Dua Sahabat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 19 January 2015

Di sebuah sekolah terdapat banyak siswa yang sedang belajar. Tidak terkecuali Kevin, dia merupakan seorang anak yang bersekolah di sekolah tersebut. O iya, dia itu kelas 3 SMP dan sedang fokus menghadapi ujian nasional.

Kevin merupakan anak yang pintar dan mampu menyelesaikan masalah dengan cepat. Tidak heran dia selalu mendapat ranking 1 di kelas. Dia juga mempunyai teman sebangku yang sangat baik namanya Udin. Udin memang tidak sepintar Kevin tetapi dia merupakan anak yang sangat bertanggung jawab dan juga merupakan anak yang paling berisik di kelas.

Tiba-tiba bel pun berbunyi itu berarti menandakan siswa-siswi di sekolah untuk pulang ke rumahnya masing-masing (bukan pulang ke kandangnya masing-masing, hehe).
Kevin dan Udin selalu pulang ke rumah bersama-sama karena rumah mereka berdekatan. Sewaktu berjalan untuk pulang, tiba-tiba saja mereka dicegat oleh seorang preman yang lumayan besar badannya. Preman itu lalu meminta uang kepada Kevin dan Udin yang sedang asyik ngobrol tentang ujian nasional. Preman itu lalu berkata “Woi mana duit lu atau gua bunuh lu (sambil menunjukkan pisau yang baru ia keluarkan)”.
“Emang siapa lu seenaknya minta duit ke kita, kalo berani jangan pake pisau, dasar banci” ujar Udin.
“Mending kita kabur daripada kita cari masalah sama orang ini” bisik Kevin kepada Udin.
Preman itu lalu memasukkan pisaunya kembali ke dalam kantong celananya dan berkata “Untuk lawan dua bocah kayak kalian cukup pake satu tangan”.
Udin langsung melempar batu yang ada di dekatnya dan ternyata batu itu tepat mengenai kepala si preman tersebut sehingga kepalanya bocor.
Preman tersebut yang sedang terluka langsung ditonjok oleh Udin sehingga preman itu pun pingsan.

“Hebat kamu din, belajar darimana cara nonjok kayak gitu”. “Nanti gua ajarin vin soalnya gua biasa latihan karate setiap minggu jadi bisa kayak gitu”.

Mereka pun pulang sambil bercerita satu sama lain. Sementara itu preman yang tadi pingsan dilihat oleh temannya. Preman itu pun mengatakan kepada temannya bahwa dia diserang oleh dua anak SMP. Lalu teman si preman itu langsung memanggil anak buahnya dan langsung menyuruh anak buahnya supaya besok untuk menangkap dua anak SMP yang telah menyerang temannya.

Keesokan harinya seperti biasa Kevin dan Udin pergi ke sekolah untuk belajar intensif menghadapi ujian nasional. Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu, jam pelajaran pun telah selesai. Kevin dan Udin lalu pulang bersama-sama seperti biasa. “Din kita sebaiknya jangan pulang melalui jalan yang sama, soalnya nanti preman kemarin datang lagi”.
“Ya elah vin, lu masih aja takut sama preman, kalo ada preman lagi nanti gua yang hajar”.
“Terserah apa kata kamulah din, pokoknya nanti kalo ada preman itu salah kamu”.

Mereka pun tetap melalui jalan yang sama untuk pulang ke rumahnya masing-masing. Tiba-tiba mereka dicegat oleh sekumpulan preman yang telah menunggu mereka.
Kevin dan Udin pun langsung kabur melarikan diri. Mereka lari sekencang-kencangnya seperti kijang yang dikejar singa.

Mereka lalu mengumpat di sebuah warung. “Tuh kan bener din kataku pasti mereka ada lagi”.
“Ya deh maaf vin, gua juga gak nyangka mereka ada lagi disitu”.

Mereka lalu menelpon polisi supaya mereka tidak diganggu lagi oleh preman-preman tersebut. Polisi pun lalu langsung menangkap preman-preman tersebut sehingga Kevin dan Udin merasa senang.

“Kalo besok-besok ada preman lagi nanti gua abisin tenang aja vin, soalnya nanti gua kalo udah besar mau jadi polisi”.
“Baguslah din kalo kamu mau jadi polisi daripada jadi preman, betul kan din?”.
“Betul vin oleh karena itu kita itu harus melindungi orang yang sedang dalam kesusahan, karena tujuan hidup itu adalah untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain”.

Cerpen Karangan: Aldo Rahmat
Blog: aldorahmat108.blogspot.com

Cerpen Dua Sahabat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kangen Mudik

Oleh:
Lebaran tahun-tahun lalu Ayah dan keluargaku selalu pergi mudik ke tempat asal Ayahku. Tapi tidak untuk tahun ini. 2 hari menjelang lebaran, hatiku sangat senang dan langsung kupikir perjalanan

Mantra Ajaib Peri Cherrie

Oleh:
Ada anak yang bernama Latifah, dia mengikuti kelas memasak, dia juga mempunyai musuh yang bernama Intan. padahal mereka salah satu kelompok kelas masak yang paling kacau. “Padahal aku ingin

My Brother is My Life

Oleh:
“Ma! Al! Kakak berangkat ya!” pamit kak Vivo. “Iya, kak!” jawabku dan Mama. Hai, Aku Alicia Clara Lauretha. Biasa dipanggil Alicia atau Al. Aku memiliki kakak bernama Vivo Ali

Guru Baru

Oleh:
“Good morning, students!” teriak Mr. Jack. “Good morning too, Mr. Jack!” sahut anak anak kelas 4 vivace. Ya, Mr. Jack adalah seorang guru baru yang mengajar bahasa inggris di

Kejar Aku Ke Negeri Jiran

Oleh:
Jadi seorang traveller adalah pilihan hidupku. Setelah lulus wisuda aku bertekad pergi ke negeri Jepang untuk menjadi traveller ternama di sana. Takkan mungkin aku pergi tanpa restu dari orangtuaku.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Dua Sahabat”

  1. anggun. says:

    BAGUSSS BANGET CERITANYA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *