Dika, Zaki Dan Wahyu (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 9 July 2016

Sudah hampir 15 menit aku menunggu Wahyu tapi tidak keluar-keluar. Aku jadi penasaran dan ingin masuk ke rumahnya, tapi kan kita tidak boleh masuk rumah orang tanpa seizin dari tuan rumah. Lalu, aku duduk lagi sambil main hp menunggu Wahyu keluar. Dan setelah 25 menit, Wahyu pun keluar. Aku yang mengetahui itu kesal dan langsung bertanya kepada Wahyu mengapa sangat lama sekali di dalam.
“Yu kamu kok lama sekali sih di dalam ngapain aja? Tanya Dika dengan raut wajah yang bingung.
“oh iya Dik maaf, tadi aku habis BAB soalnya perut aku mules banget sih,” ujarku.
“oh gitu toh kirain ngapain. Ya sudah mana bukunya Yu?” ujar Dika.
“Nih bukunya Dik,” ujarku.
“oke Yu makasih yah besok aku akan kembaliin ,” ujar Dika.
“iya Dik,” jawabku.
“Ya sudah aku pulang yah dahh.. assalammu’alaikum,” ujar Dika.
“Wa’alaikumsalam,” balasku.
Dika mengingat-ingat lagi apakah ada yang mau dipinjam atau tidak. Dan akhirnya tidak ada lagi yang mau dipinjam. Dika pun perlahan-lahan meninggalkan rumahku dengan motornya. Waktu sudah menunjukkan pukul 6 kurang 15, Dika pun mengebut dan menyalip kendaraan yang menghalanginya.

Setelah aku masuk rumah, aku saliman sama kedua orangtua, minum air putih dan rebahan di kasur sejenak. Tidak sadar kalau aku ketiduran di kasur mungkin karena lelah seharian belajar. Bapakku membangunkanku agar aku beres-beres rumah seperti biasanya. Itu adalah tugasku yang diberikan bapakku kepadaku.
“Wahyu bangun udah sore ini beres-beres rumah sana,” ujar Bapakku.
“Hooamm… iya Pak,” ujarku sambil menguap.
“Cuci muka sana biar gak ngantuk sore-sore gak boleh tidur pamali” ujar Bapakku.
“oke deh Pak siap” ujarku sambil bangun dari kasur.
“Jangan lupa bikin teh, buang sampah, nyapu, ngasih makan ikan dan mandi,” ujar Bapakku.
“Sipp boss,” ujarku sambil perlahan-lahan meninggalkan kamar.

Akhirnya aku membersihkan rumahku sesuai dengan tugasku. Tugasku yaitu menyapu, buang sampah, kasih makan ikan dan masak air buat bikin teh. Sedangkan tugas adikku yaitu menyetrika, masak nasi, dan masak lauk. Setelah selesai beres-beres rumah pada sore hari, aku rebahan lagi di kursi goyang. Aku memejamkan mata sejenak untuk menghilangkan kepenatan. Karena aku sangat mengantuk, akhirnya aku ketiduran di kursi goyang. Pada saat aku tertidur, aku bermimpi tentang hantu. Hantu itu mengejar-ngejarku sampai aku mengumpat di sebuah tempat. Tetapi, pada akhirnya hantu itu menemukanku dan mengejarku lagi. Aku sangat takut dan tidak tahu harus bagaimana dan harus kemana. Akhirnya aku terbangun karena aku merasa sangat ketakutan.
“Tolong-tolong jangan kejar dan tangkap aku tidakk…!,” ujarku sambil teriak-teriak.
Bapakku yang lewat kebingungan kenapa aku teriak-teriak. Bapakku akhirnya membangunkanku. Aku pun terbangun karena dibangunin. Mungkin kalau gak dibangunin aku bisa mimpi kayak gini sampe pagi hehee..
“Wahyu bangun kamu kenapa kok teriak-teriak gitu?” ujar Bapakku heran.
“iya Pak, Wahyu mimpi dikejar-kejar hantu dimimpi,” ujarku sambil ngos-ngosan.
“Ya sudah bentar bapak ambil minum dulu yah,” ujar Bapakku.
“iya Pak silahkan lagian juga Wahyu haus,” ujarku.
“Nih air putihnya minum habisin yah jangan ada sisa,” ujar Bapakku.
Aku meminum air putih itu dengan sangat lahap kayak orang kelaparan. Mungkin aku kayak orang kehausan. Setelah selesai minum, Bapakku nanya lagi kepadaku.
“mau bapak ambilkan minum lagi?” ujar Bapakku.
“tidak usah Pak makasih yah,” ujarku.
“oke sama-sama,” ujar Bapakku.
“okey,” balasku.
“sekarang kamu istighfar 7 kali,” ujar Bapakku.
“buat apa Pak istighfar 7 kali?” tanyaku.
“agar pikiran kamu fresh,” ujar Bapakku.
“Astaghfirullahal’adzim….(7x),” ujarku.
“gimana sudah lega kan hati dan pikirnnya?” Tanya Bapakku.
“Alhamdulillah sudah lumayan Pak,” ujarku.
“Syukur deh kalau begitu,” ujar Bapakku.
“terima kasih Pak,” ujarku.
“ya sama-sama, makanya sebelum tidur baca doa dulu jangan langsung main tidur aja. Kan tadi Bapak udah bilang jangan tidur sore-sore pamali dibilangin ngeyel sih yaitu akibatnya!” ujar Bapakku.
“iya Pak maaf Wahyu tadi ketiduran habis cape bere-beres rumah,” ujarku.
“ya sudah sekarang kamu mandi sana, inget jangan tidur lagi,” ujar Bapakku.
“iya Pak, Wahyu mandi dulu yah,” ujarku.

Aku menuju kamar mandi untuk mandi. Badan aku sudah sangat lengket, bau dan keringetan. Aku mandi tidak pernah sampai 15 menit. Bila aku mandi yaitu cuma gosok gigi dan sabunan atau sampoan. Karena aku orangnya malas mandi. Banyak yang bilang aku itu bau. Setelah selesai mandi, aku menaruh baju kotor di mesin cuci dan setelah itu menuju ke kamar untuk pakai baju. Setelah pakai baju selesai, aku buka hp dan ngobrol di BBM sama Dika dan Zaki. Aku menanyakan tugas kepada mereka.
“Yu besok ada tugas apa aja?” Tanya Dika.
“Sepertinya tidak ada PR untuk besok,” ujarku.
“oh ya udah terima kasih Yu,” ujar Dika.
“ya sama-sama Dika,” balasku.
“Eh Yu, gua mau curhat nih sama kamu boleh gak?” ujar Zaki.
“curhat apaaan Zak? kayak Mamah Dedeh aja ya gua,” ujarku sambil bercanda.
“tadi abis gua sholat maghrib dan ngaji, pas gua ke luar kamar menuju ke kamar mandi, tiba-tiba ada bayangan putih lewat secepat kilat di depan mata,” ujar Zaki.
“itu cuma halusinasi kali?” ujarku.
“beneran tadi saya liat dengan mata kepala saya sendiri mana mungkin saya bohong!” ujar Zaki.
“yaudah gak usah dipikirin lagi, sekarang kamu belajar aja kan besok ulangan ekonomi,” ujarku.
“tapi saya masih kepikiran yang tadi gak gampang ngelupainnya saya masih takut nih gimana dong? ujar Zaki.
“lebih baik kamu ambil wudhu setelah itu sholat isya’ dan ngaji biar gak kepikiran lagi,” ujarku.
“baiklah kalau begitu terima kasih atas solusinya Yu,” ujar Zaki.
“Saya tadi sore juga mimpi hantu Zak,” ujarku.
“kok bisa?” Tanya Zaki.
“mungkin saya gak nurutin kata bapakku” ujarku.
“emang bapak kamu berkata apa kepada kamu?” Tanya Zaki.
“Bapakku bilang kalau sore-sore itu gak boleh tidur pamali, tapi kenyataannya saya ketiduran,” ujarku.
“Kamu sebelum tidur tidak baca doa sih mungkin,” ujar Zaki.
“Mungkin bisa jadi Zak,” ujarku.
“makanya sebelum melakukan aktivitas itu harus baca doa agar Allah SWT melindungi kita dari gangguan-gangguan jahat,” ujar Zaki.
“iya Zak saya lupa tidak baca doa sebelum tidur saking lelahnya,” ujarku.
“ya sudah saya mau belajar dulu yah, kamu juga jangan lupa belajar buat persiapan ulangan ekonomi besok,” ujar Zaki.
“iya Zak lagian saya juga mau belajar nih buat besok persiapan ulangan ekonomi tentang koperasi,” ujarku.
“oh iya Yu aku udah ngantuk nih mau tidur, aku tidur duluan yah Yu,” ujar Zaki sambil menguap.
“oh iya Zak silahkan mungkin kamu kelelahan akibat sekolah seharian,” ujarku.
“good night and nice dream Yu, see you tomorrow,” ujar Zaki.
“too yah Zak,” ujarku.

Setelah selesai ngobrol sama Zaki lewat media sosial, aku sekarang memulai obrolan dengan Dika lewat media sosial. Untung saja dia belum tidur jadi masih ada teman untuk ngobrol karena aku belum mengantuk. Andai saja bila Dika sudah tidur, aku tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Aku ngobrol di media sosial sama Dika sambil belajar.
“Dik lagi apa kamu?” tanyaku.
“Aku lagi dengerin musik nih, kamu?” ujar Dika.
“kalo aku lagi belajar ekonomi buat besok persiapan ulangan,” ujarku.
“oh iya besok kan ada ulangan ekonomi hampir saja lupa untung kamu ngingetin Yu,” ujar Dika.
“kirain aku, kamu dengerin musik sambil belajar ternyata engga toh Dik?” ujarku.
“iya Yu makasih udah ngingetin kalau nggak ada kamu gak tau deh nasib saya besok ulangan ekonomi gimana,” ujar Dika.
“iya sama-sama yah Dik,” balasku.
“kamu udah belajar sampai bab mana untuk ulangan ekonomi nanti?” Tanya Dika.
“aku sudah belajar sampai materi koperasi Dik, kalau kamu?” ujarku.
“aku baru belajar sampai materi manajemen Yu,” ujar Dika.
“widih bentar lagi mau ke materi koperasi nih ngebalap saya,” ujarku bercanda.
“iya Yu hehee..” ujar Dika sambil tertawa terkekeh.
“aih ketawa lagi kau Dik haha,” ujarku ikutan tertawa.
“udah makan dan sholat isya’ belum Yu?” Tanya Dika.
“udah semua kok Dik, kalau kamu?” ujarku.
“Alhamdulillah sudah juga Yu,” ujar Dika.
“baguslah kalau begitu Dik, tumben kamu perhatian ke saya pasti ada maunya yah?” ujarku.
“iyah Yu lagian aku gak tau geh harus ngobrol apa aja jadi ya aku iseng-iseng nanya-nanya aja hihi,” ujar Dika.
“oh gitu Dik, kita kayak pacaran aja yah ahaha…” ujarku.
“emang kita pacaran kali Yu hahaha…” ujar Dika bercanda.
“masa iya kita h*mo? kamu gak waras atau gak normal suka sesama lawan jenis Dik?” ujarku.
“aku cuma bercanda sajalah Yu, kamu terlalu menganggap serius sih,” ujar Dika.
“iya aku tau kok kamu cuma bercanda, kalau beneran aku mana mau sama kamu Dik,” ujarku menyindir.
“kamu kira saya juga mau sama kamu? ya enggaklah mending cari cewek cantik,” ujar Dika.
“cewe aja cewek kamu nih Dik, kamu kan udah cewe? masa iya cewek sama cewek?” ujarku menyindir lagi.
“asal banget Yu kamu kalau ngomong gak dijaga omongannya saya tersinggung sama perkataan kamu Yu!” ujar Dika kesal.
“gak usah marah kali Dik biasa aja kali yaelahhh,” ujarku.
“gimana aku gak biasa? aku seperti dihina oleh sahabatku sendiri, mana ada sahabat yang kayak gitu?” ujar Dika.
“yasudah aku minta maaf sama kamu Dik kalau perkataan aku bikin kamu kesel tapi aku gak bermaksud gitu kok cuma bercanda,” ujarku.
“tapi itu bercandanya sudah kelewat batas Yu!” ujar Dika.
“ya sudahlah Dik gak usah dibahas lagi nanti kita berantem lagi cuma gara-gara masalah ini,” ujarku.
“yasudah tidak apa-apa kok sudah aku maafin tapi jangan diulangi lagi ya! aku gak suka digituin apalagi sama bestfriendku sendiri yang sangat aku kenal,” ujar Dika.
“hoaamm… duh aku udah ngantuk nih Dik mau bogan,” ujarku.
“sama aku juga udah ngantuk Yu, bogan itu apa?” ujar Dika.
“BOGAN ITU BOBO GANTENG KAN KALAU BOTIK BOBO CANTIK HEHEEE…” ujarku.
“hadeh kamu nih yah Yu ada-ada aja hahahaha…” ujar Dika sambil tertawa.
“sampai ketemu di mimpi yah hihi,” ujarku.
“iya Yu, bye…” ujar Dika.

Aku dan Dika pun menyudahi obrolan di media sosial karena kita sudah sangat mengantuk. Mungkin karena kita sekolah seharian jadi kita kecapean dan akhirnya ngantuk deh. Sebelum tidur, kita bertiga tidak lupa gosok gigi dan baca doa. Itu adalah syarat sebelum tidur agar tidurnya nyenyak sampai pagi tidak ada gangguan. Kalau tidak melaksanakan dua hal itu mungkin kita gak akan bisa tidur nyenyak. Dan ada dua kebiasaan kita bertiga sebelum tidur yaitu, melumuri anggota badan dengan soffel agar tidak digigiti nyamuk dan menyiapi perlengkapan buat besok sekolah agar besok tidak buru-buru. Bila semuanya sudah beres tinggal tidur deh. Kita bertiga selalu menyetel alarm agar kita tidak bangun kesiangan. Kadang aku suka bangun malam untuk sekedar minum air putih, mengerjakan PR atau sholat malam. Tetapi, bila kita bertiga sangat ngantuk kayak gini, biasanya kita bangunnya agak siang bila tidak dibangunin mungkin kita akan kesiangan. Kita bertiga kadang-kadang manja sama orangtua, tetapi kita bertiga juga mandiri tidak selalu bergantung kepada orang tua. Kita bertiga sangat ingin berbakti kepada orangtua dan membanggakan orangtua dengan prestasi. Dan kita bertiga juga ingin menjadi anak yang soleh.

Jam sudah menunjukkan pukul 05.30 pagi itu waktunya aku bangun. Tetapi, aku belum bangun-bangun meskipun orangtua sudah meneriaki aku suruh bangun dan akhirnya orangtuaku menyamperi ke kamar aku.
“Wahyu bangun udah jam setengah enam pagi nih mandi dan solat sana setelah itu sarapan,” ujar Mamahku.
“Hoaaammm… iya Mah bentar lagi deh masih ngantuk nihh..” ujarku.
“Wahyu cepetan bangun sekarang sudah jam berapa ini masih tidur aja makanya jangan tidur malam-malam!” ujar Bapaku tegas.
“iiiiya Pak, Wahyu udah bangun nih mau mandi dan solat setelah itu sarapan,” ujarku takut.
“awas kalau ntar Bapak kesini liat kamu masih tidur, bapak seret kamu ke kamar mandi!” ujar Bapaku lagi dengan nada marah-marah.
“sama Bapak mempan, sama Mamah gak mempan. Makanya kalau gak mau dimarahin bangun sendiri dong kan kamu sudah besar masa iya harus dibangunin terus dan dibentak-bentak terus,” ujar Mamahku.
“iya Mah maaf mulai sekarang Wahyu janji deh gak bakal bikin bapak marah dan akan bangun tepat waktu,” ujarku.
“ya sudah sana solat subuh dulu setelah itu mandi setelah mandi jangan lupa sarapan,” ujar Mamahku.
“oke sip Mah,” ujarku.
“jangan lama-lama di kamar ntar Bapak kamu curiga lagi ntar dimarahin lagi kamu,” ujar Mamahku.
“iya Mamahku yang cantik,” ujarku.

Aku beranjak dari tempat tidur menuju ke kamar mandi dengan keadaan masih mengantuk. Aku sudah berusaha untuk melek tetapi susah mataku tetap tertutup karena masih ngantuk dan ingin tidur lagi. Tetapi aku sangat takut sama bapaku jadi aku tidak berani untuk tidur lagi. Aku mencuci muka agar segar dan tidak ngantuk lagi. Setelah selesai mandi aku solat subuh dan sarapan.

Cerpen Karangan: Wahyu Arief Putra
Facebook: Wahyu Arief Putra

Cerpen Dika, Zaki Dan Wahyu (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Keep Black Skin

Oleh:
Siang semakin terang, matahari pun semakin bersemangat memamerkan cahayanya. Semua manusia yang berada di daerah tropis pun akan bertingkah sebagai cacing kepanasan. Terkhususnya anak sekolah. Cuaca panas, perut yang

Friend or Love? (Part 1)

Oleh:
“Hufft lega..” ucapku sembari duduk di bawah pohon beringin besar ini. Nyaman rasanya berteduh di sini. Rindang, sejuk, dan cukup untuk bersembunyi dari kejaran massa, ehh kejaran temen maksudnya.

PDKT (Pendekatan)

Oleh:
Halo namaku Karin nama panjangnya Karin Ferika Herin. Di sekolah aku punya teman bernama Tesha, juga Toshi (sebenernya masih banyak teman cuman aku punya cerita nih antara mereka!) Suatu

Buat Kamu Saja

Oleh:
Sore hari di gazebo kampus, “hatiku, mana hatiku?, sepertinya hatiku sudah direbut olehnya” ucap Desy sambil menekan dadanya kuat-kuat, kepada teman-temannya, “kamu sakit?” ucap Linda sambil memegang dahi Desy

7 Kata Terakhir Dari Sahabatku

Oleh:
Namaku Febri, aku berumur 13 tahun. Aku tinggal bersama ayah dan ibuku di sebuah rumah sederhana di pinggiran kota. Aku mempunyai seorang sahabat yang bernama Dwi. Aku kenal dia

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *