Cerita Yang Manis Bukan?

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 15 March 2017

“La!” teriak Mahda dari kejauhan, kulihat gadis cantik itu berlari menghampiriku “emh?” sahutku yang langsung saja dibalas dengan tepukkan keras di punggungku “ye… orang udah teriak keras-keras lo cuma bilang emh!!” aku tak menanggapi ucapan gadis yang tinggi badannya melampaui kakak kelas itu, dia segera saja menyentil telingaku dengan kejamnya lalu berteriak di telingaku “woi!! ALAAA!!!”, teriaknya, aku tentu saja langsung naik darah “apaan sih da? gendang telingaku pecah emangnya kamu mau tanggung jawab?” cerocosku “Cakrawala Senja, tersayang… gini ya, gue dah ngomong baek-baek sama lo! eh lo nya cuma nanggapin dengan kata emh..” jelasnya “lo ngeliatian apa sih?” tanyanya lagi, aku langsung gelagapan hingga akhirnya Mahda melihat dan menyadari objek yang sedari tadi kupelototi sepenuh hati “Alfan?” ucapnya, aku hanya tersenyum “pacar Septi kan?” tanyanya, senyumku langsung pudar, sedangkan Mahda hanya bisa menatapku miris “lebih naok lo lupain deh Alfan, La” jelas manusia cerewet yang satu ini, “Mahda, Mahda lo gak ngerti sih perasaan gue, lo sih enak, sekali suka sama cowok neritanya langsung tersebar -karena BFF gue yang satu ini famousnya gak ketulungan- and otomatis tuh cowok langsung nembak lo! sekarang aja lo lagi pacaran sama Argari kan?” jelasku “lalu?” tanyanya “Alfan tuh first love gue Da, gue pengen banget dapatin dia..” jelasku lagi “what? first love? Ala, lo tuh dah kelas dua SMA” teriaknya sambil menunjukkan jarinya yang membentuk peace “so?” tanyaku “gak mungkinlah Alfan first love lo! lagian bukannya first love lo Kim Soo Hyun? atau Song Joong Ki?” tanyanya “iiih apaan sih?” tanyaku, yang langsung disambut senyum oleh Mahda

1 bulan kemudian…
“BTW, dengar-denga katanya Septi sama Alfan break lho la…” jelas Mahda “kayaknya ini kesempayan lo buat rebut, rebut, rebut!!!” heboh Mahda, aku tersenyum melihat tingkah sahabatku ini, “Eh, Da, gue mau bilang sesuatu” ucapku pelan “apaaan?” tanyanya…

Setelah aku membisikkan hal yang ingin kuberitahukan ke Mahda ia langsung terlompat kaget “lo… ditembak Alfan?” tanyanya “terus lo terima?” tanyanya lagi, aku hanya membalasnya dengan senyuman

Hari-hariku selanjutnta hanya diisi oleh Alfan, Alfan, Alfan dan Alfan, oh dan belajar tentunya, jarang ada waktu untuk Mahda, lagian ia juga pelan pelan mulai menjauhiku, namun ada yang aneh dengan anak itu, ia terlihat lebih kurus dan tak terawat, ia sering mimisan dan pingsan, saat kutanya ada apa ia malah menjauhiku entahlah, apa yang terjadi pada anak itu…

Suatu hari
“drinks for me, drinks for me…” lagu Hymn for the weekend terdengar dari Handphoneku saat aku sedang menonton TV di rumah “Kak Maya” tumben sekali kakaknya miss famous -kakaknya Mahda maksudnya- menelponku segera kusamabar Handphoneku dan “Halo?…”

Mahda Farida Asyra
Lahir: 12 Januari 2000
Wafat: 17 Februari 2016

Aku hanya bisa menangisi kepergian sahabatku ini, ia meninggal karena penyakit leukimia yang dideritanya dan parahnya aku tak tahu tentang penyakitnya itu, Mahda… sahabatku tersayang maafkan aku, aku memang bukan sahabat yang baik buat kamu, “Ala, ini buat kamu” ucap kak Maya, aku mengambil sepucuk surat yang ada di tangan kak Maya…

Dear, Cakrawala Senja
Ala, sahabatku tersayang

Mungkin saat lo pegang surat ini, lo udah berdiri di dekat batu nisan yang ada nama gue? iya kan? jangan sedih, gue emang sengaja gak kasih tau lo tentang penyakit gue ini, gue gak mau bikin lo sedih, thanks dah mau jadi sahabat dari manusia cerewet jenis gue, maaf selama ini gue dah ngerepotin lo, pokoknya thanks, semoga lo sehat selalu, gue gak pernah mati, gue selalu hidup di hati lo, semoga lo bakal segera dapetin sahabat yang lebih baik dari gue…
love you

Mahda Farida Asyra

“Mahda!!!” tetiakku memecah keheningan di area pemakaman itu

4 tahun kemudian…
Seorang wanita dengan pakaian rapi ala kantoran berdiri di samping kuburan Mahda “Hai! Mahda, apa kabar?” ucapnya “sudah 4 tahun ya?” ucapnya lagi, ialah Cakrawala Senja yang sangat berbeda dengan dirinya empat tahun lalu, matanya tak lagi menyiratkan kesedihan saat menyapa sahabatnya yang telah tiada, ia bahkan bisa tersenyum tanpa mengeluarkan sedikitpun air mata, setelah mengirimkan doa untuk sahabatnya, ia pun berbicara pada makam sahabatnya, ia meletakkan seikat bunga, ia keluar dari area pemakaman, tiba tiba sebuah mobil melaju dengan kencang ke arah Ala dan… “Brukkkk!!!”
Darah…

Cakrawala Senja
Lahir: 13 Mei 2000
Wafat: 17 Februari 2020

Hari ini tepat 4 tahun Mahda pergi meninggalkan dunia, dan, tepat hari ini Ala pergi untuk selamanya…

Ala terbangun di sebuah padang rumput yang indah, ia melihat Mahda melambaikan tangan padanya, ia menghampiri Mahda lalu memeluknya, mereka saling tersenyum, “lo nungguin gue selama ini, Da?” tanya Ala “tentu anak manis” jawab Mahda, mereka berjalan sambil bergandengan tangan laou menghilang…

Cerita yang manis bukan?

Cerpen Karangan: Regina Miaza Savitri
Facebook: Regina Savitri

Cerpen Cerita Yang Manis Bukan? merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Jadikanlah Aku Lebih Dari Teman

Oleh:
“Hayooo… Lagi ngelamunin siapa?” Tiba-tiba suara Rini membuyarkan lamunan ku… dengan sedikit gelagapan aku mencoba mengalihkan perhatiannya.. “ah… gak ngelamunin siapa siapa… aku lagi dengerin musik kok.. ini dengerin

Tuhan Memang Baik

Oleh:
Hari pertama sekolah, memang menyenangkan bagiku. Aku sangat suka lingkungan baru. Tetapi, aku tidak yakin bisa mendapat teman baru secepat petir menyambar. Aku termasuk anak yang pendiam, tak banyak

3 Sahabat

Oleh:
Ada 3 sahabat anak ke mana-mana selalu bersama, 3 orang itu bernama Hasna, Husna, Husain. Dia dari kecil sudah bertetanggaan dan satu sama lain sudah saling kenal, setiap hari

Kecil Namun Tetap Berarti

Oleh:
Siang itu tidak seperti biasanya. Awan hitam menyelimuti langit biru, tetesan air hujan pun mulai menetes, membasahi jalanan berdebu. Semakin cepat saja kutarik gas sepada motor ini, yang tidak

Sahabat Sejati Takkan Pernah Mati

Oleh:
Jarum jam menunjukan sekarang pukul 06.30 WIB, aku bergegas menuju kamar mandi dan berpakaian sekolah. Hari ini adalah hari pertamaku di sekolahku yang baru “Pichi buruan berangakat!!!” seru ibuku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *