adalah 1% dari 100% banyaknya sahabat yang menyayanginya
Sahabat-sahabatnya yang selalu memberi motivasi, semangat, serta sejuta senyuman dihari-harinya
Ia juga mulai sadar, melalui sahabat-sahabatnya lah TUHAN menunjukkan kasih sayangNYA
Banyak cara TUHAN untuk menunjukkan kasih sayangNYA
Sang Putri pun percaya tak akan pernah TUHAN kehilangan cara untuk selalu mengasihi umatnya
TUHAN Maha Adil..

Kini Sang Putri mulai bersemangat menjalani hidup lagi setelah burung kertas yang ke-100 tadi diterbangkannya…
Sang Putri pun berkata:
Sahabat-sahabat ku, dengan sangat aku memohon jagalah aku..
Temani aku tuk sebentar saja, selagi aku masih bisa melihat kalian..
Aku sangat sayang kepada kalian, maafkan aku bukan maksudku dan juga bukan kemauanku selama ini untuk merepotkan kalian..
Aku sudah banyak mengganggu hidup kalian..
Mengganggu ketenangan kalian…
Tapi inilah aku, yang tak akan berarti apa-apa tanpa kalian disini..
Aku bingung bagaimana cara membalas kebaikan kalian…
Aku hanya bisa memberikan senyumanku untuk kalian..
Tapi percayalah, TUHAN akan membalas kebaikan kalian…
Saat aku benar-benar tertidur nanti, aku harap kalian tidak melupakan aku…
Aku akan selalu mengingat kalian…
Dan aku mohon kirimkan aku do’a-do’a terindah dari ayat-ayatNYA…
Perdengarkanlah atas nama untuk aku…
Agar aku tenang disana…
Sahabatku terimakasih…

Sahabat-sahabat Sang Putri pun berkata:
Wahai sahabatku…
Tak usah lah kau berkata seperti itu…
Itu sudah kewajiban kami untuk menjagamu, melindungimu, dan menghiburmu…
Disetiap harimu selagi kami bisa, kami akan selalu ada saat kau membutuhkan…
Senyummu adalah berlian untuk kami…
Kebahagiaanmu adalah mutiara untuk kami..
Janganlah kau bersedih, karena selagi kau bersedih berlian itu akan buram…
Mutiara itu akan kusam…
Kau harta yang berharga untuk kami…
Tak usah kau blas dengan apa, kami tak inginkan apa-apa darimu..
Yang kami inginkan hanyalah senyumanmu..
Kebahagiaanmu…
Kami disini untukmu, janganlah kau merasa kesepian…
Sejauh apapun kau dengan kami, bila nanti kita berpisah pun…
Yakinlah TUHAN telah mengikat hati kita untuk selalu bersatu…
Jangankan kau dekat, kau jauh pun, namamu tak akan pernah terhapus dihati ini…
Ukirannya sudah melekat, tak akan pernah bisa luntur…
Seandainya nanti kau tak lagi bersama kita,
tenanglah kita akan selalu mengirimkan salam cinta, salam rindu kita dengan bisikan do’a dalam butiran ayat-ayatNYA…
Tenanglah sahabatku…
Ingatlah selamanya aku, kamu, dan kita akan selalu menyatu dalam lingkaran kasih sayang persahabatan..

Cerpen Karangan: Saiyida Azzahroh
Facebook: Saiyida Azzahroh
Nama : Saiyida Azzahroh
Sekolah : SMA ISLAM MALANG – XB
TTL : 4 Maret 1997
FB : Saiyida Azzahroh
Twitt : @saiyy_
e-mail : saiyida@ymail.com

Ini merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya di: untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatan penulis, jangan lupa juga untuk menandai Penulis cerpen Favoritmu di Cerpenmu.com!
Cerpen ini masuk dalam kategori: Cerpen Persahabatan

Baca Juga Cerpen Lainnya!



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply