Dua Sahabat (Part 3)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 15 April 2015

“Mama, aku udah selesai makannya!, aku mau main laptop ya!” Teriak Nissa.
“Nissa! Beresin dulu piring bekas kamu makan!” Balas mama Nissa.
“Oh iya!” Nissa menepuk jidat dan kembali kemeja makan, untuk membereskan piring bekas makannya.

Selesai membereskan piring bekas makannya, Nissa duduk di pinggir kolam renang di halaman belakang rumahnya, Nissa lupa kalau ia ingin bermain laptop. “Hey.. kok murung lagi Niss?,” Mama Nissa tiba-tiba datang.
“Hhh, aku masih mikir Lia ma,” Tatapan mata Nissa tertuju pada air kolam renang.
“Mama katanya mau ngasih solusinya ma..” Ingat Nissa.
“Oh iya,.. Gini Niss, kamu tau enggak apa barang atau makanan kesukaan Lia?,” Tanya mama Nissa.
Nissa menggeleng pelan. “Hmm… yah, mama ngak tau kalau gitu, kamu cari tau aja dulu ya apa barang kesukaan Lia,” Ujar mama Nissa yang kemudian pergi.

Keesokan harinya di sekolah…
“Lia, ayuk ke perpustakaan,” Ajak Nissa, namun Lia malah pergi ke luar kelas. Ternyata Lia masih marah sama aku.. Gumam Nissa sedih.

“Ih, Amabel, Enna, sama Ella mana sih!? Dari tadi ngak ada-ada!” Gerutu Lia, akhirnya ia berjalan menuju taman utara.
Di taman utara, Lia akhirnya menemukan Amabel, Ella, Juga Enna. Baru saja Lia ingin memanggil mereka, namun ia hentikan, karena ia keheranan melihat Amabel, Ella dan Enna sedang tertawa ria. “Hahahaha! Gimana sih si Lia! Masak kita gituin mau aja!, padahal kan kita yang ngerusakin gambar kupu-kupunya! Terus kita taro deh di laci mejanya Nissa!” Ucap Amabel.
Hah?! Jadi Amabel yang ngerusak gambar itu!?… Kasihan Nissa, aku udah musuhin dia… Gumam Lia dalam hati. Lia terus mendengarkan omongan Amabel, Enna juga Ella.
“Iya Bel! Masa dia mau disuruh bawain tas!? Siapa juga yang mau masukin dia ke genk! Dia kan anaknya ngak selevel ama kita!, ya kan?” Ucap Enna.
“Tul!” Balas Amabel dan Ella kompak.
Jadi mereka ngak mau masukin aku ke genk mereka!? Hhh, awas kalian! Gumam Lia.
“Oh! Jadi kalian sengaja mau bikin aku sama Nissa berantem!? Supaya aku masuk ke genk kalian, dan ngelayanin kalian!?” Ucap Lia yang tiba-tiba sudah ada di hadapan, Amabel, Ella dan Enna.
“Li. Lia!? sejak kapan kamu disitu!?” Tanya Amabel gugup.
“Baru saja aku disini!” Ucap Lia, “Tapi aku sedaritadi mendengarkan obrolan kalian!” Lanjut Lia.
“Ja.. Jadi kamu ud.. udah tau!?” Pekik Amabel.
“Ya! Aku tau kalau kamu sengaja mau bikin aku sama Nissa bertengkar! Iya kan!?” Balas Lia.
“Kalau memang iya kenapa!?” Ucap Ella keceplosan.
“Ella!” Pekik Enna.
“Sorri…” Ella menutup mulut.
“Tuh kan!? Bener kan!? Aku ngak akan lagi-lagi mau masuk ke genk kamu dan jadi teman kamu Amabel!” Ucap Lia yang kemudian berlari.
“Liaa!…” Amabel berteriak sehingga membuat beberapa orang yang ada di taman itu menutup kuping.
“Kamu sih Ella!” Bentak Amabel.
“Emang aku ngapain?” Ella berkata santai.
“Nyantai lagi!, kamu tadi keceplosan bilang kalau kita mau bikin Lia sama Nissa bertengkar!, Nissa jadi pergi tau!” Bentak Amabel lagi.
“Aku kan udah bilang sorri Bel! Marah-marah terus!” Ucap Ella, kali ini ia berani melawan Amabel.
“Oh! Sekarang kamu berani ya sama aku!” Ucap Amabel.
“Emang kamu siapa aku!? Sampai aku harus turut sama kamu!” Ucap Ella.
“Ssst.. El, itu kan Amabel.. kok kamu berani?” Tanya Enna berbisik.
“Ngapain harus takut Enn!? Sekarang, kita pergi dari sini! Keluar dari genk ngak jelas!” Ucap Ella menarik tangan Enna ke tempat lain.

Di taman Timur.
Lia menopang dagu sambil melihat matahari yang terik. Dia ingin sekali kembali berteman dengan Nissa, namun ia takut Nissa tidak akan memaafkannya. “Nissa,” Lia mengucap nama temannya itu lirih.
“Kamu memanggilku Lia?” Nissa tiba-tiba datang.
“Eh, mhmm, ngapain kamu disini! Ini kan tempat aku sama Amabel!” Lia begitu karena ia masih ragu untuk berteman lagi dengan Nissa.
“Lalu, mana Amabel dan Genknya?, Bukannya harusnya mereka udah disini?” Nissa mendesak Lia. Sebenarnya Nissa melihat kejadian pertengkaran Lia dan Amabel juga genknya.
“Emhh, mereka sedang jajan,” Ucap Lia berbohong.
“Ini sudah jam pulang Lia.. tidak ada lagi toko jajanan yang buka di kantin,” Ucap Nissa.
“Sok tau deh kamu, ini masih jam istirahat tau!” Ucap Lia.
“Kamu salah, kamu sudah melewatkan dua jam pelajaran terakhir tadi,” Ucap Nissa.
“Benarkah?” Lia masih tidak yakin.
“Iya. Lihatlah, murid yang lain sudah menggendong tas ke arah Wait room untuk menunggu orang yang akan menjemput mereka,” Ucap Nissa lagi.
“Jujurlah Lia, kenapa kamu?” Tanya Nissa.
“Hiks. Nissa,” Lia memeluk Nissa erat.
“Kenapa Lia?” Nissa bertanya lagi.
“Ak. Aku ditipu sama.. Am.. Amabel.. Ternyata, dia sama genk nya… Yang.. Yang ngerusak gambar itu,” Lia menangis sambil memeluk Nissa.
“Kamu ngak perlu menangis Lia,” Nissa melepaskan pelukan Lia, dan memegang bahu Lia.
“Tap.. Tapi, aku udah nuduh kamu dan musuhin kamu,” Ucap Lia lirih.
“Udah, aku udah maafin itu semua,” Ucap Nissa tulus.
“Kamu bener-bener ngak marah sama aku kan Nissa?” Ucap Lia kurang yakin.
“Iya, aku ngak marah sama kamu Lia..” Balas Nissa meyakinkan.
“Nissa..” Lia kembali memeluk Nissa.
Nissa melepaskan pelukan dari Lia. “Nissa, kok kamu gitu?” Lia Nampak merasa bersalah.
Nissa tersenyum, “Karena ini sudah saatnya pulang, kalau pelukan terus, kapan pulangnya?” Ucap Nissa polos.
“Hehehehe, aku kira kamu marah..” Ucap Lia lega.
“Enggak laah, yuk pulang!” Ajak Nissa.
“Yuk!” Balas Lia.

Oh iya temen-temen, aku lupa bilang, kalau rumah Nissa dan Lia itu searah, Jadi mereka pulangnya bareng, dengan berjalan kali.

Di jalan..
“Niss, Amabel tuh nyebelin bangeet!” Curhat Lia di perjalanan.
“Kenapa emang?” Nissa bertanya.
“Masa, buat masuk ke genknya aja, aku harus bawaain tas mereka sampe rumah masing-masing!?, mana tasnya beraaat bangeet lagi!” Curhat Lia, sambil mengeluh.
“Hahahaha!, lagian kamu, ngapain mau disuruh begitu?” Nissa bertanya sambil tertawa.
“Iiih Nissa, aku lagi sebel tau!” Lia cemberut.
“Iyaa.. Iyaa..” Nissa masih cekikikan.

Tak terasa, mereka sudah sampai rumah.. “Dadah Nissa!, nanti sore ketemuan di taman yaa!” ucap Lia sambil membuka pagar rumahnya.
“Iya Lia!” Balas Nissa juga sambil membuka pagar rumahnya.
Hihihi, mereka ber barengan terus yaa?… hehe

Cerpen Karangan: Arnetta Fasya Sayyidina
Blog: http://www.fasya-notediary.blogspot.com/

Halo semuaa!! Apa kabar?… Sudah selesai baca ceritanya?..
Makasih ya, sudah baca cerita buatan Fasya.. Oh ya,.. Itu cerpen terusan ketiga.
Bagaimana?.. Seru atau tidak? Maaf ya, kalau tidak seru… 🙁 ..
Oh ya, kali ini gak ada perkenalan ya, bagi kamu yang sudah baca cerita Fasya sebelumnya, Pasti tahu siapa Fasya 🙂

Cerpen Dua Sahabat (Part 3) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Selamat Jalan Piah

Oleh:
Hari ini tepat satu tahun setelah itu, aku tidak bisa lagi bertemu dengannya. Seorang teman yang baik, ceria, lucu, dan apa adanya. Ya. Dialah Alfiyah, sahabatku. Yang biasa kupanggil

KacamaTam

Oleh:
Namaku Olivia Tam, tahun ini umurku menginjak lima belas tahun tepatnya di bulan desember. Aku bersekolah di SMA Harapan Nusa 1. Nama populerku adalah kacamata, karena memang aku memakai

Hikmah Dibalik Permusuhan

Oleh:
Kriingg… Kriinggg… Alarmku berbunyi. Jam sudah menunjukkan pukul 5 pagi. Bergegas kubuka jendela kamarku. Hawa dingin menyeruak menusuk kulitku. Masih terlihat embun pagi membasahi dedaunan dan semak-semak. Sang mentari

Pergi Ke Pesta

Oleh:
Kringgggg… Hoam aku melihat jam pukul 09.26 (kebetulan hari Minggu jadi bangun agak lama). Aku langsung menyambar handuk dan pergi mandi. Selesai mandi aku langsung memakai baju kesayanganku yaitu

4900 Sekon With You

Oleh:
Dan waktu. Dan waktu pun terus berlalu. Menemani hari-hari kita. Indah. Semua sempurna. Waktu itu adalah waktu yang sangat berarti baginya. Waktu yang membuatnya tak pernah lupa dengan seseorang.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *