Candy Diary

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 11 July 2013

Profil Candy…
Gue Candy Srikandi. Setiap tahun, Gue ganti-ganti sekolah. Walaupun gue pindah ke sekolah satu, ke sekolah satunya, gak ada satupun anak di kelas yang mau nemenin gue. Gue diejek gara-gara nyokap gue udah gak ada.
“Apaan Candy? Kendi iya..”
Ya.. Itu adalah salah satu kalimat yang masih gue ingat. Hingga akhirnya…
“Pa.. Kenapa sih, kita pindah-pindah sekolah mulu?”
“Sayang, ini demi kebaikan kamu”
“Apa pa? Candy udah capek tau.. Pindah-pindah sekolah terus..”
“Sayang… Biar papa yang milihin sekolah ya..”
“Gak, pa.. Candy bisa cari sekolah sendiri. Candy udah kelas 10. Candy gak mau di atur lagi kayak anak kecil,”
“Sayang, besok papa akan mindahin kamu ke Surabaya. Papa udah beli rumah di sana buat tempat tinggal kamu. Uang akan papa setor setiap bulan,”
“Hmm.. L”

Author Profil Candy
Dear Diary…
Besok gue akan pindah ke Surabaya.. Terpaksa, gue harus pindah ke sekolah lain lagi. BT deh.. Gue kepengen konsisten di satu sekolah. L Gitu aja ya, diary.. Besok gue mau pindahan ke Surabaya, jadi harus tidur dulu.. Bye..
CANDY

Candy pun tertidur. Besoknya..
“Candy, kamu sudah siap nak?”
“Udah pa… Yuk berangkat..”
Papa Candy pun mengantarkannya ke Bandara untuk berangkat ke Surabaya.
“Hati-hati ya, sayang.. Di sana kamu akan ketemu bibi Ana. Telpon papa ya kalo udah nyampe..”
“Iya.. dadahh paa…”
Pesawat itu akhirnya lepas landas. Terbang ke awan yang putih.

Wusss… Angin pun berhembus sangat kencang. Membuat rambut Candy yang sudah sampai di Surabaya berterbangan. Ketika Candy sampai di rumah nya, dia bertemu seorang perempuan berambut sebahu menyapanya.
“Hay Candy kan?”
“Iya… Ibu siapa?”
“Saya Bibi Ana. Bibi pikir, papa mu sudah memberitahu tentang ku kepada mu Can..”
“Hahaha, ya.. Papa memang sudah memberitahu tentang bibi…”
“Ya sudah, kita ngomong di dalam aja.. Oke?”
“Okee..”

Bibi Ana dan Candy masuk ke dalam rumah. Rumahnya besar, bagus, bersih, dan layak di tempati.
“Mau bibi siapkan makan siang?”
“Ya bi.. Menu-nya apa ya bi?
“Menu-nya ada pizza tuna. Kemaren tuan sudah memesannya untuk non Candy”
“Ya, bi.. Tolong buatkan saya orange juice juga ya..”
“Ya non..”

Setelah selesai makan..
“Bi.. sini deh..”
“Kenapa non…?”
“Bibi umur berapa?”
“Bibi umur 26 anak bibi seumuran kamu..”
“Oh.. Nama anaknya siapa bi?”
“Nama anak bibi itu Dita. Nanti dia akan tinggal di sini juga.. Dia yang akan menemani non di sekolah. Tuan membiayai dia sekolah.”
“Oh… J”

Dita pulang ke rumah dari sekolah.
“Siang bu..”
“Siang nak… Ini Non Candy. Non Candy, ini Dita anak saya..”
“Oh.. Hay.. Gue Candy. Nama lo Dita kan?”
“Ya, non.. aku Dita Kumalasari.”
“Mari non, saya antar ke kamar non..”
“Ya..”
“Jadi, lo juga kelas 10 ya?”
“Iya.. Aku kelas 10. Mbak juga kelas 10 ya?”
“Iya nih..”
“Eh.. Mbak.. Udah sampai.. Ini kamar mbak..”
“Oh ya.. Makasih ya dit..”
“Iya mbak..”
“Oh ya, Dit.. Gue mau tanya lagi.. Itu kamar sebelah kamarnya siapa?”
“Kamar kosong mbak.. Kenapa?”
“Oh kalo gitu, lo sama nyokap lo boleh tidur di kamar sebelah..”
“Ah, gak enak mbak.. Saya sama ibu saya di bawah saja..”
“Eh.. Gak apa apa.. Lagian ini sebagai hadiah gue karena nyokap lo udah baik sama gue.”
“Oh.. Terima kasih banyak ya mbak.. Saya beruntung punya majikan seperti mbak…”
“Iya.. Sama-sama.. Ngomong-ngomong, kamu udah punya pacar belum? Hayooo..”
“Huh, boro-boro mbak, wong teman saja saya nggak punya..?”
“Oh.. Tenang aja.. kan ada aku..”
“Makasih ya mbak.. Saya mau bilang ibu dulu…”
“Iya..”
Candy sekarang merasa sudah punya teman. Dia senang sekali..

Dear Diary..
Sekarang, gue udah punya temen baru.. Namanya Dita. Dia baik, lucu, cantik, dan tipe orang yang setia.. Tapi, dia belum punya pacar, apa karena dia anak pembantu ya?

Waktu makan malam..
“Eh, kenapa duduk di bawah.. Duduk di meja aja.. Gak papa..”
“Non, makanan kita berbeda.”
“Bibi sama Dita boleh ambil yang ada di meja.. Lagian, ini, buatan bibi juga kan?”
“Ya non.. Saya beruntung bisa mendapatkan majikan sebaik non..”
Lalu, mereka pun makan malam.

BESOKNYA DI SEKOLAH..
“Nah.. Non, ini sekolahnya..”
“Wah.. Bagus juga ya..”

“Anak-anak, ibu bawa anak baru bernama Candy. Candy, kamu boleh duduk di di samping Nifer.” Kata bu Diah sambil menunjuk ke arah Nifer.
“Ya bu..”. Sekolah SMAN 59 kelas 10 SMA berjumlah 15 orang siswi dab 15 orang siswa.

ISTIRAHAT pun berbunyi. Anak-anak segera keluar dari dalam kelas. Tak di sangka, Sebelum keluar kelas, Nifer, Erika dan Anggun memanggil Candy.
“Hay.. Gue Nifer, ini Erika, dan yang rambutnya panjang ini Anggun…”
“Hay.. Gue Candy..”
“Eh iya, BTW, lo mau nggak masuk di geng gue? Namanya Girl’s of star” kata Anggun
“Emm.. Ya gue mau, asalkan, Dita boleh ikut ya?”
“Emm… Kalo itu mungkin gue, Erika dan Anggun belum bisa nerima lo?!” kata Nifer dengan setengah membentak
“Apa karena Dita anak pembantu?”
“Ya… Geng gue GENGSI tau!!” jawab Anggun
“Non, non bisa masuk geng Nifer kok.. Kalo mbak seneng, saya seneng..”
“Sorry ya.. Dita ini sahabat gue.. Jadi, gue gak bisa ninggalin dia demi orang yang baru gue kenal” jawab Candy tegas.
Nifer ‘n geng langsung meninggalkan Candy dan Dita sendirian di kelas. Kelas pun menjadi sangat sepi.

Bell tanda masuk kelas berkumandang. Semua siswa-siswi masuk kelas dengan rapih.
“Anak-anak.. Sekarang ibu mau kalian berkelompok ya…” Bu Diah segera menulis di papan tulis mengenai kelompok-kelompok itu. Dita berkelompok dengan Candy. Lalu, seorang murid lelaki bernama Vidi menanyakan sesuatu: “Bu, kelompok ini buat apa?”
“Kelompok ini buat tanggal 14 Februari nanti, kalian harus menghias ruangan ruangan yang di tentukan. Siapa yang terbagus, akan mendapatkan hadiah!”

Semua kelompok mendapatkan bagian-bagiannya. Candy dan Dita mendapat tugas mendekorasi kelas 11 SMA. Pulang sekolahnya..
“Dit.. Ayo cepetan…”
“Iya.. Sabar, non..”
“Husss.. Mulai sekarang panggil gue Candy aja. gak usah pake non.”
“Ya, Non.. Eh, Candy…”
“Ayo Can..”

Candy dan Dita pulang menaiki mobil Verarri milik Candy.
“Siang, non.. Gimana tadi sekolah pertamanya?”
“Ya, aku suka sekolahnya, besar, kamar mandi nya enak..”
“Non mau makan siang?”
“Mmm.. Ya deh, bi.. Tolong siapkan untuk Dita juga ya…”
“Iya, non..”
“Gue ganti baju dulu, ya”
“Iya Can…”
Mereka menyantap hidangan yang di masak oleh Bibi Ana. Setelah kenyang, ..
“Bi, aku ke atas dulu, ya… Aku ngantuk, capek, mau tidur dulu..”
“Ya, non.. Selamat beristirahat ya non..”
“Iya, bi.. Makasih ya…”
Candy-pun naik ke ranjangnya dan mengambil buku diary-nya yang berwarna violet berhiaskan satu kupu-kupu di atas nama nya.

Dear Diary…
Dita. Seorang anak pembantu yang familier, dia baik… banget, ma gue… Gue seneng lah..
CANDY

Candy menutup diary nya, lalu dia berdoa sebelum tidur.

Begitulah setiap harinya Candy. Hingga waktunya untuk kelulusan. Candy dan Dita lulus. Ayah Candy datang ke rumah nya.
“Candy.. Selamat ya nak.. Papa bangga sama kamu!”
“Iya pa.. Makasih”

Candy pun tinggal selamanya di rumah nya itu, sampai dia dewasa, lalu dia menjadi seorang Designer BEST of 2012. Dia menghasilkan 98 rancangan baju. Dia mempunyai toko baju bernama: “CanDyta”. Dita, dia menjadi Penulis ternama di Surabaya. Dia menghasilkan 101 cerita di dalam bukunya yang berjudul: “HAVE DREAM” yang menceritakan tentang mimpi-mimpinya dulu.

Dia berhasil mengabdikan dirinya sebagai Designer, sesuai dengan cita-citanya dahulu. Lalu, di tanggal 1 Januari jam 01.00 subuh Wilayah Indonesia Barat, Candy menghembuskan nafas terakhirnya di rumahnya. Sudah lama, Candy menderita penyakit jantung. Now, Candy.. In Memoriam…

Cerpen Karangan: Daniella Patriciariesta Kindangen
Facebook: daniella kindangen

Cerpen Candy Diary merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pencopet Ulung

Oleh:
“Kukkuruyuukkk… Kukkkuurrruuuyyuukkk…” Suara ayam jantan yang sedang berkokok dengan gagahnya membangunkanku di tengah kegelapan pagi. Suara ayam jantan yang berkokok di pagi hari bergantian hingga tak terhitung jumlahnya. Suasana

Tak Terduga (Part 2)

Oleh:
Pandanganku tertuju pada air danau yang tenang. Ku sandarkan bebanku pada pohon yang rindang. Berada di pinggir danau membuat kenyamanan tersendiri bagiku. Ya.. Di sinilah aku menenangkan semua beban

Don’t Give Up Clara

Oleh:
Namanya Clara, ia adalah sahabatku yang sangat pasrah akan segala hal. Ia tidak pernah percaya diri dan merasa terendah dari semua orang. Teman-teman sekolahku pun tak ada yang mau

Budaya Kucing

Oleh:
Kisah ini adalah tentang 3 anak kucing yang tinggal di rumahku walau tanpa diundang. ya kisahnya dimulai di suatu malam yang gak hujan, tiba-tiba aku debagar suara kucing di

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *