Dibalik Diamnya Sahabat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 19 July 2017

“Dinda. Cica,” panggil seorang anak perempuan berambut ikal dikucir kuda, namanya Talia. Ia menatap heran ketika kedua sahabatnya itu diam saja saat dipanggil olehnya. Kemudian ia memutuskan untuk menghampiri sahabatnya. “Kalian kok diem aja aku panggil?,” tanya Talia pada kedua sahabatnya. “Eh.. sorry aku kurang jelas dengernya,” jawab Dinda. “Iya aku juga kurang jelas dengernya makanya aku nggak noleh,” sambung Cica. “Ehm… nggak papa kok, kita pulang bareng yuk!,” ajak Talia. “Sorry Tal, aku sama Cica ada urusan mendadak, jadinya nggak bisa pulang bareng kamu,” jawab Dinda. “Kita pulang duluan ya!,” kata Cica. Talia hanya bisa memandangi kedua sahabatnya yang telah meninggalkannya. Ia bingung, padahal biasanya mereka pulang bareng, tapi kali ini tidak. Akhirnya Talia memutuskan untuk pulang sendirian.

Esoknya di sekolah…
“Dinda. Cica. Kalian marah ya sama aku?,” tanya Talia sambil menghampiri bangku kedua sahabatnya. Tapi kedua sahabatnya ini hanya menggelengkan kepala lalu pergi meninggalkan Talia. Talia lalu kembali duduk di kursinya sambil sedih. Ia tidak menyangka akan diperlakukan seperti itu oleh sahabatnya sendiri. “Baiklah kalau kalian seperti itu, aku sudah tak peduli lagi,” batin Talia.

Seketika itu juga bel masuk berbunyi. Tak terasa dua jam pelajaran telah berlalu, kini saatnya istirahat. Talia berdiri dari tempat duduknya saat tiba-tiba…
“Talia…,” panggil seseorang. Talia pun menoleh, tapi ia langsung kesal saat tahu yang memanggilnya ternyata Dinda. Talia langsung pergi meninggalkan kelas. Dinda hanya menatap Cica yang sama terkerkejutnya melihat kelakuan Talia. “Kayaknya Talia marah deh sama kita, gara-gara kita cuekin dia,” kata Cica. “Mungkin,” sahut Dinda.

Saat pulang sekolah…
“Talia, kita pengin ngomong sesuatu sama kamu,” Dinda berkata dengan sungguh-sungguh sambil menggenggam tangan Talia. Namun, Talia langsung melepas genggaman tangan Dinda dengan kasar. “Ngomong apa lagi sih!,” teriak Talia marah tanpa menoleh sedikitpun. Tiba-tiba Dinda menghadap Talia sambil membawa kue ulang tahun di tangannya, sementara Cica membawa sekotak kado yang dibungkus dengan cantik. “Happy Birthday Talia, semoga panjang umur dan sehat selalu,” ucap Dinda dan Cica bebarengan. “Makasih sahabatku kalian nggak lupa sama hari ultahku yang bahkan aku sendiri sampai lupa,” ucap Talia sambil menangis terharu. “Maaf ya, kita berdua cuekin kamu, kami cuma berniat ngasih kejutan buat kamu,” kata Dinda. “Iya, maafin kita. Kita berdua sebenarnya diam agar ini semua bisa jadi surprise di hari istimewamu ini,” sambung Cica. “Nggak papa aku maafin kok, aku juga minta maaf aku jadi kasar sama kalian. Kalian memang sahabat terbaikku,” ucap Talia.

Cerpen Karangan: Hamidah Putri Farahita
Facebook: Hamidah

Cerpen Dibalik Diamnya Sahabat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


iPad Untuk Feyqa

Oleh:
Laptop? Blackberry? Android? Gadget canggih? Wah. betapa senangnya, kalau semua itu Feyqa miliki. Ia begitu meninginginkan handphone yang canggih seperti teman-temannya. Setiap kali teman-teman sekelasnya saling memamerkan gadget unggulan

Always Friendship

Oleh:
Pagi ini, Felly pergi sekolah dengan Elline, sahabatnya. Mereka masih duduk di bangku sekolah dasar. Mereka bersekolah di SD Gemilang Nasional. Sesampainya… Felly segera menyimpan tasnya di bangku. Ellinepun

Pantang Menyerah

Oleh:
Aku Nabila, aku adalah anak penyandang cacat. Ibu tidak pernah memperhatikanku. Aku selalu bilang dalam hati, apakah ibu tidak menyayangiku? Tapi kuyakin, pasti ibu sedikit menyayangiku walau sekecil satu

Kehidupan Mahasiswa Baru

Oleh:
Cerita ini terinspirasi dari kehidupan saya dan beberapa sahabat baru saya yang membuat saya sadar akan indahnya arti persahabatan dimana kami sering bercanda bersama melepas semua masalah dalam diri

Selamat Hari Ibu

Oleh:
Hai nama aku marry Cristina besok adalah hari ibu aku bingung mau ngasih apa ke mamaku, pada saat itu mama memanggilku untuk segera ke taman belakang “Marry ke sini

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *