Dinda Dia Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 2 December 2013

“pagi dinda!” sapaku kepada sahabat tercintaku itu.
“haduh pagi-pagi udah bikin orang pusing sama teriakan kamu”, sahut dinda.

Aku dan dinda adalah sahabat karib, kami bersahabat mulai dari kelas 1 sma. Setibanya di kelas aku melihat wajah sahabatku itu memerah, sudah pasti ku duga ini karena kenalan barunya di facebook.

“pasti senyum kamu karena “bochay” kan hayo ngaku” godaku.
“iyah nit udah lama aku gak ngerasain perasaan kayak gini, rasanya pengen terbang deh kalau inget sama dia. Heheh”. Sahut dinda
“lebay banget sih”. Kataku.

Ya sejak hari itu aku tahu akan ada yang berbeda dengan sahabatku dia mulai jatuh cinta lagi setelah 2 tahun dia tidak berani untuk jatuh cinta setelah dia ditinggalkan oleh mantan pacarnya, seharusnya aku senang tetapi entah mengapa aku merasa tak tenang, tetapi aku pendam rasa curigaku karena aku tau sahabatku mulai berani untuk jatuh cinta.

Saat malam handphoneku berdering sms dari dinda “nit aku jadian sama bochay, aku seneng banget! Tapi dia udah punya pacar, gimana dong, tapi gak papa deh toh masih pacar. Hehehe”. Sms itu membuatku terkejut. Tentu saja bagaimana tidak dia menjadi kekasih gelap si bochay.

Setelah 5 bulan mereka menjalin hubungan aku melihat dinda sangat bahagia dengan bochay, aku bisa apa kalau apa yang dilakukan sahabatku itu bisa membuat dia tersenyum lebar, sekalipun aku tau akhirnya dia akan menangis, aku pernah menasehatinya tapi dia marah kepadaku dan menuduhku yang tidak-tidak.

Setelah 1 tahun kisah itu berlalu akhirnya aku tau apa akhir dari semua ini. Dinda menangis karena bochay meninggalkan dia tanpa ada penjelasan apapun. Dinda sakit selama 1 minggu, aku sangat khawatir, aku pun menjenguk dan memberikan dia semangat akhirnya dia mau sekolah lagi, setelah dia memulai kehidupan normalnya kembali. Aku dan keluargaku berencana liburan ke malang, dinda aku ajak karena ini akan baik untuknya, sesampai kami tiba di malang kami pergi jalan-jalan ke tenggah kota. Dan saat kami keluar dari sebuah minimarket dinda melihat bochay tenggah menuntun seorang wanita yang tenggah hamil, dinda menghampirinya dan ternyata perempuan itu adalah istri bochay, dinda terkejut dan dia langsung lari ke arahku tanpa melihat jalanan yang ramai dan bruuukkk dinda ditabrak oleh mobil yang sedang melaju kencang.
“oh tuhan apa yang terjadi pada sahabatku”, sesegera mungkin aku membawanya ke rumah sakit

1 minggu dinda koma, aku dan keluarga dinda saling berpelukan. Dan aku mengajak keluarga dinda utuk sholat meminta kesembuhan dinda. Ketika aku kembali dari masjid aku melihat bochay ada di dalam ruangan dinda. Spontan aku marah melihat laki-laki yang telah menyebabkan sahabatku berbaring tak berdaya.
“ngapain kamu kesini gak puas liat dinda kayak gini?” kataku
“kamu gak tau apa-apa nit waktu aku pacaran sama dinda aku udah tunangan sama dia, tapi aku gak bisa bilang ke dinda karna aku terlalu sayang sama dinda, dan aku gak mau kehilangan dinda, kalau aja aku belum tunangan sama dia aku pasti lebih pilih dinda dari pada dia!” kata bochay
“udah kamu udah gak berhak disini!” kataku.
“oke aku bakal pergi tapi aku pengen ngomong sesuatu sama dinda”. Kata bochay.
Dia pun menghampiri dinda dan memegang tangannya,
Bochay berkata “aku sayang sama kamu din, sumpah, sedetik pun aku gak mau kehilangan kamu, tapi mau gimana lagi ini takdirku, aku gak bisa berbuat apa-apa lagi, maafin aku din, aku sayang kamu”.
Bochay pun melangkah dengan perlahan keluar dari pintu dan aku melihat ada air mata keluar dari mata dinda dan
Dinda menghembuskan nafas terakhirnya,

Dinda sahabatku kenapa harus dia meninggal dengan cara seperti ini, tawa dan candamu akan slalu kukenang din, gak bakal ada yang bisa gantiin kamu.

Cerpen Karangan: Oktavia Safitri
Facebook: Octha Chiilonya Ciiekejhora

Cerpen Dinda Dia Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku, Kamu dan Dia

Oleh:
Namaku Tiara, panggil saja ara. Sekarang usiaku menginjak 14 tahun aku bersekolah di SMP N 6 SIPIROK kelas VIII di sekolah aku dikenal sebagai cewek yang cantik, ramah dan

Miss Culun Menjadi Miss Beauty

Oleh:
“Eh, Rena cupu lihat dong gaya aku! keren kan? Gak seperti gayamu yang culun itu hahaha,” ejek Citra yang dijuluki si “Miss Beauty” di sekolah International Kids yang mempunyai

My Promise

Oleh:
Janji adalah sebuah ungkapan atau omongan yang perlu di pertanggung jawabkan, karena di saat kita sudah berjanji. berarti kita harus siap dengan apa yang kita janjikan. Seperti kata pepatah

The Fault Number X

Oleh:
Senja baru saja datang. Gumpalan-gumpalan awan gelap yang tadi sibuk menutupi langit kotaku, perlahan-lahan mengundurkan diri, seolah mempersilahkan sang senja untuk memperlihatkan wujudnya. Aku menatap bola bulat yang tinggal

Cinta Dalam Diam

Oleh:
“Laksana mentari yang menyinari bumi ini, cahayanya yang mampu memberikan semangat kehidupanku. Matanya yang selalu membuatku tak sanggup untuk melihat lebih dalam lagi dan senyumannya membuatku terpaku saat aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *