Diabetes

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Persahabatan, Cerpen Slice Of Life
Lolos moderasi pada: 30 October 2016

“Lagi ngapain, Gy?” aku duduk mensejajarinya.
“Liat danau.” Dia tidak menoleh sama sekali.
“Aku tau, Gigy sayang. Kok murung? Jelek tau, kaya ayam pengen kawin aja.” Aku tertawa.
Dia hanya diam, dan menarik nafas panjang.

Baiklah. Aku mengerti, dia sedang menikmati rasa kecewanya.

“Sakit gak sih, Tan?” dia mulai mencairkan hening.
“Sialan!” Aku menimpuknya.
“Apaan?” wajahnya keheranan.
Aku memasang muka sok sebal. “Lu manggil nama ujung gue kesannya gue ini setan.”
“Eh sorry sorry.” Dia tergelak. “Lagian nama lu kepanjangan, gue susah nyari nama pendeknya. Ya enaknya itu, Tan. Haha” dia tergelak lagi.
“Meskipun nama gue aneh, tapi kan orang-orang udah pada biasa manggil gue Tatan, Gy. Bukan Tan nya aja.” Aku mendelik.
“Hmmeeh.” Dia menghela nafas. “Ok Selatan Putri Nur Jaman.” Dia tersenyum menatapku.

Semoga kamu lupa dengan kepura-puraan kamu. Aku balas tersenyum.

“Masih kecewa, Gy?” aku bertanya hati-hati.
“Sedikit. Tapi sudahlah. Aku bisa apa. Ini kenyataannya.” dia menatap danau di depannya.
“Ikhlaskan saja, Gy. Semoga akan digantikan oleh yang lebih baik.” Dia menoleh, aku tersenyum berusaha menghiburnya. meyakinkan dengan kata-kataku tadi.

Aku tau rasanya dikecewkan, diberi harapan, tapi semuanya hanya angan. Dan terhempas begitu saja bagai debu. Bahkan aku lupa kapan terakhir kali aku mengingat namanya. sudahlah. Semua sudah berjalan terlalu jauh.

“Aku juga pernah di posisi kamu.” Lanjutku. “Semua laki-laki sama saja.” aku menghela nafas.
“Hanya wanita yang berhati sempit menilai semua laki-laki sama saja brengseknya. bukankah ayahmu pun laki-laki? Bahkan adikmu.” ucapnya terdengar bijak.
“Aku lega kamu telah mengikhlaskannya, Gy.” Aku tersenyum, merangkul bahunya. “Itu yang ingin aku dengar. Semoga rasa itu cepat hambar ya. Kalau udah waktunya nanti, pasti bakal terjadi.”
“Iya, Sel. Aku juga berharap begitu.” Gigy menarik nafas.

Posisi wanita kadang menyulitkan. Tapi seorang yang dapat belajar, dia akan membentengi diri oleh pelajarannya di masa lalu. Semoga ini tidak terulang lagi.

“Dipikir-pikir lu kurang apa coba?” aku mengamati Gigy.
“Iya, ya kurang apa gue? Sampe tega dikasih harapan manis gitu. Jadinya diabetes kan gue.” Gigy nyengir.
“Diabetes keseringan makan harapan manis mulu sih lu.”

Kami tergelak tertawa bersama.

Sejak saat itu, kami sangat berhati-hati untuk berteman dengan makhluk yang bernama laki-laki. Kami hanya berteman sewajarnya. Semua rasa kecewa itu tidak ingin lagi kami rasakan.

Cianjur, July 2016

Cerpen Karangan: Santih Lestari
Facebook: santihalsihab[-at-]yahoo.com

Cerpen Diabetes merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Perpisahan

Oleh:
Hai! Namaku Alexandra Farrelsya Putri, kalian bisa memanggilku Arrel. Aku mempunyai seorang sahabat, namanya Vina. Dia itu sahabat terbaikku di dunia ini. Dia itu sangat baik, cantik, juga manis

Akhir Dari Penantian Panjang

Oleh:
“Ketika kamu mencintai seseorang, kamu tidak bisa memaksanya untuk mencintaimu juga. Kamu hanya perlu membuat dia nyaman denganmu karena jika kamu memaksanya, berarti kamu belum mengetahui apa arti cinta

Friends Traitor

Oleh:
Hoam… Ngantuk sekali hari ini, aku bahkan sudah tidak mengingat hafalan yang tadi kuhafal. Hff.. Biarkan aja, pokoknya aku mau tidur dulu. Kukuruyuku..! “Bangun Tif!” Kata mamaku dari depan

Kenyamanan Yang Sesaat

Oleh:
Aku melangkahkan kaki dengan tenang. Di tengah keramaian orang orang yang berlalu lalang. Sambil menggendong tas berwarna abu abu, aku terus berjalan menuju tempat yang sudah terbayang di kepala.

Dunia Baru Sahabatku

Oleh:
Namaku Celia, aku memiliki seorang sahabat bernama Nala, kami biasa pergi bersama berdua, menonton, jalan-jalan, bersenda gurau sambil duduk di resto pinggir jalan. Masa remaja kami begitu indah, dipenuhi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Diabetes”

  1. Arild says:

    Waaah, ceritanya kecewa sama laki – laki yaa
    Eh tapi gak semua laki laki seperti itu loh hai para cewek, ada yg baik juga kok, tergantung ceweknya milih laki laki nya yang bener, jangan asal asalan, iya gak min?
    Hehehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *