Diet

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 26 June 2013

Caca pulang sekolah dengan muka cemberut. Dia berlari masuk ke dalam kamarnya. “Bukk!!!” Dia membanting pintu kamarnya. Caca langsung merebahkan tubuhnya ke kasurnya dan menutup mukanya dengan bantal.
“Kenapa sih? kok mukanya cemberut mulu?” Kak Reni memasuki kamar Caca.
“Caca diejekin gendut mulu sama gengnya Riri kak!”
“Oh.. Gitu! Makanya jangan makan mulu! Masa baru kelas 4 aja udah segede anak kelas 1 SMP? Masih mending tinggi! Hahahaha!”
“Ih Kakak! Bukannya kasih saran!”
“Ya deh kakak kasih saran! Itu mah kecil! Kamu diet aja caranya sering-sering olahraga, makan sayuran yang bergizi jangan sering-sering makan daging! Gampangkan? Sudah ah.. Kakak mau ke kamar dulu! Oh iya mama lagi pergi ke supermarket kalau mau nitip makanan, telpon aja ya!”
“Iya kak makasih ya sarannya!”

Sore itu Caca pergi ke ruang keluarga dan memakai tread mil. Setelah 30 menit kemudian, Caca melakukan berbagai olahraga lain di teras rumah. Esoknya, pagi-pagi sekali Caca pergi keluar rumah untuk joging. Dia mengelilingi 3 komplek perumahan. Beberapa jam kamudian Caca pulang dengan muka merah dan muka yang penuh dengan keringat.
“Berapa ember tuh keringatnya? Hahaha!” Canda Kak Reni.
“Huh! Eh kak koyo elektrik mama dimana sih?” Tanya Caca.
“Koyo elektrik yang bisa ngeluarin lemak itu?” Tanya Kak Reni balik.
“Iya mama simpan dimana?” Ucap Caca.
“Oh… Di lemari kamar mama” Jawab Kak Reni
“Ok! Makasih kak!” Ucap Caca. Caca segera masuk ke kamar mama dan mengambil koyo elektrik. Koyo elektrik adalah sebuah alat yang bentuknya seperti koyo tetapi lebih besar. Koyo elektrik itu berfungsi untuk menghilangkan lemak. Koyo itu di beli mama di OL Shop sebanyak 5 tahun lalu.

Caca pergi ke kamarnya dan memakai koyo elektrik itu. Dia menempelkannya di perut, kedua betisnya, dan kedua lengannya. Caca menggunakannya sambil duduk membaca buku. 2 jam kemudian Caca melepaskan koyo elektrik itu. Minyaknya sangat banyak. Minyak di koyo elektrik itu menandakan lemak. Caca segera beranjak ke kamar Kak Leni dan menaiki timbangan yang ada di kamar Kak Reni.
“Ye!!!” Sorak Caca. Berat badan Caca telah turun 8 kg dalam 2 hari.
Esoknya, Caca pergi ke sekolah dengan senang hati. Dia memakai baju lama Kak Reni karena bajunya sudah kebesaran.
“Cie cie! Caca kurus nih! Ga gendut lagi!” Ledek Irma temannya.
“Turun berapa kilo tuh Ca? 15 ya? Hahaha” Timpal Deni.
“Hahaha! Aku turun 8 kg kalau gini kan aku gak bakal diledekin sama gengnya Riri lagi deh!” Jawab Caca. Tiba-tiba Riri dan teman-teman gengnya melewati Caca. Anak-anak geng Riri adalah Sita, Kiki, Mirna, Dedi, dan Riri sebagai ketua gengnya.
“Waw! Caca! Kamu kurusan! Dan kamu tambah cantik! Gimana kalau kamu masuk ke geng Riri N friends?” Ucap Riri.
“Em… Gimana ya?” Ucap Caca pura-pura bingung. Caca melirik ke Deni dan Irma. Mereka mengedipkan satu matanya. “Ya Baiklah…” Ucap Caca lagi.
“Ok! Ayo sini kita ke kantin!” Ajak Riri.
“Hari ini aku yang traktir!” Ucap Sita. Cacapun pergi meninggalkan Irma dan Deni.

“Moga-moga Caca gak lupa kita ya Den” Ucap Irma
“Iyaaa” Jawab Deni.

Di kantin, Caca ditraktir Sita makan baso, tetapi Caca menolaknya. Caca mengambil sebuah roti dari dalam kotak makan siangnya. Caca memakannya. Setelah jam istirahat pertama saelesai, Caca masuk ke kelas. Saat Caca ingin duduk di sebelah Irma, Riri menariknya dan mengajaknya untuk duduk disebelahnya. Irma hanya melihatnya dengan bingung.

Teng!!!
Teng!!!
Teng!!!
Bel tanda jam istirahat kedua dimulai.
“Ca! Ke perpustakaan yuk sama Irma!” Ajak Deni.
“E.. eh.. Maaf ya! Aku mau main petak umpet sama Riri, Sita, Kiki, Mirna, dan Dedi. Dah!!!” Jawab Caca seraya berlari menghampiri Riri N friends, gengnya.

Jam pelajaran ketiga dimulai. Yaitu pelajaran komputer. Caca sangat pintar dalam pelajaran komputer. Deni meminta bantuan kepada Caca saat tugas yang diberikan guru komputer tak bisa dia kerjakan, tetapi Mirna mencegatnya.
“Hey! Pikir sendiri dong! Jangan minta tolong caca mulu! Jangan-jangan kamu temenan sama Caca gara-gara kepintaran Caca di komputer aja!” Ucap Mirna.
“Hah? Ya sudah kalau begitu! Huh!” Jawab Deni.
“Mirna jangan begitu dong! Deni teman aku dari TK tahu!” Ucap Caca
“Kamu lebih memilih Deni dan Mirna yang kampungan dari pada kita?!” Tanya Riri.
“Iyaa! Karena kalian mau berteman denganku hanya karena sekarang aku tidak gendut lagi dan aku terlihat cantik kan?!” Jawab Caca.

Akhirnya Caca berteman dengan Irma dan Deni lagi. Dia juga kembali gendut dan tidak akan diet lagi. Karena sekarang dia tahu lebih baik mempunyai teman yang baik dari pada paras yang cantik.

Tamat

Cerpen Karangan: Carmenita
Facebook: Carmen Nita
Hai namaku Carmen ini adalah cerpen pertamaku… Aku membuat cerpen ini dari Blackberry/HP bukan dari komputer atau laptop seperti kalian jadi maaf ya kalau jelek πŸ™‚ maklum baru 11 tahun. πŸ™‚ :D.
Ingin berkenalan lebih dekat denganku? Follow @Carmenita28 Γ¦tau invite pin 222C6B31 THX πŸ™‚

Cerpen Diet merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tea Party

Oleh:
Hai, namaku Kania Azzahra Syafiana. Panggil saja aku Kania. Aku mempunyai dua sahabat yang baik yang bernama Lala dan Gea. Pagi ini di sekolah… “Halo, Kania!” kata Gea. “Oh,

Apakah itu Aku?

Oleh:
“Setiap hari kamu selalu memberiku perhatian, tapi mengapa saat ini semua perhatianmu lenyap begitu saja? apakah aku ada di hatimu, apakah yang kamu sebut dalam doamu itu aku? semua

Facebook to Love

Oleh:
“gita, walaupun aku kenal kamu Cuma dari facebook, tapi aku ngerasa kita udah cocok. kalau kita chatting kita selalu nyambung, kamu mau jadi pacar ku?” andi mengirimkan pesan ke

Rahasia Gunung Beruang

Oleh:
Nama gue Betty, gue lahir di London. Orangtua gue bercerai, akhirnya gue tinggal bersama nyokap gue. Semenjak mereka (ayah dan ibu) bercerai, gue sama nyokap pindah ke Canada. Di

Miracle in My Life

Oleh:
Namaku Lily, umurku 10 tahun, aku hidup sendirian di sebuah gubuk tua. Sebenarnya, aku memiliki orang tua, tetapi mereka telah meninggal 1 tahun yang lalu karena kecelakaan. Aku hidup

β€œHai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

3 responses to “Diet”

  1. Riki says:

    Bagus banget dah! Cocok lu jadi penulis cilik! ^^ hehehehehehe

  2. Cecilia says:

    Baguss cerpen nyaa ><udah baca sampe 3Γ—

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *