Dua Sahabat (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 15 April 2015

“Apa Bel?” Tanya Enna dan Ella berbarengan.
“Kompak amat!, Oh ya! Aku punya rencana, kalian setuju ngak?” Tanya Amabel.
“Gimana mau setuju Bel, kamu belum kasih tau rencananya!” Ucap Ella, Enna mengangguk.
“Hmmm… rencananya, si Lia kan letakin gambar kupu-kupunya di laci meja, kita basahin aja!, abis itu kita letakin di laci mejanya Nissa, nanti Nissa deh yang disalahin,” Ucap Amabel. “Trus, Nissa dan Lia bakal bertengkar, disaat mereka bertengkar, kita bujuk Lia buat masuk ke genk kita, gitu!” Lanjut Amabel.
“Oooo gitu!” Ucap Ella dan Enna, lagi-lagi bersamaan.
“Ya udah buruan basahin! Ella, air minum kamu kan banyak, tuangin seperempat aja ke gambar kupu-kupunya Lia, tapi sebelum dibasahin, taruh dulu di lacinya Nissa gambarnya!” Printah Amabel.
“Duuh, iya-iya!” Ucap Ella sambil mengambil botol minumnya.

Ella memindahkan gambar kupu-kupunya Lia ke laci meja Nissa, lalu ia menuangkan seperempat air dari botol minumnya. “Udah nih Bel!” Ucap Ella.
“Ya udah, yuk ke ruang makan, sebelum ada yang curiga!” Ajak Amabel.
“Yuk” Balas Ella dan Enna.

Di ruang makan..
DUK! Amabel menyenggol bahu Nissa dengan kencang, dan menatap sinis ke arah Nissa, Enna dan Ella pun juga menatap sinis ke arah Nissa. Aduh, Amabel kenapa natap sinis gitu ya ke aku? Aku kan ngak ada masalah sama dia. Aduuh aneh-aneh aja deh!. Ucap Nissa dalam hati.
Lihat nanti Nissa! Hal yang seru akan datang! Hahahaha!. Amabel berkata dalam hati.
“Nissa, kamu ngak kenapa-kenapa kan?” Tanya Lia.
“Ngak kok Li, aku ngak kenapa-kenapa,” Balas Nissa sambil tersenyum, padahal ia menahan sakit di bahunya.
“Bener Niss?” Tanya Lia memastikan.
“Iya kok, bener,” Jawab Nissa.
“Ya udah, makan lagi yuk” Ajak Lia.
“Iya” Jawab Nissa.
Selesai makan pun, mereka kembali ke kelas.

Di kelas,..
“Nissa, kamu liat gambar Kupu-kupu aku ngak?” Tanya Lia.
“Enggak tuh Li, kan tadi kamu taruh di laci meja kamu,” Balas Nissa.
“Iya Niss, tapi sekarang enggak ada!” Ucap Lia.
“Ingat-ingat lagi Li..” Ucap Nissa.
“Beneran Niss, tadi aku taruh di laci ku sebelum ke ruang makan!” Balas Lia.
“Alaaah, Nissa kan pencuri, dia pasti ngambil gambar kupu-kupu kamu itu!” Ucap Amabel nimbrung.
“Ngak mungkin!, Nissa bukan pencuri!” Ucap Lia.
“Oooh, kamu ngak percaya?, Coba aja kamu lihat dulu ke laci meja nya Nissa,” Ucap Amabel.

Lia pun mengengok ke laci Nissa, dan memeriksanya. “Ini dia!, tapi kok basah?” Ucap Lia.
“Bener kan Lia, Nissa tuh pencuri! Sampe-sampe gambarnya kamu dirusakin!” Ucap Amabel penuh kemenangan.
“Lia, kamu jangan percaya Li, aku ngak ngambil gambar kamu! Mereka pasti bohong Lia!” Ucap Nissa membela diri.
“Nissa! Kamu yang bohong! Untuk apa sih kamu ngambil gambar kupu-kupu ku? Terus kamu rusakin? Kalau kamu mau kan tinggal bilang ke aku Niss!” Ucap Lia membentak Nissa sambil menahan tangis.
“Lia, kamu percaya sama mereka? Aku ngak ngambil Lia…!” Nissa membela dirinya sekali lagi.
“Nissa! Ternyata kamu pencuri yang keras kepala ya?! Udah ada buktinya tau, kalo kamu nyuri dan ngerusak gambar kupu-kupunya Lia! Ngaku aja deh!” Ucap Amabel berakting, padahal dia sendiri yang menyuruh Ella dan Enna untuk merusak gambar kupu-kupu Lia.
“Nissa! Aku marah sama kamu! Mulai sekarang, aku ngak akan mau deket kamu lagi!” Setelah Lia berbicara begitu, Lia langsung meninggalkan Nissa.
“Eh, eh Lia!.. Mau kemana?” Nissa bertanya, namun Lia tidak peduli.
Hahaha! Emang enak! Makannya, jangan sok deket-deket sama Lia! Lia itu ngak selevel sama kamu Nissa!. Amabel berkata dalam hati penuh kemenangan.
“Amabel!, kamu tega banget sih nuduh aku depan Lia!” Nissa membentak Amabel sambil menangis.
“Loh? Kok aku nuduh? Kan emang udah terbukti, kalau kamu udah nyuri dan rusakin gambar kupu-kupunya Lia. Buktinya, gambar kupu-kupunya Lia, ada di laci meja kamu, basah lagi!.” Ucap Amabel
“Tapi aku ngak nyuri dan ngerusak gambar itu Bel…!” Nissa masih menangis.
“Alah! Ngapain sih kamu ngangis deket aku? Yang ada nanti aku ketularan virus lebay kamu lagi! Digituin aja nangis!, Yuk Enn, Ell, kita keluar!” Setelah berkata begitu, Amabel dan Ella juga Enna mencari Lia.

Akhirnya, Amabel dan genknya menemukan Lia sedang termenung di taman. “Lia, kamu kenapa?” Amabel pura-pura prihatin di depan Lia.
“Aku masih ngak percaya Bel, kalau Nissa udah beraninya nyuri dan ngerusak gambar kupu-kupuku.” Ucap Lia lirih.
“Iya Li, aku ngerti kok, Nissa emang begitu, dia pasti iri sama gambar kamu,” Amabel membuat Lia membenci Nissa.
“Tapi, awalnya aku liat Nissa baik Bel,” Ucap Lia masih tidak percaya.
“Aku emang ngak ngerusak dan nyuri gambar kupu-kupu kamu Li,” Nissa tiba-tiba datang.
“Bohong Li! Buktinya kan gambar kupu-kupu kamu ada di laci mejanya!” Amabel menyalahkan Nissa.
“Lia, kamu pilih percaya aku, atau Amabel?” Tanya Nissa serius.
“Alaah, ngak usah ditanya! Pasti Lia pilih aku lah!” Amabel percaya diri.
“Kamu diam Amabel!, aku Tanya sama Lia!” Bentak Nissa.
“Aku,.. aku pilih Amabel!” Ucap Lia gugup.
“Li.. Lia?!” Nissa tidak percaya.
“Iya kan! Lia pasti pilih aku!” Ucap Amabel bangga.
“Tapi Li..” Omongan Nissa diputus, “Ya udah yuk Bel, Ell, Enn kita pergi” Ucap Lia mengajak Amabel, Ella dan juga Enna.
“Yuk” Ucap Amabel sambil mengibaskan rambutnya, sebagai penanda untuk Ella dan Enna ikut berjalan.

Lia mengajak Amabel ke perpustakaan, tapi..
“Bel, ke perpustakaan yuk!” Ajak Lia.
“Ah! Perpus? Tempatnya anak-anak ‘idiot’? idiiiw! Aku ngak mau!” Tolak Amabel centil.
“Kok anak-anak idiot sih?! Berarti kamu ngatain aku! Aku suka ke perpustakaan!” Bentak Lia.
“Ehm.. eh.. ya udah, aku juga mau pinjam novel, yuk masuk!” Amabel dengan gugup mengucapkan itu, ia masuk ke perpustakaan dengan terpaksa.

Setelah dari perpustakaan, Amabel, Ella dan Enna pergi ke taman lagi, kali ini mereka mau ke taman Utara.

Di taman utara..
“Ehm.. Lia, kamu mau gak masuk genk aku?” Amabel bertanya dengan berharap Lia mengatakan
“iya”, “Emm, gimana ya Bel?” Lia masih ragu.
“Ayolah Lia..” Amabel mendesak Lia.
“Emmm, oke, boleh juga, aku mau deh!” Jawab Lia kemudian.
“Kamu mau?, Tapi kamu harus lewatin ritual masuk ke genk kita dulu,” Ucap Amabel.
“Apa ritualnya?” Tanya Lia.
“Kamu harus bawain tas aku, Enna dan Ella ke rumah masing-masing, dalam waktu 5 hari!” Ucap Amabel.
Duuh, gitu banget ritualnya!, tapi daripada ngak punya temen, oke deh masuk ke genk nya Amabel. Lia berkata dalam hati. “Ya udah deh, aku mau!” Balas Lia.
“Gitu dong!” Amabel senang.
Lalu Enna maju dan membisiki Amabel. “Ssst! Enggak akan! Aku punya rencana!” Ucap Amabel balas berbisik pada Enna.

Ting.. Nong.. Ting.. Tong
Bel pulang sekolah telah berbunyi, Amabel dan genknya pun berkemas pulang.
“Nih Li, tasnya!” Ucap Amabel sambil melempar tasnya ke pada Lia.
“Oh iya!, ni tas aku Li!” Tambah Enna.
“Nah, ini tas aku!” Tambah Ella lagi.
Ya ampuun, ini tas isinya apa aja sih?! Berat banget!. Keluh Lia di dalam hati.

Di rumah Amabel..
“Nah, sini tasnya!” Amabel menarik tasnya dengan keras dari tangan Lia. “Kamu bawain tasnya Enna sama Ella sampe rumah mereka ya!, Bye Ella, Enna!” Ucap Amabel.
“Byee Bel….” Balas Enna dan Ella, seperti biasa Kompak!.

Setelah mengantar tas Enna dan Ella, Lia pun menuju rumahnya. “Uuuh, capek abis bawa tas nya Enna, Ella, Sama Amabel, masak mau masuk genknya aja pake acara bawain tas segala!” Keluh Lia terus menerus. Karena kecapaian, Lia tidur hingga esok pagi, ia lupa Makan malam, heheheh.

Pagi hari, di rumah Nissa.
“Nissa, kenapa cemberut begitu?” Tanya mama Nissa yang melihat Nissa murung.
“Em, ngak apa-apa kok ma, Nissa Cuma, Cuma kenyang” Nissa berbohong.
“Kenyang? Dari tadi kamu belum makan Nissa.. Ayolah, jujur sama mama, kamu kenapa cemberut?” Mama Nissa mendesak. “Hhh, aku berantem sama Lia, Amabel nuduh aku yang ngerusak dan nyuri gambar kupu-kupunya Lia, padahal kan Enggak ma” Curhat Nissa.
“ooh begitu, kamu makan dulu ya, baru mama kasih solusinya nanti, oke?” Ucap Mama Nissa, Nissa mengangguk.

Cerpen Karangan: Arnetta Fasya Sayyidina
Blog: http://www.fasya-notediary.blogspot.com
Halo semuaa!! Apa kabar?… Sudah selesai baca ceritanya?..
Makasih ya, sudah baca cerita buatan Fasya.. Oh ya,.. Itu cerpen terusan kedua..
Bagaimana?.. Seru atau tidak? Maaf ya, kalau tidak seru… 🙁 ..
Oh ya, kali ini gak ada perkenalan ya, bagi kamu yang sudah baca cerita Fasya sebelumnya, Pasti tahu siapa Fasya 🙂

Cerpen Dua Sahabat (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bully

Oleh:
Namaku Ellysa. Aku mempunyai sahabat bernama Sahra. Sahra mempunyai adik bernama Key. Pagi ini, aku berangkat sekolah dengan wajah polos. Saat sampai di kelas, Sahra curhat padaku. “Adikku mau

Water Boom

Oleh:
Di negeri Space, Kota Sky adalah kota favorite karena di kota Sky banyak sekali anjungan wisata, walaupun kota Earth-lah ibu kota di negara Space. “Mom! Apa kita akan pindah

Buku Persahabatan

Oleh:
Hujan deras dengan petir menyambar, tidak membuat Fisca berhenti. Dia memegang sebuah kantong plastik. Isinya adalah, 1 rim kertas HVS, 1 lusin pena dan pensil, dan dia juga membeli

Suprise!

Oleh:
Aku memandang arlojiku berulang-ulang kali. Nihil. Tak ada satu pun ucapan yang diberikan kepadaku. Ohya, hei! Namaku Aisya Junia! Panggil saja Aisya. Aku kesal sekali. Jelas! Rasanya aku ingin

Pino Kurcaci Hutan

Oleh:
The Power Girls adalah nama persahabatan antara Siska, Nessa dan Sasa. Suatu hari saat libur panjang, mereka bertiga berencana untuk berlibur bersama. “Enaknya kita liburan di mana?” tanya Nessa.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *