End Story of Friendship

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 8 December 2015

16 juli 2013 hari pertama bagiku masuk sebagai siswi di salah satu sekolah menengah kejuruan di Palembang, setelah sebelumnya 3 hari melewati MOS. Berbeda dari teman-teman seangkatan SMP yang lebih memilih masuk ke SMA negeri, sebenarnya aku juga memimpikan menjadi siswi SMA dengan memasuki kelas IPA tapi apa daya orangtuaku tak mampu membayar biaya pendaftarannya.

Sebagai satu-satunya siswi masuk ke SMK swasta aku tak memiliki teman sama sekali. Hari-hari terlewati tanpa terasa 3 minggu sudah aku belajar sebagai siswi di bagian Management Bisnis. Setiap hari pada jam istirahat aku hanya duduk diam di bangku atau paling tidak aku pergi ke perpustakaan membaca buku dalam keheningan. Hari ini perpustakaan ditutup entah apa alasannya padahal aku ingin pergi untuk sekedar mengasingkan diri.

“Hei, boleh duduk di sini?” tanya seseorang dari samping kiri. Aku menoleh dan memperhatikannya sejenak.
“Silahkan!” jawabku lirih.
“Perasaan kamu diem banget gak pernah ngomong sama siapa-siapa deh?” tanyanya.
“Mau ngomong sama siapa?” tanyaku balik.
“Emang kamu gak punya temen?” Tanya seseorang lagi dari arah depanku.
“Gak..” jawabku singkat.

“Harusnya justru karena kamu gak punya minimal kenalan sama temen satu kelas.” Ucap seseorang dari arah kiri.
“Iya tuh, kita kan makhluk sosial saling ketergantungan antara yang satu yang lainnya. Kita gak bisa hidup sendiri-sendiri.” ucap seseorang dari arah depan. Aku hanya terdiam memperhatikan mereka seraya mencerna baik-baik pembicaraannya.
“Aku ngerti, cuma aku gak terbiasa aja nyapa orang duluan.”

“Ya udah gini aja gimana kalau kamu jadi teman kita” Ucapnya seraya menyodorkan tangan.
“Kalian yakin” ucapku memastikan.
“Iya dong. Kenalin nama aku Sasva Rina Dirgantari” aku menyambut tangan seseorang dari arah kiri.
“Stella Fitri Mulia” ucapku menyebutkan nama. Sekarang giliran seseorang dari arah depan menyebutkan namanya.
“Aku… aku.. aku, kenalin Vita Sari Ningsi”
“Sekarang kita teman yah.” Ucap Sasva.
Aku hanya mengangguk sambil melempar senyuman kepada mereka.

Sejak saat itu Aku, Sasva dan Vita berteman sangat akrab, kita berbagi dalam hal apapun mulai dari makanan, minuman, ilmu, pengetahuan, perasaan suka maupun duka, kita juga acapkali sharing tentang pengalaman-pengalaman yang pernah kita alamin, bercanda hingga hal-hal kecil lainnya. Sungguh sebuah kebersamaan yang indah, mereka seperti peri kecil yang dikirim Tuhan untuk menghiasi hari-hariku. Meski Aku dan mereka berbeda, aku tak pernah mendengar mereka mengeluh akan keadaan diri ini hanya saja seringkali merasa sedikit minder.

Yah, status sosial kami memang jauh berbeda. Mereka dengan segala kenikmatan duniawi yang orangtua mereka berikan, pekerjaan dengan gaji yang mencukupi sedangkan aku hanya anak seorang pembantu rumah tangga yang gajinya hanya mencukupi makan sehari-hari itu pun masih sering ngutang kesana-kemari untuk membayar biaya sekolah dan Ayahku seorang Tuna netra sejak 8 tahun lalu. Semua perbedaan itu tak menghalangi persahabatan kami, sudah hampir 3 tahun kami menjalani kisah kebersamaan kami merajut kenangan-kenangan indah di balik kisah pahit yang pernah ku alami.

Dan entah kenapa, pil pahit kehidupan harus telan perlahan-lahan. Persahabatan yang ku bangga-banggakan kini hancur terberai, perlahan semua menjauh dan aku kembali seperti saat pertama aku hadir di tempat ini. Terasingkan, hanya duduk menyendiri di dalam keramaian kelas yang berisik. Segala kisah indah yang terajut kini hanya tinggal kenangan sampah yang tak sedikit pun mereka ingat. Entah apa yang mesti aku lakukan untuk mengembalikkan persahabatan itu. Perlahan bulir bening dari mata mulai berjatuhan mengingat jarak yang begitu jauh tercipta saat ini.

Cerpen Karangan: Septi Liana
Facebook: Septi Liana

Cerpen End Story of Friendship merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


My True Friends

Oleh:
Hai, namaku Rany. Aku punya 2 sahabat, mereka adalah Aya dan Kiki. Kami bertemu saat kelas 8 SMP, dan sekarang kami sudah bersahabat hampir 2 tahun. Aya adalah seorang

Lupa Cara Menangis (Part 2)

Oleh:
Langkah kaki menggeser waktu lebih cepat dari perpaduan putaran jarum pengarah waktu yang melingkar di tanganku. Balok beroda empat ku tancap melaju begitu cepat tak peduli apa yang menghalangiku.

Arti Sahabat

Oleh:
“Udah lah, kalo lu lebih memilih cewek itu, mending lu pergi sekarang juga! Biar gue yang tetep berada disini.” tegas Galih dengan nada keras dengan meunjukkan tangannya kearah luar

Tara

Oleh:
Setahun yang lalu… Hari pertama masuk sekolah setelah MOS di SMAN 21… Pelajaran fisika. Seorang guru muda masuk ke sebuah kelas. “Selamat pagi anak-anak. Baiklah sebelum kita mulai pelajaran

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *