Cinta Dalam Diam

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 2 January 2017

“Memang aku bukan pendengar yang baik tapi aku mampu merasakan apa yang kamu rasakan.. Inginku selalu ada dekatmu tapi apa daya tak cukup nyaliku untuk mendekatimu.. mungkin rasa yang kurasakan tak kan pernah kau rasakan lalu apa yang aku harus lakukan saat ini? aku terlalu mengaggumimu.. dalam diamku ku menjagamu dari jauh, mengawasi gerak-gerik dan tingkah lakumu. andai kau tau selalu kulantunkan doa di setiap sujudku untukmu. Semoga suatu saat kau mengerti! Memang aku tak berharap kau datang ke dalam hidupku saat ini karena aku tau aku belum siap untuk bertanggung jawab atas rasa yang aku rasakan saat ini. Kini kuharap allah selalu menjagakan hatiku untuk tetap bertawakal kepadanya dan menjaga akhlakku sebagai muslimah yang taat akan perintahnya. Karena sesungguhnya tak pantas untukku menjani hubungan yang memang menjadi larangannya. “Perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik maka begitupun sebaliknya”. Kalimat ini yang selalu menjadikanku motivasi untuk selalu intropeksi diri dalam berbenah menjadi yang lebih baik. Semoga allah selalu bersamaku menemani setiap langkahku..

“krekkk..” suara pintu terbuka.
Ternyata siti, sahahabat aisyah dari masih TK sampai sekarang. Kemana-mana selalu berdua, Saling curhat-curhatan bahkan susah senang selalu bersama.

Lamunan Aisyah pun terbuyarkan karena kedatangan siti secara tiba-tiba
“Assalamualaikum Aisyah.. Hayo apa sih yang dipikir kok melamun gitu?” sapaan dan ledekan Siti
“Waalaikumsallam.. ah gak papa kok sit, ayo berangkat sekolah.” jawab Aisyah sembari memakai tas ransel merah miliknya

Segera mereka berpamitan dan dikayuhnya sepeda yang biasanya mereka gunakan untuk berangkat sekolah. jarak dari rumah ke sekolah tidak begitu jauh maka dari itu mereka memilih menggunakan sepeda untuk berangkat ke sekolah hitung-hitung selain irit bensin juga mengurangi polusi udara. Sesampainya di sekolah Aisyah begitu terkejut melihat di ujung parkiran ada seorang cowok tinggi, tegap dan tampan sedang memarkir sepeda.

‘Cowok itu! Ya robb.. Jaga pandanganku’ pikir aisyah sambil menundukan kepalanya

“Syah kamu kenapa?” tanya siti
“Gak papa sit ayo ke kelas”

Sesampainya di kelas. Keadaan kelas masih sepi karena memang hari itu masih pagi, hanya ada Dista, Zahra dan Doni yang sedang sibuk mengerjakan pr matematika.

“Astafirulloh.. Iya sumpah! lupa.. Ada pr yah” celoteh siti dengan kaget
“Kebiasaan.. Nih!” Kata Aisyah sembari menyodorkan buku matematika ke arah siti.

Suasana kelas semakin ramai dan “kring!” bunyi bel tanda pelajaran akan segera dimulai. Pak Tedi guru matematika super killer yang membuat semua siswa takut terdiam tanpa kata mulai memasuki kelas dan menerangkan pelajaran hari ini. tapi aisyah tak bisa konsen karena masih ada suatu hal yang merasuki pikirannya.

“Ada yang ditanyakan?”. tanya pak Tedi dan *titt* tak ada satu pun yang bertanya
“Aisyah!” bentak pak Tedi tiba-tiba dengan suara lantang.
“Dua puluh lima pak” jawab aisyah sekenanya.
“Apa yang dua puluh lima? Kamu melamun?! Awas sekali lagi kamu melamun waktu pelajaran saya.. kamu tidak saya perbolehkan mengikuti pelajaran saya.”
“I i iya pak maaf” jawab aisyah gelagapan

Tak lama kemudian bel tanda istirahat telah berbunyi “kringggg…” banyak siswa siswi berhamburan keluar kelas segera menuju ke kantin. Tetapi tidak dengan aisyah dan siti mereka masih tetap di bangku sibuk dengan buku-bukunya.

“syah kau tau fando anak kelas sebelah? aku menyukainya.. bantu aku dong supaya aku bisa dekat dengannya” ucap siti secara tiba-tiba, sontak membuat aisyah kaget dan terdiam tanpa kata

“Cowok itu? Seorang yang aku kagumi. Ternyata Siti sahabatku sendiri juga mengaguminya yaa robb apa yang harus aku lakukan? apakah aku harus mengubur rasaku dalam-dalam? tidak aku yakin aku tak kan mampu. Lalu apakah aku harus mengatakan kepada siti bahwa aku juga mengaguminya? Tapi di sisi lain aku tak ingin egois, aku takut persahabatanku dengan siti hancur. Biarkan kusimpan cinta ini dalam diam” fikir aisyah

Sejak saat itu mau tidak mau Aisyah harus mengorbankan perasaannya demi melihat sahabatnya tersenyum. Semakin hari entah bagaimana asal-usulnya Siti dan Fando semakin dekat, dan hal inilah yang membuat hati Aisyah sakit. Ketika Siti bermain ke rumah Aisyah untuk sekedar bercerita tentang kedekatannya dengan Fando, tak sengaja ia melihat buku diary Aisyah diatas meja iseng ia membuka dan membaca isi buku diary itu karena kebetulan Aisyah masih ke kamar mandi. Begitu terkejut dirinya kalau ternyata Aisyah juga memiliki rasa kepada Fando “Kenapa aisyah tak cerita? kenapa aisyah tega? kenapa?” banyak pertanyaan yang berkecamuk di fikirannya.

“Siti…!” Tiba-tiba Aisyah muncul dan begitu kagetnya saat ia melihat Siti sedang membaca buku diarynya.
“Aku biasa jelasin Sit ini bukan seperti yang kamu fikirkan, Kamu..” belum selesai Aisyah berbicara dipotong oleh Siti
“Apa Syah! Gak ada yang perlu dijelasin. Aku benci sama kamu!” Siti pun langsung pergi tanpa menghiraukan aisyah yang merasa bersalah.

Sejak saat itu persahabatan mereka hancur Siti tak pernah menghiraukan Aisyah sedangkan Aisyah hanya terdiam dan merasa bersalah ia telah lelah mencoba menjelaskan kepada siti karena tak pernah digubris.
Tanpa diduga ternyata Fando mengetahui konflik mereka ia mencoba menengahi permasalahan ini tanpa sepengetahuaan mereka, Akhirnya ia memutuskan untuk berpacaran dengan wanita satu kelasnya. Hal ini yang membuat hati Siti semakin sakit ia mulai sadar bahwa persabatan adalah segalanya tanpa fikir panjang ia langsung berlari menemui Aisyah dan memeluk Aisyah. Persahabatan mereka kembali seperti dulu.

Cinta memang belum waktunya datang dan cinta dalam diam hanya perusak segalanya.

The end

Cerpen Karangan: Tiara Lucky Mahardini
Facebook: Tiara Lucky Mahardini

Cerpen Cinta Dalam Diam merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dialah Sahabat Ku

Oleh:
Setiap pagi di sekolahku selalu ku temukan senyuman manis darinya. Senyuman yang membuatku nyaman. Dia sahabatku yang peduli denganku, mengerti keinginanku, paham dengan sifatku dan dia adalah penyemangatku. Namanya

Ternyata

Oleh:
“Arin” teriak Dimas saat memanggilku. Aku mendengar suara itu dari belakangku, lalu aku membalikkan badanku melihat ke arahmu dan menjawab “Dimas, ada apa?”. Jantungku mulai berdetak, begitu terpesonanya aku

Kisah 6 Pasang Mata Bola

Oleh:
Ini adalah kisah 6 pasang mata bola, yang bergelinding sesuka hatinya, berlarian semau arahnya namun tetap kembali pulang dan berkemas pada satu tempat berkubang yang sama. Meski terkadang sepasang

Perjuangan Tanpa Pandang Bulu

Oleh:
Memulai hari baru dengan sebuah senyum yang tersimpul dari bibir mungilnya. Tidak salah lagi senyuman yang ikhlas dari lubuk hatinya terpancarkan lagi setelah sepekan dia terbelenggu oleh perasaan bersalahnya

Larutnya Senja

Oleh:
Ada yang berbeda dalam detak jantungku, membuat setiap nafasku terasa berat. Rasa sakit di hati kian menggebu di balut goresan luka yang telah mengelupas dan terbuka lagi. Tersentak kaget

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *