Dika, Zaki Dan Wahyu (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 9 July 2016

Di hari yang sangat cerah begini, aku sudah ada di sekolah. Sekolah ini bukan sekolah biasa. Banyak tanaman-tanaman hijau, dan ada lapangan sepak bola, walaupun bukan milik sekolah lapangannya. Sekolah yang sangat menyenangkan dan sejuk. Aku bersama Dika dan Zaki duduk di sebuah bangku sambil makan cemilan dan melihat-lihat sekitar.
“Cemilanku sudah habis, nih! Aku mau ke kantin, siapa mau ikut?” tanyaku sambil berdiri.
“Aku!” seru Dika dan Zaki bersamaan.

Aku menuju kantin. Di situ, aku sedang melihat-lihat jajanan yang di ada di kantin. Aku membeli gorengan dan susu ultra milk. Sedangkan, Dika dan Zaki membeli pempek dan yoghurt.
“Kalian hanya beli pempek dan yoghurt saja?” tanyaku pada Dika dan Zaki.
“Iya, habis kita bingung mau beli apa lagi…” ujar Dika dan Zaki
“Oh begitu, ya sudah kita kekelas yuk!” ujarku sambil jalan meninggalkan kantin.

Sepanjang perjalanan menuju ke kelas, kami mengobrol tentang persahabatan kita. Menurut kita, persahabatan kita yang kita jalani selama ini tetap erat. Saat kita menaiki tangga sambil mengobrol dan makan, tiba-tiba Dika kesandung tangga dan pempeknya jatuh.
Bruukk…!
“Aduh sakit…” ujar Dika sambil merintih
“Kamu jatuh Dik?” ujarku meledek Dika
“Makanya kalau lagi jalan di tangga itu jangan ngobrol dan makan!” kata Zaki.
“Aduh kakiku sakit nih kebentur anak tangga, aku gak bisa jalan…” ujar Dika memelas
“Ya sudah aku dan Zaki akan menuntunmu ke UKS agar kamu istirahat dulu di situ, nanti bila sudah enakan kamu bisa kembali ke kelas,” kataku sambil mengangkat Dika yang masih tergeletak tidak bisa berdiri.
“Iya betul tuh kata Wahyu, kamu lebih baik di UKS daripada di kelas,” ujar Zaki
Aku dan Zaki membopong Dika ke UKS sambil jalan berhati-hati agar tidak jatuh. Pelan-pelan kami menuruni anak tangga. Setelah sampai ke anak tangga yang terakhir, tiba-tiba ada guru yang bertanya kepada aku dan Zaki.
“Kamu kenapa Dika?” Tanya Bu guru ke Dika.
“Saya tadi kesandung anak tangga saat sedang ngobrol dan makan pempek,” ujar Dika
“Oh begitu Dik, ya sudah jadikan itu sebagai pelajaran buat kamu agar tidak lalai lagi,” ujar bu guru.
“Iya bu lain kali saya akan lebih hati-hati,” ujar Dika.
“Oh iya satu lagi, kamu itu sebelum melakukan kegiatan harus membaca bismillah meskipun Cuma hal kecil menaiki tangga juga harus membaca bismillah agar kamu tidak kenapa-kenapa,” ujar bu guru
“Iya bu terimakasih atas nasihatnya semoga bisa bermanfaat bagi saya,” ujar Dika.
“Amin. Semoga bermanfaat yah masukan dari ibu jan diulangi lagi kesalahan yang sekarang, oke?” ujar bu guru
“oke deh bu siip,” ujarku sambil mengangkat jempolku
“Ya sudah kalo gitu Ibu mau kekantor dulu yah. Semoga lekas sembuh yah Dika,” ujar bu guru.
“Oh iya bu makasih atas perhatiannya,” ujar Dika
“Yuk Wahyu dan Zaki bu guru duluan yah, assalammu’alaikum ” ujar bu guru
“iya bu silahkan, wa’alaikumsalam,” jawabku dan zaki.

Setelah bu guru yang tadi menuju ke kantor, kita melanjutkan perjalanan ke UKS untuk mengantarkan Dika istirahat karena kakinya sakit sehabis kesandung tangga tadi. Dika mengisi lembaran daftar siswa yang sedang sakit. Setelah itu ia berbaring di kasur. Sedangkan kita beranjak keluar meninggalkan UKS. Bel pun berbunyi itu artinya masuk kekelas untuk pelajaran selanjutnya. Aku dan Zaki langsung lari karena bel sudah masuk. Dan akhirnya aku dan Zaki sampai di kelas dengan keadaan ngos-ngosan. Temanku sampai bertanya kepadaku kenapa aku sampai ngos-ngosan begitu.
“Hei Wahyu dan Zaki, kenapa kalian ngos-ngosan gitu?” tanya Imam.
“Aku dan Zaki habis nganterin Dika ke UKS tadi dan saat bel masuk berbunyi kita langsung lari karena takut telat masuk kelas,” ujar Zaki.
“Memang si Dika kenapa kok bisa diUKS?” Tanya Imam sekali lagi.
“tadi si Dika jatuh di tangga dan kakinya sedikit cedera jadi kita bawa ke UKS,” ujarku.
“oh gitu toh,” ujar Imam.
“iya begitu Mam kejadiannya,” ujarku.

Dan akhirnya guru pun datang ke kelas. Sebelum belajar kami tadarrus dan memberi salam. Setelah itu baru guru mengabsen siswa. Semua siswa yang dipanggil guru absen menjawab ada, tapi pada saat giliran Dika.
“M. Rizki Hamdika?” ujar Pak Najar yang sedang mengabsen.
“Dika di UKS Pak sakit,” ujarku dan Zaki serempak.
“Dika sakit apa?” Tanya Pak Najar kepada aku dan Zaki.
“Tadi dia jatuh dari tangga dan tidak bisa jalan, dan karena itu saya dan Zaki bawa dia ke UKS,” ujar Zaki.
“Kok dia bisa jatuh dari tangga?” ujar Pak Najar menanya lagi.
“Iya tadi pada saat kita sedang mengobrol, tiba-tiba si Dika jatuh mungkin dia kurang fokus,” ujarku.
“oh karena kurang fokus jalannya, makanya minum aqua…” ujar Pak Najar sambil tertawa kecil.
Semua siswa yang ada di kelas pun tertawa mendengar lelucon guru tersebut. Kelas jadi sangat ramai dan berisik. Agar kelas tidak ribut, maka guru tersebut menyuruh kepada semua siswa diam agar tidak mengganggu kelas yang lain.
“Diam semuanya!” bentak Pak Najar kepada siswa yang ada di kelas.
Semuanya terdiam karena takut dengan bentakan guru tersebut yang sangat keras dan lantang. Setelah semua siswa diam, guru tersebut memulai berbicara lagi.
“Kok sepi sih?” Tanya Pak Najar kepada siswa yang ada di kelas.
“iya kami diam karena takut dengan bentakan Bapak,” ujar Imam.
“Gitu aja dibikin serius, Pak guru kan Cuma ngetest hehee..” ujar Pak Najar.
“Tapi kami tetap saja takut dengan bapak, karena di sekolah ini yang terkenal paling galak adalah bapak,” ujar Imam lagi.
“Sudah tidak usah takut sekarang bapak sudah gak marah kok tadi bapak kesel soalnya udah bapak bilang sampai 2 kali suruh diam tidak mempan ya sudah bapak bentak aja biar pada diam,” ujar Pak Najar.
“Maafkan kita ya Pak, kita memang yang salah dan kita ribut yang memancing amarah bapak,” ujar Imam.
“Yasudah tidak apa-apa kok sudah bapak maafin. Tapi lain kali jangan diulangi lagi yah, kalau sampai diulangi lagi bapak tidak mau masuk ke kelas ini. Paham?” ujar Pak Najar.
“Paham Pak,” ujar semua siswa dikelas.
“Sekarang buka bukunya dan kumpulkan PRnya,” ujar Pak Najar.

Semua siswa terlihat sibuk membuka tasnya mengambil buku. Tetapi ada juga yang dari pertama sudah menaruh bukunya di atas meja sejak bel berbunyi.
Pak Najar adalah guru kima di semua tingkatan kelas dan juga wakil kepala sekolah SMAIT RJ Cilegon. Selain galak, Pak Najar juga dikenal lucu, disiplin dan tegas.
“yang tidak mengerjakan pr dan ingin mengobrol silahkan di luar!” ujar Pak Najar.
Siswa pun pada takut karena ada yang sedang ngobrol tapi sekarang diam karena dibentak dan ada yang tidak mengerjakan pr. Akhirnya semua siswa laki-laki ke luar kecuali aku dan Zaki. Siswi perempuan tidak ada yang ke luar karena mereka mengerjakan. Setelah melihat siswa laki-laki pada keluar kecuali kami berdua, Pak Najar bertanya kepada kita berdua.
“Wahyu dan Zaki beneran sudah mengerjakan?” Tanya Pak Najar.
“Sudah Pak nih buktinya,” ujarku dan Zaki sambil menunjukkan tugasku dan Zaki.
“Bagus, kalian berdua memang rajin daripada siswa laki-laki yang di luar,” ujar Pak Najar.
“Terimakasih Pak atas pujiannya,” ujarku dan Zaki.
“Oke sama-sama ya,” balas Pak Najar.
“Sekarang tukar tugas kalian kepada teman sebelah jangan ada yang mengoreksi sendiri,” ujar Pak Najar.
Aku dan Zaki pun saling bertukaran, aku meriksa punya Zaki dan Zaki meriksa punya saya. Kita setiap mengerjakan PR selalu bersama tidak pernah sendiri. bila tidak ada yang tidak dimengerti, kita biasanya menanyakan kepada guru yang bersangkutan, orangtua ataupun kakak. Kita selain mengerjakan PR, kita juga sambil bermain agar tidak terlalu bosan belaja terus. Oleh karena itu setiap mengerjakan PR bareng kita selalu bawa HP untuk bermain game.

Bel pulang berbunyi itu saatnya pulang. Tetapi sebelum pulang, seperti biasa sholat ashar dan mengaji bersama-sama di balkon lantai 2. Setelah ibadah selesai kelas harus terlebih dahulu dibersihkan, jika tidak dibersihkan maka tidak diperbolehkan pulang. Bukan hanya yang petugas piket saja yang membersihkan, tetapi juga semua siswa dan juga akan dipantau oleh guru.

“Bu semuanya sudah beres, saya dan Zaki pamit pulang yah bu assalammu’alaikum,” ujarku.
“Oke deh, wassalammu’alaikum,” jawab Bu Evi.
Setelah keluar dari kelas, aku dan Zaki menuju keUKS untuk menjenguk Dika.
“Dik, kenapa tadi tidak masuk kelas?” Tanya Zaki.
“Maaf, aku tadi ketiduran tidak ada yang membangunkanku,” ujar Dika.
“Enak banget yah kamu tidur sedangkan yang lainnya belajar,” ujarku marah.
“Maaf Yu, aku sangat mengantuk dan akhirnya ketiduran deh…” ujar Dika.
“Yaudah deh tidak apa-apa, tapi lain kali jangan seperti itu lagi,” ujarku.
“Siip dehh Yu hehee…” ujar Dika.
“Yuk sekarang kita pulang,” ujar Zaki.
“Ayuk,” sahutku dan Dika secara serempak.
“Let’s go kawan kita ke tempat parkiran,” ujar Zaki.
“Oke Zak,” ujarku dan Dika lagi-lagi kita serempak menjawab.

Setelah sampai di motor kita mengeluarkan motor dan pulang deh.
Aku, Dika dan Zaki membawa motor selalu pelan dan bareng. Tujuan pertama yaitu ke rumah Zaki. Tetapi sebelum ke rumah Zaki, kita jajan-jajan dulu di tempat jajanan di PCI karena perut lapar. Di situ, kita membeli batagor dan es campur. Kita juga tidak lupa untuk membeli cemilan untuk keluarga di rumah.
“Dik kamu mau beli apa buat keluarga?” Tanya Zaki.
“Aku mau beli siomay dan jus buat keluarga, kalau kamu?” Tanya Dika balik.
“AKu mau beli apayah bingung soalnya disini banyak jajanan yang enak-enak sih,” ujar Zaki dengan raut wajah yang sangat bingung.
“Mengapa kamu bingung Zak?” tanyaku.
“Ya aku bingung saja mau milih cemilan untuk keluarga yang mana Yu,” jawab Zaki.
“Yasudah cepat sekarang kamu pilih aja terserah kamu mau yang mana kita harus cepat pulang karena sudah terlalu sore,” ujarku.
“Iya Yu,” jawab Zaki.

Setelah beberapa menit kemudian, Zaki sudah membeli cemilan untuk keluarganya. Dia membeli cimol dan pasco untuk keluarganya. Setelah itu, kami menuju ke rumah Zaki. Dan akhirnya kami sampai di rumah Zaki.
“Makasih yah kawan kalian sudah menemani dan mengantarku,” ujar Zaki.
“Sama-sama Zak,” ujarku dan Dika secara serempak.
“Hati-hati di jalan ya dan semoga selamat sampai tujuan daahh..” ujar Zaki.
“Oke makasih atas doanya Zaki,” ujar Dika.
“Ya sudah kita berdua pulang dulu ya Zak,” ujarku.
“Oke deh,” balas Zaki.

Saat kita hendak pergi meninggalkan rumah Zaki, tiba-tiba ada Ibunya Zaki keluar. Aku lupa untuk mengasih baju batik punya Zaki yang aku pinjam dan akhirnya kita balik lagi ke rumah Zaki.
“Oh iya Zak lupa, nih batik kamu hehee..” ujarku.
“Oh iya Yu makasih yah aku sampe lupa kalau kamu minjem batik hehee..” ujar Zaki.
“Eh ada Wahyu dan Dika, gak mau mampir dulu?” ujar Ibunya Zaki.
“iya bu lain kali saja lagian ini sudah sore takut dicariin orangtua,” ujar Dika.
“Balikin batik Zaki gak usah harus sekarang kali nanti juga bisa,” ujar Ibunya Zaki.
“iya bu takutnya lupa,” ujarku.
“oh gitu toh Yu,” ujar Ibunya Zaki.
“iya begitu bu, ya sudah kita berdua pamit lagi bu Assalammu’alaikum,” ujarku.
“Wa’alaikumsalam,” jawab Ibunya Zaki.

Setelah berpamitan dengan Ibunya Zaki, kita melanjutkan perjalanan pulang. Di sepanjang perjalanan aku dan Dika mengobrol. Kita membawa motornya seperti biasa pelan-pelan dan di sebelah kiri jalan. Waktu sudah semakin sore akibat tadi terlalu lama di rumah Zaki dan aku prediksi akan macet. Benar saja dugaanku, jalanan macet karena orang-orang pulang kerja.
“Wah macet nih Dik benar dugaanku,” ujarku.
“iya Yu macet kita tadi terlalu lama di rumah Zaki,” ujar Dika.
“bila jam sudah menunjukkan pukul 5 sore ya pasti macet dan sekarang pas jam 5,” ujarku.
“andai saja sebelum jam 5 pasti kita tidak akan kena macet yang seperti ini,” ujar Dika.
“yap betul sekali itu Dik,” ujarku.
“Ya sudah kita sekarang sabar saja yang penting kan selamat,” ujar Dika.
“aku jadi ingat slogan “Semoga selamat sampai tujuan keluarga menanti Anda di rumah.” ahaha…” ujarku sambil tertawa.
“itu kan slogan yang ada di bawah papan reklame di halte PCI ahaha…” ujar Dika sambil tertawa.
“Ya sudah yuk kita fokus dan konsen kemenyetir saja jangan ngobrol kayak gini bahaya,” ujarku.
“iya sip deh Yu,” ujar Dika.

Begitu macetnya pada saat itu karena jam menunjukkan pukul 5 lewat 25. Aku terpaksa menyalip-nyalip kendaraan yang lain dan ngebut agar sampe rumah tidak maghrib. Dan akhirnya aku sampai rumahku juga.
“Dik makasih yah sudah mengantarku dan menemaniku,” ujarku.
“iya sama-sama yah Yu,” ujar Dika.
“fokus dan konsen yah nyetir motornya selama dijalan dan jangan lupa baca bismillah agar kamu tidak jatuh lagi kayak tadi di sekolah ahaha…” ujarku sambil tertawa.
“Oke sip Yu,” ujar Dika.
“Daahhh…” ujarku.
“Sampai ketemu besok,” ujar Dika.
“iya Dik, ya sudah sana kamu pulang udah sore nih ntar nambah macet lagi dan kamu maghrib sampai rumahnya,” ujarku.
“oh iya aku sampai lupa hehee makasih sudah ngingetin hehee..” ujar Dika.
“gak mau mampir dulu tah sebentar Dik? ahaha..” ujarku bercanda.
“gak ahh Yu lain kali saja. Yasudah aku pulang yah, Assalammu’alaikum,” ujar Dika.
“Siip, wa’alaikumsalam Dik,” balasku.
Dika pergi meninggalkan rumahku. Dia baru ingat kalau ingin meminjam buku catatan kimiaku. Dia pun balik ke rumahku.
“Assalammu’alaikuim Wahyu,” ujar Dika.
“Eh Dika, ada perlu apa balik lagi kesini?” ujarku.
“Aku ingin meminjam buku catatan kimiamu soalnya aku tidak mencatat tadi,” ujar Dika.
“Oh iya kamu kan tadi di UKS yah jadi gak belajar, tunggu sebentar yah aku ambilkan bukuku dulu,” ujarku.

Cerpen Karangan: Wahyu Arief Putra
Facebook: Wahyu Arief Putra

Cerpen Dika, Zaki Dan Wahyu (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Trap On Trip (Part 3)

Oleh:
Haaaahhh… Aku merebahkan diri pada hamparan pasir berbisik. Melihat sekitar yang masih tampak gelap gulita mengingatkanku pada sesuatu. Apa seperti ini ya padang mahsyar itu? Akhirnya dengan kekecewaan yang

Bad Day

Oleh:
“08.17.” “Arrgghh!!! Aku telat!!!” teriakku keras saat melihat jam di handphoneku. Teriak-teriak gak jelas sambil memakai baju, mulutku terus mengoceh kesal. Dan kali ini aku ke kampus tanpa make

Dream Beat Love

Oleh:
Hi, namaku Azania Nur Fatimah aku type cewek yang paling tidak suka kalau ditatap terlalu lama, satu hal yang harus kuakui yaitu bahwa aku orang yang kaku dan tidak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *