Diary dan Rumah Masa Lalu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 5 May 2017

“Amarone… siapkan barangnya esok pagi kita akan ke luar negeri” teriak mama.
Aku terbelak kaget. Ke luar negeri?. Aku menghampiri mama yang sedang di kamarnya
“Keluar negeri? Meninggalkan sekolahku? Meninggalkan sahabatku? Tidak…” teriakku dikamar mama
“Tenang sayang… papa sudah memesan tiket ke paris perancis” ucap mama
“Paris? Woow” kataku dengan mata berbinar-binar.
“Tapi tetap saja aku harus meninggalkan teman temanku” kataku langsung pergi dari kamar mama
“Amarone…” teriak mama ketika aku pergi
“Maaaaah…” rengekku
“Aku gak mau” ucapku
“Sayang… kamu harus ikut demi bisnis, demi masa depanmu juga…” ucap mama
“Ya udah deh” kataku dengan paksaan.
“Tapi aku mau sekolah dulu untuk terakhir kalinya” kataku
“Oke” jawab mama meninggalkanku

Aku memakai kaus kakiku.
“Pah… cepat” teriakku
“Ayo, kali ini mama yang antarkan kamu untuk mengurusi kepindahanmu” kata mama

“Ruang guru di mana Am?” tanya mama ketika sudah sampai
“Di situ” jawabku menunjukan ruang yang bertulis “Teacher Office”
“Aku ke kelas” lanjutku
Mama hanya tersenyum

“Amarone…” sapa sahabtku, Fealise? aneh bukan
“Hay fe…” jawabku
“Aku mau ngomong deh” lanjutku
“Apa?” tanyanya
“Aku… aku… aku akan pindah sekolah” jawabku
“Bwahahahahaha” tawa Fealise
“Ih aku serius neng”
“Udah gak usah becanda neng”
“Hay Fealise” sapa seseorang dia mamaku
“Hay tante” jawab Fealise
“Maafkan semua kesalahan Amarone… dia akan pergi esok ke paris perancis” jawab mama
“Benarkah?” tanyanya
Aku mengangguk.
“Amarone…” teriak Fealise memelukku erat.
“Feal… I love you my friends” bisikku
“Love you to my friendzone” bisiknya
“Ih jahat…” teriakku
“Mama pulang dulu ya Amarone, Fealise” kata mama.
“Iya tante good bye” ucap Fealise
“See you” kata mama
Aku ke kelas.

Bel berbunyi. Miss Vera tersenyum, dia guruku.
“Good Morning” teriak miss Vera
“Good Morning juga Miss Vera” ucap anak-anak
“How are you?” tanya miss Vera
“I Fine Thank you, And you?” jawab anak anak
“Fine thank you” ucap miss vera
“Huuufftt” Miss Vera menarik napas
“Miss Vera ada rapat. Untuk hari ini kalian tidak belajar”
“Yeeeeaaaaaay” teriak yang lain
“Tapi… mmmm… Amarone maju ke depan” ucap Miss
“Ada apa?” tanyaku
“Ucapkan kalimat terakhirmu sebelum meninggalkan sekolah ini” ucap miss.
Anak-anak merasa penasaran.
Aku mulai berbicara. “Untuk teman-temanku… maafkan aku… maafkan atas kelakuanku yang disengaja maupun tidak disengaja. Aku akan pergi meninggalkan Indonesia. Dan tinggal ke Paris Perancis. Mungkin aku tidak akan pulang lagi ke Indonesia. Sekali lagi aku minta maaf kepada kalian. Terimakasih atas semuannya. Selamat tinggal” kataku
“Fealise… jangan nangis” kata miss Vera
“Fealise… kamu harus kuat. Kalau pun kita adalah sahabat sejatiku. Pasti kita akan bertemu kembali” ucapku menenangkannya
“Berdiri…” teriak ketua kelas
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu” teriak semuanya
“Waalaikum salam, Ingat kalian harus tetap semangat meskipun kalian kehilangan teman kita” ucap Miss
“Amaronee…” teriak Fealise memelukku
“Feal… jaga dirimu baik-baik yah.”
“Amarone…” teriaknya lagi
“Jika aku ke indonesia aku berjanji akan mencarimu. Love you” bisikku
“Love you to” bisiknya
“Miss” kataku pelan
“Amarone..” jawabnya
Aku memeluk erat. Dia yang membimbingku hingga aku bisa bacatulis,menghitung,dll.
“Love you Amarone…” kata miss ditelingaku
“Love you to Miss” jawabku

Semuanya dibubarkan… Aku menghampiri Fealise.
“Bentar” katanya mangambil sesuatu dari tasnya.
“Selamat hari BFF kita yang ke 5 tahun” ucapnya sembari memberikan sebuah kalung Kunci tertulis “Fealise” dan memberikan sebuah kotak bewarna biru
“Ini untuk menyimpan sesuatu” ucapnya
Aku tersenyum dan memberikan sebuah kalung kunci bertulis “Amarone”
“Hanya itu yang bisa ku berikan” ucapku
“Tak apa…”
“Aku pulang dulu yah papaku sudah menungguku”
“Jam berapa kau ke bandara?”
“Jam 6.30 di bandara Soekarno Hatta” ucapku
“Ouh… aku akan menemanimu nanti”
“Thanks” ucapku
“Amarone…” teriak seorang laki-laki.
“Ya papa… Fealise dah” kataku. Aku memandang sekolahku dari mobil.
Aku menarik nafasku.

“Hay mam” ucapku ketika sampai di rumah
“Hay juga” ucap mama
“Semuanya mama sudah mama siapkan. Apa saja keperluanmu untuk dibawa? Rapikan sendiri yah”
“Oke”
Aku ke kamarku dan membuka kotak itu.
“Kotaknya kekunci” gumamku
“Ouh… aku tahu pasti kuncinya ada di kalungku” gumamku lagi
Kotaknya terbuka. Aku memasukkan sebuah Diary masa kecilku.

Esok paginya…
“Mah kotakku mana?” teriakku
“Kotak apa?” tanya mama
“Kotak bewarna biru mah” ucapku
“Oh… itu ada di gudang”
“Di gudang?”
“Iya”
“Aku harus mengambilnya”
“Ikhlaskan saja sekarang sudah jam 5.30 nih”
“Baiklah” ucapku
Setelah sampai aku menunggu Fealise. Dia tak datang. Aku kecewa.
Di paris papaku memesan sebuah Apartmen. Umurku 12 tahun.

10 tahun kemudian…
“Mah Amarone berangkat yah. Love you” katalu di bandara.
Aku akan pulang ke indonesia. Waktu itu aku mengalami kecelakaan lima tahun lalu yang membuat aku lupa ingatan. Hanya yang ku ingat itu adalah orangtuaku. Itusaja.
Aku tiba di bandara soekarno hatta dan pergi menaiki taksi. Orangtuaku menulis dikertas. Ia bilang itu adalah alamat rumah masa laluku.
Setelah sampai aku menaruh tasku dan membereskan rumahku. Terdapat sebuah radio tua itu adalah barang kesukaan papa, aku menaruhnya di gudang. Di situ terdapat sebuah kotak biru yang membuatku tertarik aku mengambilnya
“Terkunci” ucapku
“sebuah masa lalu. Masa lalu yang takkan terlupakan” aku membaca kertas di atas kotak tersebut aku berpikir sejenak… “Sebuah masa lalu? Kekeluargaan? Persahabatan? Oh iya iya aku tahu!!” seruku sambil mengambil sebuah kalung yang ada di leherku aku membukanya terdapat sebuah buku bewarna biru bertuliskan kata “Diary Amarone.”
“Ini kisah kecilku” ucapku dan segera membuka aku membacanya

Senin, 21 November 2003
07.18
aku senang banget… aku dapat teman baru namanya aneh yaitu Fealise.
dia cantik,baik, pemurah.
Aku tersenyum

Kamis, 31 Desember 2004
00.12
Malam ini malam pergantian tahun. Aku dapat no telp nya Fealise yaitu 0858*******6 yeee.

Aku mengambil ponselku dan mencoba menelepone Fealise. Aku penasaran dengan sosok dia. Nomornya tidak tersambung. Kulanjutkan membaca

3 Febuari 2004
12.34
Aku merayakan ulang tahunku dan Fealise. Ternyata dia ulang tahunnya sama kaya aku. Hari ini sungguh bahagia.

5 maret 2004
19.33
Ya ampun Fealise mengidap penyakit demam berdarah. Aku sedih tuhan…

6 Agustus 2004
13.48
Selamat idul Fitri.
Akhirnya Fealise sembuh total dari demam Berdarahnya.

12 desember 2004
9.00
Jl.kenari. griya pamulang no 5 s
itu alamatnya.

1 jan 2005
20.43
Aku harus pindah ke Paris. Aku sedih. Aku takut. Good bye Diary.

Aku menyusuri jalan Kenari . Griya Pamulang no 5 blok S. Setelah sampai.
Tok.. tok.. tok
“Siapa ya?” tanya perempuan paruh baya
“Apakah ada yang bernama Fealise?” Tanyaku
“Dengan saya sendiri” jawabnya
Aku memeluknya erat
“Eh apa apaan ini?” katanya
“Ini aku sahabatmu Amarone” jawabku
“Amarone?” tanyanya
“Iya”
“Amarone aku kangen kamu…” teriaknya
Aku menceritakan semuanya kedia tentang paris dan membuatnya iri.

Cerpen Karangan: Fadiyah
Facebook: Fadiyah
Thanks for reading

Cerpen Diary dan Rumah Masa Lalu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bukan Malaikat

Oleh:
Hari itu SMA Negeri 2 kehadiran siswi baru yang bernama Nadia Renata, dengan tertatih menggunakan tongkatnya Nadia mulai memasuki ruang kelas X1 IPS. Hari itu Nadia sangat gugup ketika

Cinta Untuk Sahabat

Oleh:
Aku (Rangga), Rio dan Randi adalah 3 sekawan sehidup semati. Kemana-mana kita pasti bareng. Kita kuliah di satu kampus yang sama, tempat makan favorit kami pun sama. Akan tetapi

Hello Cordoba (Part 2)

Oleh:
Setelah berkeliling memutari areal masjid, kemudian, Syabil selanjutnya mengajakku kembali menuju ke tempat sejarah yang kedua di Cordoba. Tempat tersebut, berlokasi di kota Zaragosa, dan bersebelahan dengan bukit sejuk

Demi Sahabatku

Oleh:
Siang itu sepulang sekolah aku dan sahabatku menuju lapangan untuk berkumpul mengikuti kegiatan organisasi sekolah. Saat itu aku melihat seseorang yang asing bagiku, dia seorang cowok yang bisa dibilang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *