Dilema Berakhir Indah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 28 August 2017

“Vo, tadi aku ketemu sama kak Al”. Aku hanya membalasnya dengan senyuman manisku. “Kamu mau nolongin aku nggak?”.
“Emang mau nolongin apa?” tanyaku tanpa mengalihkan pandangan dari novel yang tengah kubaca. “Kamu cari tau dong, tentang kak Al! Perhatiin gerak-geriknya”. “Eh! Kok jadi aku sih! Yang suka sama dia kan, kamu!”. “Bantuin aku dong! Kali ini aja deh!” kata sahabatku itu sambil menarik tanganku. “Iya deh, iya aku bantuin”.

Hari demi hari aku lewati dengan mencari tau tentang kak Al. Oh iya! Aku jadi lupa! Namaku Vonna An Nadya. Sering dipanggil Vo. Dan temanku itu namanya Winda Rezilly. Aldi Ghalila. Ya, itulah kakak kelas yang sedang digebet Winda.

Tak terasa, sudah 2 minggu aku mengikuti gerak-gerik kak Al. Sampai akhirnya, aku sudah bosan dan memilih untuk berhenti mengikutinya. Tapi, pada suatu hari kak Al bertemu denganku dan dia sengaja melempar senyum padaku. Oh Ya Tuhan, senyumnya manis banget. Dan setiap kali aku bertemu dengannya, jantungku terasa berdetak lebih cepat, hampir mau copot. Kadang aku berpikir, apakah aku suka sama kak Al? Tapi, di sisi lain, aku masih memikirkan perasaan Winda. Aku merasa bersalah. Aku telah mengkhianati sahabatku sendiri.

Berhari-hari aku coba untuk move on dari kak Al. Tapi hasilnya zonk alias gagal total. Hingga pada suatu hari, aku melihat Winda sedang menangis tersedu-sedu di bangku taman. Aku tidak berani untuk menghampirinya. Karena aku mulai berpikiran kalau dia sudah mengetahui aku juga suka sama kak Al.

Hari ini adalah hari yang paling membahagiakan untuk seluruh para murid sekolahku. Kalian tau? Ya, hari ini adalah jam kosong!! Para murid banyak yang bersenang-senang dengan kegiatannya masing-masing. Dan, entah kenapa Winda hari ini juga sangat ceria sekali. Padahal, 1 minggu yang lalu dia sangat bersedih.

“Kenapa Win, senyum-senyum sendiri kayak gitu?”
“Kamu nggak tau ya, Vo? Aku udah jadian sama kak Rieya!”
“Beneran? Kapan?”
“Kemarin sore”
“Wah, selamat ya Win”
“Makasih ya, Vo. Oh iya Vo, nanti pukul 09.00 kamu temenin aku di taman ya. Aku mau ketemuan nih, sama kak Rieya”
“Ok!”

DI TAMAN
“Kamu tunggu sini ya, Vo”. “ok Win”.
Sudah 15 menit aku menunggu Winda, tapi dia nggak balik juga.
“Hai Vo! Nungguin siapa?”. Aku terkejut saat melihat kak Al lagi duduk di sampingku. Dan seketika, aku langsung pergi dari taman itu untuk menghindari kesalah pahaman Winda. Saat aku tiba di lorong yang sepi, kak Al tiba-tiba menghentikan langkahku.

“Kenapa menghindar Vo?”. Aku tak menjawab
“Aku mau ngomong sama kamu, Vo”
“Ng… ngomong apa kak?” Kataku gugup
“Aku suka sama kamu. Kamu mau nggak jadi pacar aku?”
“Hah!!!” Kataku KAGET. Aku tak menjawabnya
“Gimana Vo?”. Lagi-lagi aku tak menjawabnya
“Kamu takut kalo Winda tau tentang hal ini?”
“Kok, kakak bisa tau sih?”
“Iya lah, 1 minggu yang lalu, Winda tuh nembak aku. Aku tolak. Terus aku jelasin ke dia, kalo aku tuh sukanya sama kamu”
“Kakak nggak lagi bercanda kan?”
“Ya enggak lah! Terus, gimana jawabannya?”.

Belum sempat aku menjawab pertanyaan kak Al, tiba-tiba handphoneku bergetar, tanda ada pesan masuk. ‘Hah! Dari Winda!’ Kataku dalam hati.
{Vo, terima aja tuh, tembakannya kak Al. Biar kamu nggak nge-jomblo terus. Lagian aku udah move on kok. Jadi, kamu nggak usah takut}. Dari kejauhan, terlihat Winda dan kak Rieya sedang melihat dan mendengarkan pembicaraanku sama kak Al.

“Maaf kak, aku tetep nggak bisa”. Setelah aku ngomong gitu, kak Al, kak Rieya dan Winda terlihat gelisah.
“Nggak bisa untuk nolak cinta yang tulus dari kakak” lanjutku kemudian. Seketika, ekspresi mereka bertiga berubah 180 derajat. Kak Al yang terkejut, langsung memelukku. Dan pada akhir cerita ini, aku menyimpulkan bahwa cinta segitiga itu nggak harus berakhir nenyedihkan.

Cerpen Karangan: Dilla K. Nahdlia
Facebook: Dilla Khusna Nahdlia
Hai! Namaku Dilla Khusna Nahdlia. Sering dipanggil Dilla. Sekarang umurku masih 13 tahun. Aku sekolah di MTsN Bandung Tulungagung. Tepatnya masih kelas 7. Kalian juga bisa mengunjungi Facebook ku (Dilla Khusna Nahdlia). Ok salam kenal!

Cerpen Dilema Berakhir Indah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hujanku Matahariku

Oleh:
Satu, dua, kuhitung tetes demi tetes air dari langit yang mulai berjatuhan.. Lama, semakin lama, semakin banyak, hingga kusadari bahwa sebenarnya aku tidak bisa menghitung banyaknya air yang turun

Gadis Berjilbab Pilihan

Oleh:
Gadis Berjilbab Pilihan Cantik nian akhlak gadis berjilbab, mengajar anak di gubuk yang tua Daerah gubuk tempat si miskin, baca dan tulis huruf Al-Qur’an Berbagi kasih pada putra harapan…

Indah Pada Waktunya

Oleh:
Pertemuan dengan seorang cowok di ruangan exkul itu memberikan kesan yang sangat mendalam di hati vivi. Seorang gadis berusia 15 tahun, entah mengapa ada getaran yang begitu hebat dan

Merpati Persahabatan

Oleh:
Ini kisahku ketika masih duduk di bangku SMK. Aku mempunyai 5 orang sahabat yang aku sayangi, Dewi, Dian, Erna, Lezta dan Rahma. Kala itu kami kenal akrab sejak kelas

When I Love Someone

Oleh:
Mengungkapkan perasaan ke orang yang disukai itu bukan semudah membalikkan telapak tangan. Mulut terkunci, langkah terhenti, dan tubuh membeku. Itulah yang kualami sekarang ini, untuk mengatakan tiga kata “I

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *