Dua Sahabat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 4 December 2012

Jam 12 siang,Andi dan Tri ingin pergi ke rumah temannya yaitu si Putra,diBogor mereka berdua adalah sahabat sejati ,mereka kemana-mana berdua ,ketika mereka ingin ke rumah temannya Tri berangkat bersama Andi menaiki bis menuju stasiun , “Uang aku hilang ” kata Andi.” Memangnya hilang dimana?” Tri bertanya.

“Aku tidak tahu?” Andi menjawab.” Mungkin kantong kamu bolong?” kata Tri. “Hmm. Iya kamu benar Tri! Uang aku hilang ! Andi pun merasa sedih.”Yaudah tenang saja ,nanti biar aku yang bayar semuanya “.Mereka berdua pun membeli tiket dan mereka berdua menunggu kereta.”Kok keretanya lama sihh?”Tanya Tri.

“Mungkin ada gangguan ? kamu Tanya loket dan penjaga. Kereta tiba pukul berapa?” Andi menjawab.Tidak lama kemudian Tri bertanya , “Pak Kereta tiba pukul berapa?” Tanya Tri. Kemudian penjaga menjawab “kereta tiba pukul setengah dua nak “.

Akhirnya jam setengah dua, kereta pun tiba dengan sesak. Mereka berdua naik kereta yang penuh sesak ditambah hujan deras. Terdapat banyak gangguan di setiap stasiun,akibatnya kereta terlambat,kami pun mencoba untuk bersabar. Ketika mereka mulai kecapean berdiri ,akhirnya mereka berdua dapat tempat duduk, baru saja mereka duduk tiba-tiba ada orang tua naik dan berdiri didepan mereka.

“Ssst.beri kedua orang tua itu tempat duduk!” Sahut Tri membisikan ke Andi. “Yasudah lebih baik kita mengalah, kasian mereka berdua”Jawab Andi. Ketika itu mereka berdua mengalah dan akhirnya orang tua itu dapat duduk danmengucapkan “Terima Kasih ya Nak”. “Iya sama-sama Bu,lagian sesame manusia harus saling berbagi dan mengalah kepada orang yang lebih tua” Jawab Tri.

“Kedua orang tua itu lalu tersenyum kepada Dua Sahabat itu . Ketika sampai diBogor mereka berdua berjalan Kerumah Putra, “Rumahnya dimana ?”Andi Bertanya.”Sebentar lagi kok,orang rumah nya tidak terlalu jauh dari stasiun.”.Ketika mereka berjalan beberapa menit akhirnya mereka sampai dirumah Putra ,yang dating jauh-jauh dari Jakarta untuk bertemu dengan teman lamanya.

Ketika sampai dirumah Putra , mereka berdua dijamu dengan baik. “Akhirnya kawan lama berjumpa lagi dipertemuan yang singkat ini!”Seru Tri. “Betul-betul Tri”kata Andi. Mereka pun bermain bersama dengan canda dan tawa.

Hari pun semakin sore, akhirnya mereka bertiga berpisah. Putra mengantar mereka ke stasiun, “Baiklah cukup sampai disini perjumpaan kita,semoga kalian berdua selamat sampai tujuan!”Sahut Putra dengan merasa agak sedih karena akan berpisah.

“Iya,kamu juga hati-hati dijalan kawan”Kata Andi.”Semoga di lain kesempatan kita masih bisa bertemu seperti sekarang”Tri menambahkan kata-kata Andi. Kereta pun tiba akhirnya mereka bertiga berpisah,ketika pintu kereta tertutup rapat Putra berteriak “Sampai jumpa kawan!! Selamat jalan”.

Andi dan Tri pun tersenyum, sekarang tinggal kita berdua Tri. Tiba-tiba Tri tertidur dikereta karena kecapean setelah bermain bersama,tetapi Andi tidak bisa ikut karena memikirkan perjalanan dan kebersamaan temannya itu.

Satu jam perjalanan dan akhirnya mereka sampai di stasiun jam tujuh malam, Andi pun membangunkan Tri agar bangun dari tidurnya,mereka berdua saling membicarakan kesenangan dan kebersamaan. Ketika didekat stasiun. Andi berkata “aku sangat lapar, padahal tadi sudah makan”. “sudah tenang saja, kamu makan saja nanti aku yang bayar kok”Tri menjawab. Sesudah makan mereka pun berjalan pulang kerumah.

Ketika sampai di pertigaan mereka berdua berpisah. “Aku duluan ya?” kata Tri. “Iya hati-hati” Andi menjawab. Dan akhirnya mereka berdua pulang kerumah masing-masing. Tidak ada yang merasa kerugian ataupun penyesalan,semuanya senang walaupun uang Andi hilang.

TAMAT

Cerpen Karangan: Naufal Afdhilah
SMP.N 269 Jakarta

Cerpen Dua Sahabat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Keheningan Putih

Oleh:
Pagi itu, semuanya putih berbalut keheningan pagi. Aku seakan tak berdaya dibuatnya. Hembusan angin pagi tak bisa kurasakan karena tak tertembus oleh jendela yang tertutup. Tepat di sebelah tempat

Bermuka Dua (Part 1)

Oleh:
“Iya.. Beneran, aku bener-bener ngelihat, dia tuh cakep banget. Eh dan kalian tahu gak? ternyata dia tuh anak orang kaya! wow.. Paket komplit dah tuh..” Ucap Fani dengan gembiranya

Dia Dia Dia

Oleh:
Sahabatku Daffa ya aku sangat menyukainya. Aku selalu membantunya jika dia ada kesulitan. Saat itu dia sms aku. From: Daffa To: Saya (Lisa) Lis aku akan berusaha menjadi yang

Nggak Bisa Main Uno

Oleh:
“Jadi gak Sop?” tanya Entin “Jadi apa? Main uno di foodcourt bareng Rio?” “Bukan main bareng Sop, tapi aku disuruh ngajarin Rio main uno” “Apaaa?! Gak bisa main uno?”

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *