Dulu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 17 March 2017

Menyedihkan sekali kisah persahabatanku dengan Rinka. Dia dulu sahabatku. Dia dulu orang yang bisa kupercaya. Dia dulu selalu menghiburku saatku bersedih. Dulu kami saling berbagi cerita. Tapi itu semua dulu. Sekarang, dia bukan siapa-siapa bagiku. Ia hanyalah orang asing yang mengasingkan diri dariku.

Entah apa salahku. Mengapa dia menceritakan rahasiaku, yang TAK PERNAH kuceritakan kepada siapa pun kecuali dirinya, kepada semua orang. Dengan mudahnya Ia menceritakan tentang semua kejelekanku kepada semua orang. Ia juga menambahkan berbagai bumbu pedas yang membuat kejelekanku bertambah jelek di mata orang.

Kini aku tidak punya seorang teman pun. Itu semua karena Rinka. Seorang pengkhianat. Yang akan terus berkhianat. Wajahnya memang polos. Tapi hatinya begitu licik. Bibirnya sudah seperti neraka yang panas. Kata-katanya begitu pedas. Ia memang bukan seorang sahabat yang setia. Ia tak pantas punya sahabat. Ia juga tak pantas untuk ditangisi.

Seharusnya kubuka lembaran baru di kehidupanku. Agar hidupku lebih cerah. Jalan hidupku masih panjang. Dengan menangis aku tidak bisa mengubah sesuatu. Menangis hanya akan membuang-buang waktu. Jika di sini ku tak punya teman. Maka mungkin bukan di sini tempatku. Tempatku ada dimana semua orang senang bersamaku, tanpa adanya tekanan. Tak perlu ada tangisan. Hanya ada tawa bahagia. Itulah tempatku yang sebenarnya.

Cerpen Karangan: Salwa Al-huwayna
Hai semua, namaku Salwa. Kali ini aku membuat cerpen sedih tentang persahabatan. Semoga kalian suka ya. Dan pesanku, kalian jangan mudah mempercayai orang. Karena sifat setiap orang berbeda-beda.
Terima kasih.

Cerpen Dulu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hal Yang Membuat Kita Berbeda

Oleh:
Tak terasa sore menjelma senja, sajikan panorama langit berwarna jingga, bersambut semilir angin yang mulai menggetarkan bulu rona. Nuansa hari ini tak sejernih kemarin sobat, saat senyum dan candamu

Aku Dan Mereka

Oleh:
Ada satu masa dimana aku dan mereka menjadi satu. Tertawa, menangis hingga kami saling bersaing satu sama lain. Keegoisan yang aku dan mereka miliki bagaikan sebuah pohon yang akan

Segi Empat

Oleh:
Suhu kotaku yang sejuk di pagi hari membuatku beranggapan lebih baik jadi cacing di kasur daripada harus menggerakan gayung berisi air. Namun kewajiban berkata lain sebagai seorang siswa sekolah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *