Cinta Terlarang


Share

Cerpen Karangan:
Lolos moderasi pada: 17 May 2013

ini kisah nyata yang di alami oleh sahabat terbaikku. cerita ini aku tulis 7 tahun yang lalu,

Cerita ini bermula ketika gue baru sampai beberapa hari di Jakarta. Namanya Sri Surya Ningrum biasa di panggil ‘sri’ atau ‘sisri’. Kita, gue dan Sisri emang berteman udah lama sekali, gue tau tentang dia, dan dia juga tau tentang gue, kita pisah semenjak kita sama-sama ingin melanjutkan pendidikan SMP, kita memang ngga satu kelas lagi, dan kita juga ngga satu sekolah lagi, tapi kita tetap dalam satu ikatan, yaitu ikatan sahabat sejati, dan sebagai tanda itu, kita mencabut sehelai rambut kita masing masing, ada lima orang saat itu, tapi sekarang gue sedang bercerita tentang sisri saja. Kemudian kita menyatukan rambut kita dan kita ikat lalu kita buang, entah di mana rambut itu sekarang.

Selepas lulus SMA dia memutuskan untuk merantau ke Tanjung Pinang, semenjak saat itu lah kita bener-bener terpisah. Lama gue ngga ada kabar tentang dia, karena gue juga pergi dari kampung gue, ya ke Jakarta ini. Dia udah lebih dari sahabat buat gue sob, dia adalah sebagian dari hidup gue, sebagian dari raga gue, gue merasakan itu sob, perasaan yang berbeda, gue merinduinya, gue mengkhawatirkan dirinya, dan gue sadar kalau gue sayang sama dia, akhirnya gue memutuskan untuk kembali ke kampung dan mencari tau tentang Sisri, gue datang ke rumahnya, dan gue bertemu dengan ayah dan ibunya, tapi gue lebih akrab dengan ibunya, gue memanggil ibunya dengan sebutan ‘mama’ seperti Sisri memanggilnya.
“Sore ma!” waktu itu gue datang ke rumah Sisri pada sore hari.
“Eh Teguh! Kapan sampai nak?”
“Tadi pagi ma, gi mana kabar mama?”
“Ya begini lah nak, kabar kamu sendiri bagaimana?”
“Alhamdulillah sehat, seperti yang mama lihat juga.” Gue sedikit banyak ngobrol sama mamanya Sisri, udah ngalor ngidul ngetan ngulon, tapi akhirnya gue menuju ke pokok tujuan gue, yaitu minta nomer telpon yang Sisri punya, dan tanpa ragu mamanya Sisri memberi nomer telpon Sisri pada gue.
“Makasih ya ma!”
“Iya.. sama-sama, nanti kalau telpon kirim salam ya nak!”
“Iya ma, pasti! Saya pulang dulu ya ma! Jaga kesehatan ya ma!” udah sob, gue pergi, gue langsung pulang, dan malamnya gue langsung pergi lagi ke Jakarta.

Sampai di Jakarta gue langsung hubungi nomer yang mamanya Sisri kasih ke gue.
“Halo…”
“Ya halo.. siapa ni?”
“Ni Sisri ya? aku Teguh, Sri, sahabat kamu.”
“Eh brother? How are you brother?”
“Aku baik, nah kamu gimana? Enak kerja di Tanjung Pinang?”
“Ya gitu deh, ada enaknya ada juga ngga enaknya bro, o iya brother masih suka menulis kan?” kebetulan waktu itu gue lagi nulis sebuah novel.
“Iya masih, sekarang aku lagi nulis sebuah novel, kenapa emang?”
“Mau dong, ikut ngebaca, pasti ceritanya seru ya bro?”
“Ya seperti biasa lah Sri, cerita yang aku tulis kan selalu terinspirasi dari apa yang aku alami, yang kemudian aku ramu dengan dunia fantasi, jadi ya tercampur deh antara fakta dan fana.”
“Brother, aku punya cerita nih, ini tentang aku, tentang sebuah cinta, tapi cinta ini adalah cinta terlarang, kamu bisa kan bro, ngebuat sebuah cerita tentang aku?”
“Maksud kamu apa sih Sri? Aku ngga ngerti!”
“Ya buatin cerita tentang aku judulnya ‘cinta terlarang’ bisa kan?”
“Bisa sih, tapi ceritanya seperti apa?”
“Tapi endingnya belum tau kak, apakah akan happy ending atau sad ending, nanti kalau aku sudah menemukan endingnya aku kasih tau brother deh, okey kak?” emang Sisri suka gitu, terkadang dia panggil gue dengan kakak, kadang brother, terkadang lagi mas, kadang juga dia panggil gue dengan nama gue. tapi itu ngga penting, yang sedang gue pikirkan sekarang adalah apa maksudnya dari kata-kata yang dia ucapkan tadi, ‘cinta terlarang’ gue jadi curiga nih, jangan-jangan dia sedang mengalami kesulitan, atau dia sedang punya masalah besar? Memangnya cinta seperti apa sih cinta yang di larang? Gue bener-bener ngga bisa, sorry maksud gue, gue ngga mau berfikir banyak tentang ini sobat.

Ya akhirnya gue ngga perduli dengan semua ucapan Sisri, tapi gue kepikiran terus sob, sebenarnya apa yang sedang terjadi dengan diri Sisri? Seorang yang sungguh gue perduli kepadanya, dia adalah sahabat gue sob, sahabat sejati gue.
Lama lagi sobat, gue ngga telpon dia, dia juga ngga telpon gue, ya mungkin karena dia sibuk dengan pekerjaannya, seperti gue juga sibuk dengan pekerjaan gue, begitu gue selesai menulis novel, gue meng-copy satu buku untuk dia, gue datang langsung ke rumahnya, dan gue cuman ketemu dengan ibunya, dan adik perempuan satu-satunya, dan begitu gue melihat adiknya yang bernama Sugi, gue seperti melihat Sisri di waktu kita masih kecil dulu. Ya sudahlah gue ke sana cuman mau nitip buku itu untuk Sisri. Setelah itu ya gue langsung pergi lagi, karena gue masih banyak urusan, gue langsung ke Jakarta lagi.

Tak lama setelah itu, ngga sampe sebulan lah sob, gue dapat kabar kalau dia sudah balik ke kampung, gue langsung pulang lagi ke kampung, gue bener-bener kangen dengan dia sob, gue pengen tau dia seperti apa sekarang walaupun gue juga menyimpan fotonya, jadi setiap saat gue kangen, ya gue liat aja fotonya. Akhirnya sampai juga gue di kampung ini lagi, gue langsung menuju ke rumah Sisri. Tapi sobat, begitu gue sampai di rumahnya, dia sudah ngga ada di rumah, gue coba menghubungi nomer telponnya, nyambung sih, tapi dia ngga mau mengangkat, dari itu gue yakin kalau dia memang sedang ada masalah yang sangat amat berat, tapi gue berharap gue bisa membantu menyelesaikannya, gue langsung aja tanya tentang semuanya pada ibunya, dan sepertinya kalau gue perhatikan, ayahnya begitu terpukul dengan kepulangan Sisri.
“Sebenarnya apa yang terjadi dengan Sisri sih ma?”
“…” tak ada jawaban sobat, ibunya pun tak mau bercerita sama gue.
“Saya mohon ma! Kalau memang dia sedang ada masalah, biar saya membantu menyelesaikannya ma, saya mohon! Sisri bagi saya tu sudah seperti adik saya sendiri ma, saya ngga rela kalau dia merasa susah, saya ingin membantunya ma!” tau apa reaksi ibunya sobat? dia melihat wajah gue seperti melihat seseorang yang baru dia lihat, gue jadi makin bingung sob, tapi akhirnya ibunya Sisri buka bicara.
“Lebih baik nak Teguh ngga usah lagi perduli dengan anakku, dia ngga seperti yang dulu lagi nak! Dia bukan Sisri yang kita kenal, lebih baik kamu segera pergi dan lupakan nama Sisri!”
“Tapi dia anak yang baik ma! Dia sahabat terbaik yang pernah saya kenal, dia teman yang sempurna untuk aku.”
“Mungkin dia teman yang sempurna buat kamu nak, tapi dia bukan anak yang baik buat mama, dan dia bukan saudara yang baik buat kamu jika kamu menganggap dia adalah saudaramu.” Gue belum mengerti apa maksud kalimat di atas sob, akhirnya ya gue menyerah saja lah, baik ibunya maupun ayahnya semua sedang emosi tinggi dan gue belum tau persis apa yang sebenarnya terjadi dengan sahabat gue itu, keluarga gue juga ngga ada yang tau, jangankan keluarga gue, tetangganya sendiri aja ngga ada yang tau, ya sudah lah gue pergi lagi dah ke Jakarta, gue masih berharap semoga ngga terjadi sesuatu yang membahayakan Sisri, gue berharap banget sob.

Sampai Jakarta gue fokus lagi pada semua pekerjaan gue, sehari, seminggu, sebulan sampai tiga bulan, gue ketemu temen gue dari kampung yang namanya Agus, dia adalah tetangga Sisri.
“Agus? Lu Agus kan?”
“Lho kok elu di sini Guh? Apa kabarnya? Makin kurus aja lu!”
“Iya nih kebanyakan mikiir Gus. Gemana kabarnya kampung kita? Lagi musim apa?”
“Wah lagi seru sekarang Guh, o iya gimana sih temen elu?”
“Temen gue? siapa Gus?”
“Lu ngga tau ya? kasian orang tuanya, mereka pada depresi tau Guh.”
“Maksud lu apa sih Gus? Gue ngga ngerti sama sekali tau.”
“Jadi lu emang belum tau?, ya sudah kita ngobrol di kantin aja yuk!” kita berdua akhirnya pergi ke kantin terdekat, kita duduk dan pesan minuman.
“Jadi elu pengen tau Guh?”
“Ya iya lah, tentang apa dan tentang siapa ni Gus?”
“Sisri Guh.”
“Sisri?”
“Iya, Sisri temen elu pulang dari tanjung Pinang.”
“Emang kenapa? kalau gitu orang tuanya seneng dong, kan Sisri pulang, kok malah pada depresi?”
“Bukan itu masalahnya Guh, dia pulang dengan keadaan hamil Guh!”
“Hah…” ngga mungkin, gue shook abiz sob, temen gue hamil di luar nikah? Ngga mungkin banget sobat, dia anak yang baik, gue kenal dia, kenal banget, ngga mungkin itu terjadi.
“Kasihan orang tuanya Guh, mereka udah kayak orang gila, ngga mau makan, ngga mau ngomong, hari-hari kerjanya hanya menangis dan nangis.”
“Nah cowoknya gimana? Dia mau tanggung jawab kan?”
“Justu itu Guh, yang menghamilinya itu adalah abangnya sendiri.” Abangnya? Sisri kan ngga punya abang, dia anak pertama dari dua bersaudara, dan adiknya adalah cewek.
“Abang yang mana Gus? Sisri kan ngga punya abang?”
“Anaknya bibi kan sama aja Guh, abangnya dia, iya ngga?”
“Berarti sepupu dong?” memang dia pernah bilang sama gue kalau dia punya abang yang kerja di Tanjung Pinang, kok bisa ya? gue bener-bener ngga habis pikir sob, ternyata ini yang selama ini dia ceritakan sama gue, ‘Cinta Terlarang’ cinta yang bener-bener di larang, itu artinya ngga boleh, dan itu sudah terjadi. Sisri sudah mengandung anak dari abangnya sendiri, di mana jalan keluarnya? Bagaimana penyelesaiannya, wah, gue juga ngga tau sob, mungkin gue harus buka lagi buku Fiqih, yaitu buku tentang peraturan dalam islam, tentang pernikahan, tentang makanan, minuman yang boleh dan tidak boleh, tentang warisan, tentang merawat mayat, hingga menguburkanya semua ada di dalam satu buku itu.
“Sekarang anaknya di rumah Gus?”
“Iya mereka siap untuk di nikahkan, tapi ya gimana ya Guh? Orang tuanya ngga ada yang terima, tapi Sisri sudah hamil, kasihan mereka Guh.”
“Ya gimana lagi? Tapi rasanya sepupu kan masih boleh menikah.”
“Tapi kan gimana ya? pokoknya rumit deh Guh. Lu mau pulang?”
“Pengin sih Gus. Gue kangen sama Sisri.”
“Lu masih bisa kangen sama cewek kayak dia?”
“Dia sahabat gue Gus, dia sekarang sedang susah gue harus membantunya Gus! Lagian ini semua terjadi kan karena mereka saling mencintai, kita ngga bisa menyalahkan cinta kan? Karna cinta ngga akan pernah salah.”
“Iya bener kata elu Guh. Gue juga kasihan sama dia Guh, kenapa dia sih yang harus mengalami semua ini?”
“Ya sudah lah lu mau kerja lagi kan? Makasih ya Gus, kabar tentang sahabat gue!”
“Ya sama-sama.”

Sekarang sudah jelas semua, sampai sekarang gue belum sempat kembali ke kampung, gue yakin Sisri pasti akan sangat malu bila ketemu dengan gue, jadi ya gue ngga akan menemuinya sampai semua kembali tenang, walau bagai manapun dia, dia tetep sahabat gue, semoga besok kalau buku ini sudah jadi, dia juga bisa membacanya, biar dia tau kalau gue masih perduli sama dia, gue masih sayang sama dia, gue masih tetap jadi sahabatnya, sahabat yang akan menemaninya ketika ia senang dan ketika ia sedih, Sisri lu yang tegar ya! gue tetap ada di sampingmu. Masih inget gue kan? Gue Teguh Prayitno, sahabat sejatimu.

Cerpen Karangan: Nagun Sbastian
Facebook: Teguh Prayitno (milik yasmint)
Nagun Sbastian adalah seorang lelaki yang sudah menulis semenjak dia masih duduk di bangku sekolah menengah atas,,, cita-citannya adalah menjadi sutradara, dan hobinya adalah menulis

Ini merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya di: untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatan penulis, jangan lupa juga untuk menandai Penulis cerpen Favoritmu di Cerpenmu.com!
Cerpen ini masuk dalam kategori: Cerpen Cinta Sedih Cerpen Kehidupan Cerpen Persahabatan

Baca Juga Cerpen Lainnya!



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

5 Responses to “Cinta Terlarang”

  1. aq bukan aq says:

    sebenarnya…aq jgk mmpunyai cinta y trlarang…tp aq x pnh luahkn kat dia…slama kmi brkwn dia mcm dah tau prasaan syg y ad pda kat aq…dia pnh mmberikn respon tuk bwa aq brcinta…tp aq mnolak dan ckp kat dia …dia adlh idola ku..aq tau cintanya tu hanya pura2,sbb dia dah ad boyfriend…boyfriend dia pun slalu gak msj2 aq..tuk jga kekasihnya…pnh stu ary tu,diorg brgaduh …jd boyfriend ny mngadu kat aq,smbil mnangis3 dia mluahkn sgalanya…aq mnjd serba salah…sbb bkn stakat llaki lain shaja y cuba mrampas kkasihnya..sdgkn aq prempuan pun…mncuba utk mrampas kkasihnya..
    syukurlh…wlaupun syg ku bgtu kuat kat dia..tp aq msi kukuh mnjauhkn diri dr mmbina cinta trlarang itu……

  2. Aab says:

    Menyentuh banget cerpen “cinta terlarang” nya… msih ada ga cerpen seperti itu

  3. Puspita Rheza H says:

    Udah bagus kak cerpennya….

  4. Adlissa says:

    Bagus tuh mas cerpenx! :) (y)

  5. iik shania says:

    cerpen nya bagus-bagus kaka,..

Leave a Reply