Cinta, Maafkan Aku Terlambat Mengerti

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Penyesalan, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 25 July 2015

Di suatu pagi yang cerah, kami berdua berangkat dengan sepeda mini menuju taman di dekat rumah. Kami adalah sepasang sahabat yang selalu mengerti sama lain. Suatu ketika, chika sahabatku ingin memperkenalkanku dengan seorang laki laki dari teman adiknya di bandung. Dia memberikan semangat dan saran kepadaku untuk menerima laki laki yang dia tawarkan kepadaku. Karena dia ingin sahabatnya ini, agar segera mendapatkan pacar di usia 21 tahun ini. Karena dia tahu selama ini aku menyendiri terlalu lama, dan tak kunjung mencari pacar. Karena menurutku, masa muda ini aku buat senang senang saja dan fokus pada pekerjaaanku saat ini sebagai wanita karir, kenapa harus memikirkan laki laki di luar sana yang semuanya sama aja, buaya. Sedangkan menurut chika, fikiranku terhadap laki laki itu terlalu kritis. Menurutnya tidak semua laki laki di dunia ini seperti itu. Dan tidak selamanya kita dituntut akan pekerjaan, sehingga tidak ada waktu untuk refresing. Sebagai teman yang baik, aku menuruti ajakan chika untuk berkenalan dengan laki laki yang dia tawarkan kepadaku. Rencananya aku dan laki laki tersebut akan dipertemukan besok pagi di taman ini oleh chika. Matahari sudah beranjak tinggi, kami berdua lalu pulang menyusuri jalan taman yang indah.

Sesampainya di rumah, aku pergi mandi dan tidak lupa melaksanakan shalat dzuhur sendiri. Setelah selesai shalat, aku teringat tawaran chika tadi pagi. Mungkinkah aku bisa menjalaninya, dan bisakah dia menerimaku dengan sifat yang cuek, sibuk dan keras kepala ini. Dalam lamunanku, aku pun tersadar saat ibuku menyuruhku makan siang bersama keluarga.

Di sore kemudian, chika meminta aku untuk menerima permintaan pertemanan di facebook yang ditawarkanya. Dia bilang, facebook yang dia tawarkan itu adalah laki laki yang dia pertemukan denganku besok. Aku lihat facebook laki laki tersebut, dia tampan juga dan pandai bergaul. Namun setelah melihat sekilas tentang laki laki tersebut, aku tidak merasakan ketertarikanku dengan laki laki tersebut. Mungkin, kalau aku bertemu denganya langsung, aku akan tertarik dengan laki laki tersebut. Beberapa lama aku bermain facebook dan menyelesaikan tugas pekerjaanku di laptop, aku pergi dan menyudai kegiatanku saat itu.

Di malam harinya aku duduk sambil menikmati secangkir teh di samping rumah. Aku masih memikirkan ajakan tadi pagi. Semalaman itu aku membayangkan apa yang akan terjadi besok pagi. Karena udara semakin dingin, aku segera menutup jendela kamar dan beranjak tidur. Dengan berharap besok pagi menjadi pagi yang indah.

Kesokan paginya, aku ditunggu chika di depan rumah. Untuk berangkat menuju taman yang dia janjikan untuk memperkenalkanku dengan laki laki yang dia bilang kemarin kepadaku. Sesampainya di taman, aku tidak melihat laki laki yang chika perkenalkanku kemarin. Namun hanya ada selembar kertas yang menyuruhku untuk mengikuti petunjuk yang tertera di kertas itu. Ini sungguh kejutan dan pertemuan yang sangat membinggungkan dalam hatiku. Sehingga, membuatku semakin penasaran.

Sesampai di tempat tujuan, aku disambut dengan seorang laki laki yang berparas tampan dan baik hati. Kemudian dia memperkenalkan diri. Dia bernama raka, kemudian dia memintaku duduk di kursi yang dia persilakan kepadaku. Aku sungguh tersanjung saat itu. Dengan suasana romantis dan pemandangan yang indah, kami berdua makan bersama yang telah dia hidangkan. Beberapa lama kami saling berbicara tentang diri kami masing masing, dia berlutut di hadapanku dan meminta untuk menerima permintaan cinta yang diajukan kepadaku. Sungguh aku binggung dengan perasaanku, namun jujur dalam hatiku tidak ada perasaan cinta saat aku berkenalan dengannya. Mungkin ini bukan jodohku, ataukah ini bukan waktu yang tepat dalam mendapatkan cinta yang aku inginkan. Namun, karena diriku tidak mau mengecewakan chika, sahabatku yang selalu mendukungku dalam menjalani hidup selama ini. Dan mungkin ini cara awal yang harus aku tempuh untuk mendapatkan cinta sejati kelak nanti. Sehingga tidak berfikir lebih panjang lagi, aku menerima permintaan cinta raka. Dan berharap kisah cinta ini menjadi cinta yang bisa menuntunku ke jalan yang bahagia kelak nanti. Walaupun, dalam benak hatiku tidak ada perasaan yang sama dengan harapanku.

Waktu kami lalui bersama setiap harinya, membuat kisah asmara di antara kami menghiasi di setiap perjalanan cinta kita berdua. Raka selalu memberikan keyakinan akan cinta kita. Semakin lama dia meyakinkanku, semakin cintaku pudar kepadanya. Sepertinya tidak ada kesamaan di antara kita berdua. Namun, perasaanku tidak membuatku putus asa akan harapan untuk mendapatkan cinta yang aku harapkan. Aku berusaha mencintai raka dengan sekuat tenaga, karena aku yakin dia mencintaiku tulus. Sehingga aku tidak mau mengecewakannya. Walaupun perasaanku ragu.

Di suatu hari kemudian, chika menemuiku dengan wajah yang sedih. Kemudian aku menyuruh dia duduk di ruang tamu dan menceritakan permasalahannya kepadaku. Dia bercerita kalau dia baru saja putus cinta dengan pacarnya yang ada di bandung. Gara gara di antara mereka sering terjadi pertengkaran. Diduga ada perempuan lain di singapura yang jatuh cinta kepada mantan pacarnya chika. Aku mencoba menenangkan perasaan chika saat itu. Sekian lama aku dan chika berbincang bincang, chika kemudian pulang dengan hati yang tenang dan melupakan masa lalunya dengan mantan pacarnya. Karena besok libur kerja, aku dan raka berencana menyempatkan waktu untuk berlibur ke jogyakarta berdua. Karena, aku terlalu sibuk kerja, sehingga sangat sedikit waktu untuk kita berdua.

Keesokan harinya, aku dan raka jalan jalan menyusuri kota yogyakarta. Kita berdua berjalan jalan di malioboro. Disana kita berdua ingin lebih mempererat kisah cinta kita. Saat itu, aku dibelikan cincin yang indah, untuk menyatakan begitu besar cinta raka kepadaku. Begitu pula raka, dia juga membeli cincin yang sama denganku. Dengan harapkan cinta kita langgeng.

Seharian di yogyakarta kita berdua pulang dengan hati yang senang. Sebagai seorang teman, aku berkunjung ke rumah chika untuk memberikan oleh oleh untuknya. Selama di rumah chika, aku menceritakan kejadianku bersama raka selama di yogyakarta. Chika sungguh senang mendengar kisah cintaku bersama raka yang semakin hari semakin baik. Namun, aku sungguh perihatin dengan kisah cinta chika. Aku tidak tega bersenang senang, di atas penderitaan sahabatku. Sehingga aku mempunyai ide untuk menyatukan raka dengan chika. Namun, saat itu chika menolak permintaanku. Karena, dia ingin cinta kita abadi. Karena aku tidak mau membuat hati chika semakin sedih. Sehingga, aku mencoba memberikan semangat kepadanya, agar berusaha mendapatkan kekasih yang mengerti dia.

Suatu ketika, aku mengajak chika untuk menemaniku kencan bersama raka. Karena aku fikir, chika akan lebih mudah melupakan mantannya dan supaya dia tidak kesepian lagi di rumah. Namun, kenyataannya berbeda dari yang aku fikirkan. Diam diam raka mulai suka dengan chika. Setiap aku mengajak chika, raka menaruh perhatian ke chika. Dan aku membiarkan kedekatan antara mereka berdua saling mengenal satu sama lain. Awalnya aku menggangap itu hal yang biasa, namun semuanya berubah saat aku tahu kalau mereka saling jatuh cinta.

Semakin hari, keyakinan cintaku dengan raka semakin pudar. Dan kita jarang kencan dan smsan, dengan alasan raka sibuk kerja. Aku memaklumi semua itu, karena aku tahu kalau pekerjaanya padat setelah perusahaan yang dikelola orangtuanya selama ini ditanggung jawabkan ke raka. Di suatu hari, raka memutuskan cinta kita dengan alasan yang tidak jelas. Aku sungguh sedih menerima keputusan itu.

Di suatu ketika, aku mendengar berita kalau chika akan menikah dengan pengusaha. Aku turut senang mendengar berita tersebut. Beberapa hari kemudian aku menerima undangan dari chika. Kemudian aku masuk ke kamar dengan hati yang senang, karena akhirnya chika mendapatkan pasangan hidupnya. Namun, aku tidak kuasa saat aku tahu kalau calon suami chika adalah raka, mantan pacarku sendiri. Hatiku sungguh hancur melihat kenyataan yang ada.

Berhari hari hatiku berada dalam keadaan yang bimbang, kecewa dan menyesal. Rasa sesalku selalu menghantui di setiap tidurku. Aku bersalah sudah menyiakan kesempatan yang diberikan raka kepadaku. Padahal saat itu dia menyakinkan kisah cinta itu dengan tulus dengan penuh pengharapan. Namun, aku sia-siakan begitu saja, karena kesibukanku. Sehingga perhatianku kepada raka hanya sedikit. Yang lebih parahnya, raka tidak memberi kabar kalau dia akan menikah. Cuma sms terakhirnya sebelum dia memutuskanku langsung, dia bilang kalau dia akan mendapatkan kekasih yang jauh lebih baik dan mengerti dia. Tapi, aku berfikir dia masih lama untuk menikah dan menemukan pasangan hidupnya. Karena aku tahu dia terlalu sibuk dan masih memberi perhatian kepadaku. Mungkin masih ada harapan untuk kembali kepadaku lagi. Sampai, saat aku bertemu denganya beberapa minggu yang lalu masih mengenakan cincin di jari manisnya yang dia beli untuk kita berdua, saat kita masih pacaran. Namun, semuanya itu berlalu dan aku mulai menerima dengan ikhlas akan kenyataan yang ada.

Akhirnya semua kisah cintaku dengan raka telah berakhir sudah. Aku doakan kisah cinta raka dan chika bahagia dan langgeng selamanya. Walaupun engkau telah pergi, namun kisah yang kita lalui bersama akan selalu aku kenang. Terima kasih atas cinta yang engkau beri selama ini. Wahai chika sahabatku, berbahagialah engkau dengan raka… jangan engkau bersedih lagi. Karena raka akan selalu menjagamu dan menemanimu saat engkau saat suka maupun duka. Dan aku berdoa agar diriku segera mendapatkan pendamping hidupku yang lebih baik dan saling mengerti sama lain.

Cerpen Karangan: Siti Nur Solikha
Facebook: Jasmine Moxer
alamat: Dsn. sidomukti, Ds. kalipuro, Kec. pungging, Kab. mojokerto
tempat/tanggal lahir: mojokerto, 27 Desember 1997.

Cerpen Cinta, Maafkan Aku Terlambat Mengerti merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Prestasi Utama, Jujur Penting

Oleh:
Siapa sih, warga SDN Daun Asri tidak mengenal siswa yang bernama DAVID? David, siswa kelas V-A ini sungguh sangat terkenal di sekolahnya. Bukan karena prestasi, melainkan sifat-sifat negatifnya. Pemalas,

Pesan Terakhir

Oleh:
Buat Sahabatku… mungkin ini surat terakhir buatmu. Aku berharap ditemukan olehmu di saat aku masih bernafas. Aku hanya bisa mengutarakan perasaanku lewat surat ini. Bertahun-tahun perasaan ini ku pendam,

Akhir Cerita Cinta

Oleh:
Tanggal 13 januari 2012, tepat hari ulang tahun kakak kelasku yang biasa aku panggil kak ical nama lengkapnya haikal indrawan. Aku bersama sahabat-sahabat dekat kak ical seperti mba riva,

Malaikatku Tak Bersayap

Oleh:
“Apa yang sedang kau lihat?” Aku langsung menyembunyikan benda berbentuk persegi di dalam selimut, dan kembali menetralkan detak jantungku. “Kau harus berkata jujur padanya. Kurasa itu jauh lebih baik.

Ikatan Indah Ikatan Persahabatan

Oleh:
Inilah hari yang kami tunggu, hari dimana kami akan melakukan perjalanan melukiskan sepotong kehidupan yang menyenangkan. Pagi yang cerah, indah tersaput gumpalan awan putih, seolah langit pun mendukung petualangan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *