Cobaan Dalam Persahabatan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 5 April 2017

Hari ini adalah hari pertemananku dengan Hasna. Kami berteman pada hari ini, pada detik ini aku mengenalnya, mengenal teman baruku ini. Aku sangat bahagia bisa berteman dengannya dan harapanku dia bisa jadi sosok sahabat yang benar benar aku inginkan seperti khayalanku, yaitu sahabat yang mengerti sifatku.

Hari berlalu begitu cepat, kami selalu bersama hingga kami mendapat berita akan ada murid baru, dan murid baru ini bernama Asma yaitu temanku saat duduk di SD. Aku mengenalnya jadi aku tidak seperti yang lainnya ribut saat kedatangan murid baru.

Selang beberapa hari Asma datang dengan 2 orang perempuan, Asma mengenalkannya kepadaku dan yang lainnya, dia bernama Dina dan Dini, mereka berdua kembar aku jadi sulit untuk membedakan keduanya karena memang wajahnya sangat mirip.

Waktu silih berganti hubunganku dan Hasna berjalan begitu baik, karenanya aku jadi seseorang yang berbeda, dia mengajarkanku bagaimana caranya agar tidak selalu memendam saat suka pada seseorang dan lambat laun aku cerita kepadanya kalau aku mencintai seseorang namun ada juga yang menyukai seseorang itu yaitu temanku sekaligus saudara Hasna. Dia bernama Amel.

Entah apa dan kenapa tiba tiba saja Aku, Hasna, Amel, Asma, Dina dan Dini jadi dekat, kami jadi sering ke kantin bersama dan menghabiskan waktu bersama dengan tanpa sadar aku kehilangan sahabatku, sahabat yang membuatku belajar agar mencurahkan isi hatiku kini menghilang dan mempunyai sahabat baru yang juga adalah teman yang kini selalu bersama. Aku tak tau harus bagaimana? karena yang aku tau aku sakit kehilangan sahabat tanpa tau apa salahku ata apa yang salah di antara kita.

Singkat cerita, kami selalu bersama berenam, kemanapun kita pergi kita pasti bersama, semuanya solid dan tak pernah ada kata bertengkar.
Hingga perpisahan tiba dan kami menduduki kelas yang baru yaitu kelas 8 SMP. Hubungan kami masih sangat terjaga namun ada sedikit kelonggaran yang membuat pertengkaran dalam sebuah persahabatan muncul. Pertengkaran ini antara Dina dan Amel, awalnya mereka selalu bersama meskipun kami selalu berenam tetap saja kami hanya dekat kepada satu orang, Dina dan Amel. Mereka bertengkar besar besaran, meskipun mereka yang bertengkar tetap saja yang tidak tau apapun jadi tertular, kami berenam jadi ikut bertengkar.

Hingga pada suatu hari kami bermain di rumah Asma, tanpa sengaja di sana kami mencurahkan isi hati masing masing dan mengakui semua kesalahan yang pernah diperbuat. Kami menangis, saling minta maaf dan berpelukan, saat itu juga kami janji akan memulai hubungan kami dari nol.

Keeseokannya seperti biasa, selang beberapa hari dari itu kami bermain di rumahku dan kami melakukan hal negatif dan tidak bisa dikatakan, aku samarkan menjadi *tetot*
Kami tak sadar kalau kami melakukan hal yang sangat buruk dalam usia seperti kami, dan kami melakukannya karena kami punya beban yang tidak bisa dikatakan oleh kata kata, pertama tama aku nyalakan tetot itu dengan api lalu hisap perlahan rasanya pahit tapi entahlah.

Selang beberapa hari, kami dipanggil ke ruang BP, kami dimarahi habis habisan, terutama aku, aku menangis mengingat ayah dan ibu yang telah mencari uang untuk sekolah batinku tertekan.

Dari sejak itu kami berenam selalu jadi topik pembicaraan yang dibicarakan oleh kakak kelas. Dan dari sejak itu juga masalah selalu datang menghampiri seakan masalah itu ingin selalu singgah di antara kami. Kami selalu bertengkar dan tidak seperti dulu yang sangat akrab, solid dan juga terjaga. Kini semuanya mulai menghilang Amel sedikit menjaga jarak antara kami. Aku hanya terdiam tidak tau harus bagaimana. Orang lain menganggap kami itu buruk.

Satu tahun berlalu, kami sudah ada di puncak kelas dan akan kami buktikan pada semua orang bahwa kami ini tidak seburuk apa yang mereka pikirkan. Saat UN tiba kami belajar bersama meskipun kami telah tidak bersama Amel karena kita hanya jadi 5 orang saja.

Saat UN tiba dan hasilnya diumumkan kami mendapat nilai yang lumayan bagus karena diatas rata rata.

Perpisahan tiba rasanya sangat berat sekali aku tidak ingin berpisah dengan sahabat sahabatku ini banyak kenangan yang takkan pernah kukupakan semuanya dari mulai perkenalan, bersama dan pertengkaran semuanya bersatu dalam kata persahabatan.

Beberapa taun kemudian kami dipertemukan kembali dalam sebuah profesi yang tak pernah terbayang. Aku menjadi seorang penulis, Amel mempunyai bisnis, Asma menjadi guru, Dina dan Dini menjadi perawat dan Hasna yang menjadi dokter kami dipertemukan kembali karena kasih sayang dan kenagan yang ada di masa lalu.

Sahabat sejati akan kembali jika kamu memang benar benar menyayanginya. Susah senang kita bersama, sahabat

Cerpen Karangan: Khoirotunnisa
Facebook: Khoirotunnisa Nisa

Cerpen Cobaan Dalam Persahabatan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Asap Pak Tua

Oleh:
“Rute ini sudah benar bukan?” tanya Widya kepada Wulan teman satu kelompoknya dalam misi Cross Country kali ini. Yang ditanya hanya mengangguk, sibuk dengan kompas dan peta pita yang

Aku, Egi dan Pasar Kaget

Oleh:
“Dodol! Bukan gitu caranya!” Egi memukul kepalaku dengan penggaris yang sontak membuatku meringis kesakitan. “Sakiiiittt…” kataku sambil memanyunkan bibir. Egi berdecak sembari menggeleng-gelengkan kepalanya. Sekali lagi ia memukul kepalaku

Kau Yang Terhebat

Oleh:
Ria berjalan menuju taman belakang sekolahnya. Digenggamnya sebuah mp3 dan headset. Dia duduk di bangku taman dekat dengan kolam ia mulai mendengarkan lagu, “aku terpukau.. denganmu aku sempurna denganmu

Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

Oleh:
Aku duduk di bangku kelas 2 SMA. Aku pun memiliki teman dekat yang kemana-mana selalu berempat, mereka bernama Citra, Indah, dan Rara. Walaupun kami berempat tapi kami itu lebih

Senyuman Untuk Aku

Oleh:
Hari beranjak siang, tapi aku masih terpekur sendiri di dalam kamar sempit dan sedikit pengap. Aku ingin sendiri saat ini, berkali-kali mama memanggilku untuk makan, tapi tak aku gubris

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Cobaan Dalam Persahabatan”

  1. Eva says:

    wah bagus banget cerpennya,aku suka banget:D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *